My Naughty Brother

My Naughty Brother
Hah?


__ADS_3

Seperti yang sudah tadi di katakan oleh Dendry. Mereka membawa pulang Visko ke rumah bukan ke Apartemen Visko. Mereka bukannya takut dengan Om Albert, tetapi lebih menghargai orang yang lebih tua.


Meksipun nantinya jika Visko sudah sadar, mereka jelas akan mendapat amukan dari Visko, biasanya akan seperti itu kejadiannya. Tapi itu tidak akan menjadi masalah.


Mobil Dendry memasuki pekarangan rumah besar yang sudah cukup lama tidak dia kunjungi. Sejak hubungan Visko dan Om Albert merenggang, Visko memang jarang mengajak kedua sahabatnya ke rumah. Mereka lebih sering berkunjung ke Apartemen Visko. Lebih bebas tentunya.


" Dend, Ry tolong bantu Om angkat Visko ke kamarnya." Suruh Om Albert yang sudah menghampiri mereka di mobil Dendry.


" Siap Om." Jawab Harry kepada Om Albert, sedangkan Dendry hanya mengangguk tanpa menjawab.


Dendry dan Harry bergotongan membawa Visko masuk ke dalam rumah. Ini sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Kecuali jika Visko dalam keadaan mabuk dan pulang ke Apartemen. Mereka akan menyuruh penjaga Apartemen untuk membantunya.


Setelah membaringkan Visko di ranjang kamarnya. Dendry dan Harry pamit untuk pulang kepada Om Albert.


" Nak, terimakasih ya." Ucap wanita paruh baya yang baru saja datang ntah dari mana.


Dendry dan Harry menoleh ke asal suara, untuk seperkian detik mereka terkesima melihat Mommy Selena yang begitu terlihat cantik. Lalu mereka mengangguk seraya pamit untuk keluar.


" Gila.... Itu tadi Ibu tiri Visko?." Tanya Harry kepada Dendry.


Kini mereka sudah berada di mobil Dendry dalam perjalanan pulang.


" Bukan tapi istri Om Albert." Jawab Dendry malas.


" Sialan Lo, sama aja man." Jawab Harry yang hanya dapat cengiran dari Dendry.


Dendry memikirkan Vlavia, jika Mommy nya saja secantik itu, sudah pasti Vlavia juga akan jauh lebih cantik dari Mommy nya.


Kenapa tuh cewek penampilannya biasa banget Batin Dendry kepada Vlavia.


Pagi harinya Vlavia terbangun dari tidurnya, bahkan ponselnya sudah terus berbunyi sedari tadi, Serin dan Mila yang menghubunginya secara bergantian. Hari libur ini mereka akan mengisi kekosongan mereka dengan mengajari Vlavia cara bermake up.


Vlavia tersenyum melihat isi chat yang kedua temannya kirimkan, setelah membalasnya, Vlavia berniat untuk ke kamar mandi terlebih dahulu sebelum nantinya membantu Mommy Selena menyiapkan sarapan untuk mereka.


Ketika melewati meja riasnya, Vlavia berhenti dia melirik ke arah kaca besar di depannya, lagi-lagi Vlavia tersenyum melihat pantulan dirinya yang begitu berbeda tidak sepolos kemarin.


" Selamat pagi dunia." Gumam Vlavia tersenyum dengan pantulan dirinya.


Pagi ini Vlavia sangat bersemangat untuk menjalani harinya, meskipun belum ada kabar dari Visko, tapi itu malah semakin baik untuknya, meskipun ada sedikit kerinduan tentang kabar Visko sekarang.

__ADS_1


" Pagi Mom." Sapa Vlavia kepada Mommy Selena yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.


" Pagi sayang, cantiknya anak Mommy." Jawab Mommy Selena memuji Vlavia.


Vlavia tersenyum menanggapinya, dia sebenarnya sedikit malu, tapi merubah penampilan agar terlihat lebih baik kenapa tidak?


" Biar Vi bantu Mom." Pinta Vlavia berniat untuk membantu Mommy nya.


" Kamu mau bantu apa sayang? Mommy sudah selesai ini, kamu bangunin Kakak kamu saja Vi." Suruh Mommy Selena yang sukses membuat Vlavia terkejut.


" Bangunin Kak Visko?." Tanya Vlavia dengan muka cengonya.


Mommy Selena mengangguk membenarkan apa yang di katakan oleh Vlavia.


" Iya Nak, tolong bangunin Kakak kamu ya, suruh sarapan bareng dengan kita." Jawab Om Albert yang baru saja datang ke meja makan.


Vlavia masih bingung, tetapi dia menuruti apa yang di suruh oleh kedua orang tuanya.


Apa Kak Visko di rumah? Apa Kak Visko tadi malam pulang? Batin Vlavia penuh dengan pertanyaan.


Saat tiba di depan pintu Kamar Visko. Rasanya semakin tidak menentu, Vlavia tiba-tiba menjadi gugup, seperti biasanya sekujur tubuhnya terasa lemas.


Dengan penuh keberanian, Vlavia mengangkat tangannya untuk mengetuk pintu kamar Visko.


Meskipun terasa berat, tetapi dia harus melakukannya.


Tok...


Tok...


Tok....


" Kak Visko." Panggil Vlavia dengan nada suara yang tidak seperti biasanya, jelas karena sekarang ini dirinya sedang merasa begitu gugup, biarpun Vlavia mencoba untuk bersikap setenang apapun, nyatanya tetap saja dia tidak bisa. Visko benar-benar gangguan dalam dirinya.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar. Membuat Vlavia berniat untuk kembali mengetuk pintu Kamar Visko.


" Kak Vis..." Panggilan Vlavia terhenti karena pintu kamar Visko sudah terbuka.


Menampilkan sosok lelaki tinggi dan tampan yang juga sedang menatapnya.

__ADS_1


Vlavia terdiam melihat pemandangan indah di depannya. Rupanya Visko baru saja selesai mandi, rambutnya masih terlihat sedikit basah, dan itu semakin menambah keseksian dan juga ketampanan seorang Visko.


Bukannya Visko yang terpana dengan penampilan rambut baru Vlavia saat ini, malah Vlavia sendiri yang terpana dengan sosok Visko seperti sekarang ini.


Sialan banget pokoknya.


Tetapi tanpa sepengetahuan Vlavia, sebenarnya Visko juga tadi terpesona dengan penampilan baru Vlavia, tetapi dengan segera dia bersikap seperti biasa, agar tidak terlihat oleh Vlavia jika dirinya diam-diam menyukai penampilan baru Vlavia.


" Apa?." Tanya Visko dengan nada datarnya.


Vlavia masih berdiam diri tanpa menjawab pertanyaan Visko seraya menatap Visko dengan kagum, jelas itu membuat Visko tersenyum miring.


Visko sengaja mendekat ke arah Vlavia, lalu meniup wajah Vlavia dengan sedikit kencang.


Fyuh...


" Eh." Jawab Vlavia reflek, Visko kembali tersenyum miring.


" Kenapa?." Tanya Visko sekali lagi.


" Emm.. I-itu Kak Visko di suruh ke bawah buat sarapan." Jawab Vlavia dengan sedikit gugup.


" Kalau Gue tidak mau?." Tantang Visko berharap Vlavia sedikit takut dengan ancamannya.


" Aku akan bilang Daddy sama Mommy." Jawab Vlavia cepat.


Visko tersenyum miring seraya bertolak pinggang, lalu menatap Vlavia dengan tatapan yang susah di artikan, jelas jika di tatap seperti itu oleh Visko membuat Vlavia kembali gugup, Vlava paling tidak suka di tatap seperti sekarang ini oleh Visko.


" Lo cantik Vi." Bisik Visko lalu pergi begitu saja meninggalkan Vlavia yang berdiri mematung di depan kamar Visko.


Vlavia terus mengingat kata-kata Visko barusan yang mengatakan jika dirinya cantik, rasanya seperti terbang melayang dengan banyak kupu-kupu dan bunga-bunga di sekelilingnya.


Tetapi kemudian dia menggeleng.


" Tidak bisa Vi, kamu tidak boleh sampai lebih dalam lagi terperangkap di perasaan yang salah, tidak seharusnya dia yang mendapatkan..." Gumam Vlavia terhenti karena Mommy Selena sudah menyusulnya untuk menyuruhnya sarapan bersama.


" Mendapatkan apa Vi? Kamu ini, di suruh panggilin Kakak kamu malah bengong di sini, ayo cepetan Kak Visko juga sudah di bawah." Jelas Mommy Selena yang membuat Vlavia terbengong.


Vlavia tersenyum kikuk ke arah Mommy nya yang sedang menggelengkan kepalanya karena dirinya tadi.

__ADS_1


Kenapa bisa Vlavia jadi berubah konyol seperti ini? Semua karena Visko yang membuat dirinya berubah.


__ADS_2