
Petang ini mobil Om Albert dan anaknya yang tampan Visko melesat membelah jalanan Ibu kota. Seperti rencana tadi, Visko satu mobil dengan Vlavia, sedangkan Om Albert bersama dengan Mommy Selena.
Tidak banyak percakapan dari kedua Kakak berAdik yang tidak sedarah itu, mereka sama-sama diam menatap lurus ke depan. Sesekali Vlavia melirik ke arah Visko yang sedang mengemudi dengan tenang, begitu juga dengan Visko yang melirk Vlavia sedari samping.
" Lo kenapa diem?." Tanya Visko untuk mencairkan suasana.
" Hmm? Gimana Kak?." Tanya Vlavia sedikit terkejut.
" Lo kenapa cantik banget malam ini Vi." Jawab Visko sangat jauh dari ucapannya tadi.
Seketika membuat Vlavia blushing, tapi bukankah tadi Viski tidak berkata seperti itu? Vlavia tadi sedikit mendengar apa yang Visko tanyakan, meskipun hanya tidak begitu jelas, tapi Vlavia yakin Visko menanyaka sesuatu.
Jelas apa yang di katakan oleh Visko hanyalah bualan semata menurut Vlavia, sudah jelas Vlavia belum mandi, jangankan mandi ganti baju saja belum dia lakukan karena tadi ketika pulang dari Kampus dia langsung menuju ke Kantor Daddy nya.
" Apa aku boleh bertanya sesuatu Kak?." Tanya Vlavia sedikit ragu.
" Tanya aja." Jawab Visko datar dan tanpa menoleh ke arahnya.
" Apa-apa tadi Kak Visko mengambil fotoku?." Tanya Vlavia sangat pelan.
Bahkan Vlavia sampai mengigit bibir bawahnya, takut saja jika yang tadi bukan dirinya, meskipun di tempat dan sangat persisi seperti dirinya.
" Kapan?." Tanya Visko membuat Vlavia mendesah kesal.
Dia lupa kalau sedang berbicara dengan cowok tampan yang pintar membolak-balikkan fakta, Vlavia berniat untuk tidak lagi menanyakan itu, biar saja semuanya menjadi teka-teki meskipun sebenarnya dia sangat ingin mendengar dari Visko secara langsung.
" Lupakan Kak." Jawab Vlavia sembari tersenyum.
Visko melirik Vlavia sekilas, dia tersenyum miring melihat Vlavia yang seperti sedang kesal, jelas Vlavia kesal dengan jawaban Visko barusan.
D**asar gadis bod*h, segitu saja rasa percaya diri Lo Batin Visko melihat Vlavia yang tidak lagi bertanya.
__ADS_1
Sampai akhirnya sampailah mereka di tempat yang di tuju, Perjalanan ke tempat itu memang lumayan jauh, mereka harus menempuh waktu kurang lebih 2 jam. Tadi ketika mereka berangkat masih sekitaran pukul 5 sore, dan sekarang sudah pukul 7 malam.
Om Albert dan Mommy Selena membawa mereka ke restorant yang berada di atas bukit. Tidak terlalu tinggi memang, tapi dari restorant itu bisa melihat gedung-gedung tinggi juga kemerlapnya bintang di langit.
Sangat indah dan romantis tempat itu.
Mereka turun dari mobil bersama, Mommy Selena menggandeng tangan Om Albert dan berjalan menuju ke restorant yang di tuju mereka.
Vlavia dan Visko mengikuti dari belakang. Bahkan di antara mereka malah sedikit canggung melihat orang tua mereka yang begitu mesra di depan mereka.
" Dad kenapa makan malam saja harus ke tempat sejauh ini sih?." Tanya Visko sedikit protes dengan Daddy nya.
" Ini bukan sembarang tempat Vis." Jawab Om Albert sembari tersenyum ke arah istrinya. Jemarinya mengusap lembut tangan Mommy Selena.
Visko tidak lagi bertanya, dia sudah tahu jawabannya ketika melihat perlakuan Daddy nya kepada Ibu tirinya.
Sudah pasti ini tempat yang sepesial untuk mereka, tapi bukan untuk dirinya.
" Eh... Iya Dad, Vi suka." Jawab Vlavia seraya menganggukan kepalanya.
Om Albert tersenyum, begitu juga dengan Mommy Selena, mereka tahu jika kedua anaknya sudah pasti suka dengan tempat seindah itu.
Makanan yang mereka pesan sudah tersaji, banyak sekali makanan malam ini yang di pesan oleh Om Albert dan Mommy Selena.
" Sebanyak ini Dad Mom?." Tanya Vlavia melihat makanan yang begitu banyak.
" Iya sayang, Daddy mu ini yang memesan semua." Jawab Mommy Selena sembari tersenyum.
" Ini tidaklah seberapa, semua ini Daddy pesan biar kalian bisa makan dengan enak, di Apartemen pasti kalian keseringan makan mie instan." Jelas Om Albert yang membuat Vlavia tersenyum.
Om Albert tidaklah tahu jika selama ini Vlavia memasak di Apartemen Visko.
__ADS_1
Sedangkan Visko hanya tersenyum miring, untuk makan enak saja harus ke tempat sejauh ini, Visko lebih tertarik berada di Apartemennya makan seadanya tapi berdua saja dengan Vlavia. Apa lagi makanan yang Vlavia masak, menurut Visko semuanya enak, lidahnya sangat cocok degan masakan yang Vlavia buat, meskipun seadanya dan sangat sederhana.
Mereka makan bersama dengan sedikit candaan, sedari tadi Om Albert yang terus menggoda Vlavia ataupun Visko.
Sampai akhirnya ucapan Om Albert membuat Vlavia dan Visko terkejut bukan main.
" Vi apa kamu serius dengan Kristan?." Tanya Om Albert sukses membuat Vlavia seketika susah menelan makannya.
Begitu juga dengan Visko yang berhenti sejenak mengunyah makanannya, tetapi kemudian dia kembali melanjutkannys, bersikap biasa dia akan bersikap biasa saja.
" Maksud Dad?." Tanya Vlavia sedikit bingung.
" Begini Vi, Mamanya Kristan itu ternyata rekan bisnis dari Daddy, dan ketika beliau tau hubungan kamu dan Kristan , beliau sangat setuju dan berkeinginan untuk cepat menikahkan kalian." Jelas Mommy Selena yang sontak saja membuat Vlavia dan Visko seketika terbatuk.
" Kalian ini sekarang semakin kompak ya sejal tinggal bersama." Goda Om Albert yang sukses membuat keduanya kembali terkejut.
Vlavia menatap tajam ke arah Visko, ini semua karena cerita karangan Visko yang mengatakan jika Vlavia dan Kristan pacaran.
Sedangkan Visko mengeplakan tangannya kuat, dia tidak menyangka kalau masalahnya akan semakin jauh seperti ini, apa lagi para orang tua yang akan menikahkan Vlavia dengan Kristan, jelas Visko sangat tidak setuju.
Visko tidak akan rela Vlavia di sentuh lelaki manapun selain dirinya, dan termasuk Kristan, ini benar-benar seperti senjata makan tuan untuk Visko.
" Dad ada yang harus aku jelasin." Ucap Visko membuat Vlavia melirik ke arah Visko.
" Katakan Nak." Jawab Om Albert mempersilahkan Visko untuk mengatakan apa yang ingin di ungkapkannya.
" Sebenarnya antara Vi dan Kris...." Ucapan Visko terhenti karena ponsel Om Albert berbunyi.
" Sebentar Nak, Daddy angkat telepon dulu." Jawab Om Albert sembari berdiri dari duduknya.
Visko mendesah kesal, biarpun Daddy nya hanya sebentar mungkin mengangkat teleponnya, tapi dia sudah tidak sabar ingin menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Visko tidak akan membiarkan pernikahan itu sampai terjadi. Begitu juga dengan Vlavia yang saat ini mendukung apa yang akan Visko katakan, jujur saja Vlavia belum siap untuk menikah, apa lagi dengan Kristan, meskipun Kristan tampan tapi Vlavia tidak memiliki rasa yang spesial untuk Kristan, Vlavia hanya menganggap Kristan sebagai temannya, tidak lebuh dari itu.