My Naughty Brother

My Naughty Brother
Vlavia Jealuose


__ADS_3

Sampai di kampus. Vlavia menghampiri kedua temannya yang sudah menunggu di kelas. Pagi ini dirinya sedang tidak baik-baik saja. Tetapi Vlavia juga tidak bisa berterus tenang dengan kedua temannya.


Melihat Vlavia yang sudah datang dengan wajah yang tidak terlihat seperti biasanya membuat Serin dan Mila saling pandang bingung.


Serin mencondongkan badannya. Kepalanya dimajukan di hadapan Vlavia.


"Lo kenapa Vi?" tanya Serin membuat Vlavia memundurkan kepalanya seraya menunjuk dirinya.


Serin dan Mila mengangguk. Lalu menatap Vlavia untuk menunggu jawaban.


"Aku.. Nggak papa kok." Jawab Vlavia membuat Serin menghela napas. Berbeda dengan Mila yang malah sibuk mengarahkan ponselnya pada wajah Vlavia.


"Mila! jangan ngeselin gitu deh Lo." Ucap Serin merasa kesal dengan tingkah Mila.


"Wajah Vi terlihat menggemaskan sekali. Gue mau upload video ini di akun tok-tok Gue. Siapa tahu fans Gue jadi tambah banyak." Jawab Mila membuat Serin menggelengkan kepalanya kesal. Tetapi Serin malas menanggapi ucapan Mila yang menurutnya tidak penting itu.


"Jangan aneh-aneh Lo." Ucap Serin terdengar seperti ancaman.


"Vi, kenapa Lo?" tanya Serin lagi.


Kali ini Vlavia menatap Serin. Lalu memeluknya dengan sesikit erat.


"Hei, Lo belum jawab pertanyaan Gue Vi." Lanjut Serin lagi seraya melepaskan pelukan Vlavia.


Serin menatap Vlavia penasarannya. Tangannya menggenggam tangan Vlavia dengan begitu lembut.


"Nah bener Ser.. Lo terus pegang tangan Vi. Kalau perlu Lo elus pipi Vi juga." Cletuk Mila yang kali ini membuat Serin sedikit geram.


Serin menatap Mila tajam. Membuat Mila kicep dan takut untuk terus merekam moment diantara mereka.


"Iya ya.. Gue taruh nih ponsel di saku." Jawabnya membuat Serin tidak lagi menatapnya tajam.


Vlavia tersenyum melihat kedua temannya yang pagi-pagi sudah berantem hanya karena masalah kecil. Tetapi Vlavia cukup mendukung apa yang dilakulan oleh Serin. Karena Dia sendiri memang tidak suka jika dibuat untuk bahan video Mila di akun sosmednya. Untuk menolak Mila tadi Vlavia sedang mala untuk berkata.


"Vi.. Ceritain apa yang bikin Lo jadi gini?" tanya Mila yang kini sudah menatap Vlavia dengan serius.

__ADS_1


Vlavia menatap kedua temannya yang berada di depannya secara bergantian. Lalu menghela napasnya dengan perlahan.


"Apa kalian tahu tentang Vi-?" pertanyaan Vlavia terhenti karena perhatian mereka dikejutkan oleh para mahasiswi dan mahasiswa yang sedang menejrit heboh di luar gedung kampus.


"Sepertinya ada sesuatu deh di depan." Ucap Mila yang mendapat anggukan kepala dari Serin.


"Ke depan yuk." Ajak Serin seraya menarik tangan Vlavia dan juga Mila.


Ketiga gadis cantik itu keluar dari kelasnya. Ikut bergabung bersama mahasiswi yang laiinya yang kini sedang menatap ke depan. Tepatnya ke depan gedung yang kini sedang berdiri dua mahluk yang terlihat sangat serasi.


"Astaga..." Gumam Vlavia menutup mulutnya.


Vlavia meliha dengan jelas jika Visko dan Visak sedang berjalan beriringan. Mereka terlihat sangat serasi. Cantik dan tampan. Vlavia yakin jika kedatangan Viskalah yang membuat teman-temannya heboh seperti sekarang ini. Apa lagi Viska datang bersama cowok tertampan dan populer di Kampus mereka.


"Ah.. itu yang sama Kak Visko kan Viska. Sepupunya." Ucap Mila membuat Vlavia menoleh kearah Mila sekilas. Lalu kembali menatap lurus ke depan dimana ada Visko dan Vlavia yang sedang berjalan beriringan.


Kenapa hatiku sakit sekali melihat ini? Batin Vlavia merasa hatinya bergemuruh hebat.


Ada rasa sesak yang menjalar pada dadanya. Matanya juga sudah memerah. Menahan tangis dengan sekuat mungkin.


"Vi. Lo kenapa?" tanya Serin melihat wajah Vlavia yang terlihat tegang.


"Vi Lo-." Ucap Serin terpotong karena ucapan Vlavia .


"Aku pamit ke toilet sebentar ya." Ucap Vlavia seraya berlalu pergi dari kerumunan para mahasiswi.


Vlavia berlari menuju kamar mandi. Dia segera mengeluarkan air mata yang sedari tadi sudah di tahannya.


Ntah kenapa Vlavia merasa begitu sakit hanya dengan melihat Visko bersama dengan Viska. Padahal Vlavia sendiri tahu jika mereka tidak ada hubungan sepesial selain sebagai saudara sepupu.


Segitu hebatkan cinta Vlavia untuk Visko? Segitu dalamkah rasa yang Vlavia miliki untuk Visko?


Cukup lama Vlavia merenungkan dirinya dan menenangkan hatinya untuk lebih siap dengan apa yang akan terjadi lagi setelah kedatangan Viska di Indonesia.


"Ini." Ucap seseorang seraya menyodorkan tisu untuk Vlavia.

__ADS_1


Vlavia terkejut. Dia menoleh ke sampingnya. Ternyata sudah berdiri lelaki tampan dan baik yang juga sangat dia kenali. Meskipun akhir-akhir ini Vlavia sedikit tidak suka jika mereka dekat.


Kristan datang seraya membawakan tisu untuk Vlavia. Membuat Vlavia mengambil dan mengelap air mata yang masih jatuh dengan sendirinya.


"Kenapa nangis?" tanya Kristan membuat Vlavia segera menggeleng.


"Apa Kak Kristan sudah sedari tadi di sini?" tanya Vlavia membuat Kristan tersenyum.


"Kenapa kalau aku sudah dari tadi berada di sini?" tanya Kristan yang terdengar seperti berkata ulang apa yang tadi Vlavia tanyakan.


Vlavia tertawa ringan "Jangan mengulangi kata-kataku Kak." Ucap Vlavia membuat Kristan tersenyum seraya mengacak rambut Vlavia pelan.


"Ayo pergi, aku malu terus berada di toilet wanita." Ucap Kristan membuat Vlavia mengangguk.


Mereka keluar dari lorong toilet wanita. Untuk sekarang ini Kristan seperti penyelamat Vlavia. Di saat Vlavia sedang merasa sedih karena Visko sedang bersama dengan Viska. Di saat itu juga Kristan datang untuk Vlavia.


Tanpa mereka ketahui. Seseorang mengepalkan tangannya kuat melihat pemandangan yang paling tidak Dia sukai. Dengan segera Dia mengambil ponsel dan mengirimkannya kepada seseorang.


Ting


Bunyi pesan singkat dari ponsel Vlavia. Dengan sedikit malas Vlavia mengambil dan membuka isi pesan itu. Matanya terbelalak saat membaca isi pesannya.


Kak Visko


Gue tunggu di belakang kampus sekarang.


Vlavia berpikir sejenak. Dia bingung apakah harusmenemui Visko sekarang ini? Tadi Dia dan Visko memang sudah janjian untuk bertemu di kampus. Tetapi mengingat kejadian tadi membuat Vlavia sedikit enggan untuk bertemu.


"Ada apa Vi?" tanya Kristan melihat wajah Vlavia yang tiba-tiba berubah.


Vlavia menggeleng. Tetapi dia memikirkan bagaimana caranya untuk bertemu dengan Visko sekarang.


"Em.. Kak aku ada urusan. Aku duluan ya." Pamit Vlavia lalu segera berlari meninggalkan Kristan yang sedang menatap kepergiannya.


Kristan menghela napasnya. Dia tahu Vlavia pasti akan bertemu dengan Visko. Meskipun Vlavia tidak memberitahukannya. Tetapi Kristan cukup paham jika diantara mereka ada sesuatu yang di sembunyikan. Tetapi buka Kristan namanya jika sekarang akan kembali mengalah untuk Visko.

__ADS_1


Cukup Marisa saja yang sudah mematahkan hatinya. Untuk Vlavia, Kristan berjanji akan mendapatkannya ntah dengan cara apapun itu.


Hallo guys lama ya nggak up, Mulai sekarang aku usahain akan rajin up 🙏


__ADS_2