My Naughty Brother

My Naughty Brother
Vlavia ketemu


__ADS_3

Visko menuju kamar mandi di mana tadi dia meninggalkan Vlavia untuk bersembunyi. Tapi pintu kamar mandi tidak bisa di buka pertanda jika Vlavia masih berada di dalam.


Dengan segera Visko memanggil Vlavia dengan suara pelan, khawatir jika nanti kedia sahabatnya membuntutinya ke kamar mandi. Meskpun itu hanya pikiran parno Visko saja.


" Vi buka, ini Gue." Panggil Visko yang tidak tau jika Vlavia sudah keluar dari persembunyiannya.


Tidak ada jawaban dari Vlavia, membuat Visko sedikit gusar dan juga kesal.


Tok....


Tok....


Tok....


" Vi, buka!." Seru Visko tidak sabar.


Tidak lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan betapa terkejutnya Visko melihat jika yang keluar bukanlah Vlavia melainkan seorang wanira yang Visko sendiri tidak tau siapa.


Visko semakin kesal, Vlavia sudah berani kabur darinya, bahkan tanpa di ketahui olehnya, tapi bagaimana caranya Vlavia kabur? Atau jangan-jangan suara bersin yang tadi itu benar suara Vlavia. Astaga... Visko sudah kehilangan gadis cilik nakal itu. Pikir Visko kesal.


Dengan segera Visko kembali menuju ke depan untuk pamit kepada kedua sahabatnya karena harus mencari keberadaan Vlavia.


Melihat muka tampan Visko merah yang seperti menahan amarah, membuat Harry dan Dendry bingung. Mereka tau memang ada yang di sembunyikan oleh Visko.


" Lo kenapa sih?." Tanya Dendry kepada Visko yang sudah mengambil beberapa ponsel di mejanya tadi.


" Gue mau cabut, ada urusan." Jawab Visko sembari pergi.


" Kita tunggi di apartemen!." Seru Harry yang di jawab Visko dengan mengacungkan jempolnya.


Sedangkan di depan caffe. Kini Vlavia sedang duduk menunggu kedatangan Visko. Tadi Vlavia menolak ajakan Kristan untuk pergi dari caffe itu. Vlavia memilih untuk menunggu di sebelah mobil Visko. Karena akan semakin rumit jika Vlavia pulang tanpa adanya seorang Visko atau dengan lelaki lain.


Dengan berjalan terburu-buru, Visko melihat Vlavia yang sedang berdiri tepat di sebelah mobilnya. Melihat Vlavia membuat Visko sedikit lega tapi juga dengan perasaan yang kesal.


" Masuk!." Suruh Visko kepada Vlavia.


Vlavia mengangguk, dia juga menurut apa yang di katakan oleh Visko. Tanpa menunggu lama lagi Visko menancapkan gas mobilnya meninggalkan caffe yang tadi hampir membuatnya kehilangan gadis kecilnya.


" Kenapa bisa Lo tadi di depan?." Tanya Visko mulai curiga dengan Vlavia.

__ADS_1


" Tadi aku nggak tahan Kak berada di kamar mandi, terlalu pengap." Jawab Vlavia berbohong.


Visko tersenyum, rupanya Vlavia sedikit banyak tingkah juga dengan mengatakan pengap ketika berada di kamar mandi. Bukannya tadi dia baik-baik saja ketika berdua dengan Visko di dalam kamar mandi.


Visko melirik Vlavia dengan senyum smirknya.


" Lo nggak betah di dalam sana tadi tanpa Gue?." Tanya Visko membuat Vlavia menoleh ke arah Visko dengan terkejut.


" Ah... Tidak Kak, tidak...." Jawab Vlavia dengan gugup.


Bagaimana bisa Visko berkata seperti itu kepadanya, lelaki tampan memang selalu punya cara untuk menyudutkan wanita, pikir Vlavia.


" Kalau Lo betah kenapa Lo pergi?." Tanya Visko benar-benar menyudutkan Vlavia.


Vlavia tidak mungkin bilang jika tadi Kristan yang membantunya ke luar, tapi dia juga bingung harus menjelaskan bagaimana dengan Visko.


" Lo nggak pinter bohong." Ucap Visko membuat Vlavia menatap Visko tidak percaya.


Vlavia terdiam, apa yang Visko katakan memanglah benar, dia memang tidak pintar dalam hal berbohong, tapi Vlavia juga tidak mungkin mengatakan kebenarannya dengan Visko.


" Kalau sampai Lo bertingkah lagi Gue bakal...hukum Lo." Ucap Visko membuat Vlavia mengangguk.


Sampai akhirnya mobil Visko sampai di depan rumah megah dengan halaman yang luas. Mobil Visko berhenti tepat di depan pintu. Dengan segera Vlavia turun, tapi sebelum turun Visko mencegah tangannya.


" Ada apa Kak?." Tanya Vlavia ragu.


" Thanks." Ucap Visko membuat Vlavia menautkan alisnya bingung.


Untuk apa Visko berterimakasih padanya, Vlavia tidak tau.


" Untuk apa Kak?." Tanya Vlavia pelan.


" Bukan apa-apa, lupakan." Jawab Visko dengan nada kesal.


Valvia memang begitu cantik, tapi semakin ke sini Visko tau, jika Vlavia tidak mudah tanggap karena masih begitu polos.


Vlavia mengangguk, meskipun sebenarnya dia masih bingung maksud dari perkataan Visko tadi.


Visko dan Vlavia masuk ke dalam rumah. Di ruang tamu Mommy Selena menyambut kedatangan mereka tanpa adanya Om Albert yang sedang sibuk di ruang kerjanya.

__ADS_1


" Kalian udah pulang?." Tanya Mommy Selena kepada kedua anaknya.


" Iya Mom." Jawab Vlavia singkat juga dengan senyuman manisnya.


Sedangkan Visko hanya mengangguk memberi jawaban.


" Vi naik dulu ya Mom." Pamit Vlavia kepada Mommy Selena.


Mommy Selena mengangguk, lalu menatap Visko yang masih berdiri di depannya.


" Kamu nggak istirahat Nak?." Tanya Mommy Selena kepada Visko.


" Aku langsung pulang saja Mom." Jawab Visko kepada Mommy Selena.


" Nggak nginep aja Nak? kamu nggak capek?." Tanya Mommy Selena penuh perhatian kepada Visko.


Visko menggeleng, lalu dia pamit untuk pulang ke apartemennya. Mommy Selena tidak lagi mencegah Visko, karena dia tau, Visko tidak suka di atur tapi Visko juga butuh kasih sayang, dan Momy Selena akan berusaha akan hal itu, untuk membuat keluarga ini menjadi keluarga yang utuh bahagia meskipun mereka bukan sedarah.


Visko membuka pintu apartemennya. Dan benar saja kedua sahabatnya sudah berada di dalam apartemennya. Visko menatap kedua sahabatnya kesal.


" Pulang sana." Usir Visko kepada Dendry da Harry.


" Gue nginep sini Vis, Diva nyariin Gue terus, pusing Gue." Jawab Harry kepada Visko.


Diva ialah pacar Harry, yang sekarang katanya sedang hamil dan meminta pertanggung jawaban dari Harry, tapi Harry tidak mau karena dia yakin Diva hamil bukan dengannya melainkan dengan orang lain, karena Diva yang sudah tidak lagi virgin membuat Harry yakin jika dia hanya akan menjadi kambing hitam agar ada yang mau bertanggung jawab atas anak yang sedang Diva kandung sekarang.


" Makanya jangan semua Lo masukin, pilih-pilih dikit napa Lo." Ledek Dendry kepada Harry.


" Sialan Lo, Dia terus goda Gue man." Jawab Harry tidak terima.


" Di goda yang begituan aja Lo mau, Visko yang di goda cewek seperti Marisa saja ogah." Jelas Dendry lagi.


" Visko kan memang tidak normal." Jawab Harry sekenanya, membuat Visko menatap Harry kesal.


" Sialan Lo." Jawab Visko singkat membuat Harry tertawa, sedangkan Dendry menggelengkan kepalanya.


Dendry cukup tau jika Visko sangatlah pemilih dengan wanita, Visko ingin wanita cantik yang belum pernah terjamah oleh lelaki lain, dan Visko ingin menjadi yang pertama orang yang menyentuhnya.


Seperti wanita yang Visko temukan saat ini, wanita yang cantiknya alami dan juga masih begitu polos tentang percintaan, tapi sayangnya dia menjadi adik tirinya. Ntah akan seperti apa nanti kisah cinta antara Visko dan Vlavia, adik tirinya.

__ADS_1


Mereka saling mengagumi satu sama lain, tapi setatu mereka saat ini yang membuat mereka sepertinya harus lebih berjuang, atau mungkin mengikhlaskan semuanya.


__ADS_2