
Vlavia mencoba tersenyum, tersenyum pahit, bahwa kenyataanya lelaki yang diam diam dia kagumi adalah Kakak tirinya sekarang.
Tapi Vlavia terus mencoba untuk tetap tenang, meskipun hatinya hancur, sehancur hancurnya.
Merasa ditatap oleh seseorang yang berada di sebelahnya, dengan malas Visko juga menoleh ke arah Vlavia, ke arah gadis cantik yang cukup membuatnya penasaran akhir akhir ini.
Tak jauh berbeda dengan Vlavia, Visko juga cukup terkejut, tapi dia bisa menutupi keterkejutannya dengan mencoba bersikap biasa saja.
Pandangan mata Vlavia dan Visko bertemu, tapi itu hanya sebentar karena Visko akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
Ntah kenapa dia merasa Tuhan tak adil untuknya, DaddyNya menikah lagi, dan wanita yang membuatnya penasaran tiba tiba menjadi adik tirinya.
Itu sungguh membuat Visko tak terima, meskipun pada dasarnya Visko belum menyukai Vlavia, tapi melihat Vlavia rasanya tidak sama seperti wanita yang lain.
" Mau kemana kamu..?? " Tanya Om Albert melihat Visko yang berdiri dari tempat duduknya.
" Pulang..." Jawab Visko angkuh dan berlalu begitu saja.
Om Albert tidak lagi mencegahnya, dia cukup mengerti jika memang anaknya itu sangatlah kerasa kepala.
Mommy Selena terus menggenggam tangan suaminya, dia tersenyum hangat kepada Om Albert.
" Sabar dulu.. Suatu saat nanti dia akan kembali kepada keluarganya.." Ucap Mommy Selena yang dijawab Om Albert dengan senyuman hangatnya.
" Maaf.. Maafkan aku.. Pasti ini sangat sakit untuk kamu.." Jawab Om Albert kepada Mommy Selena.
Dengan segera, Mommy Selena menggeleng, dia tidak membenarkan apa yang dikatakan oleh suaminya barusan.
" Tidak sayang.. Aku tidak pernah sakit hati, hanya butuh waktu untuk membuatnya mengerti.." Jelas Mommy Selena membuat Om Albert kembali tersenyum.
Om Albert begitu bersyukur mendapatkan istri yang begitu mengerti akan dirinya.
sedangkan Vlavia sedari tadi masih diam tanpa berkata, Vlavia tidak tau apa yang sebenanrya terjadi, dan semua yang Visko tunjukan membuatnya menyadari satu hal.
Bahwa dirinya dan MommyNya tidak diterima oleh Visko sama sekali, semakin mengingat itu membuat hati Vlavia sakit.
Sejak kepergian Mommy Visko, Visko selalu menyalahkan DaddyNya, karena kecelakaan mobil yang harus membuatnya kehilangan sang Mommy, seseorang yang begitu Visko sayangi, Visko harus mengalami kenyataan pahit bahwa MommynmNya tidak bisa diselamatkan, sedangkan DaddyNya terselamtkan.
Karena itu, Visko merasa sangat tidak adil, dan sampai sekarang masih menyalahkan jika itu karena kesalahan DaddyNya.
Mereka akhirnya makan malah hanya bertiga saja, tanpa adanya Visko yang sudah pergi terlebih dahulu.
" Vi ke kamar dulu Dad.. Mom.." Pamit Vlavia kepada kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Vi... Maafkan sikap Visko tadi.." Ucap Om Albert, yang dijawab Vlavia dengan senyum dan anggukan kepala.
Mendengar nama Visko, membuatnya mengingat jika yang teman teman kampusnya gilai adaah Visko, si cowok tampan yang ternyata sekarang menjadi Kakak tirinya.
Vlavia masuk kedalam kamarnya, setelah itu dia menangis, menangis dengan keadaan saat ini.
Kenapa dia harus menjadi Kakaknya..??
Kenapa dia tidak bisa menerima Mom yang dengan tulus mencintai DaddyNya..??
Sedangkan untuk dirinya, Vlavia tidak begitu memperdulikan akan diterima atau tidak oleh Visko.
Vlavia menangis, dia tidak tau harus berbuat apa untuk membuat hati MommyNya bahagia, tidak merasa sakit oleh Visko yang secara langsung menolak MommyNya sebagai Ibu sambungNya sekarang.
Huuuuchhh...
Vlavia menatap dirinya dicermin, mengingat lagi apa yang dikatakan oleh kedua temannya, untuk sedikit merubah penampilannya.
Dengan penuh semangat, Vlavia mencari cari di ponselnya, beberapa pakaian dan juga tatanan rambut yang membuatnya akan semakin terlihat cantik dan juga fresh.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ditempat lain, Visko sedang duduk sambil menikmati alunan musik dan juga sexy dance yang sedang berlenggok lenggok didepannya.
Tangannya terus menggenggam gelas yang sudah terisi dengan minuman memabukan itu.
Dendry dan Harry saling pandang, kemudian dengan segera mereka menghampiri Visko yang sudah sedikit mabuk.
" Man.. Lo kenapa..?? " Tanya Harry khawatir melihat keadaan Visko di depannya.
Visko menyunggingkan senyumnya, lalu meneguk minuman haram itu lagi.
" Gue benci sama Daddy, kenapa dia harus jadiin gadis itu adek Gue..!!! " Jawab Visko dengan nada biacara yang tak jelas.
Tentu saja karena pengaruh alkohol, membuat Harry dan Dendry saling pandang lagi dengan bingung.
" Gadis..?? Gadis yang mana..?? " Tanya Harry kepada Visko.
" Mahasiswi baru.. Yang melihat kalian sedang mengerjai dewi... Ha..ha..ha..." Jawab Visko masih nyambung tapi cara bicaranya sudah tidak beraturan.
" Sudah sebaiknya kita bawa dia ke apartemen.." Sambung Dendry yang merasa yang dikatakan oleh Visko iru tidak benar.
Mungkin Visko sedang mengigau karena efek minuman beralkohol.
__ADS_1
Dengan segera Dendry dan Harry membawa Visko keluar dari tempat itu, mereka menggunakan mobil Visko untuk menuju ke apartemenNya.
Dengan kecepatan tinggi Harry melajukan mobilNya, sedari tadi di dalam perjalanan Visko terus mengoceh tak jelas, memaki maki DaddyNya.
Tetapi, baik Harry maupun Dendry tidak mempermasalahkan hal itu, dia cukup mengerti kemelut rumah tanggan Visko, terutama perang dingin antara Visko dan DaddyNya.
Setelah susah payah membawa Visko menuju apartemennya, mereka membaringkan Visko diranjangnya.
Visko masih terus meracau tidak jelas, membuat Harry dan Dendry merasa tidka tega jika harus meninggalkannya sendiri.
Membuat keduanya akhirnya memutuskan untuk menginap di apartemen Visko, apartemen yang cukup luas dan mewah tentunya.
Tidak akan terasa sempit jika sepuluh orang yang menginapun disana.
" Dadd.... Daddy jahat..." Gumam Visko dan akhirnya tertidur.
Hufh...
Dendry menghembuskan nafas panjangnya, dia merasa kasihan dengan apa yang menimpa Visko, meskipun mempunya wajah yang tampan dan harta berlimpah tetapi kehidupannya jauh dari kata kebahagiaan.
" Gue rasa.. Ada yang nggak beres.." Ucap Dendry kepada Harry.
Harry mengernyitkan keningnya bingung.
" Tentang gadis yang Visko katakan.." Jelas Dendry lagi.
" Oh.. Ayolah man.. Itu karena Visko lagi mabuk... Mana pernah sih dia berbicara tentang gadis.. Hmm..?? " Jawab Harry kepada Dendry.
" Justru itu... Selama ini Visko hanya main main sama mereka, tidak pernah sampai begitu mengusik pikirannya.. Gue rasa ada sesuatu.." Jelas Dendry lagi.
Membuat Harry juga ikut berfikir.
" Apa jangan jangan..." Ucap mereka bersamaan.
Mereka menatap Visko yang kini sudah tertidur dengan lelapnya, bahkan terdengar suara dengkuran dariNya.
" Ini bakal keren..." Ucap Dendry yang diangguki oleh Harry.
" Kita lihat besok.. Seperti apa gadis itu.." Sambung Harry juga.
Dendry dan Harry sudah bisa menebak, jika gadis yang Visko maksud sudah pasti adik tirinya, dan Dendry juga teringat dengan adiknya yang pernah mengatakan, jika yang menjadi adik tiri Visko saat ini sangatlah cantik.
Itu membuat keduanya ingin mengerti seperti apa bentuk rupa dari adik tiri Visko.
__ADS_1
Jangan Lupa buat Like, Comment dan Vote ya Kak..
Big Thanks.. ππππ