My Naughty Brother

My Naughty Brother
Siapa?


__ADS_3

Pagi ini Vlavia sudah rapih untuk berangkat ke kampusnya. Rupanya Vlavia tidak tau jika Visko tadi malam tidak tidur di rumah. Melainkan pulang langsung ke apartemennya.


Vlavia menuruni anak tangga untuk menuju ke ruang makan yang memang berada di lantai bawah. Setelah sampai di meja makan. Vlavia duduk bersama kedua orang Tuanya. Om Albert sudah rapih dengan setelan jas kantornya. Sedangkan Mommy Selena masih memakai baju tidurnya, tapi tetap saja Mommy Selena akan terlihat cantik meski menggunakan pakaian seperti apapun.


Vlavia clingukan mencari keberadaan Kakak tirinya yang belum juga kelihatan, dan Mommy Selena paham jika Vlavia sedang mencari keberadaan Visko.


" Nyariin Kak Visko Vi?." Tanya Mommy Selena membuat Vlavia langsung menoleh ke arah Mommynya dengan terkejut.


" Eh... Enggak kok Mom." Jawab Vlavia sedikit gugup dan juga berbohong.


Mommy Selena tersenyum, rupanya anak gadisnya sudah mulai berani berbohong, tapi tidak masalah karena itu merupakan hal kecil. Mommy Selena paham betul bagaimana gerak-gerik Vlavia tadi yang sedang berbohong.


" Kakakmu pulang ke apartemennya tadi malam sayang." Jelas Om Albert membuat Vlavia mengangguk tanpa menjawab.


Rasanya lidahnya kelu untuk menjawab apa lagi berkomentar tentang Kakak tirinya yang tidak tidur di rumah.


" Habiskan sarapanmu, setelah itu berangkat bareng Mang Dani ya?." Ucap Mommy Selena kembali membuat Vlavia mengangguk lalu segera menyantap sarapan paginya.


Kak Visko pulang ke apartemen tadi malam? kok nggak kasih tau aku ya? Batin Vlavia merasa kurang karena Visko tidak memberitahunya.


Seharusnya Visko bisa memberitahunya lewat pesan singkat atau telepon, pikir Vlavia. Tapi rupanya Visko sama sekali tidak menghubungi Vlavia sejak semalam mengantarnya pulang ke rumah.


Melamunkan Visko terlalu jauh membuat Vlavia menggelengkan kepalanya, rupanya Vlavia sudah berharap terlalu lebih kepada Kakak tirinya, dan itu sangatlah tidak pantas. Vlavia tidak boleh sampai menganggap Visko lebih dari sekedar seorang Kakak sekarang baginya.


" Kamu kenapa Vi?." Tanya Mommy Selena melihat gelagat Vlavia.


" Tidak papa Mom." Jawab Vlavia tersenyum kikuk.


" Kamu sakit Nak? Kita ke dokter saja ya?." Ajak Om Albert yang cepat membuat Vlavia menggelengkan kepalanya.


" Tidak Dad, aku tidak apa." Jawab Vlavia agar kedua orang tuanya tidak curiga apa lagi sampai memintanya untuk ke dokter.


" Benar tidak papa Nak?." Tanya Om Albert memastikan.


" Iya Dad, Vi tidak papa." Jawab Vlavia dengan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Vlavia langsung pamit kepada kedua orang tuanya. Seperti biasa Mang Dani sudah menunggunya di depan rumah dengan mobil yang di hadiahi dari Om Alber atau Ayah Vlavia sekarang untuknya.


" Pagi Mang Dan." Sapa Vlavia sembari tersenyum ceria.


" Morning Non Vi." Jawab Mang Dani membuat Vlavia tersenyum.


" Udah mulai pintar ya bahasa inggrisnya." Jawab Vlavia sembari masuk ke dalam mobilnya.


" Harus atuh Non, kan bos Mang Dani bule semua." Jawab Mang Dani membuat Vlavia terkekeh.


" Ayo jalan Mang." Ajak Vlavia kepada sopir pribadinya itu.


" Siap meluncur Non Vi." Jawab Mang Dani dengan semangat.


Mobil mewah Vlavia berjalan menyusuri jalanan kota yang mulai padat di penuhi dengan kendaraan. Mang Dani menyalakan musik barat untuk menemani perjalanan mereka.


Vlavia tersenyum sembari menggelengkan kepalanya dengan tingkah sopir pribadinya yang lucu itu. Pasalnya lagu yang sering Mang Dani nyanyikan ialah lagu-lagu campur sari dan dangdut, bukan lagu barat seperti yang sekarang sedang mereka dengarkan.


Vlavia tau Mang Dani melakukan itu untuk kenyamanan perjalanan mereka, meskipun sebenarnya Vlavia tidaklah keberatan jika dia di suguhkan dengan lagu-lagu kesukaan Mang Dani.


" Ya harus suka atuh Non, secara Non Vi kan bule, sopirnya juga harus mengikuti majikan." Jawab Mang Dani membuat Vlavia tertawa.


" Mang Dani suka lagu barat apa aja?." Tanya Vlavia semakin sengaja.


Terlihat dari kaca di depannya jika Mang Dani kesulitan menjawab pertanyaan Vlavia, karena memang Mang Dani tidak tau sama sekali tentang lagu-lagu seperti yang sekarang sedang mereka dengarkan itu.


" Em... Ya kayak lagu ini Non, lagu yang sedang kita dengar." Jawab Mang Dani beralasan.


Vlavia semakin tertawa tapi dia juga mengangguk mengiyakan saja apa jawaban Mang Dani.


" Coba tebak ini judul lagunya apa?." Tanya Vlavia lagi kepada Mang Dani.


" Em... Apa yang? Aduh aku kok lupa ya Non." Jawab Mang Dani sembari menepuk jidatnya karena sebenarnya memang tidak tau apa judul lagu yang sedang mereka dengarkan.


" Baca Mang coba di depan." Suruh Vlavia membuat Mang Dani langsung melirik di depan layar kecil.

__ADS_1


" Senorita Sau Mendes." Ucap Mang Dani membuat Vlavia tertawa sampai terbahak.


" Salah ya Non?." Tanya Mang Dani membuat Vlavia langsung menggeleng.


" Bener kok Mang, cuma cara menyebutnya Mang Dani lucu." Jawab Vlavia membuat Mang Dani ikut terkekeh.


" Maklum atuh Non, lidah-lidah desa." Jawab Mang Dani merendah.


" Tapi Mang Dani pinter kok tau judul sama penyanyinya." Puji Vlavia.


" Gimana tidak tau atuh Non Vi, Mang Dani tadi kan baca." Jawab Mang Dani semakin membuat Vlavia tertawa, begitu juga dengan Mang Dani yang ikut menrtawakan dirinya.


Vlavia berangkat ke kampus dengan di temani lagu-lagu barat, salah satunya tadi lagu Senorita yang di populerkan oleh Shawn mendes dan Camila cabello, bahkan Vlavia sudah begitu hapal dengan lagu itu yang kemarin sempat booming itu.


Sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di depan gerbang kampus. Dengan segera Vlavia turun dari mobilnya untuk masuk ke kampusnya.


" Mang Dan, thank ya.. Ow ya nanti pulangnya aku pengen denger lagu dangdut." Ucap Vlavia membuat Mang Dani tersipu.


Nona mudanya yang berwajah bule ini sungguh lucu ingin mendengarkan lagu dangdut, tapi Mang Dani juga mengiyakan permintaan Vlavia.


" Siap Non laksanakan, nanti Mang Dani kasih lagu dangdut yang enak buat di denger ya Non." Jawab Mang Dani membuat Vlavia mengangguk.


" Buat bergoyang juga Mang." Pinta Vlavia membuat Mang Dani mengangguk semangat.


" Non Vi semangat." Ucap Mang Dani yang di acungi jempol oleh Vlavia.


Vlavia masuk ke dalam kampus untuk menemui kedua temannya yang tadi sudah lebih dulu sampai. Tentu saja karena Serin dan Mila yang tadi sudah memberitahunya terlebih dahulu lewat pesan singkat.


Dengan langkah pelan Vlavia berjalan untuk menuju kelasnya. Tapi di saat Vlavia akan masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba seseorang menarik tangannya, membuat Vlavia terkejut dan bingung dengan apa yang akan di lakukan olehnya.


Vlavia di bawa ke dalam kamar mandi kampus. Beruntung kampus masih dalam keadaan sepi. Belum ada yang masuk apa lagi melihat kejadian itu, setelah mereka berada di dalam kamar mandi. Orang yang menarik Vlavia langsung menutup pintu kamar mandi. Dia juga mendekat ke arah Vlavia, membuat Vlavia sedikit takut dengan apa yang akan di lakukannya.


Mengingat dia termasuk yang berkuasa di kampusnya ini.


Yuhu gaes... Kalau kalian suka cerita ini aku lanjut lagi buat up, dan lebih sering, tapi kalau nggak mungkin sampai di sini 🤭

__ADS_1


Like, Comment and Vote ya..


__ADS_2