
Merasa cukup dengan permainan bibirnya di bibir Vlavia, Visko melepaskan ciumannya, untuk seperkian detik Visko menatap Vlavia dengan begitu lekat, lalu mengacak puncuk kepala Vlavia seraya tersenyum tampan ke arah Vlavia.
" Kalau ada apa-apa kabari Gue ya." Ucap Visko lalu pergi meninggalkan Vlavia yang masih terbengong di kamarnya.
Visko pergi melalui balkon kamar Vlavia untuk ke balkon kamarnya. Jelas dia akan merayap di dinding seperti manusia yang identik dengan kostum berwarna merah hitam dan juga jaring laba-labanya, hanya saja di sini Visko harus berhati-hati agar tidak terjatuh ke bawah. Mengingat kamar Vlavia berada di lantai 2 yang bersebelahan dengan kamarnya.
Vlavia tersadar dari lamunannya, dia segera beranjak dari tempatnya dan membuka kan pintu untuk kedua temannya.
" Lama banget sih Lo?." Tanya Mila setelah Vlavia membuka pintu kamarnya.
" Gu-gue bis mandi." Jawab Vlavia berbohong, dan jelas apa yang Vlavia katakan barusan membuat Serin dan Mila saling pandang bingung.
" Yakin Lo bis mandi?." Tanya Mila lagi dengan curiga.
Vlavia mengangguk tanpa menjawab, memang dia kini sedang bingung untuk mencari alasan kepada kedua temannya di depannya.
" Tapi badan Lo masih bau parfum Gue yang tadi, dan Lo bohong banget sama kita Vi, sudah ah... Kita boleh masuk kan sekarang?." Jelas Mila yang juga meminta Vlavia untuk masuk ke kamarnya.
Vlavia terkejut dengar pernyataan Mila barusan, dia memang belum mandi, hanya mengganti pakain saja tadi, pantas saja masih ada sisa bau parfum Mila yang menempel, Vlavia memang tidak pintar dalam hal berbohong.
Sedangkan Serin menggelengkan kepalanya, dia tahu Vlavia sedang berbohong, tetapi berbohong karena apa Serin tidaklah tahu.
" Vi..!." Panggil Mila dengan nada suara yang sedikit di tinggikan, sontak saja membuat Vlavia tersadar dari lamunannya.
" Eh... Ayo masuk." Ajak Vlavia yang langsung membuat Mila masuk dan berhambur ke ranjang Vlavia.
Sedangkan Serin menatap Vlavia seraya tersenyum.
" Lain kali kalau mau berbohong, pikirkan dulu alasan yang masuk akal Vi." Ucap Serin seraya tersenyum, lalu menghampiri Mila yang sudah berbaring di ranjang Vlavia.
Vlavia tersenyum kikuk, dia sangat malu ketahuan berbohong oleh kedua temannya, tetapi dia memang tidak pandai soal berbohong.
" Vi sini, malah bengong lagi, Lo kan tuan rumah." Ucap Mila menyuruh Vlavia untuk menghampirinya.
Vlavia menurut, dia masih canggung dan merasa aneh sendiri karena kebod*hannya tadi yang ketahuan berbohong oleh kedua temannya, meskipun dia tuan rumahnya, tetapi Vlavia jadi merasa aneh sendiri.
__ADS_1
" Kamar Lo gede ya Vi, Gue boleh kan live streaming di sini?." Tanya Mila dengan wajah di buat semanis mungkin.
Vlavia terkejut, tetapi kemudian mengangguk, dia tidak begitu paham apa yang Mila katakan, karena Vlavia memang bukan gadis jaman sekarang yang begitu aktif di media sosial. Vlavia lebih suka membaca buku jika ada waktu luang.
" Ampun deh Mil Lo, ada ruangan mewah langsung aja di buat konten." Cibir Serin yang hanya dapat cengiran dari Mila.
" Nggak papa dong Ser, Vi juga boleh kok, Lo malah yang ribet." Jawab Mila seraya memoleskan make up di wajahnya agar penampilannya tidak mengecewakan ketika nanti melakukan live streaming.
Vlavia hanya menggelengkan kepalanya, dia memang tidak begitu mempermasalahkan dengan rencana Mila yang akan melakukan live streaming di kamarnya. Toh itu tidak akan merugikannya selama Mila tidak mengambil gambarnya.
" Ser." Panggil Vlavia lirih, tetapi mampu membuat Serin menoleh ke arahnya.
Serin meletakan ponselnya, dia mendekat ke arah Vlavia.
" Kenapa Vi?." Tanya Serin kepada Vlavia.
" Makasih ya Lo udah ngertiin Gue." Ucap Vlavia membuat Serin tersenyum.
Serin menggenggam tangan Vlavia dengan lembut.
Vlavia bersyukur bertemu dengan Serin dan juga Mila, mereka mau berteman dengan Vlavia dengan tulus.
Malam harinya, Serin dan Mila makan malam bersama di rumah Om Albert. Tidak hentinya Mila terus mencari keberadaan Kakak khayalan Vlavia.
Jelas Mila masih sangat ingin bertemu dengan Kakak Vlavia yang tampan.
" Vi, Kakak Lo beneran nggak pulang?." Bisik Mila membuat Vlavia terkejut dan tersedak karena pertanyaan Mila.
Uhuk... Uhuk....
Vlavia segera mengambil air putih di depannya untuk meredakan batuknya.
" Pelan-pelan saja makannya Nak." Ucap Mommy Selena seraya memberikan tisu untuk Vlavia.
Vlavia mengangguk seraya tersenyum sekilas ke arah Mommy Selena, lalu menatap Mila yang sedang berucap sorry tanpa suara dengannya.
__ADS_1
Vlavia kembali mengangguk, dia tidak menyalahkan Mila karena memang dia sendiri yang sudah membuat Mila terus penasaran dengan Kakak khayalannya.
" Nak apa kamu sudah memberitahu Kakakmu kalau tidur di rumah malam ini?." Tanya Om Albert membuat Vlavia kembali terkejut.
Vlavia terdiam, dia bingung untuk menjawab pertanyaan dari Om Albert, ini di luar rencananya, Om Albert tidak tahu sama sekali tentang cerita karangan yang sebenarnya di buat oleh Visko.
" Sudah Dad tadi Mommy yang kasih tahu." Jawab Mommy Selena mencoba membantu Vlavia untuk menjawab.
Om Albert mengangguk, dia mengerti dan lega jika Vlavia sudah memberitahukan kepada Visko tentang kepulangannya ke rumah. Mau bagaimanapun hubungan di antara Om Albert dan Visko sekarang, tetapi Om Albert cukup khawatir jika Visko sampai merasa kesepian di apartemennya atau kecewa karena Vlavia tidak memberitahukan kepulangannya kepada Visko.
Yang Mommy Selena tahu jika salah satu teman Vlavia ialah fans berat Visko di kampusnya. Dan Visko tidak ingin bertemu dengan mereka. Jelas itu salah Vlavia karena Vlavia yang mengarang cerita itu sendiri kepada Mommy nya.
Sedangkan Serin kembali menatap Vlavia curiga, maksud dari Om Albert pulang itu apa? Bukankah Vlavia memang tinggal di rumah dengan kedua orang tuanya? Atau jangan-jangan? Pikir Serin begitu banyak dengan pertanyaan.
Setelah selesai makan malam, mereka langsung menuju ke kamar lagi. Mila akan kembali melakukan siaran langsungnya di akun sosmednya, dan Serin akan kembali meminjam buku novel milik Vlavia. Vlavia mempunyai banyak buku novel di kamarnya, Serin dan Vlavia mempunyai sedikit persamaan, sama-sama suka membaca, meskipun Serin tidak seperti Vlavia yang dulunya sampai di bilang kutu buku oleh teman-temannya.
" Vi... Lo tinggal di sini kan?." Tanya Serin dengan nada suara rendah kepada Vlavia.
Vlavia menoleh ke arah Serin, lalu mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh Serin.
Sorry Ser aku belum siap cerita tentang ini Batin Vlavia merasa bersalah kepada kedua temannya.
Ting
Bunyi pesan singkat di ponsel Vlavia. Vlavia membuka pesan yang ternyata dari Visko, bahkan Vlavia sampai melotot membaca pesan singkat yang Visko kirimkan untuknya.
Visko meminta Vlavia untuk menemuinya di garasi mobilnya sekarang dan tanpa penolakan. Vlavia menatap Serin dan Mila bergantian, ini sudah malam Vlavia bingung untuk mencari alasan kepada kedua temannya untuk pergi.
Ting
Ponsel Vlavia kembali berbunyi, Visko kembali mengirimkan pesannya kepada Vlavia.
Visko
Gue hitung sampai 10 kalau Lo nggak ke sini, gue yang ke situ.
__ADS_1