My Naughty Brother

My Naughty Brother
Teka-Teki Keluarga


__ADS_3

Visko melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk menuju ke Apartemennya. Pikirannya saat ini tertuju dengan Vlavia. Terjawab sudah siapa orang yang menyuruh mahasisiwi tadi untuk membully Vlavia. Dan Visko pastikan dia akan mendapat masalah besar karena sudah menyakiti gadis yang sangat disukainya.


Sampailah Visko di apartemennya. Dengan segera Visko masuk untuk menemui gadisnya. Tetapi langkahnya terhenti saat melihat Vlavia yang sedang menangis ditemani kedua temannya.


"Ada apa?" tanya Visko mendekat ke arah mereka.


Serin dan Mila saling pandang bingung. Mereka memilih untuk meninggalkan Visko dan Vlavia berdua.


Vlavia masih terdiam, tangisnya sudah reda, air matanya memang masih terjatuh tetapi sudah tidak lagi bersuara.


"Are you okay? " tanya Visko khawatir.


Vlavia tidak menjawab. Dia lebih memilih memberikan Visko sebuah kotak yang tadi di kirim oleh orang misterius di apartemennya.


Visko mengambilnya. Membuka dengan pelan kotak berukuran kecil itu. Matanya menajam kala melihat isi kotak tersebut.


"Bangs*t!" geramnya kesal.


Visko melihat Vlavia yang masih terdiam di sampingnya. Vlavia pasti merasa kecewa dengan Visko sekarang.


"Lo marah sama gue?" tanya Visko dengan nada suara di rendahkan.


Vlavia menatap Visko. "Aku kira Kak Visko udah berubah," ucap Vlavia terjeda.


Air matanya kembali menetes. "Kenapa aku bodoh percaya aja sama cowok sebrengsek Kakak? hah? taukah Kakak selama ini hatiku bergejolak menahan rasa sakit karena sudah mengecewakan Mommy untuk sebuah rasa yang aku berikan sama Kak Visko! tapi kenapa Kakak tega lakuin ini ke aku?" tanya Vlavia dengan nada marah.


"Gue emang brengsek Vi, gue nggak suka Mommy lo nikah sama bokap gue, sampai sekarangpun gue tidak menganggap Mommy lo sebagai orang tua gue!" jelas Visko dengan nada suara yang sudah dinaikan.


"Asal Kak Visko tahu Mommy sayang Daddy dengan tulus, bukan karena apa yang Daddy punya saat ini," jelas Vlavia menekan setiap kata-katanya.


Visko menatap Vlavia dengan senyum getir. "Tulus? heh.. Lucu sekali, sejak Mommy lo deketin bokap gue, bokap gue selalu sibuk dengan bisnis dan hanya mentingin nyokap lo aja Vi, sampai bokap gue nggak pernah tahu gimana keadaan gue sebagai anak kandungnya, bokap nggak pernah sama sekali datang buat tahu keadaan gue," jelas Visko dengan nada suara yang sudah bergetar.


Visko berdiri dari duduknya. Niatnya tadi untuk menenangkan Vlavia. Tetapi semua berbuah, jauh dari bayangannya sebelumnya, kini mereka berada di masalah yang sangat rumit. Orang yang sengaja mengirim kotak misterius itu ialah orang yang memang ingin membuat hubungan diantara Vlavia dan Visko merenggang.

__ADS_1


Sebelum pergi Visko sempat menoleh ke arah Vlavia yang masih terduduk diam. "Bokap gue sama Nyokap lo sebenarnya udah saling mengenal sejak lama, dan gue nggak tahu mungkin bisa saja mereka kenal ketika nyokap kandung gue masih berada di dunia ini," jelas Visko lalu pergi begitu saja.


Vlavia terdiam. Dia tidak bisa lagi menjawab apa yang Visko katakan. Pikirannya saat ini berkecamuk. Banyak yang Vlavia tidak tahu tentang hubungan Mommy Selena dan Om Albert.


Setelah Visko benar-benar pergi Vlavia kembali menangis. Kenapa semesta begitu tega mempermainkan hidupnya? Vlavia baru saja merasakan kebahagiaan. Dan sekarang Vlavia harua bersabar lagi karena masalah baru yang Vlavia sendiri tidak tahu kenyataannya.


Vlavia kecewa dengan Visko, tetapi Vlavia juga tidka tahu bagaimana hubungan diantara Mommy dan Daddy nya dulu.


"Tuhan, kenapa semua jadi begini?" gumam Vlavia lirih lalu kembali menangis.


Serin dan Mila segera menghampiri Vlavia. Mereka memeluk Vlavia dengan kasih. Sangat sulit menjadi Vlavia yang hidupnya penuh dengan orang-orang yang tidak bisa ditebak olehnya. Termasuk hubungan kedua orang tuanya sekarang. Yang Vlavia tahu dan lihat ialah Mommy dan Daddy nya yang hidup biasa tanpa ada yang disembunyikan oleh mereka. Entah Visko yang mencoba untuk berkata dusta atau memang apa yang Visko katakan kebenaran yang sesungguhnya.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Visko melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali dia memukul setir mobilnya dengan keras.


Pikirannya kacau saat ini. Hubungan dirinya dan Vlavia tidak baik-baik saja. Atau mungkin diantara mereka sudah tidak akan baik-baik saja.


"Arggh!!" kesal Visko seraya kembali memukul setir mobilnya.


Ting


Vlavia


Apa aja yang Kak Visko tahu tentang hubungan Mommy dan Daddy? aku harus tau semuanya.


Visko menghela napasnya. Memejamkan matanya sebentar lalu tangannya mencoba untuk membalas pesan Vlavia.


Visko


Lo siap kalau tahu kebenarannya?


Visko meletakan ponselnya di ranjang kamar Dendry. Dia berbaring di sana. Tidak lagi ada jawaban dari Vlavia. Visko yakin jika Vlavia tidak mungkin akan sanggup untuk tahu semua kebenaran yang Visko pendam selama ini sendiri.

__ADS_1


Mommy Selena memang orang yang baik. Tetapi dia datang disaat yang tidak tepat. Masih teringat jelas pertengkaran diantara Daddy dan Mommy nya di dalam mobil yang membuat kecelakaan itu terjadi. Sampai Visko harus kehilangan orang yang paling disayanginya.


"Hidup gue udah hancur dari sejak Mommy lo datang di keluarga gue Vi," gumam Visko tersenyum getir.


Kembali ponsel Visko berdering. Tetapi bukan balasan dari Vlavia. Melainkan Viska yang memberitahunya jika sudah berada di depan Apartemen Dendry.


Visko sangatlah malas untuk bertemu dengan siapa-siapa sekarang ini. Pikirannya kacau. Kebahagiaan yang baru saja didapatkan seketika itu pergi begitu saja.


Viska


Visko gue udah di depan cepetan bukain


Dengan malas Visko beranjak dari ranjang. Dia menuju ke pintu untuk membukakan Viska. Visko yakin pasti kedua sahabatnya yang sudah memberitahu jika dirinya berada di apartemen Dendry. Awas saja nanti Dendry dan Harry. Visko akan memberikan mereka pelajaran.


"Visko!" sapa Viska yang langsung ingin memeluk Visko. Tetapi Visko cegah. Dia merasa risih dan aneh setiap Viska akan memeluknya.


"Mau apa Lo?" tanya Visko datar.


"Mau nemenin lo lah, tadi gue ke kampus katanya lo di apartemen Dendry," jelas Viska seraya masuk kedalam.


Visko menghela napasnya kesal. Benar saja Viska masih akan membuntutinya seperti dulu.


"Viska lo sebaiknya jala sama pacar lo sana! gue lagi pengen sendiri," jelas Visko membuat Viska menoleh ke arah Visko.


"Lo ngusir gue?" tanya Viska tidak percaya.


"Oh ayolah Vis, kenapa sekarang lo jadi aneh gini sih? gue bosan di rumah makanya gue cariin lo," jelas Viska.


"Lo udah ketemu bokap gue?" tanya Visko.


Viska menggelengkan kepalanya. "Gue belum sempat ke rumah Om Albert, gue juga belum sempat kasih selamat untuk pernikahannya," jelas Viska seraya mengambil minuman di kulkas.


Visko tidak lagi menjawab. Mendengar nama Daddy nya membuatnya kembali kesal. Bertahun-tahun Visko mencoba untuk bisa menerima semua yang terjadi dalam hidupnya. Tetapi itu sangatlah sulit. Terlebih ketika wanita yang sudah menghancurkan keluarganya benar-benar dinikahi oleh Daddy nya. Visko benar-benar hancur. Tetapi semua berubah saat Visko melihat Vlavia, harusnya Visko juga marah dengan anak dari wanita yang sudah merebut hati Daddy nya untuk Mommy nya. Tetapi nyatanya perasaan Visko berbeda dengan Vlavia.

__ADS_1


Dia menganggap Vlavia gadis spesial dalam hidupnya. Jelas bukan sebagai adik tetapi sebagai orang lain.


__ADS_2