
Setelah pulang kuliah Serin dan Mila langsung pulang ke rumah Vlavia. Mereka akan menginap di rumah Vlavia seperti yang sudah mereka bicaraka tadi di kampus. Tidak hentinya Mila terus berceloteh tentang dirinya yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Kakak Vlavia.
Berbeda dari Mila yang sedang sangat semangat, Vlavia justru kebingungan sendiri karena sedari tadi Visko terus menghubunginya untuk bertemu, Vlavia tadi tidak menemui Visko terlebih dahulu sebelum pulang. Jelas itu akan menjadi masalah sendiri untuk Vlavia nanti.
" Vi Kakak Lo di rumah kan?." Tanya Mila seraya memoleskan sedikit make up di wajahnya.
" Eh... Mungkin Mil." Jawab Vlavia seraya mengangguk pelan, Vlavia bingung untuk menjawab, mau menjelaskan sekarang juga bukan waktu yang tepat.
" Mil Lo jangan berharap lebih deh untuk ketemu Kakaknya Vi, dia itu pasti sibuk, kata Vi juga jarang di rumah, ia kan Vi?." Jelas Serin berusaha membantu Vlavia agar Mila tidak terus meminta untuk bertemu Kakak khayalan Vlavia.
Vlavia mengangguk seraya tersenyum, dia tahu Serin berusaha untuk membantunya dari pertanyaan Mila.
" Ya kan kali aja sekarang lagi di rumah, kalaupun pulangnya nanti malam juga nggak masalah, Gue tetep mau ketemu, Gue bakal tungguin." Jawab Mila kekeuh pada pendiriannya.
" Serah Lo deh, udah di bilang jangan berharap lebih sama Kakaknya Vi." Jawab Serin yang hanya dapat senyuman miring dari Mila.
Mila tidak akan menurut apa yang di katakan oleh Serin, jelas karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Kakak khayalan Vlavia yang sangat tampan.
Sampai akhirnya mobil Serin memasuki pelataran rumah mewah Vlavia. Mereka segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.
Melihat Vlavia yang pulang ke rumah sebelum hari sabtu membuat Mommy Selena sedikit bingung, tetapi dia segera mengerti setelah melihat kedua teman Vlavia yang juga ikut pulang ke rumah. Mommy Selena juga ingat dengan pesan Vlavia yang memberitahukan jika kedua temannya minta untuk menginap di rumah.
" Tante." Sapa Serin dan Mila barengan.
" Duduk dulu kalian, sebentar ya Tante buatin minum." Jelas Mommy Selena yang di angguki oleh Serin dan Mila.
" Bentar ya Gue ke atas dulu." Pamit Vlavia yang dapat anggukan kepala dari kedua temannya.
Serin melihat ke sekeliling rumah Om Albert. Memang tidak ada foto Visko sama sekali, hanya ada foto anak kecil yang terlihat sangat tampan dan menggemaskan, Serin yakin jika itu foto Visko ketika masih kecil, dari wajahnya juga sudah sangat terlihat jika itu Visko kecil.
Serin kembali menatap foto dengan bingkai yang sangat besar, foto pernikahan Om Albert dan Mommy Selena, di sana juga ada foto Vlavia, hanya bertiga saja tanpa adanya Visko. Serin mengangguk pelan, dia kini cukup mengerti situasinya, mungkin Visko tidak terlalu setuju dengan pernikahan orang tua mereka, pikir Serin.
Vlavia meletakan tas di tempatnya, lalu dia mengambil baju santainya di dalam lemari. Vlavia tidak berganti baju di dalam kamar mandi. Karena sendiri dia memilih untuk berganti baju di dalam kamarnya saja.
" Hufh... Aku harus bilang apa ke Mila?." Gumamnya seraya menatap pantulan dirinya di dalam cermin.
" Bilang saja kalau kita sepasang kekasih sekarang." Ucap Visko dari balik selimut.
__ADS_1
Vlavia terkejut, dia menatap ranjang yang berada di sampingnya. Melihat keberadaan Visko yang sedang tersenyum devil ke arahnya membuat Vlavia semakin terkejut.
Vlavia terbengong mengingat jika dirinya tadi berganti pakaian di dalam kamarnya. Itu berati Visko sudah melihat apa yang Vlavia lakukan tadi.
Melihat wajah panik Vlavia membuat Visko tersenyum miring, dia suka sekali melihat Vlavia tersudutkan seperti sekarang ini, Visko bangun dari tidurnya, dia malah dengan sengaja mendekat ke arah Vlavia.
Manik mata mereka kini saling bertemu, Vlavia di situasi yang canggung dan malu, sedangkan Visko di situasi yang sangat menguntungkan.
" Kenapa Lo nggak temuin Gue tadi?,? Tanya Visko membuat Vlavia tersadar, dirinya kini sedang di sudutkan oleh Visko.
Vlavia terdiam, dia sedang berpikir untuk menjawab pertanyaan Visko, sampai akhirnya Vlavia menemukan jawaban yang ntah akan membuatnya tidak di sudutkan oleh Visko atau malay sebaliknya, dengan memberanikan diri Vlavia menjawab seraya menatap Visko kembali.
" Ka-karena aku tahu kita pasti akan bertemu di rumah." Jawab Vlavia membuat Visko tersenyum miring.
Visko semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Vlavia.
" Jadi Lo sengaja nggak nemuin Gue tadi di kampus biar kita ketemu di kamar seperti sekarang ini?," Tanya Visko sengaja mengerjai Vlavia.
Dan tentu saja Vlavia semakin di sudutkan oleh Visko jika seperti itu.
" Tidak Kak, ma-maksud aku bukan seperti itu." Jawab Vlavia gugup, tetapi kembali membuat Visko malah semakin senang.
Vlavia merutuki mulutnya yang berkata tidak benar dan semakin membuatnya di sudutkan oleh Visko, harusnya dia bilang saja jika dia tidak bisa bertemu dengan Visko tadi, atau dengan alasan lupa mungkin semua tidak akan seperti sekarang ini.
Visko tetaplah Visko, dia tidak suka di langgar janjinya, dia paling tidak suka seseorang sampai mengingkari janjinya, meskipun itu hanya sebuah pertemuan saja.
" Maksud Lo seperti ini kan?." Tanya Visko seraya menarik Vlavia ke dalam ranjangnya.
Vlavia tergeletak di ranjangnya bersama dengan Visko, mereka saling berhadapan, dan kini Visko semakin mendekat ke arah Vlavia dengan dirinya berada di atas Vlavia.
Visko menatap Vlavia dengan begitu seksama, wajah Vlavia yang sangat cantik, juga Vlavia yang masih sangat polos membuat Visko berjanji dalam dirinya jika dia tidak akan pernah melepaskan Vlavia. Dia akan mendapatkan Vlavia dengan cara apapun, meskipun harus kembali berseteru dengan Daddy nya, Kali ini Visko tidak akan mengalah, rasa ingin memiliki adik tirinya begitu besar.
Vlavia menatap wajah Visko yang berada di atasnya, jantungnya sudah melompat-lompat untuk keluar, debaran hatinya sudah tidak bisa lagi dia rasa, tegang dan gugup jelas yang Vlavia rasakan saat ini.
Vlavia tidak suka Visko selalu menyudutkannya seperti ini, tetapi ntah kenapa di perlakukan seperti itu oleh Visko membuat Vlavia tidak bisa lagi menolak, Vlavia malah memejamkan matanya sekarang, jelas apa yang di lakukan Vlavia membuat Visko tersenyum, dia tahu apa yang di minta oleh gadis cantik di depannya ini.
Visko semakin mendekatkan wajahnya, dia berniat untuk mencium Vlavia, karena memang itulah yang Vlavia minta saat ini, jika sudah memejamkan mata memangnya seorang gadis meminta untuk apa jika bukan sebuah ciuman?
__ADS_1
Semakin dekat dan hampir saja bibir mereka bersentuhan, tiba-tiba pintu kamar Vlavia di ketuk oleh seseroang.
Jelas membuat keduanya terkejut dan langsung berjauhan.
Tok...
Tok...
Tok...
" Vi, lama banget Lo, kita boleh masuk tidak?." Teriak Serin dari luar kamar Vlavia.
Vlavia menghela nafasnya lega rupanya Serin yang datang, tetapi dia kembali menatap Visko yang sedang berada di sampingnya membuat Vlavia kembali panik.
" Vi kita masuk ya!." Teriak Mila yang ternyata datang bersama dengan Serin.
Vlavia semakin bingung, kedua temannya akan masuk ke dalam kamarnya. Jelas Vlavia bingung dengan keberadaan Visko saat ini di kamarnya.
" Gue bisa saja pergi." Ucap Visko membuat Vlavia menatap Visko tidak percaya.
" Lo nggak mau kan sampai teman-teman Lo tahu?." Tanya Visko lagi yang langsung di angguki oleh Vlavia tanpa menjawab.
Vlavia sekarang sedang panik, dia tidak bisa berpikir dengan jernih.
" Cium Gue." Suruh Visko membuat Vlavia melotot dengan apa yang Visko katakan.
" Cium Gue dan Gue akan pergi, kalau tidak mau ya sudah suruh saja teman Lo masuk gabung dengan kita di sini." Jelas Visko membuat Vlavia tidak ada pilihan lain selain mengiyakan apa yang Visko minta.
Jika berurusan dengan Visko memang tidak akan pernah menang, Vlavia selalu mengalah dan menyerah.
" Kak Visko tu-tup matanya." Ucap Vlavia membuat Visko tersenyum, Visko langsung menutup matanya.
Vlavia menghela nafasnya, tidak masalah dia yang mencium Visko, karena keadaannya memang sedang tidak memungkinkan.
Vlavia mendekatkan wajahnya ke arah Visko, karena Visko yang lebih tinggi darinya, Vlavia harus berjinjit agar bisa menyentuh bibir Visko, padahal Visko juga sudah membungkukan badannya.
Cupp
__ADS_1
Vlavia mencium bibir Visko, niatnya hanya akan sebentar saja, tetapi dengan segera Visko langsung menahan kepala Vlavia agar ciuman mereka lebih lama dan lebih dalam, jelas Vlavia terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Visko, tetapi lama-lama dia juga menikmati sentuhan bibir Visko di bibirnya, rasanya selalu nikmat sampai membuat Vlavia lupa jika kedua temannya sedang menunggu untuk di perbolehkan masuk.