My Naughty Brother

My Naughty Brother
Terkejut


__ADS_3

Vlavia masih menatap Cewek cewek cantik yang duduk tidak jauh dari tempatnya.


Bahkan ada seorang cowok yang bersedia mengambilkan minum dan juga makan mereka.


Tentu saja cowok itu juga nanti yang akan membayarkannya.


Vlavia masih tidak mengerti, apa seperti itu sikap Idola di kampusnya..? cowok cowok tampan bisa mencium cewek manapun yang dia mau, dan cewek cewek cantik bisa bersikap seenaknya kepada cowok yang begitu mengidolakan mereka.


Vlavia benar benar dibuat merinding membayangkan hal itu.


" Vi.. Vi... Lo kenapa..?? " Tanya Serin menyadarkan Vlavia.


" Tidak.. Gue tidak papa kok.." Jawab Vlavia.


" Nggak usah liatin mereka kalau nggak mau kena masalah..." Bisik Mila kembali membuat Vlavia terkejut, tapi juga mengangguk.


" Bobi.. Tolong ambilin tas gue di mobil.." Suruh Marisa kepada Bobi.


Cowok bucin yang begitu mengidolakan mereka, terutama Marisa cewek paling cantik di antara gengnya.


" Baik Honey..." Jawab Bobi semangat.


Vlavia yang melihat itu sampe terbengong, ada cowok yang mau di suruh suruh sama cewek.


Dasar bucin.. Batin Vlavia.


" Sa.. Lo jadi ngajak Visko ke pesta Daddy Lo..?? " Tanya Sisil yang merupakan anggota Geng Marisa.


" Jadi dong.." Jawab Marisa dengan sombongnya.


" Kalau Lo bisa nahlukin Visko.. Lo jadi cewek pertama yang bisa ambil hatinya.." Ucap Leoni , anggota geng Marisa.


" Memangnya siapa yang bisa menolak Marisa..," Jawabnya lagi dengan angkuh.


Keempat cewek cantik itu tertawa, membuat Vlavia yang mendengarnya cukup panas.


Bagaimana bisa seorang wanita bisa bersikap seperti itu..?? Menggelikan pikir Vlavia.


" Gaes.. Gue ke toilet dulu ya.." Pamit Vlavia kepada Serin dan Mila.


" Kita anterin ya..?? " Tawar Serin yang dijawab Vlavia dengan gelengan kepala.


" Nggak usah Gue nanti tanya yang lain kok.." Jawab Vlavia yang diangguki oleh mereka berdua.


Vlavia berdiri dari duduknya, dia berjalan untuk menuju ke toilet.


Ketika Vlavia melewati geng Marisa, Vlavia memelankan jalannya, ujung matanya sedikit melirik ke Marisa cewek cantik dan sexy yang sedang memainkan ponselnya.

__ADS_1


Leoni dan Devi melihat Vlavia yang melewati mereka, cukup cantik memang, tapi mereka tidak pernah melihatnya sebelumnya.


" Siapa sih barusan..?? " Tanya Devi penasaran.


Leoni mengangkat bahunya, pertanda dirinya juga tidak mengerti.


" Biarin aja lah.. Mahasiswi baru palingan.." Jawab Leoni malas.


" Tapi dia lumayan lho.. Bahaya dong kalau kita sampai ada saingan.. Apa lagi anak mahasiswi baru.." Jelas Devi kepada mereka.


Membuat Serin dan Mila terkejut mendengarnya, Vlavia memanglah cantik tapi penampilannya yang menutupi keindahan yang Vlavia miliki.


" Seperti apa sih rupanya sampe bikin Lo takut gitu..??? Tenang aja nggak ada yang lebih cantik dari kita.." Jawab Marisa dengan sombongnya membuat yang lain tertawa.


Vlavia akhirnya sampai ditoilet, setelah tadi menanyakan ke beberapa mahasiswi yang dia temui.


Setelah selesai, Vlavia ingin kembali menghampiri kedua temannya yang masih berada di kantin, tapi sayang Vlavia lupa dengan jalannya.


Karena Gedung kampus yang begitu luas, jarak kantin dan juga toilet cukup jauh juga, akhirnya Vlavia memutuskan untuk menuju ke kelasnya.


Saat Vlavia masuk kedalam kelas, betapa terkejutnya dia melihat ketiga cowok tampan itu sedang mengerjai mahasiswi di pojok kelasnya.


Satu diantara mereka sedang menciumnya, bahkan sangat terlihat jika sang wanita juga sangat menikmatinya, sampe mengeluarkan suara desah*n yang begitu lembut.


Tapi cowok tampan yang menarik perhatian Vlavia duduk tidak jauh dari kedua temannya yang sedang mengerjai wanita itu, memainkan ponselnya, membuat Vlavia semakin dibuat terkejut dan bingung dengan apa saja yang mahasiswa dan mahasiswi di kampus ini lakukan.


Vlavia menggeleng dia benar benar tidak percaya dengan apa yang dilihat.


Begitu juga dengan Visko yang tanpa sadar melihat Vlavia masih berdiri mematung di depan pintu.


Visko mengerutkan alisnya, mengarah ke pandangan yang sedang Vlavia lihat.


Visko tersenyum miring, lalu dia segera bangun dari duduknya, berjalan mendekati Vlavia yang masih berdiri mematung.


" Ehem..." Deheman Visko membuat Vlavia tersentak kaget.


Vlavia tersadar jika didepannya ada seseorang, saat dia menoleh ke atas, betapa terkejutnya dia.


Cowok tampab itu sudah berdiri di depannya, bahkan jarak mereka sangat dekat, sampai parfum yang Visko kenakan dapat dicium oleh indra pencium Vlavia.


Vlavia menatap Visko, begitu juga dengan Visko yang juga menatap Vlavia.


Deg... Deg.. Deg...


Untuk yang ketiga kalinya jantung Vlavia berdegup lebih kencang karena cowok di depannya ini.


Vlavia mengepalkan tangannya agar tidak terjatuh pingsan, sungguh untuk menahan tubuhnya saja sekarang ini sangatlah berat, tentu saja karena Visko berada di depannya.

__ADS_1


Visko lebih mendekat ke arah Vlavia, Vlavia mundur satu langkah, meskipun dia kagum dengan Visko, tapi juga ada rasa takut pada dirinya.


Vlavia tidak lagi menatap Visko, dia terlalu takut jika sampe benar benar mengagumi sosok lelaki tampan di depannya ini.


Padahal tanpa dia sadari, Vlavia mulai mengagumi Visko, cowok tampan yang sekarang berada di depannya, tepat di depannya.


Vlavia bukanlah gadis pemberani seperti yang lainnya, akan mendekati Visko dengan cara yang terlihat seperti murahan.


Saat Visko mengangkat tangannya, Vlavia langsung mundur sebelum akhirnya berlari meninggalkan Visko yang masih berdiri disana.


Visko menggelengkan kepalanya dengan menyunggingkan senyum tampannya.


" Gadis manis.." Gumam Visko melihat kepergian Vlavia yang sedang berlari.


Vlavia masih berlari, sampai akhirnya tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


Brukk....


Vlavia terjatuh, sedikit sakit memang tapi dia mencoba untuk bangkit sendiri, tapi sebelum dia bangkit, seseorang di depannya sudah mengulurkan tangannya untuk membantu Vlavia berdiri.


Vlavia menatap ke arah seseorang yang berada di depannya, lelaki di depannya tersenyum tampan.


" Lo nggak papa..?? " Tanya laki laki itu yang dijawab Vlavia dengan gelengan kepala.


" Sorry..." Ucap Vlavia yang langsung pergi begitu saja, sungguh sekarang jika Vlavia bertemu dengan mahasiswa di kampusnya dia menjadi sedikit takut.


Mengingat apa yang dilihatnya tadi, bukan hanya kebucinan Bobi pada Marisa, tapi juga ciuman panas dikelasnya.


Vlavia bingung ingin menuju kemana, tapi kemudian seseorang menepuk pundaknya dari arah belakang.


" Hey..." Sapa Mila membuat Vlavia menoleh ke arahnya.


" Mila... Serin.." Jawab Vlavia merasa lega ternyata yang datang kedua temannya.


" Lo dari mana aja.. Lama banget..?? " Tanya Serin kepada Vlavia.


" Gue dari tiolet.. Maklum panggilan alam.." Jawab Vlavia berbohong.


" Ikh.. Jorok Loe Vi... " Jawab Mila membuat Vlavia dan Serin tertawa.


Sebenarnya Vlavia ingin sekali mengatakan kepada mereka tentang apa yang dilihatnya, tapi Vlavia merasa ini belum saatnya, Vlavia harus benar benar mengerti dulu.


Tapi sepintas bayangan wajah Visko kembali datang pada pikirannya, membuat Vlavia menggelengkan kepalanya.


Please.. Go... Batin Vlavia merasa diganggu oleh bayangan wajah Visko yang mulai bersarang dipikirannya.


Jangan Lupa Like, Comment dan Vote ya Kak..

__ADS_1


Big Thanks.. 🙏🙏😘😘


__ADS_2