My Naughty Brother

My Naughty Brother
Rahasia Hati


__ADS_3

Vlavia melirik Visko yang sedang menyetir mobilnya dengan begitu tenang, tanpa di sadari Vlavia tersenyum manis, dia merasa begitu tenang jika berada di dekat Visko, meskipun terkadang sikap Visko sangat mengesalkan kepada Vlavia, tetapi yang namanya sudah menyukai dengan tulus, kekurangan yang ada pada diri seseorang yang di sukai tidak akan menjadi masalah.


" Ngapai Lo senyum-senyum?." Tanya Visko melirik Vlavia sekilas.


" Hah?." Jawab Vlavia reflek karena begitu gugup.


Visko tersenyum miring.


" Gue tahu Gue memang ganteng." Ucap Visko songong, tetapi apa yang di katakan olehnya memanglah benar adanya.


Bahkan Vlavia saja tidak mengelak apa yang baru saja di katakan olehnya.


" Kak Visko." Ucap Vlavia lirih dan sedikit ragu.


" Hmm." Jawab Viskk fokus dengan setir di depannya.


Vlavia mengigit bibir bawahnya, dia juga memainkan jemarinya untuk menenangkan dirinya agar berani untuk mengatakan kepada Visko, jika dirinya sudah berjanji terlebih dahulu kepada Mamahnya Kristan untuk makan malam di rumahnya sekarang ini.


" Emm... Sebenarnya aku ada urusan penting." Ucap Vlavia lagi dengan begitu ragu.


Dan tentu saja dengan jantung yang berdetak hebat, ntah kenapa Vlavia merasa tidak enak untuk mengatakan secara langsung dengan Visko.


" Gue tahu." Jawab Visko singkat.


" Hah?." Jawab Vlavia lagi dengan terkejut.


" Tapi aku mau ke..." Sambung Vlavia menggantung, karena apa yang di katakan olehnya sudah di potong oleh Visko.


" Gue temenin Lo ke rumah Kristan." Jelas Visko yang sukses membuat Vlavia melotot tidak percaya.


Bagaimana bisa Visko tahu maksud dan tujuannya, apa Visko ini seorang cenayang? Pikir Vlavia bertanya-tanya.


" Kenapa nggak mau Gue temenin?." Tanya Visko melihat Vlavia yang masih terbengong dengan pikirannya sendiri.


Vlavia segera menggeleng, dia malah sedikit lega jika Visko ikut dengannya.


" Boleh kok Kak, boleh banget." Jawab Vlavia langsung.

__ADS_1


Visko tersenyum sekilas.


" Tadi Mommy udah jelasin dan nyuruh Gue jemput Lo di rumah temen Lo." Jelas Visko yang di angguki oleh Vlavia.


" Nggak nyangka aja Lo ke rumah temen Lo biar bisa dandan cantik untuk Kristan." Sambung Visko sengaja, sontak saja Vlavia kembali langsung menggelengkan kepalanya.


" Ah... Tidak seperti itu Kak Visko." Bantah Vlavia.


" Aku memang sudah janji terlebih dahulu sama Serin dan Mila, rencana makan malam di rumah Kak Kristan ini memang mendadak tadi." Jelas Vlavia apa adanya, agar Visko tidak berpikiran seperti itu lagi.


Vlavia tidak ingin Visko mengira jika dirinya merubah penampilan dan belajar make up demi Kristan, Vlavia tidak ingin Visko sampai berpikiran seperti itu.


" Oh ya... Untuk apa Lo harus merubah penampilan Lo?." Tanya Visko membuat Vlavia sedikit gugup untuk menjawab.


" Aku juga ingin terlihat seperti gadis lain." Jawab Vlavia pelan, tetapi masih terdengar oleh Visko.


Bahkan Visko tersenyum miring mendengar jawaban Vlavia barusan, Visko menghela nafasnya kasar, dia juga sempat mengepalkan tangannya untuk menahan amarah.


Visko suka Vlavia yang seperti biasanya apa adanya, tidak seperti sekarang ini yang terlihat begitu cantik dengan polesan make up, Visko tidak ingin Vlavia sampai membuat mahasiswa-mahasiswa kampus mengaguminya. Ada alasan sendiri kenapa Visko tidak ingin sampai itu terjadi, jelas karena Visko tahu tidak ada lelaki baik di Kampusnya selain hanya untuk bersenang-senang. Itulah yang Visko pikirkan dan takutkan.


" Lo suka dengan penampilan Lo sekarang?." Tanya Visko begitu menohok Vlavia.


" Oke kalau gitu, semoga perubahan dari penampilan Lo benar untuk kebaikan Lo Vi." Jawab Visko membuat Vlavia tiba-tiba merasa aneh dengan ucapan Visko barusan.


Vlavia mengira jika Visko akan menyukai penampilannya sekarang, bukankah tadi pagi Visko baru saja memujinya dengan mengatakan jika dirinya cantik? Lalu kenapa Visko tiba-tiba berkata yang membuat Vlavia ragu dengan perubahan penampilannya sekarang.


Vlavia hanya mengangguk seraya tersenyum kecil, dia tidak menjawab, karena bingung juga harus menjawab seperti apa dengan ucapan Visko baru saja.


Sampai akhirnya mobil Visko berhenti tepat di depan gerbang rumah mewah. Vlavia menatap Visko bingung.


" Sudah sampai." Ucap Visko yang di angguki oleh Vlavia dengan senyum.


" Terima..." Ucap Vlavia kembali menggantung karena Visko sudah memotongnya.


" Gue nggak ikut masuk, nanti kalau udah mau pulang Lo bisa hubungi Gue." Ucap Visko yang sukses membuat Vlavia terkejut.


Vlavia menginginkan Visko juga ikut menemaninya makan malam di rumah Kristan. Vlavia ingin Visko berada di dekatnya, tetapi terasa berat dan sangat susah untuk mengatakan itu semua.

__ADS_1


Please Kak temenin aku Batin Vlavia penuh harap.


Vlavia menatap Visko yang sedang menatap lurus ke depan, ntah kenapa sikap Visko jadi berubah setelah melihat perubahan dalam dirinya, bukankah seharusnya Visko senang mempunyai adik yang cantik? Vlavia tidak akan memalukannya jika nanti teman-teman mereka semua tahu tentang hubungan mereka sekarang, tetapi rupanya seorang Visko ini sangat susah di tebak.


Vlavia turun dari mobil Visko, lalu menatap Visko yang masih menatap ke depan tanpa melihatnya.


" Makasih Kak Visko, nanti aku akan hubungi Kakak jika sudah selesai." Ucap Vlavia seraya menganggukan kepalanya sekilas, lalu mundur dua langkah dari mobil Visko.


Tidak lama mobil Visko pergi begitu saja meninggalkan Vlavia yang masih berdiri di depan gerbang rumah Kristan.


Vlavia melihat kepergian mobil Visko, dengan dada yang begitu sesak.


" Hei." Ucap Kristan mengejutkan Vlavia.


Vlavia menoleh ke asal suara, terlihat Kristan yang sudah berada di belakangnya seraya tersenyum.


" Kaget ya sorry." Jawab Kristan yang di angguki oleh Vlavia.


" Ayo masuk, Mamah sudah menunggu." Ajak Kristan yang di angguki oleh Vlavia tanpa menjawab.


Kristan melihat ke arah jalanan sekilas, dia tersenyum melihat mobil Visko yang tidak lagi terlihat.


" Kamu cantik banget Vi malam ini." Puji Kristan melihat penampilan Vlavia yang memang begitu cantik.


" Makasih Kak." Jawab Vlavia seraya tersenyum.


Jujur saja Vlavia ingin Visko yang memujinya, tetapi ternyata dia keliru, kata-kata Visko bahkan terdengar sangat tidak menyukai perubahan penampilannya tadi.


Kristan berusaha untuk menggandenga tangan Vlavia, tetapi dengan segera Vlavia menghindar agar Kristan tidak dapat menggandeng tangannya, bersamaan dengan datangnya wanita paruh baya yang menghampiri mereka berdua.


Dan itu menjadikan Vlavia kesempatan untuk sedikit menjauh dari Kristan yang mencoba memegang tangannya, sungguh ini bukan seperti Vlavia yang biasanya bersikap begitu dingin kepada Kristan, jelas semua karena apa yang di rasa oleh Vlavia terhadap Visko.


" Tante." Sapa Vlavia seraya memberi senyuman manisnya, lalu mencium punggung tangan Mamah Kristan.


" Ini yang kedua kalinya kita bertemu, dan kamu malam ini sangat cantik sayang." Puji Mamah Kristan kepada Vlavia.


" Terimakasih, Tante juga sangat cantik." Balas Vlavia memuji Mamahnya Kristan, ingatannya tertuju kepada wanita paruh baya yang tidak sengaja pernah ditemuinya di Kantor Om Albert.

__ADS_1


Tetapi pikirannya seakan sepi tanpa adanya seorang Visko di sisinya saat ini, Kristan dan Mamahnya sangatlah baik kepada dirinya, tetapi ntah kenapa hati Vlavia begitu keras masih menginginkan kehadiran Visko di sisinya saat ini, begitu juga dengan pikirannya yang terus memikirkan Visko, dimanakah Kakak tirinya sekarang berada?


__ADS_2