
Visko meletakan ranselnya di kursinya, pikirannya kembali mengingat kejadian tadi pagi ketika dirinya membuatkan makanan untuk sarapan Vlavia dan dirinya, mengingat hal itu membuat Visko tanpa sadar tersenyum seraya menggeleng, apa yang di lakukannya tertangkap mata Harry, dan tentu saja orang seperti Harry akan langsung menanyakan apa yang membuat Visko senyum-senyum sendiri tidak jelas itu.
" Cih... Crazy." Cibir Harry kepada Visko.
Visko hanya menatap Harry datar, rasanya malas sekali untuk menjawab cibiran Harry pagi ini, tidak lama Dendry yang baru saja mengisi energinya menghampiri mereka di dalam kelas, wajahnya yang masih terlihat mesum membuat Harry tersenyum miring.
" Gimana puas nggak Lo?." Ucap Harry setengah berbisik.
Dendry menatap Harry tanpa menjawab, membuat Harry menggelengkan kepalanya.
Dendry malah melangkah maju ke meja Visko, dia menatap Visko dengan tersenyum tampan.
" Bu Siska ingin Lo Vis." Ucap Dendry duduk di sebelah Visko.
Visko menoleh ke arah Dendry tanpa ekspresi, dia tahu dari dulu Dosen yang satu itu memang menginginkannya, bahkan sering sekali Bu Siska mencuri pandang Visko jika sedang mengajar.
" Sial, Gue udah lama nggak makai Bu Siska, biar Gue saja yang gantiin Lo Vis, Gue tahu Lo nggak akan mungkin mau menerima tawaran Bu Siska." Jelas Harry yang memang tidak pernah bisa untuk menahan kegiatan yang satu itu.
Setiap hari Harry selalu melakukannya, meskipun dia harus membayar gadis sekalipun yang terpenting hasratnya bisa tersalurkan.
" Terserah Lo." Jawab Visko membuat Harry semangat.
" The best man." Jawab Harry membuat Visko tersenyum miring.
Harry salah menyebutkan panggilan untuknya, Visko bukanlah lelaki terbaik, tetapi sahabat terbaik yang selalu mengerti keinginan sahabatnya sendiri.
" Brengs*k sana pergi temui sisaku." Cibir Dendry membuat Harry tertawa seraya mengacungkan jempol.
Tidak masalah Harry pagi ini mendapatkan Bu Siska dari sisa Dendry, yang terpenting bermain dengan Bu Siska tidaklah harus mengelurkan uang untuk membayar, semua gratis sampai Harry puas melakukannya.
Sedangkan di tempat lain, Vlavia dan kedua temannya sedang duduk di taman kampus. Mereka sedang menikmati semilir angin dan udara sejuk di pagi hari.
" Vi." Panggil Serin membuat Vlavia menoleh ke arah Serin.
__ADS_1
" Kenapa Ser?." Tanya Vlavia lembut kepada Serin.
" Kita boleh main ke rumah Lo nggak?." Tanya Serin ragu kepada Vlavia.
Vlavia terdiam, dia sebenarnya bingung untuk menjawab, tetapi tidak mungkin jika dia menolak permintaan dari temannya.
" Boleh, kapan kalian akan ke rumah?." Tanya Vlavia membuat Mila yang tad sedang sibuk dengan ponselnya langsung ikut berkomentar.
" Nanti pulang kuliah, kita nginep ya Vi? Gue lagi bosen di rumah, Lo nggak ada janji kan sama Kristan?." Tanya Mila membuat Vlavia buru-buru menggeleng.
" Maksudnya apa nih? Kita nggak boleh nginep di rumah Lo apa Lo nggak ada janji sama Kristan?." Tanya Mila membuat Vlavia sedikit terkejut.
Serin paling suka meledeknya dan juga menyangkut pautkan dengan Kristan.
" Maksud Gue kalian boleh nginep di rumah Gue nanti." Jawab Vlavia membuat Mila langsung berhambur memeluk Vlavia.
" Yeayy... Thanks cantik, Gue udah pengen ketemu Kakak Lo." Sambung Mila membuat Vlavai terkejut dengan ucapan Mila barusan.
Glekk...
Sungguh ide Visko untuk menutupi semua hubungan mereka selalu saja berakhir dengan hal yang tidak mereka inginkan, kemarin tentang Kristan, dan sekarang tentang Kakak khayalan Vlavia.
Astaga... memikirkan hal itu membuat Vlavia jadi pusing sendiri rasanya, sedangakan Serin tampak semangat dan setuju dengan apa yang Mila katakan, Serin memang masih ingin mengetahui apa yang membuatnya terua curiga diantara Vlavia dan juga Visko.
Terlebih Serin tahu jika Om Albert memiliki anak lelaki yang bernama Visko, meski tidak banyak orang yang tahu, tetapi jika rekan bisnis dari Om Albert yang sudah puluhan tahun tentu mereka tahu siapa Visko sebenarnya, termasuk keluarga Serin.
Vlavia mengangguk tanpa menjawab apa yang di katakan oleh Mila barusan.
" Kakak Lo di rumah kan Vi? please bilang ke Kakak Lo suruh di rumah aja, ada cewek cantik yang mau kenal." Jelas Mila lagi membuat Vlavia semakin bingung dengan cerita karangan Visko tentang Kakaknya.
" Yups... Gue setuju sama Mila, tapi jangan gitu juga kali Mil, jadi cewek harus mahalan dikit lah Lo." Cibir Serin kepada Mila yang terus saja meminta Vlavia untuk mengenalkannya.
" Biarin dong Ser, susah dapetin Kak Visko coba dong dapetin Kakaknya Vi." Jawab Mila semangat.
__ADS_1
Serin hanya menanggapinya dengan memeragakan bibirnya untuk mengejek Mila.
Sedangkan Vlavia tampak gelisah untuk menanggapinya seperti apa, Vlavia harus meminta Mommy Selena untuk tidak mengasih tahu kepada kedua temannya tentang siapa dirinya dan Visko sebenarnya, di satu sisi Vlavia juga harus minta ijin kepada Visko untuk pulang ke rumah nanti dan tidur di rumah juga.
Vlavia yakin Visko akan mengerti situasinya, tatapi Vlavia tidak yakin Visko tidak pulang ke rumah dan malah semakin mengarang cerita tentang dirinya dan Kakak khayalan Vlavia.
Serin sedikit melihat kekhawatiran pada wajah Vlavia, membuat Serin semakin yakin ada yang temannya itu sembunyikan darinya.
" Vi Lo nggak papa kan?." Tanya Serin membuat Vlavia tersadar dari pikirannya.
" Eh... Gue nggak papa kok." Jawab Vlavia yang di angguki oleh Serin.
" Emmm... Gue ke toilet bentar ya." Pamit Vlavia kepada kedua temannya.
" Biar kita anterin ya Vi, Nanti Lo di godain sama cowok-cowok ibl*s." Jelas Mila yang di jawab Vlavia dengan gelengan kepala.
" Nggak usah Mil, Gue sendiri aja, bentaran kok." Jawab Vlavia seraya berlalu pergi meninggalkan kedua temannya yang masih duduk di bangku taman Kampus.
" Hmmmm.... Gue udah nggak sabar pengen ketemu Kakaknya Vi, Lo gimana Ser?." Gumam Mila seraya bertanya kepada Serin.
" Gue malah nggak yakin." Jawab Serin membuat Mila menatap Serin bingung.
" Hah? Maksud Lo?." Tanya Mila bingung dengan jawaban Serin.
" Lupakan, Gue becanda Mila." Jelas Serin agar tidak membuat Mila bingung.
Mila hanya menanggapinya dengan ber oh ria saja, memang akhir-akhir ini Serin itu selalu mengatakan sesuatu yang terkadang seperti teka-teki, tetapi Mila tidak pernah menanggapinya atau menganggapnya serius, Mila tahu Serin hanya bercanda saja.
Sedangkan Vlavia berjalan ke kamar mandi seraya mengirim pesan ke Visko untuk memberitahukan jika kedua temannya meminta untuk main dan menginap di rumah. Vlavia tidak akan bisa pulang dan tidur di Apartemen.
" Hufh... Gimana ini? semakin rumit saja." Gumam Vlavia seraya memegang kepalanya lalu menaruh ponselnya kembali ke dalam tas.
Tiba-tiba seseorang dengan sengaja menabraknya dengan cukup keras, sampai membuat Vlavia terjatuh ke lantai dan meringis sakit karena orang yang menabraknya itu.
__ADS_1
Vlavia menoleh ke arah depan, terlihat gadis cantik yang sedang tersenyum devil ke arahnya, Vlavia takut tetapi dia teringat dengan kata-kata Visko, jika tidak mau di benci dan terus di kerjain oleh teman-teman kampusnya. Valvia memang harus berani, karena dengan penampilan Vlavia sekarang menjadi gadis yang sangat cantik, akan banyak sekali mahasiswi yang tidak menyukainya.