My Naughty Brother

My Naughty Brother
Penyelamatan


__ADS_3

Visko membawa Vlavia pergi dari tempat itu. Dengan melewati jalan belakang. Setelah sampai pada mobilnya Visko langsung membaringkan Vlavia di kursi sebelah mobilnya.


Visko langsung melajukan mobilnya meninggalkan caffe atau lebih tepatnya klub malam yang di pakai Marisa untuk pestanya malam ini. Visko tidak lagi memperdulikan kedua sahabatnya yang pastinya nanti akan begitu banyak sekali pertanyaan karena tidak adanya dirinya. Atau katakanlah Visko yang tiba-tiba pergi begitu saja tanpa pamit terlebih dahulu.


" Emmm... Jangan." Gumam Vlavia masih dengan menutup matanya.


Visko melirik ke arah sampingnya, lalu dia menghela nafasnya melihat keadaan Vlavia sekarang ini.


" Tolong jangan....." Gumam Vlavia sekali lagi.


Visko kembali melirik gadis cantik di sebelahnya itu, dia tersenyum miring, senyuman mengejek karena Vlavia yang begitu bod*h mau saja di ajak Kristan ke pesta Marisa, padahal Vlavia sendiri belum tau seperti apa pestanya nanti.


" Gadis bod*h, kalau nggak bisa minum kenapa tidak menolak, hahh... Merepotkan sekali!." Kesal Visko kepada Vlavia yang kini benar-benar sudah tertidur di sebelahnya.


Sepanjang perjalanan Visko masih memikiran rencana apa yang Marisa dan Kristan akan lakukan untuk Vlavia, sampai mereka mengunci Vlavia di dalam kamar mandi dengan keadaan sudah mabuk. Jelas Visko masih mengira jiki ini semua juga rencana jahat Kristan, mengingat Kristan yang selalu mencoba mendekati Vlavia.


Sampailah mereka di parkiran luas apartemen yang memang akan menjadi tempat tinggal Vlavia sekarang. Visko membawa Vlavia pulang ke apartemennya. Tidak mungkin jika dia membawa pulang Vlavia ke rumah dalam keadaan seperti sekarang ini. Dia hanya perlu memberitahu kedua Orang Tuanya jika Vlavia sudah pulang ke apartemennya.


Sebelum keluar mobil. Visko sempat menatap Vlavia sebentar, ada senyuman dari bibir indah itu melihat Vlavia yang begitu terlihat cantik malam ini.


" Hah... Bisa juga Lo berpenampilan cantik seperti ini." Gumam Visko tersenyum, lalu segera sadar dengan ucapannya, Visko menggelengkan kepalanya menyesali apa yang baru saja di ucapkan olehnya.


Visko membawa Vlavia masuk ke dalam apartemennya. Sepanjang perjalanan dia menggendong Vlavia yang masih belum sadarkan diri, atau Vlavia memang sudah benar-benar tertidur.


Tidak perduli lagi dengan orang-orang yang melihatnya. Apartemen Visko sudah biasa kedatangan gadis. Meskipun bukan dirinya yang membawanya, tetapi kedua sahabatnya.


Setelah sampai di apartemennya. Visko membaringkah Vlavia di kamar yang memang sengaja Visko sediakan untuk kamarnya. Tidak terlalu luas memang jika di bandingkan kamar-kamar di rumahnya. Meskipun Apartemen Visko memanglah Apartemen mewah atau apartemen untuk kalangan elit saja.


Setelah membaringkan Vlavia, Visko berencana untuk menggantikan baju Vlavia agar bisa tertidur dengan nyaman, Visko mengambil baju Vlavia yang masih berada di dalam koper. Rupanya baju dan barang yang Vlavia butuhkan sudah ada yang membawanya ke apartemen Tuan Mudanya.


Dengan sedikit ragu, akhirnya Visko benar-benar membuka gaun yang Vlavia kenakan malam ini. Dan


Deg....

__ADS_1


Jantung Visko seakan terpompa cepat melihat pemandangan yang begitu indah di depannya, seakan tanpa cela, Vlavia ternyata memiliki tubuh yang sangat indah, kulitnya yang putih dan mulus, juga bagian tubuh sensitifnya sangat menawan, terutama di bagian dada. Vlavia memiliki dada dengan ukuran yang cukup besar, hanya saja selalu dia sembunyikan dengan baju yang dia kenakan selama ini.


Visko sampai menelan ludahnya melihat dua gundukan yang naik turun seirama dengan nafas Vlavia. Dia tidak berani melihat di bagian bawah, meskipun Vlavia masih menggunaka celana dal*mnya dan bray nya, tapi tetap sama saja bagian tubuh Vlavia sudah terlihat oleh Visko sekarang ini.


Dengan susah payah untuk menahan dirinya agar tidak menjamah Vlavia saat ini, akhirnya Visko berhasil mengenakan baju tidur untuk Vlavia, meskipun bayangan indah pada balik baju itu susah untuk di hilangkan.


" Shit... apa-apaan Gue, kayak gini aja terganggu." Ucap Visko kesal pada dirinya.


Visko menatap Vlavia sebentar, lalu dia keluar dari kamar Vlavia agar bayangan yang terus menggodanya bisa dia singkirkan. Setelah sampai di depan tv. Visko segera mengambil ponselnya untuk memberitahukan kepada orang tuanya, jika Vlavia sudah pulang dan sedang tidur di apartemen sekarang ini.


Pukul 12 malam lebih, akhirnya Visko memejamkan matanya, masih di sofa depan tv. Dia tidak sempat pindah ke kamarnya.


Begitu juga dengan Vlavia yang terbangun dari tidurnya, karena merasa asing dengan tempat itu Vlavia menangis, dia fikir dia benar-benar sudah kehilangan semua harapan dalam hidupnya, Vlavia meraba baju yang dia kenakan, betapa terkejutnya Vlavia setelah sadar jika baju yang sedang di pakai saat ini bukanlah gaun yang dia pakai ketika di pesta.


Apa aku benar-benar hina sekarang? Batin Vlavia begitu hancur, Vlavia menangis kemudian menggeleng dengan semua yang sudah terjadi pada dirinya.


Vlavia menyesali dirinya yang tidak bisa menjaga diri, harusnya Vlavia tidak perlu datang ke pesta Marisa, benar apa yang kedua temannya katakan, jika Marisa punya maksud tertentu, meskipun dia bersama dengan Kristan tapi semua tetap terjadi. Dan kini hanya sebuah penyesalan yang Vlavia rasakan, dimana kini dia berada Vlavia juga tidaklah tau.


Vlavia langsung meraba dan melihat baju yang dia kenakan sekarang, benar ini memang bajunya, jadi apa dia sekarang sudah berada di apartemen Visko? Pikiran Vlavia terus bertanya-tanya.


" Apa Kak Visko yang melakukannya?." Gumam Vlavia sembari menutup mulutnya tidak percaya, Vlavia menggeleng sembari menangis.


Dia turun dari ranjang kamarnya untuk mencari keberadaan Visko. Setelah melihat Visko yang sedang tertidur di sofa depan tv. Vlavia semakin tidak percaya, pasalnya Visko membuka beberapa kancing bajunya sampai terlihatlah tubuh atletisnya dari depan.


Dengan amarah dan kesedihan Vlavia menghampiri Visko, dia tidak perduli Visko yang sedang tertidur nyenyak.


" Ka Visko!!." Teriak Vlavia sembari memukul dada Visko.


" Apa sih Lo teriak-teriak?." Jawab Visko tanpa membuka matanya.


" Kak Visko jahat udah ngelakuin itu sama aku!!." Ucap Vlavia lagi, kali ini membuat Visko membuka matanya dan duduk.


Visko bingung melihat Vlavia yang sedang menangis tersedu di hadapannya.

__ADS_1


" Lo apa-apaan sih? Gangguin orang tidur aja!!." Kesal Visko merasa terganggu tidurnya karena Vlavia.


" Kak Visko masih bisa tidur nyenyak setelah apa yang Kak Visko lakukan sama aku?." Tanya Vlavia dengan nada amarahnya.


Visko menautkan alisnya bingung dengan ucapan Vlavia yang terdengar begitu aneh.


" Lo ngomong apaan? Yang jelas." Suruh Visko yang juga sudah muai kesal.


" Kak Visko udah melakukan itu kan sama aku?." Tanya Vlavia sedikit ragu.


" Hah? melakukan apa Gue?." Tanya Visko bingung.


" Kak Visko udah bikin aku nggak virgin lagi." Jelas Vlavia sembari menutupnya matanya, rasanya tidak kuasa harus mengatakn jika dirinya kini tidak lagi virgin, Vlavia sudah kehilangan kehormatannya.


Bukannya bersimpati, Visko malah tertawa terbahak mendengar penutruan Vlavia baru saja.


" Ha...ha... Dasar bod*h." Ucap Visko kesal dengan kebod*han Vlavia, tapi juga lucu.


Melihat respont Visko membuat Vlavia sedikit bingung, dan juga penasaran karena dirinya di sebut bod*h oleh Visko.


" Lo harusnya berterimakasih ma Gue, kalau bukan karena Gue, mungkin sekarang Lo sudah di perkos* banyak lelaki hidung belang di kamar mandi." Jelas Visko yang akan berlalu meninggalkan Vlavia.


Tapi kemudian dia kembali menoleh ke arah Vlavia yang kini sedang menatapnya di belakang.


" Dan periksa itu bawah Lo, masih vrigin atau tidak." Sambung Visko lagi sembari tersenyum miring, dan kini dia benar-benar berlalu menuju ke kamarnya. Agar bisa tertidur dengan nyenyak tanpa di ganggu oleh Vlavia lagi.


Sedangkan Vlavia masih berdiam diri mematung di tempatnya, apa benar yang Visko katakan jika dirinya masih aman belum kehilangan mahkota berharganya? Sepertinya Vlavia harus mengeceknya sendiri, Vlavia segera berlari ke kamarnya untuk memastikan apa yang dikatakan oleh Visko itu benar.


Dan kini di pesta Marisa semakin gaduh, Visko tiba-tiba pergi, begitu juga dengan Vlavia yang lepas dari pantauan teman-teman Marisa, jelas ini semua membuat banyak pertanyaan pada benak mereka.


Terutama Kristan yang menyesali karena dirinya tidak bisa menjaga Vlavia dengan baik, ntah apa yang teman-teman Marisa tadi berikan kepada minumannya. Awalnya Kristan sangatlah panik ketika mengetahui Vlavia tidak lagi ada di pesta. Tapi mendengar Visko yang juga menghilang, ada perasaan sedikit lega, Kristan yakin jika Visko yang membawa Vlavia pergi dari pesta, meskipun Kristan tidak cukup yakin dengan kebaikan Visko, tapi setidaknya Vlavia di bawa oleh orang yang jelas.


Jangan Lupa Like, Comment and Vote gaes... di tunggu 🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2