My Naughty Brother

My Naughty Brother
Saling Jealuose


__ADS_3

Serin memberikan ponsel Mila kepada Vlavia, tentu saja agar Vlavia juga melihat apa yang baru saja di lihatnya di akun sosmed salah satu cowok populer di Kampus mereka.


Baru saja kemarin Visko membuat terkejut mereka dengan mengunggah foto wanita dari belakang. Sekarang sudah di buat terkejut lagi dengan postingan sahabat bast*rd Visko yang juga mengunggah foto bubur ayam dengan caption buatan calon adik ipar. Harry tadi pagi sempat memfoto bubur ayam yang Vlavia buat, lalu dia unggah di akun sosmednya, Sontak saja apa yang di tuliskan olehnya membuat geger seluruh Kampus. Karena akun sosmed Harry dan Dendry tidak semisterius akun sosmed Visko yang memang tidak ada yang tahu. Dan Visko sengaja memang untuk menghindari fans-fansnya.


" Ini." Gumam Vlavia lirih, tapi Serin dan Mila bisa mendengar gumaman Vlavia barusan.


" Kenapa Vi?." Tanya Serin yang langsung mendapat gelengan kepala dari Vlavia.


" Lo tahu siapa tuh cewek yang udah ngerebut Visko dari Gue?." Tanya Mila songong.


" Mulut Lo." Cibir Serin yang dapat cengiran dari Mila.


Karena memang apa yang Mila katakan sangatlah jauh dari kenyataan.


" Sumpah ya Gue penasaran banget siapa tuh cewek, pasti tuh cewek bukan orang biasa, secara Visko CS kan nggak mungkin tuh mau makan buatan orang yang nggak penting, ah... Sial Gue jadi penasaran gini." Ucap Mila seraya menerka-nerka siapa gadis yang sudah membuat seluruh Kampus menjadi geger karena unggahan Harry.


Mendengar apa yang Mila katakan barusan, membuat Vlavia sedikit susah menelan Saliva nya, bagaimana bisa dia di katakan bukan gadis biasa? Sedangkan Vlavia saja gadis yang begitu apa adanya.


Ingin rasanya Vlavia mengatakan jika itu dirinya, menjelaskan semuanya tentang hubungan dirinya dengan Visko sekarang, tetapi sekarang bukanlah waktu yang tepat.


Vlavia akan menjelaskan nanti jika dirinya sudah siap, Vlavia tidak mau sampai kedua temannya kecewa karena dirinya yang tidak jujur tentang kehidupannya. Serin dan Mila adalah teman yang baik untuk dirinya.


Hari ini Kantin Kampus begitu rame tidak seperti biasanya. Banyak sekali para mahasiswi yang sedang membicarakan tentang unggahan Harry, ada yang mengira jika itu bubur ayam buatan Marisa, tapi ada juga yang tidak setuju dengan perkiraan temannya, karena seorang Marisa tidaklah mungkin bisa memasak, jika memang dia ingin memberikan makanan untuk Visko dan kedua sahabatnya, biasanya Marisa akan membeli makanan di restorant mahal.


Vlavia, Serin, dan Mila tidak sengaja mendengar apa yang sedang teman-teman Kampusnya bicarakan. Jujur saja mendengar perbincangan para mahasiswi di kampusnya membuat nyali Vlavia sedikit menciut. Meskipun mereka tidaklah tahu siapa gadis itu sebenarnya. Ternyata Kakak tirinya itu benar-benar sangat berpengaruh di Kampusnya.


" Vi, kata Serin Lo pengen kita rubah?." Tanya Mila seraya tersenyum jail ke arah Vlavia.

__ADS_1


" Hah?." Tanya Vlavia bingung.


" Maksud Gue rubah penampilan Lo biar makin cetar." Jelas Mila yang dapat anggukan sedikit ragu dari Vlavia.


" Gimana kalau nanti kita shopping ? Nggak usah nunggu besok-besok Vi kalau sesuatu yang akan membuat Lo lebih baik lagi." Jelas Mila lagi yang membuat Vlavia terdiam dan sedikit berfikir.


" Jangan maksa Lo, yang mau merubah penampilannya kan Vi bukan Lo Mil." Sergah Serin membuat Mila tersenyum kikuk.


" Tapi kan lebih cepat lebih baik Ser, nunggu apa lagi coba, nunggu Kristan ngelamar Lo Vi?." Tanya Mila membuat Vlavia seketika terbatuk.


Lagi-lagi di sangkut pautkan dengan Kristan, Vlavia berubah untuk dirinya bukan untuk siapapun, apa lagi untuk Kristan.


Atau sedikit untuk Visko mungkin, karena Vlavia ingin lebih berani lagi untuk menghadapi Kakaknya yang nakal, bukan hanya penampilan tapi sifat Vlavia yang pemalu juga ingin sedikit dia hilangkan, agar lebih berani lagi.


" Boleh, nanti Gue minta ijin sama Mommy dulu ya." Jawab Vlavia yang di acungi jempol oleh Mila.


" Ya udah nanti kita temenin Lo aja buat minta ijin ke bonyok Lo, gimana?." Tawar Mila lagi-lagi membuat Vlavia sedikit terkejut dan bingung, tapi akhirnya dia menyetujui rencana Mila.


Tidak apalah, Vlavia akan mengajak Serin dan Mila ke rumah Om Albert. Mungkin Vlavia juga akan minta ijin dulu kepada Visko untuk keluar sebentar.


Tidak lama datanglah cowok-cowok yang baru saja membuat geger seluruh Kampus. Mereka datang ke Kantin tidak hanya bertiga. Melainkan dengan geng Marisa juga, bahkan Marisa sudah menempel di sebelah Visko, meskipun Visko cuek tanpa merespon.


Vlavia melirik Visko sekilas yang sedang di gelendot oleh Marisa, ntah kenapa ada rasa sedikit kesal melihat Marisa yang bertingkah seperti itu dengan Kakak tirinya yang nakal itu.


Begitu juga dengan Visko yang melirik Vlavia sekilas, mereka sama-sama merasa canggung jika bertemu seperti sekarang ini. Di tempat umum seperti tidak saling kenal, padahal mereka hidup di sati atap.


" Hallo Vi." Sapa Harry membuat seluruh mahasiswa ataupun mahasiswi yang berada di Kantin terkejut melihat seorang Harry yang menyapa gadis biasa seperti Vlavia.

__ADS_1


Begitu juga dengan kedua teman Vlavia, Serin dan Mila yang terkejut tiba-tiba saja Harry begitu shok akrab dengan Vlavia, bahkan tahu nama Vlavia, ini sesuatu yang aneh bukan? Pikir mereka bersamaan.


Tetapi tidak lama mereka mengira jika Harry menyapa Vlavia karena ada maunya, tentu saja Vlavia yang aka menjadi the next gadis untuk menemani malam panjangnya.


Vlavia hanya mengangguk seraya tersenyum, jujur saja jantungnya saat ini sudah berdetak sangat cepat, Vlavia tidak mau sampai seluruh teman Kampusnya tahu jika gadis itu dirinya. Vlavia belum menyiapkan mental untuk itu.


Melihat Harry yang akan bertingkah membuat Dendry langsung menarik Harry ke kursinya. Melihat wajah Vlavia membuat Dendry cukup tahu kecemasan Vlavia saat ini.


" Honey kamu mau makan apa? Biar Gue pesenin." Tawar Marisa dengan lembut kepada Visko.


" Terserah." Jawab Visko membuat Marisa sedikit tersenyum kecut, tapi kemudian tersenyum manis menyembunyikan kekecewaannya dengan jawaban Visko.


" Aku pesenin yang spesial ya buat kamu." Ucap Marisa lagi, tapi kali ini tidak ada jawaban dari Visko.


Marisa segera beranjak dari duduknya untuk memesan makanan untuk Visko. Sebelumnya Marisa sempat melirik Vlavia sekilas, lirikan tajam dan penuh dengan kekesalan.


Tidak lama datanglah Kristan yang menghampiri Vlavia dan kedua temannya yang sedang duduk, melihat kedatangan Kristan membuat rahang Visko sedikit mengeras, Visko tidak suka Vlavia dekat dengan Kristan, apa lagi mereka akan di jodohkan.


" Cieee... Yang dari tadi di omongin datang juga." Cibir Mila kepada Vlavia dan Kristan.


Vlavia melotot dengan ucapan Mila, karena memang dia sama sekali tidak membicarakan Kristan, bukankah Mila sendiri yang terus mencibirnya dengan Kristan?


Kristan tersenyum tampan ke arah Vlavia, membuat Vlavia sedikit salah tingkah, bukan karena suka tapi karena malu terus di ledek oleh kedua temannya.


" Vi aja nih yang di senyumin?." Kali ini Serin yang meledek.


Kristan tertawa mendengar ledekan dari Serin, dia malah kini menatap Vlavia dengan penuh arti, apa lagi Kristan juga sudah di beritahu oleh Mamanya tentang rencana perjodohan mereka. Jelas Kristan sangatlah setuju dengan rencana perjodohan itu.

__ADS_1


Sedangkan di meja lain, Visko semakin kesal melihat tingkah Kristan yang menurutnya shok kecakepan itu.


__ADS_2