
Vlavia , Serin dan juga Mila duduk di kelas, mereka masih tidak menyangka dengan kejadian tadi.
Dan itu untuk yang pertama kalinya mereka membuat Marisa malu di depan teman temannya.
Sedangkan Vlavia masih tidak mengerti kenapa bisa tadi cowok tampan yang pintar berakting itu bisa muncul tiba tiba bersama kedua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Visko si Kakak tiri Vlavia.
" Vi.. Lo tadi liat muka Marisa nggak sih..?? Ha..ha..ha.. Lucu banget.." Ucap Mila sambil membayangkan wajah Marisa tadi.
Ketika Marisa ingin menampar Vlavia tapi di cegah oleh Visko, si cowok tampan yang menjadi incaran Marisa sejak lama.
" Gue nggak begitu lihat dia.." Jawab Vlavia jujur.
" Berati Lo liatin Kak Visko ya....?? Jujur...." Jawab Mila menggoda Vlavia.
" Ikh.. Ngaco Lo.. Nggak lah masa iya Gue berani lihat Kak Visko.." Jawab Vlavia berbohong.
" Takut kalau Lo suka ya..?? Iya sih lagian Lo kan udah ada Kristan Vi.." Jawab Serin yang mengira jika Vlavia dan juga Tristan ada suatu hubungan yang bukan hanya sekedar teman.
" Nggak.. Kalian salah paham.. Gue nggak ada apa apa sama Kak Kristan.. Kita juga baru kenal kok.." Jelas Vlavia kepada kedua temannya.
" Iya.. Nggak ada apa apa tapi udah berangkat bareng.." Goda Mila lagi.
Membuat mereka akhirnya tertawa, sedangkan Vlavia hanha tersenyum tipis, memang tidak ada salahnnya jika Dia dan Kristan menjalin hubungan lebih dari sekedar teman.
Tapi Vlavia harus mengerti lebih jauh dulu bagaimana Kristan sebenarnya, bisa saja Kristan sudah mempunyai kekasih dan itu tidak akan baik jika Vlavia sampai mempunyai rasa untuknya.
Sampai akhirnya tiba saatnya untuk pulang, Vlavia masih duduk di bangkunya dengan rasa bingung, jujur saja Dia begitu bingung dengan perkataan Visko tadi pagi, apakah Vlavia benar benar harus menurutinya untuk pulang bersama atau ini hanya akal akalan Visko saja untuk mengerjainya lagi.
" Vi... Ayo pulang..." Ajak Serin mengagetkan Vlavia yang masih dengan lamunannya.
" Eh.. Iya..." Jawab Vlavia gugup.
" Lo pulang bareng Gue aja Vi.. Mobil Lo mogok kan...??? " Tawar Serin kepada Vlavia.
Vlavia mengigigit bibirnya, dia bingung harus menjawab apa pertanyaan Serin, tapi jujur saja dia lebih ingin pulang dengan Serin ketimbang menunggu Visko yang malah membuatnya was was tidak tenang.
" Ngrepotin.." Jawab Vlavia merasa tidak enak.
" Apaan sih..?? Nggak lah.. Kita kan sekarang teman.. Udah ayo.. Gue anterin.." Ajak Serin yang langsung menarik tangan Vlavia.
__ADS_1
Membuat Vlavia mau tidak mau akhirnya menurut apa yang di katakan oleh Serin, dan tentu saja ini bisa menjadi kesempatan untuknya agar tidak pulang dengan Visko.
Tapi saat Vlavia akan masuk kedalam mobil Serin, tiba tiba ponselnye berbunyi, tentu saja itu pesan dari Visko yang sebenarnya tadi melihat Vlavia yang ingin pulang dengan Serin.
Astaga.. Visko ini tanpa terlihat selalu saja muncul tiba tiba, ntah itu secara nyata atau lewat ponsel seperti sekarang ini.
visko
Pulang bareng Gue.
Itu pesan singkat yang Visko kirimkan untuk Vlavia, seketika membuat Vlavia mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil Serin.
" Rin..." Ucap Vlavia pelan karena merasa tidak enak.
" Hmm...?? Kenapa masih di situ..?? Ayo masuk Vi.." Ajak Serin melihat keberadaan Vlavia yang masih berdiri di depan pintu mobil.
Kembalu Vlavia bingung harus bagaimana, sungguh Vlavia merasa tidak enak jika menolak ajakan Serin.
" Vi.. Masuk aja.. Gue duluan ya.." Pamit Mila yang sudah melajukan mobilnya.
Vlavia dan Serin mengangguk, mereka juga melambaikan tangan ke arah Mila.
" Ayo... Vi.. Tunggu apa lagi.." Ajak Serin sekali lagi.
Yang akhirnya membuat Vlavia tersenyum dan masuk kedalam mobil Serin, biarkan saja Visko akan marah padanya, toh Vlavia juga tidak berjanji untuk pulang bersamanya.
Vlavia juga mematikan ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi, Visko yang menghubunginya terus menerus.
Vlavia juga yakin jika Visko mengajaknya pulang bersama untuk mengerjainya lagi seperti tadi pagi.
oke vi.. bairkan saja dia... Batin Vlavia kepada dirinya sendiri.
Mobil Serin akhirnya berjalan meninggalkan parkiran kampus, membuat Visko yang sedari tadi melihat Vlavia di dalam mobilnya tersenyum tipis.
" Lihat nanti.. Loe akan tau akibatnya udah nolak ajakan Gue.." Gumam Visko yang juga melajukan mobilnya.
Visko memutuskan utuk pulang ke apartemen, dia akan memberi ketenangan terlebih dahulu sebelum benar- benar memberi Vlavia pelajaran.
Visko belum pernah di tolak bahkan dia sendiri malah yang sering menolak, tapi Vlavia gadis kecil kemarin yang datang ke kehidupannya sebagai adiknya sudah berani menolak ajakannya, dan itu sukses membuat Visko semakin ingin mengasih Vlavia pelajaran.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain, mobil Serin sudah terparkir di depan rumah mewah Om Albert, tentu saja rumah yang menjadi tempat tinggal Vlavia sekarang ini.
" Ini rumah Lo..?? " Tanya Serin yang melihat rumah Vlavia begitu megah, tapi jujur itu sangat jauh dari penampilan Vlavia yang masih terlihat biasa di banding dengan rumah mewah di depannya ini.
Padahal Vlavia juga sudah sedikit merubah penampilannya, meskipun hanya sedikit tapi itu sudah cukup membuat Vlavia begitu cantik dan Marisa kelabakan karena merasa tersaing dengan Vlavia.
Jika saja Marisa tau jika Vlavia anak orang kaya raya seperti ini, sudah dipastikan Vlavia akan di suruh untuk masuk ke dalam gangnya.
Tapi beruntung Serin lebih dulu mengenal Vlavia, jadi Vlavia tidak sampai terjerumus kepergaulan yang begitu bebas seperti Marisa dan teman temannya.
" Masuk dulu yuk.." Ajak Vlavia kepada Serin.
" Nggak deh lain kali aja Gue mampir ya.. Udah sore juga.." Jawab Serin menolak.
" Ya udah.. Thanks ya Rin udah nganter Gue.. Lain kali mampir lho...." Ucap Vlavia yang diangguki oleh Serin dengan senyumannya.
" Siap.. Duluan ya Vi..." Pamit Serin yang langsung melajukan mobilnya pergi.
Sedangkan Vlavia masuk kedalam rumahnya, dia merasa cukup lega karena tidak jadi pulang bersama Visko.
Vlavia masuk kedalam rumahnya, tapi tidak melihat keberadaan Mommynya.
" Kemana Mommy ya..?? "Gumam Vlavia sambil mencari cari keberadaan Mommynya.
" Bi... Mommy dimana ya..?? " Tanya Vlavia melihat asisten rumah tangganya.
" Eh Non Vi udah pulang... Ibu sedang ke Kantor Bapak Non.." Jawab asisten rumah tangga membuat Vlavia mengangguk.
Vlavia berjalan ke atas untuk menuju kamarnya, sampai di atas, sekilas dia melirik ke arah kamar Visko, membuatnya menghela nafasnya.
Lalu dengan segera Vlavia masuk ke dalam kamarnya, berbaring di ranjangnya tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu.
Kembali mengingat perlakuan Visko, membuat Vlavia geleng geleng sendiri, Vlavia mengambil ponselnya yang berada di tasnya tadi.
Vlavia kembali menyalakan ponselnya, tidak ada pesan lagi yang Visko kirimkan, membuat Vlavia bernafas lega, mungkin Visko tidak akan mempermasalahkan pikir Vlavia.
Sedangkan Visko di kamar apartemennya sedang tersenyum miring, dia juga membawa sebotol wine di tangannya.
" Vi... Lo akan tau akibatnya.." Gumam Visko lagi dengan senyum smirknya, juga dengan keadaan yang mulai fly.
__ADS_1