My Naughty Brother

My Naughty Brother
Setangah Pengakuan


__ADS_3

Vlavia melihat wajah tampan Visko yang sedang menatapnya tersenyum menaik turunkan alisnya, asli wajah tampan Visko saat ini terlihat seperti suami mesum yang sedang meminta jatah kepada istrinya.


" Kak Visko." Gumam Vlavia lirih, tetapi masih terdengar jelas oleh Visko.


" Lo nyariin Gue kan?." Tanya Visko sengaja menggoda Vlavia.


Ntah kenapa rasa kesal yang tadi Visko rasakan hilang begitu saja setelah mengetahui Vlavia ingin tahu keberadaannya.


" Aku?." Tanya Vlavia yang di angguki oleh Visko.


Sial, Terungkap sudah apa yang menjadi beban pikiran Vlavia sedari tadi, langsung ke orangnya lagi. Jika sudah tertangkap basah, mau tidak mau Vlavia harus mengakuinya bukan? Dan itulah yang sekarang akan Vlavia katakan, karena memang dekat dengan Visko membuat Vlavia bahagia.


Seperti sekarang ini, Vlavia malu tetapi rasa dalam hatinya tidak bisa berbohong mengetahui jika Visko berada di dekatnya membuatnya begitu bahagia.


" Jawab." Ucap Visko menatap lekat Vlavia.


Lampu kamar Vlavia memanglah dengan cahaya minim saat ini, tetapi mereka masih bisa melihat wajah indah di antara mereka masing-masing.


Bahkan Visko terlihat semakin tampan dalam keadaan seperti sekarang ini, karena begitu terpesona dengan wajah tampan Visko tanpa di sadari Vlavia menganggukan kepalanya pelan seraya tersenyum ke arah Visko.


Visko tersenyum, dia tahu jika Vlavia memang menyukainya, tetapi malu untuk mengatakannya, atau karena setatus mereka yang kini menjadi saudara membuat Vlavia seperti memberi jarak di antara mereka agar sadar dengan kesalahan yang mereka rasakan.


Posisi Visko saat ini berada di atas Vlavia, dengan bertumpang tangannya untuk menahan tubuhnya agar tidak ambruk.


Cupp...


Visko mengecup bibir Vlavia dengan begitu lembut dan cukup lama, tidak ada perlawanan dari Vlavia, yang Vlavia rasaka kini bahagia ketika di perlakukan oleh Visko seperti wanita istimewa, ntah kenapa semakin Vlavia ingin menjauh malah semakin sulit rasanya.


Bahkan Vlavia memejamkan matanya untuk menikmati permainan bibir Visko pada bibirnya, biarkan saja semua mengalir begini adanya, yang Vlavia rasakan saat ini bahagia berada di dekat Visko.


Visko melepaskan pagutan bibirnya, dia kembali menatap Vlavia dengan begitu lekat.


" Lo suka sama Gue Vi?." Tanya Visko membuat Vlavia tiba-tiba merasa panas di sekujur tubuhnya.


Vlavia bingung harus menjawab apa, mengelak sangat bertolak dengan perasaannya, mengiyakan Vlavia takut mengecewakan orang-orang yang menyayanginya, tetapi hati dan pikirannya sekarang seakan menyuruh Vlavia untuk mengatakan yang sejujurnya.


Tanpa Vlavia sadari, dirinya kembali menganggukan kepalanya dengan begitu pelan.


" Katakan langsung Vi." Suruh Visko membuat Vlavia terkejut.


" Eh... Maksud Kak Visko apa?." Tanya Vlavia yang baru saja sadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Katakan kalau Lo suka sama Gue." Jelas Visko membuat Vlavia terkejut.


Vlavia menggeleng, membuat Visko tersenyum miring.


" Jangan munafik, Gue tahu Lo tidak menyukai Kristan Vi, tapi Lo suka..." Ucap Visko menggantung.


Visko menghela nafasnya dalam, lalu kembali berucap.


" Lo suka Gue." Sambung Visko lagi masih menatap Vlavia dengan lekat.


Vlavia menatap Visko begitu dalam, tanpa di sadari dirinya memeluk Visko begitu erat, sampai membuat Visko ambruk di tubuhnya.


" A-aku bahagua di dekat Kak Visko." Ucap Vlavia membuat Visko tersenyum.


Tanpa harus mengatakan suka dengan dirinya, ungkapan Vlavia barusan cukup membuat Visko yakin jika Vlavia menyukainya.


Visko langsung melancarkan aksinya, mencium Vlavia dengan begitu dalam, bahkan sekarang ini Vlavia juga membalas apa yang Visko lakukan.


Vlavia begitu menikmati, Vlavia tidak akan menyia-nyiakan saat seperti sekarang ini.


" Sss-top Kak." Ucap Vlavia membuat Visko menghentikan apa yang sedang di lakukannya.


" Su-sudah malam, sebaiknya Kak Visko pergi ke kamar Kak Visko untuk istirahat." Ucap Vlavia dengan penuh keberanian.


" Lo ngusir Gue?." Tanya Visko membuat Vlavia langsung menggelengkan kepalanya.


" Bukan, maksud aku Kak Visko bisa istirahat sekarang." Jelas Vlavia lagi membuat Visko menghela nafasnya.


Tanpa di sadari Visko malah langsung memeluk Vlavia dengan erat, sontak saja apa yang di lakukan Visko membuat Vlavia terkejut dan semakin bingung untuk menyuruh Visko pergi ke kamarnya. Bisa bahaya sekali jika besok pagi mereka ketahuan tidur bersama di kamar Vlavia.


" Jangan ngusir Gue, malam ini Gue mau tidur di sini dengan Lo." Ucap Visko lagi-lagi membuat Vlavia semakin terkejut dan tidak bisa lagi untuk berkata.


" Sudah jangan pikirkan yang aneh-aneh, pejamkan mata Lo." Sambung Visko menyuruh Vlavia untuk memejamkan matanya.


Bagaimana Vlavia bisa memejamkan matanya dan tertidur jika tangan Visko saja memeluk dirinya begitu erat sekarang ini, yang ada Vlavia malah akan meronda dan terbangun di pagi hari dengan mata pandanya.


Visko sangatlah bahagia setelah tadi Vlavia mengatakan jika dirinya bahagia di dekat Visko, dan itu yang membuat Visko tidak ingin jauh dengan Vlavia.


Mau tidak mau Vlavia mencoba untuk memejamkan matanya, tetapi masih saja susah untuk tertidur, bahkan dirinya tidak kosentrasi meraskaan hembusan nafas Visko tepat di kulit lehernya. Vlavia mencoba untuk menyingkirkan tangan Visko, tetapi semakin Vlavia coba Visko malah semakin erat memeluknya.


Astaga... Mereka sekarang ini seperti pengantin baru yang tida bisa di pisahkan saja, tidak ada pernyataan cinta dari mereka, tetapi apa yang Vlavia katakan tadi bisa merubah sikap Visko begitu saja, yang biasanya dingin dan menyebalkan tiba-tiba menjadi manja.

__ADS_1


Pukul 06.00, Vlavia terbangun dari tidurnya, Vlavia meraba sisinya yang sudah tidak ada keberadaan Visko di sebelahnya.


Apa tadi malam cuma mimpi ya? Batin Vlavia merasa bingung dengan kejadian tadi pagi yang membuat Visko begitu sweet kepadanya.


Setelah selesai bersiap-siap ke Kampus. Vlavia menuju ke bawah. Hari ini dia memakai baju yang sudah di belinya dengan kedua temannya kemarin.


Vlavia juga memoleskan make up tipis di wajahnya, jelas penampilan Vlavia sekarang ini begitu terlihat sangat cantik, bahkan bisa saja nanti di kampusnya Marisa akan langsung mencari gara-gara dengan dirinya.


" Morning." Sapa Vlavia kepada Om Albert dan Mommy Selena yang sedang duduk di meja makan.


" Morning sayang, wah... Cantiknya anak Mommy." Puji Mommy Selena melihat penampilan Vlavia pagi ini.


" Kamu cantik sekali Nak." Puji Om Albert yang juga memuji Vlavia.


" Jangan berlebih Mom, Dad." Jawab Vlavia malu.


" Kita mengatakan yang sebenarnya Nak." Jelas Om Albert membuat Vlavia tersenyum.


Jujur saja baru di puji oleh kedua orang tuanya saja, sudah membuat Vlavia panas dingin, bagaimana jika nanti teman-teman Kampusnya yang melihat penampilannya sekarang ini? Vlavia pasti akan semakin merasa malu.


Tanpa di sadari Vlavia mencari keberadaan Visko yang tidak ikut sarapan di meja makan bersama mereka.


Ada raut kekecewaan dari wajah Vlavia, apa yang terjadi tadi malam hanyalah mimpi saja.


Hanya mimpi ternyata Batin Vlavia seraya menyunggingkan senyumnya sekilas, lalu berniat untuk mulai sarapan dengan kedua orang tuanya.


Sampai akhirnya suara seseorang mengejutkannya dan membuat hatinya berdebar mengingat kejadian tadi malam.


" Morning semua." Sapa Visko seraya menuju ke meja makan.


Deg...


Deg..


Deg..


Jantung Vlavia terpompa cepat, hatinya juga semakin berdebar merasakan sosok Visko yang semakin dekat dengannya.


Bahkan rasanya tubuh Vlavia kaku seketika sekarang, Vlavia sangat malu bertemu dengan Visko sekarang ini, tadi dia mencari keberadaan Visko tetapi setelah Visko berada di dekatnya, rasanya Vlavia ingin menjauh saja dari Visko.


Rasa malunya sampai ke ubun-ubun dengan lelaki tampan yang duduk tepat di depannya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2