
Mobil jemputan Vlavia sudah menunggu di depan gerbang, Vlavia pamit kepada kedua temannya.
Vlavia berjalan kedepan, sampai akhirnya dia melihat mobil mewah yang tadi pagi mengantarkannya sudah terparkir rapih di pinggir jalan.
" Sore Mang.." Sapa Vlavia dengan senyuman cantiknya.
" Sore Non Vi.." Jawab Mang Dani sopan kepada Vlavia.
" Langsung pulang apa kemana dulu Non..?? " Tanya Mang Dani kepads Vlavia.
" Pulang aja Mang.." Jawab Vlavia singkat, lalu menyederkan tubuhnya.
Di perjalana Vlavia melihat gedung gedung yang begitu tinggi, Vlavia tersenyum, sore ini cukup cerah, matahari masih menampakan sinarnya dengan terang.
" Gimana Non hari pertama kuliah..?? " Tanya Mand Dani kepada Vlavia.
Seketika membuat Vlavia teringat dengan beberapa kejadia di kampusnya tadi.
" Baik mang... Ya betah lah aku disana.." Jawab Vlavia berbohong.
Bagaiman mungkin Vlavia akan betah jika ahri pertama saja sudha sisuguhkan dengan kejadian kejadian di luar nalarnya.
" Baguslah kalau begitu.. Semoga Non Vi betah.. Di sana juga ada Kakak Non Vi.. Apa kalian sudah bertemu..?? " Tanya Mang Dani, seketika membuat Vlavia teringat, jika Daddy dan Mommynya pernah mengatakan hali itu.
Kenapa Vlavia bisa lupa akan hal ini, bagaimana dengan Kakaknya..?? Apa Vlavia bisa menjadi saudara dengannya..??
Akh memikirkan hal itu membuat Vlavia jadi bingung sendiri.
" Belum Mang.. Sepertinya Kakak hari ini tidak masuk..." Jawab Vlavia membuat Mang Dani hanya menganggukan kepalanya.
Sampai akhirnya mobil yang Vlavia tumpangi sampe di halaman rumah besar nan megah itu.
Vlavia masuk kedalam, masih tampak sepi, sepertinya Mommy dan Daddynya belum pulang, dengan langkah gontai Vlavia menunu ke atas, langsung masuk ke kamarnya.
Dan...
" Surprise......"
Ucap Mommy dan DaddyNya barengan, memberi kejutan untuk Vlavia.
Vlavia begitu senang karena ternyata Mommy dan DaddyNya sudah datang, tapi dia juga mengernyitkan keningnya bingung, dalam rangka apa ada acara kejutan segala.
" Mom.. Dad..." Ucap Vlavia masih dengan bingungnya.
" Coba buka ini sayang..." Suruh Mommy Selena sambil memberikan sebuah kotak kecil.
Kembali Vlavia dibuat bingung oleh kedua orang tuanya, Vlavia menatap kotak kecil yang sekarang berada ditangannya, lalu menatap Mommy dan DaddyNya yang sedang tersenyum kepadanya.
" Buka sayang..." Suruh Om Albert kepada Vlavia, Vlavia mengangguk, lalu dengan pelan membuka kotak kecil yang berada di tangannya.
Seketika mata Vlavia berbinar, melihat isi kotak kecil itu.
" Astaga..." Gumam Vlavia tak percaya.
" Bagaimana...?? Kamu suka kan...?? " Tanya Om Albert penuh harap.
" Banget Dad..." Jawab Vlavia sambil memeuk Daddy juga MommyNya.
" Tapi tunggu... Inu dalam rangka apa..?? Ngasih Vi kalung cantik ini..?? " Tanya Vlavia kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Daddy kamu memang ingin membelikanmu saja sayang..." Jawab Mommy Selena, seketika membuat Vlavia kembali memeluk DaddyNya.
" Thanks Dad.. Big Thanks..." Ucap Vlavia kepada Om Albert.
Om Albert tersenyum dan mengangguk, mengelus puncuk kepala Vlavia juga.
" Iya sayang.. Itu tidak seberapa dengan Daddy yang begitu senang mempunyai anak sebaik dan secantik kamu.." Jawab Om Albert membuat Vlavia lagi lagi dibuat terharu oleh DaddyNya.
" Tapi ingat... Kamu harus belajar yang rajin ya... Daddy mau kamu nanti bisa menjadi orang yang berhasil.." Sambung Om Albert lagi kepada Vlavia.
Vlavia mengangguk dengan tangis haru bahagianya.
" Akh iya.. Terimkasih juga Dad untuk mobil juga Mang Daninya.." Ucap Vlavia yang juga teringat dengan DaddyNya yang memberikan mobil beserta supir pribadinya.
" Iya...Iya... Itu biar anak Daddy nggak bingung kalau mau jalan jalan.." Jawab Om Abert membuat Vlavia lagi lagi memeluknya dengan penuh kasih sayang.
Begitu juga dengan Mommy Selena yang tak bisa menahan tangis harunya, suaminya begitu baik, menyayangi dirinya juga putrinya, dan Mommy Selena merasa sangat beruntung.
Mommy Selena percaya jika ada sebuah kesabaran besar karena rasa sakit, itu akan tergantikan dengan sebuah keindahan yang tiada tara, dan itu sangat terbukti sekarang.
" Terimakasih sayang..." Ucap Mommy Selena yang mendapat jawaban suaminya dengan senyuman manisnya.
" Bagaimana kuliah kamu..?? " Tanya Om Albert kepada Vlavia.
Seketika membuat Vlavia teringat dengan apa yang terjadi di kampus bergengsi itu.
Vlavia menggelengkan kepalanya tanpa sadar, membuat Om Albert dan Mommy Selena bingung.
" Apa ada masalah sayang..?? " Tanya Om Albert membuat Vlavia seketika tersadar dari lamunannya.
" Akh... Tidak Dad.. Vi sangat suka itu kampus terkeren yang pernah Vi masuki.." Jawab Vlavia berbohong membuat Om Albert tersenyum.
" Dad tau kamu pasti menyukainya, itu kampus paling digemari dikota ini.." Jelas Om Albert dengan bangganya.
Begitu juga dengan Mommy Selena yang tersenyum senang, berbeda dengan Vlavia yang tersenyum tapi senyuman itu begitu di paksakan.
Bagaimana bisa Dad mengatakan kalau itu kampus yang paling digemari..?? Apa karena isinya wanita cantik dan juga Lelaki tampan..??
Tapi bukankah kelakuan mahasiswa dan mahasiswiNya begitu aneh..?? Bahkan terlalu extrim untuk Vlavia.
Vlavia jadi merasa ngeri sendiri jika mengingatnya lagi.
" Ya sudah kamu istirahat dulu ya.. Mommy akan buatkan makan malam untuk kita nanti.." Suruh Mommy Selena kepada Vlavia.
Vlavia mengangguk, lalu dengan segera dia pergi menuju ke atas untuk kekamarnya.
Di pertengahan tangga, Vlavia kembali menoleh ke bawah, ke arah Daddy dan MommyNya.
" Sekali lagi Thanks Dad.." Ucap Vlavia dengan senyuman manisnya, yang diangguki Om Albert dengan senyuman hangatnya.
Dengan perasaan berbunga Vlavia menuju kekamarnya, menghempaskan tubuhnya di kasur empuknya, lalu kembali tersenyum.
Vlavia begitu bersyukur dengan kehidupannya sekarang, bahkan baru berapa hari, tapi rasa bahagia itu sudah sangat berlebih untuk Vlavia.
" Kenapa Dad nggak nanyai tentang Kakak ya..?? " Gumam Vlavia kepada dirinya sendiri.
" Mungkin Dad lupa.." GumamNya lagi, lalu kembali tersenyum dan berguling guling di kasurnya.
Ting.
__ADS_1
Sebuah pesan masuk kedalam ponselnya.
Vlavia melirik tas yang masih berada di sampingnya, lalu segera mengambil ponselnya.
serin
Lagi ngapain Vi..?
Tanya Serin di dalam pesannya.
Vlavia
tiduran.. Lo..?
Jawab Vlavia yang sudah menggunakan bahasa santai dengan kedua teman barunya.
Serin
bosen nih.. Keluar yuk..
Ajak Serin kepada Vlavia.
vlavia
Next time deh.. Malam ini Gue harus dinner bareng bonyok.
Jawab Vlavia membuat Serin tersenyum membacanya.
serin
it's oke.. Gue tagih lho ya..
Jawab Serin yang tidak lagi dijawab oleh Vlavia, Vlavia kembali pada lamunannya.
Tersenyum sambil memandangi langit langit rumahnya.
Kembali muncul sosok tampan yang akhir akhir ini membuat degup jantungnya meletup letup.
Senyuman Visko yang selalu terngiang ngiang di pikiran Vlavia.
" Astaga.. Itu cowok bisa buat aku gila.." Ucap Vlavia kesal, sambil berjungkir balik di kasurnya.
" Enyah... Enyah.. Enyahlah..." Gumamnya lagi, karena tidak dapat menyingkirkan wajah Visko dari pikirannya.
Membuat Vlavia jadi uring uringan sendiri.
Tanpa Vlavia sadari, di halaman rumahnya, mobil lamborghini Visko terparkir dengan rapih.
Malam ini Visko mengunjungi rumahnya, karena permintaan dari DaddyNya untuk makan malam bersama.
Awalnya Visko ingin menolak, tapi dia juga penasaran dengan istri baru dari DaddyNya.
Dan itu membuat Visko mau tak mau menyetujui permintaan Om Albert.
Akankah Vlavia mengetahui jika Idola di kampusnya itu adalah Kakak tirinya..??
Di tunggu next episodenya ya..
Jangan Lupa buat Like, Comment, dan Vote..
__ADS_1
🙏🙏🙏😘😘