
Visko menatap dalam Vlavia, membuat Vlavia semakin gugup saja, detak jantungnya yang tidak beraturan juga hatinya yang terus berdebar semakin membuat Vlavia sesak nafas rasanya, bahkan tatapan mata Visko begitu memabukan.
Vlavia mengeplkan tangannya kuat-kuat, Dia harus bisa mengendalikan dirinya agar tidak terlihat jelas oleh Visko jika Vlavia saat ini sudah begitu gugup sampai rasanya hampir pingsan.
Vlavia menghela nafasnya pelan sekali, bahkan saking pelannya sampai dia sendiri tidak mendengar hembusan nafasnya.
Vlavia mencoba memberanikan diri untuk mengusir Visko dari kamarnya.
" A.." Ucap Vlavia yang sudah terpotong karena Visko.
" Ayo.. Ikut Gue.." Ajak Visko kepada Vlavia.
Seketika membuat Vlavia terkejut, belum juga Vlavia berkata sudah di dahului oleh Visko.
" Kemana Kak..?? " Tanya Vlavia dengan pelan.
" Ikut aja.." Jawab Visko singkat, membuat Vlavia mau tidak mau mengangguk.
" Gue tunggu di bawah.." Sambung Visko yang lagi-lagi di angguki oleh Vlavia.
Visko menuju ke bawah. Di ruang tamu tampak Daddy dan Mommy Selena yang masih duduk di ruang tengah. Kedatangan Visko seketika membuat Om Albert menoleh ke arahanya.
" Mom.. Aku mau ngajak Vlavia untuk temani aku makan di luar..." Ucap Visko kepada Mommy Selena, membuat kedua Orang Tua paruh baya itu cukup terkejut.
Visko meminta ijin hanya kepada Mommy Selena meskipun ada Daddynya di ruangan itu, tau dengan situasi yang memang masih sedikit tegang, membuat Mommy Selena menggenggam tangan suaminya, Mommy Selena tidak ingin suaminya terus memarahi Visko.
" Iya Nak.. Mommy titip Vlavia ya.." Jawab Mommy Selena dengan senyum cantiknya, yang di jawab Visko dengan menganggukan kepala.
Tidak lama Vlavia turun menghampiri mereka, Vlavia juga belum tau Visko akan mengajaknya kemana.
Vlavai melirik ke arah Visko, Dia belum tau jika Visko sudah meminta ijin kepada Mommy Selena, sungguh saat ini mereka terlihat bukan seperti Kakak beradik yang akan meminta ijin kepada Orang Tuanya untuk makan malam, melainkan seperti orang pacaran yang meminta ijin kepada orang tua si cewek untuk keluar.
Sedangkan sedari tadi Om Albert masih dalam diamnya.
" Ayo.. Dek.." Ajak Visko yang sukses membuat Vlavia terkejut.
Pasalnya Visko memanggilnya dengan sebutan " Dek " lagi, dan itu terdengar aneh untuk Vlavia.
Vlavia menoleh ke arah Mommy Selena dan Om Albert yang masih duduk, mereka mengangguk membuat Vlavia semakin bingung saja.
" Kalian hati-hati ya.. Jangan terlalu malam pulangnya.." Suruh Mommy Selena membuat Vlavia semakin terkejut.
__ADS_1
" Mom.. Ini aku sama Kak Visko mau kemana..?? " Tanya Vlavia dengan polosnya.
" Lho kamu lupa Dek..?? Aku ngajak Kamu buat temani makan malam, kalau kamu mau makan lagi ya nggak apa, ayo.. Keburu malam.." Jelas Visko yang sukses membuat Vlavia semakin bertambah bingung.
makan malam..?? batin Vlavia bingung.
Vlavia melirik ke arah Visko yang sedang tersenyum tampan ke arahnya, tapi tentu saja juga terlihat mengerikan untuk Vlavia.
" Sudah sana Vi.. Temani Kakakmu makan dulu.." Suruh Mommy Selena kepada Vlavia.
Membuat Vlavia mengangguk, setelah berpamitan kepada kedua Orang Tuanya, Vlavia segera menghampiri Visko yang sudah dulu masuk ke dalam mobilnya.
Vlavia diam berdiri di samping mobil Visko, Dia mengingat kejadian pagi tadi saat Visko menyuruhnya untuk turun di tengah jalan.
Visko yang segera tau kegundahan pada diri Vlavia langsung membukakan pintu mobil untuk Vlavia.
" Masuk.. Nggak akan Gue suruh turun lagi di tengah jalan.." Ucap Visko membuat Vlavia sedikit terkejut, tapi masih saja Vlavia berdiam diri pada tempatnya.
" Masuk atau Gue culik nanti.." Ucap Visko yang sukses langsung membuat Vlavia tersadar dan masuk ke dalam mobil Visko.
Huch...
Vlavia baru sadar, jika menuruti Visko masuk ke dalam mobilnya, maka malah Visko akan dengan mudah menculiknya, astaga... Membuat Vlavia jadi parno sendiri memikirkan hal itu.
Vlavia berusaha untuk turun dari mobil Visko. Tapi sayang Visko sudah melajukan mobilnya, bahkan cukup kencang, membuat Vlavia sampai menutup matanya karena terlalu takut.
Visko tertawa melihat tingkah Vlavia yang aneh itu, Dia tau jika Vlavia sedang ketakutan.
" Ha..ha..ha... Gue akan culik Lo.." Ucap Visko sengaja menggoda Vlavia agrar semakin takut.
Mendengar jika Visko benar-benar akan menculiknya, membuat Vlavia membuka matanya, tapi kembali Vlavia berteriak takut melihat semua yang terlihat cepat berlalu dari pandangan matanya, tentu saja karena Visko mengemudi dengan kecepatan tinggi.
" Kyaaa.. Aku takut Kak.." Ucap Vlavia jujur.
" Ha..ha..ha... Lo cemen banget sumpah.." Jawab Visko yang tidak lagi Vlavia jawab.
Vlavia sudah kembali menutup matanya, bahkan dia begitu erat memegang seatbelt agar tidak terjatuh, rasanya seperti di bawa terbang oleh Visko sekarang ini.
" Kak.. Stop... Aku mau pipis.." Teriak Vlavia seketika membuat Visko terkejut dan melalukan rem mendadak.
Sssttt....
__ADS_1
Visko mengehentikan mobilnya, lalu menatap Vlavia yang terlihat begitu lucu, rambut Vlavia sudah berantakan kemana mana, terlihat seperti gembel rasanya.
Visko tertawa terbahak, membuat Vlavia mengernyit keningnya bingung.
" Kak Visko kenapa..?? " Tanya Vlavia yang di jawab Visko dengan gelengan kepala.
" Cepetan Lo kalau mau ke kamar mandi.." Jawab Visko menyuruh Vlavia untu menuntaskan masalah kecilnya terlebih dahulu.
" Iya Kak.." Jawab Vlavia yang turun dari dalam mobil Visko.
" Vi... Sekali kali Lo ke salon.." Ucap Visko seperti menyuruh Vlavia, kembali membuat Vlavia mengernyitkan keningnya bingung.
" Sudah sana cepat.." Suruh Visko yang di angguki oleh Vlavia.
Vlavia berjalan menyusuri trotoar jalan, Visko benar-benar sembarangan menurunkan Vlavia di tengah jalan lagi, meskipun karena Vlavia yang merasa ingin buang air kecil, tapi setidaknya Visko bisa memilih tempat agar Vlavia tidak kesusahan mencari kamar mandi kecil.
Sampai akhirnya Vlavia menemukan Minimarket yang tidak begitu jauh. Vlavia meraba saku dalam celananya, masih ada uang untuk nanti membayar minuman agar tidak malu jika Vlavia ke minimarker hanya akan menumpang buang air kecil saja.
Dengan segera, Vlavia masuk ke dalam, beberapa Karyawan menyapanya dengan ramah, membuat Vlavia mengangguk sambil tersenyum, tentu saja karena dia juga begitu ramah.
Vlavia mengambil sebotol minuman di dalam lemari pendingin, lalu dengan sedikit ragu dia membawanya ke dalam kasir.
" Owh.. Ya Mbak.. Kamar mandinya di mana ya..?? " Tanya Vlavia kepada kasir Minimarker tersebut.
" Di sana Kakak.." Jawab kasir itu sopan.
Vlavia mengangguk, lalu segera berlalu menuju kamar mandi, sudah cukup lama juga Vlavia menahannya, dengan segera Vlavia masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai, Vlavia berkaca pada cermin yang terpasang di kamar mandi, betapa terkejutnya dia melihat penampilannya yang acak acakan, bahkan rambutnya terlihat seperti akar kemana mana.
" Astaga...." Gumam Vlavia menyadari jika Visko tadi menertawainya.
Dengan segera Vlavia merapihkan rambutnya dengan air, setelah di rasa sudah cukup rapih kembali, Vlavia keluar dari dalam kamar mandi.
Betapa terkejutnya Vlavia melihat seseorang yang sedang berdiri di depan kasir.
Kira kira siapa gaes yang berdiri di depan kasir..?? Siapa hayo... Di tunggu next ceritanya ya..
Jangan Lupa juga Like, Commenr and Vote
Big Thanks...
__ADS_1