My Naughty Brother

My Naughty Brother
Pesta Marisa


__ADS_3

Sampailah mereka di tempat yang di jadikan Marisa untuk mengadakan pesta. Sebuah caffe dengan alunan musik Disjoki yang berdentum sangat merdu tapi juga nyaman untuk di dengar apa lagi berjoget.


Kristan menggandeng tangan Vlavia untuk masuk ke dalam. Awalnya Vlavia ragu, karena ini untuk pertama kalinya dia menginjakan kakinya di tempat seperti itu. Tempat remang dengan musik yang begitu keras.


" Kenapa?." Tanya Kristan melihat Vlavia yang ragu.


Vlavia menggeleng, Dia tidak enak jika harus menolak apa lagi membatalkan untuk pergi dari tempat itu.


" Kalau nggak yakin, kita bisa pergi dari sini." Sambung Kristan membuat Vlavia menoleh ke arahnya dengan sedikit terkejut.


" Tidak Kak Kristan, kita sudah sampai di sini." Cegah Vlavia yang sebenarnya dirinya memang tidak begitu yakin dengan tempat seperti itu.


" Tapi kamu tidak nyaman Vi." Jelas Kristan yang langsung membuat Vlavia menggelengkan kepalanya.


" Ayo... Aku ingin tau bagaimana pesta di tempat seperti ini." Ajak Vlavia yang juga meyakinkan Kristan.


Kristan menatap Vlavia yang tersenyum sembari menganggukan kepalanya, bahwa Vlavia baik-baik saja, Kristan mengacak rambut Vlavia pelan lalu kembali mengajaknya untuk masuk. Juga berjanji akan menjaga Vlavia dari Marisa. Sebelum akhirnya Marisa menemui mereka yang datang bersama. Ntah suatu kebetulan atau memang mereka sudah janjian, Marisa tidaklah tau.


Tapi itu cukup membuat seorang Marisa kesal, rencana A untuk mengerjai Vlavia tidak akan berhasil jika ada Kristan di dekatnya, bagaimanapun juga Kristan pernah ada dalam hidupnya. Sepertinya Marisa harus beralih ke rencana B yang memang sudah di siapkan untuk antisipasi seperti sekarang ini.


Sedangkan kini mobil mewah Visko sampai juga di depan caffe atau lebih tepatnya seperti klub malam yang di jadikan Marisa untuk tempat pestanya malam ini. Visko merupakan tamu sepesial bagi Marisa, meskipun Visko sendiri tidak menganggap seperti itu.


" I'm coming sexy girls." Ucap Harry dengan tertawa.


Visko dan Dendry hanya menatap Harry dengan tatapan malas, ini sudah menjadi kebiasaan Harry, padahal dirinya termasuk sedang ada masalah serius karena di tuduh menghamili wanita. Tapi tetap saja sifat nakalnya tidak membuatnya jera, malah semakin menjadi.


Ketiga cowok tampan itu masuk ke dalam. Langsung terdengar dentuman musik yang cukup memekik telinga. Tapi itu sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka, bahkan mereka juga pernah terbang ke kasino hanya untuk bersenang-senang dengan menghamburkan uang mereka. Itu terjadi ketika Visko dan Om Albert bertengkar hebat.


Sampai sekarang masih banyak teka teki atas kematian Mommy Visko, bahkan keluarga Om Albert sendiri belum menemukan jasad Mommy Visko.


Kembali ke cerita.


Marisa yang melihat kedatangan Visko langsung menghampirinya dengan senyum mengembang. Jujur saja penampilan Marisa malam ini sangatlah menawan, dia begitu terlihat cantik dan sexy. Tapi itu tidak berlaku oleh seorang Visko.


" Night Bab**y, you are very handsome." Ucap Marisa yang langsung bergelayut manja di lengan Visko.

__ADS_1


Bahkan Marisa juga sempat ingin mencium bibir Visko, namun dengan segera Visko langsung menghindar, membuat Marisa harus lebih bersabar lagi menghadapi sikap jual mahal Visko.


" Sa, mana cewek sexynya?." Tanya Harry yang belum melihat wanita yang menurutnya pas untuk menemaninya malam ini.


" Semakin larut, mereka akan datang." Jawab Marisa membuat Harry tersenyum puas.


Rupanya mereka datang memang sedikit lebih awal tidak seperti biasanya. Tapi tidak menjadi masalah toh sekarang juga banyak gadis-gadis cantik dan sexy.


Marisa mengajak tamu sepesialnya itu ke ruangan yang memang sudah dia sediakan untuk Visko dan gengnya. Marisa tidak mau sampai membuat Visko merasa tidak nyaman. Meskipun Visko tidak pernah memintanya.


Saat Visko dan yang lain menuju ke ruangannya. Visko sempat melirik ke arah meja pojok. Dimana Vlavia dan Kristan sedang duduk sembari tertawa, awalnya Visko cukup terkejut dengan adanya Vlavia di tempat seperti itu sekarang. Tapi dia teringat dengan kejadian tadi pagi ketikad dirinya melihat Vlavia bertemu dengan Kristan di kampus. Visko mengira jika Kristanlah yang mengajak Vlavia.


Visko menatap tajam Vlavia dan Kristan, tangannya mengepal kuat, lalu masuk dengan menahan amarah melihat Vlavia di tempat itu bersama lelaki lain.


" Hey... Akhirnya Lo datang juga." Sapa Shisil teman Marisa yang kemarin sempat membuat Vlavia kesal.


Vlavia tersenyum dan mengangguk tanpa menjawab. Jelas Shisil sedang memakai topengnya di depan Kristan, meskipun sebenarnya Kristan cukup tau jika Marisa dan gengnya tidak menyukai Vlavia yang bisa mejadi saingan terberat mereka. Karena tanpa melakukan apa-apa Vlavia sangatlah menarik perhatian seorang Kristan dan Visko.


" Apa kalian datang bersama?." Tanya Deva kepada Vlavia dan Kristan.


Sebenarnya kedua teman Marisa juga sama kesalnya melihat Vlavia yang datang bersama Kristan, membuat susah mereka saja dengan rencana yang di suruh oleh Marisa.


Semakin malam musik semakin seru juga semakin rame, banyak teman-teman Marisa yang datang, tidak hanya teman di kampusnya. Tapi juga teman yang dia kenal ntah itu dari klub atau rekan bisnis Ayahnya.


Harry sudah sedikit terkapar karena terlalu banyak minum, bahkan sudah ada 2 wanita cantik dan sexy yang menemaninya. Sedangkan Visko masih dengan rasa kesalnya dan pikirannya. Dendry juga sudah di temani wanita cantik malam ini, bahkan mereka sudah melakukan kissing di depan teman-temannya. Meskipun mereka masih di ruangan yang di sediakan oleh Marisa.


Dan kini tiba saatnya Marisa memberi sambutan untuk teman-temannya yang datang ke pestanya. Pesta yang Marisa adakan akan segera di mulai.


Visko, Harry, dan Dendry sudah berada di luar bersama dengan yang lainnya. Bahkan mata Visko sedari tadi terus mencari keberadaan Vlavia yang tidak terlihat.


" Malam gaes!!." Teriak Marisa kepada teman-temannya.


" Malam cantik!!."


" Nigth too sexy!!." Seru teman-teman Marisa.

__ADS_1


" Enjoy this party guys!! Malam ini untuk seru-seruan kita!!." Teriak Marisa yang dapat sorakan dari teman-temannya.


Semua teman-teman Marisa menatap kagum dengan Marisa yang tidak hanya cantik, tapi juga sangat pintar bergaul.


Musik kembali di mainkan oleh DJ terbaik di kota mereka. Bahkan sudah pernah Marisa sampai mendatangkan DJ Snake untuk menemani party nya.


Dan itu membuat teman-teman Marisa semakin kagum dengan apa yang bisa Marisa perbuat.


" Buang-buang waktu Gue di tempat seperti ini." Gumam Visko tersenyum miring dengan keadaan pesta malam ini.


Visko kesal tidak menemukan Vlavia, matanya terus mencari keberadaan Vlavia yang ntah sekarang sedang berada di mana.


Sedangkan Marisa kini berjalan ke arah Visko, sembari kedua tangannya membawa gelas berisi wine.


" Sayang... Minum dulu." Ucap Marisa sembari menyerahkan gelas berisi minuman itu kepada Visko.


Visko tidak menolak, karena dia memang butuh minum untuk mereda amarahnya. Minuman itu langsung tandas dengan sekali teguk, membuat Marisa tersenyum puas, malam ini harus berhasil rencananya, membuat Visko bisa tidur dengannya, juga membuat Vlavia malu, semalu-malunya.


" Mau joget sekarang?." Tawar Marisa kepada Visko.


" Nanti." Jawab Visko singkat, Marisa tersenyum lalu mengecup sekilas pipi Visko, membuat Visko sedikit kesal dengan sikap seenaknya Marisa.


" Sebentar ya sayang." Pamit Marisa yang akan kembali mengambilkan minum untuk Visko.


Visko masih mencari keberadaan Vlavia, sampai akhirnya dia melihat Kristan yang sedang minum tanpa adanya Vlavia di sebelahnya, Visko mengepalkan tangannya kesal, rasanya dia ingin sekali menghajar lelaki brengsek itu sekarang juga, tapi dia tidak boleh gegabah.


Visko akhirnya berjalan untuk mencari keberadaan Vlavia. Visko menyusuri beberapa toilet. Sampai akhirnya dia mendengar suara gumaman yang tidak begitu jelas, semakin mendekat semakin jelas suara itu.


Dengan segera dia mencoba untuk membuka pintu toilet yang berada di paling ujung. Tapi tidak juga bisa di buka karena sudah di kunci, membuat Visko harus menendangnya dengan sekuat tenaga. Sekali tendangan pintu itu langsung terbuka.


Betapa terkejutnya Visko melihat keadaan Vlavia di dalam toilet saat ini.


" Brengsek!!." Kesal Visko dengan penuh emosi.


Like, Comment and Vote gaes.. Di tunggu 🤗

__ADS_1


__ADS_2