
Dengan di temani alunan musik Visko menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang dan begitu tenang, tidak seperti biasanya, dirinya akan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Suasana hatinya pagi ini sangat berbeda, terlebih saat ini seseorang yang membuatnya bahagia duduk tepat di sebelahnya.
Pagi ini Visko dan Vlavia berangkat ke Kampus bersama.Tentu saja dengan perjanjian nanti Vlavia di turunkan di belakang kampus saja agar tidak ada yang melihat. Dan Visko menyanggupi apa yang Vlavia minta, toh... Memang itu untuk kebaikan mereka saat ini.
" Ehem." Deheman Visko untuk mencairkan suasana.
Sedari tadi di antara mereka sama-sama berdiam diri, tidak ada yang berbicara, ntah kenapa suasananya menjadi canggung setelah kejadian tadi pagi.
Bahkan Vlavia sampai saat ini masih saja merasa malu karena apa yang mereka lakukan tadi malam bukanlah mimpi. Untuk memulai percakapan rasanya sangatlah kaku bibir dan tenggorokannya.
" Lo cantik Vi." Ucap Visko sengaja memuji Vlavia, selain memang apa yang di katakan olehnya benar adanya, Visko juga ingin Vlavia mengobrol dengan dirinya, bukan hanya saling diam seperti sekarang ini.
" Ma-makasih Kak." Jawab Vlavia pelan seraya tersenyum malu.
Sumpah demi apapun saat ini hati Vlavia bahagia sekali mendengar pujian dari Visko.
Visko hanya menganggukan kepalanya.
" Nanti pulang Apartemen ya." Jelas Visko yang mendapat angguka kepala dari Vlavia seraya mengulum senyum.
Visko tersenyum seraya menggeleng melihat tingkah Vlavia yang malah tidak seperti biasanya, semakin pemalu saja Vlavia saat ini.
" Kalau sudah cantik seperti sekarang ini, jangan pemalu banget Vi, kalau Lo masih pemalu dan tidak pemberani, penampilan Lo saat ini malah akan semakin membuat teman-teman Kampus Lo tidak menyukai Lo." Jelas Visko yang tidak ingin Vlavia tetap malu atau tidak percaya diri dengan penampilannya.
Visko juga ingin Vlavia menajdi pemberani di Kampusnya.
" Para bi*ch di Kampus maksud Gue, kalau cowok-cowok brengs*k mereka bisa saja menjadikan Lo umpan untuk menemani malam mereka." Jelas Visko tanpa basa-basi.
Sontak saja apa yang baru saja Visko katakan membuat Vlavia terkejut dan menggeleng, Vlavia belum begitu berani memang mengambil sikap tegas dengan perubahan dirinya agar lebih berani lagi dan tidak begitu pemalu.
Vlavia menghela nafasnya dalam, dia bertekad untuk menjadi gadis pemberani agar tidak ada yang
berani menindas atau mempermainkannya.
" Nggak usah di pikirin, Lo hanya perlu jadi cewek yang pemberani, cantik saja tidak cukup Vi." Jelas Visko lagi.
" Aku akan berusaha lebih berani lagi Kak, dengan siapapun itu." Jawab Vlavia mantab, tetapi cukup membuat Visko sedikit terkejut.
" Dengan siapapun itu?." Tanya Visko yang di angguki langsung oleh Vlavia.
__ADS_1
" Termasuk Gue?." Tanya Visko yang kembali di jawab Vlavia dengan menganggukan kepalanya.
" Astaga..." Gumam Visko seraya menarik rambutnya.
Ssstttt... Visko menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Visko menatap Vlavia lekat, begitu juga dengan Vlavia yang menatap dirinya dengan pertanyaan.
" Kenapa berhenti Kak?." Tanya Vlavia polos.
Vlavia tidak begitu memahami apa yang tergambarkan dari wajah Visko saat ini, mungkin karena sedari tadi dia terus memikirkan kejadian tadi pagi dan apa yang harus di lakukannya setelah merubah penampilannya saat ini.
Cupp
Tanpa kata, Visko langsung mengecup bibir Vlavia, bahkan Visko sengaja memperdalam permainan bibirnya, sampai membuat Vlavia terkejut tetapi juga menikmati apa yang Visko lakukan kepadanya.
Setelah di rasa cukup, Visko melepaskan pag*tan bibirnya, dia menatap Vlavia dengan lekat.
" Lo boleh berani dengan siapapun di kampus, kecuali Gue, mengerti?." Ucap Visko membuat Vlavia mengangguk dengan malu.
Visko tersenyum seraya mengusap pipi Vlavia lembut, lalu kembali melajukan mobilnya menuju ke Kampus.
Setelah di rasa keadaannya cukup aman, Vlavia bersiap untuk turun dari mobil Visko.
" Have a nice day." Ucap Visko tersenyum tampan ke arah Vlavia.
Vlavia tersenyum malu, lalu dia menjawab apa yang Visko ucapkan baru saja.
" Kak Visko juga." Jawab Vlavia seraya turun dan langsung pergi meninggalkan mobil Visko.
Tentunya sebelum Visko melihat semburat merah di kedua pipinya karena menahan rasa bahagia atas apa yang di katakan oleh Visko.
Visko tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat kepergian Vlavia, dia juga merasa dirinya menjadi aneh jika sedang dekat dengan Vlavia, lalu kembali melajukan mobilnya menuju depan Kampus mereka.
Seperti yang sudah Visko dan kedua temannya katakan. Vlavia menjadi pusat perhatian teman-teman Kampusnya. Tentu saja karena penampilannya yang teramat cantik hari ini.
Bahkan Bobi si budak cintanya Marisa juga sampai melongo melihat perubahan pada diri seorang Vlavia.
" Gila... Saingan Marisa dia." Gumam Bobi masih dengan matanya mengamati Vlavia yang sedang berjalan.
Vlavia gugup di lihat oleh banyak teman-teman Kampusnya. Bahkan rasanya sekarang sudah panas dingin dengan keringat yang hampir bermunculan.
__ADS_1
Tetapia dia ingat dengan pesan kedua temannya dan Visko agar dirinya tidak pemalu dan menjadi gadis yang pemberani.
Mengingat Visko yang mengingatkannya membuat Vlavia tersenyum dan bertekad membuang rasa malu dan takutnya.
Oke tenang Vi, Lo harus berani dan jangan malu Batin Vlavia bermonolog sendiri.
Dengan langkah pasti, Vlavia berjalan tanpa menghiraukan beberapa mahasiswa yang sudah memberi rayuan-rayuan untuk dirinya.
" Vi cantik banget Lo!!." Teriak salah satu mahasiswa.
" Vlavia Carallo, Love you.!!." Teriak yang lainnya.
" Nanti malam bisa kan kita jalan?." Tanya salah satu mahasiswa yang langsung pada niatnya untuk meminta kencan dengan Vlavia.
Di saat Vlavia bingung dengan pertanyaan-pertanyaan para mahasiswa yang sedang menggombalinya, tiba-tiba datanglah tiga mahasiswa paling tampan dan paling populer di Kampus mereka. Siapa lagi kalau bukan Visko, Harry dan juga Dendry.
" Minggir kalian." Usir Harry kepada mahasiswa yang mulai mengerubun Vlavia.
Mereka semu menurut tanpa melawan, jelas karena Harry cowok tampan paling bar-bar di antara mereka.
Harry menatap penampilan Vlavia dari bawah sampai atas, lalu dia menggeleng melihat Vlavia yang begitu cantik sekarang.
" Bidadari dunia." Gumam Harry membuat Visko menatap tajam Harry.
" Pagi Vlavia cantik." Sapa Harry lagi kepada Vlavia.
Vlavia hanya mengangguk seraya tersenyum kikuk, dia melirik ke arah Visko yang mengisyaratkan dengan matanya agar Vlavia segera pergi menuju kelasnya sekarang.
Tanpa menunggu lama, Vlavia langsung pergi meninggalkan Visko dan kedua sahabatnya tanpa berucap sedikitpun untuk pamit.
" Wah... Gila, cantik banget adik Lo Vis." Gumam Harry lagi membuat Visko rasanya ingin memukul mulut sialan Harry saat ini yang mengatakan jika Vlavia adiknya, tetapi bukankah memang seperti itu setatus mereka sekarang ini? Lalu kenapa Visko harus marah dan tidak terima?.
" Lo nggak takut dia di kerjain Marisa Vis dengan merubahnya menjadi seperti sekarang ini?." Tanya Dendry membuat Visko tersenyum.
" Bukan Gue yang merubah, tetapi dia sendiri yang menginginkan." Jawab Visko membuat Dendry mengangguk pelan.
" Cukup masuk akal." Jawab Dendry seraya menatap kepergian Vlavia yang sudah semakin jauh.
Gue pengen lihat, apa Lo benar-benar sudah menjadi gadis yang pemberani Batin Visko sengaja agar Vlabia lebih berani dan tidak takut lagi, termasuk dengan Marisa nanti jika sudah mengetahui kecantikan Vlavia. Karena Visko yakin Marisa tidak akan mungkin tinggal diam.
Dan Visko ingin tahu seberapa niatnya Vlavia untuk merubah dirinya.
__ADS_1