My Naughty Brother

My Naughty Brother
Curiga


__ADS_3

Serin dan Mila mengajak Vlavia ke rumah Mila. Mereka akan mengajari Vlavia cara menggunakan rmake up di rumah Mila. Karena tadi sebelum ketika masih di rumah Om Albert Vlavia memang meminta untuk ke rumah Mila saja.


Jelas karena Vlavia takut jika semuanya sampai terbongkar sekarang, Vlavia belumlah siap untuk menjelaskan kepada kedua temannya.


" Vi, jadi Kak Visko temannya Kakak Lo?." Tanya Mila lagi yang kini duduk di sebelah Vlavia.


Sedangkan Serin sedang sibuk mendandani Vlavia seraya menjelaskan nama make up dan kegunaannya.


" Iya." Jawab Vlavia sedikit canggung, jelas Vlavia canggung, dia tidak begitu pandai mengarang cerita seperti Visko.


" Berati Lo sering dong liat Kak Visko ke rumah Lo?." Tanya Mila lagi yang hanya mendapat cengiran dari Vlavia.


" Kok Lo kalau di kampus seperti tidak mengenal Kak Visko Vi?." Tanya Serin yang sedari tadi diam dan menyimak percakapan di antara Vlavia dan Mila.


" Emm... Itu karena memang Gue nggak terlalu deket sama temen-temen Kakak Gue." Jawab Vlavia yang membuat Mila mengangguk.


Begitu juga dengan Serin yang juga ikut mengangguk meskipun dalam hatinya masih ada sedikit kecurigaan di antara Vlavia dan Visko.


" Pokoknya Lo harus kenalin Kakak Lo ke kita ya Vi." Ancam Mila yang hanya mendapat anggukan kepala dari Vlavia.


Tiba-tiba ponsel Vlavia berbunyi, setelah melihat siapa yang menghubunginya, Vlavia sedikit terkejut, begitu juga dengan Mila yang juga terkejut dan heboh sendiri menyuruh Vlavia untuk mengangkat sambungan telepon Kristan.


" Cepetan angkat Vi." Suruh Mila yang membuat Vlavia tersenyum.


Vlavia sebenarnya enggan untuk mengangkat telepon Kristan, sejak kedua orang tua mereka berencana untuk menjdohkan mereka, Vlavia seakan enggan untuk bertemu atau berbicara dengan Kristan.


Vlavia sengaja menghindar dari Kristan agar perjodohan ini tidak terjadi.


Vlavia menghela nafasnya kasar, wajahnya kini berubah sedikit muram setelah mendapat panggilan telepon dari Kristan.


" Kenap Vi?." Tanya Serin penasaran dengan raut wajah Vlavia saat ini.


" Tidak papa." Jawab Vlavia seraya menggelengkan kepalanya lesu.


" Kok Lo aneh setelah di telepon Kristan?." Tanya Serin menyelidik.


" Iya Vi, kok Lo jadi lesu gini? Bukannya Kristan itu energi buat Lo ya?." Tanya Mila seraya tersenyum jail.


Vlavia menatap kedua temannya, lalu kembali dia mendesah kesal.


Tadi Kristan menelpon dan mengajak Vlavia untuk makan malam di rumahnya. Itu atas permintaan Mamahnya Kristan, Vlavia ingin menolak tetapi dia tidak tega setelah tadi Mamahnya Kristan sendiri yang memintanya untuk makan malam di rumahnya. Meksipun lewat sambungan telepon tetapi Vlavia merasa tidak sopan jika menolak ajakan Mamah Kristan.


" Sebenarnya Gue." Ucap Vlavia menggantung membuat Serin dan Mila semakin penasaran.


" Apa Vi?." Tanya Mila sudah tidak sabar ingin mendengar penjelasan Vlavia.


" Gue di ajak Kak Kristan buat makan malam di rumahnya." Jelas Vlavia dengan nada pelan.

__ADS_1


Tetapi mampu di dengar oleh kedua temannya dengan jelas.


" What? Serius Lo?." Tanya Mila begitu terkejut.


Serin juga terkejut tetapi dia tidak seheboh Mila yang sampai menggelengkan kepalanya seraya menutup mulutnya tidak percaya.


" Kapan Vi?." Tanya Serin kepada Vlavia yang kini pandangannya kosong ke depan.


" Nanti malam." Jawab Vlavia dengan muka yang benar-benar muram.


" Dih... Aneh Lo di ajakin makan malam di rumah cowok yang Lo suka malah muram gitu?." Cibir Mila seraya tertawa.


" Atau ada seseorang yang Lo suka Vi selain Kristan?." Tanya Serin menyelidik.


Vlavia langsung menggeleng cepat.


" Tidak, mana mungkin Gue suka sama cowok lain, kalian tahu sendiri kan Gue susah bergaul sama seseorang?." Jawab Vlavia mengelak apa yang di tuduhkan Serin kepada dirinya.


Padahal dalam hatinya memang benar apa yang di katakan oleh Serin, Vlavia menyukai cowok lain yang sekarang menjadi Kakak tirinya, meskipun dia sendiri belum yakin dengan perasaannya, tetapi dekat dengan Visko yang selalu Vlavia inginkan, meskipun Vlavia juga sadar jika perasaannya untuk Visko sangatlah salah.


" Ya udah kalau gitu kita akan bikin Lo makin cantik Vi, dan malam ini Mamahnya Kristan akan meminta Lo buat jadi mantunya." Jelas Mila yang membuat Vlavia terkejut.


Tanpa Vlavia di rubah menjadi semakin cantik juga Mamahnya Kristan sudah meminta Vlavia untuk menjadi calon mantunya.


Vlavia malah ingin mencari alasan agar makan malam bersama di rumah Kristan tidak terjadi. Tetapi rasanya mustahil karena dia tidak mempunyai alasan apapun untuk itu, terlebih dia juga merasa tidak enak dengan Mamahnya Kristan, kalau hanya makan malam saja mungkin tidak apa, yang terpenting jangan sampai membicarakan masalah perjodohan.


" Ternyata ini yang namanya Vlavia Carallo." Gumam Mila seraya menatap Vlavia dengan takjub.


" Kenapa? Gue aneh ya pakai make up?." Tanya Vlavia tidak percaya dengan dirinya.


Serin dan Mila menggeleng, mereka malah menyuruh Vlavia untuk menghadap ke kaca besar yang berada di kamar Mila.


" Lihat depan cermin sekarang." Bisik Serin di telinga Vlavia.


Valvia melihat pantulan dirinya di depan cermin, dia tersenyum tidak menyangka dengan wajahnya yang begitu berubah menjadi semakin cantik, ini seperti ketika pernikahan Mommy nya dengan Om Albert waktu itu.


" Makasih banyak." Ucap Vlavia kepada kedua temannya yang sedang menganggukan kepalanya.


" Vi Gue pengen Lo tunjukin jati diri Lo sekarang, Lo harus jadi Vlavia yant cantik dan pemberani oke?." Ucap Mila yang di angguki oleh Vlavia.


" Dan ingat jangan sembunyiin apapun dari kita, sekarang Gue sama Mila sahabat Lo Vi, meskipun pertemuan kita masih singkat tetapi kita tulus ingin jadi sahabat Lo." Jelas Serin yang di angguki oleh Vlavia.


Melihat ketulusan Serin dan Mila membuat Vlavia sedikit merasa bersalah, Vlavia berjanji secepatnya akan mengatakan yang sebenarnya kepada kedua temannya.


" Janji ya kita sekarang sahabat." Ucap Mila yang di angguki oleh Vlavia dengan mata berkaca.


" Janji." Jawab Vlavia lalu mereka berpelukan bersama.

__ADS_1


Vlavia tidak pernah menemukan teman sebaik mereka, dulu di sekolah Vlavia sering sekali di bully oleh teman-teman kelasnya. Karena banyak sekali siswi yang tidak menyukai dirinya.


Vlavia memang cantik, tetapi sayang dia tidak pemberani, Serin dan Mila ingin membuat Vlavia menjadi lebih berani lagi sekarang.


" Jangan nangis dong, nanti luntur make up Lo." Ucap Mila melihat air mata Vlavia yang sudah mengalir di pipinya.


" Gue nggak bisa." Jawab Vlavia lirih.


" Cengeng Lo." Cibir Mila membuat mereka tertawa.


Sampai akhirnya ponsel Vlavia kembali berdering, tetapi bukan Kristan yang menelponnya lagi melainkan Visko.


Melihat nama Visko yang tertera di layar ponselnya membuat Vlavia buru-buru mematikannya, Vlavia takut jika kedua temannya curiga dengannya.


Tetapi sayang sekali, Visko kembali berusaha untuk menelponnya, membuat Vlavia mau tidak mau mengangkatnya.


" Gue di depan rumah temen Lo, cepetan keluar." Ucap Visko dari sebrang telepon.


Sontak saja apa yang di katakan oleh Visko membuat Vlavia terkejut, bahkan dirinya tadi belum sempat mengatakan sepatah katapun kepada Visko.


" Kenapa Vi?." Tanya Mila melihat raut wajah Vlavia yang berubah tegang sekarang.


" Gue cabut dulu ya sekarang, Gue harus pergi." Pamit Vlavia begitu terburu-buru.


" Kristan udah jemput Lo Vi?." Tanya Serin kepada Vlavia yang sedang mengemas barang-barangnya di kamar Mila.


" Iya, Gue jalan dulu ya." Pamit Vlavia lagi kepada kedua temannya.


Tidak ada niatan untuk membohongi kedua temannya, tetapi sekarang ini bukan waktu yang tepat, di tambah Visko selalu muncul secara tiba-tiba.


" Hati-hati Vi, besok ceritain ke kita ya!!." Teriak Mila yang di angguki oleh Vlavia.


Serin menuju ke balkon kamar Mila. Dimana disana bisa melihat pelataran depan rumah Mila.


Dan benar saja Serin melihat mobil mewah yang sangat dia pahami.


" Bukannya itu mobil Kak Visko ya." Gumam Serin semakin menambah rasa curiga kepada Vlavia.


Apa hubungannya Kak Visko dengan Vlavia? Batin Serin semakin curiga setelah melihat Vlavia benar-benar masuk ke dalam mobil Visko.


Bahkan Serin sampai menggeleng tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya.


" Kenapa Ser?." Tanya Mila melihat wajah Serin yang tampak terkejut.


" Bukan apa-apa." Jawab Serin seraya tersenyum ke arah Mila.


Mila hanya mengangguk saja, karena memang dia tidak menaruh curiga sama sekali kepada Vlavia.

__ADS_1


__ADS_2