
Makan malam di rumah Kristan terasa begitu hikmad dan menyenangkan. Karena Mamah Joya yang merupakan Mamah Kristan begitu menyukai Vlavia. Sejak awal melihat Vlavia di kantor Om Albert. Mamah Joya sudah langsung jatuh hati untuk menjadikan Vlavia sebagai menantunya. Dan seakan keberuntungan berpihak kepadanya, Mommy Selena dan Om Albert mengatakan jika Kristan dan Vlavia menjalin hubungan sebagai pacar. Jelas itu semakin membuat Mamah Joya berharap lebih kepada hubungan di antara Vlavia dan Kristan.
Sekarang ini Vlavia sedang berada di taman belakang rumah Kristan. Dia sedang mengobrol santai dengan Kristan dan Mamahnya.
" Sayang, Tante sangat berharap jika hubungan kalian akan segera ke pelaminan." Ucap Mamah Joya seraya menggenggam tangan Vlavia dengan begitu lembut.
Vlavia tersenyum kepada Mamah Joya, lalu bergantian menatap Kristan yang sedang tersenyum kepadanya.
Vlavia bingung harus menjawab apa dengan rencana perjodohan ini, karena jujur dirinya dan Kristan hanya sebatas teman saja tidak lebih, dan itu semua terjadi karena rencana gila Visko yang mengatakan jika dirinya dan Kristan pacaran, ketika dulu leher Vlavia ketahuan merah oleh Mommy Selena, padahal itu jelas kelakuan Visko dan juga dirinya yang tidak teliti untuk menutup bekas kiss mark yang Visko berikan.
" Mamah, apa yang menjadi keinginan Mamah juga Om Albert pasti akan terlaksana, tetapi tidak harus di percepat juga, kita bisa menunggu sampai kita sama-sama wisuda nanti." Jelas Kristan yang membuat Vlavia sedikit lega.
Tetapi tampak ada kekecewaan pada wajah Mamah Joya.
" Apa kalian mau berjanji untuk itu?." Tanya Mamah Joya yang sukses membuat Vlavia terkejut.
Ini sangatlah memberatkan, apa lagi sampai berjanji untuk menikah dengan Kristan, Vlavia tidak pernah berpikiran seperti itu, jika saja ada keberanian Vlavia ingin menjelaskan semuanya kepada Mamahnya Kristan, tetapi Vlavia tidak tega untuk menyakiti hatinya.
Sungguh rasanya kini seperti terjebak di lubang yang ntah Vlavia bisa keluar kapan dari lubang yang sangat membingungkan untuk hidupnya.
" Kita janji Mah, iya kan Vi?." Jawab Kristan meyakinkan Mamahnya, juga meminta persetujuan dari Vlavia.
" Hah... Iya." Jawab Vlavia yang gugup dan juga masih bingung untuk menjawab.
Mamah Joya tersenyum begitu hangat kepada Vlavia, dia mencium kening Vlavia dengan begitu lembut, lalu memeluk Vlavia yang memang duduk di sebelahnya.
" Terimakasih sayang, dari dulu Tante menginginkan anak perempuan yang baik sepertimu." Ucap Mamah Joya di sela pelukan mereka.
Mamah Joya melepaskan pelukannya, dia tersenyum kepada Vlavia, yang juga di jawab Vlavia dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Tuhan kenapa semua menjadi rumit sekarang, apa Kau punya rencana lain? Batin Vlavia penuh dengan tanya.
Malam semakin larut, Vlavia pamit untuk pulang, tetapi Kristan sedari tadi bersikeras untuk mengantarkannya pulang. Akhirnya Vlavua mengiyakan apa yang Kristan minta.
Kristan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, bahkan bisa di katakan sangat pelan, dibandingkan dengan Visko yang terkadang ugal-ugalan ketika menyetir.
Vlavia jadi merasa tidak sabar dengan mobil yang Kristan setir. Dia ingin cepat pulang ke rumah, berlama dengan Kristan berdua saja di dalam mobil sungguh membuat Vlavia tidak nyaman sekarang, apa lagi Visko tadi pergi begitu saja dalam keadaan sedikit kesal dengannya.
Tetapi bukankah Vlavia tidak salah apa-apa? Visko saja yang aneh tidak menyukai perubahan dirinya yang bertambah cantik. Jelas Visko seperti lelaki yang tidak normal saja rasanya.
" Makasih untuk makan malam ini." Ucap Kristan membuat lamunan Vlavia buyar.
" Eh... Harusnya aku yang berterimakasih sama Kak Kristan." Jawab Vlavia membuat Kristan tersenyum.
" Aki tidak pernah melihat Mamah sebahagia tadi setelah 2 tahun yang lalu." Jawab Kristan membuat Vlavia menoleh dan mengangguk.
Tetapi Vlavia tidak ingin bertanya kenapa, Vlavia takut jika setelah tahu jawabannya, dia akan semakin tidak tega dengan Mamah Joya, karena bagaimanapun juga kapanpun itu, Vlavia berniat untuk mengatakan yang sebenarnya tentang hubungannya dengan Kristan.
Sampai tidak terasa mobil Kristan sampai di pekarang rumah Om Albert. Bahkan Vlavia saja tidak menyadari jika dirinya pulang ke rumah bukan ke Apartemen Visko. Vlavia berharap semoga Visko tidaklah marah dengannya.
" Terimakasih Kak." Ucap Vlavia seraya menundukan kepalanya sekilas.
" Jangan sungkan Vi, sekali lagi harusnya aku yang sangat berterimakasih untuk malam ini." Jawab Kristan membuat Vlavia menyunggingkan senyumnya.
Tidak lama Mommy Selena keluar menghampiri mereka.
" Nak Kristan ayo masuk dulu." Ajak Mommy Selena kepada Kristan.
" Terimakasih Tante, lain kali saja saya mampir, ini sudah larut malam, Vi juga harus segera istirahat." Jawab Kristan begitu sopan, dan sukses membuat Mommy Selena semakin menyukai lelaki tampan yang akan menjadi calon menantunya itu.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, kamu hati-hati ya, dan terimakasih sudah mengantarkan Vi sampai rumah." Jawab Mommy Selena membuat Kristan mengangguk seraya tersenyum.
Vlavia tidak mengatakan satu katapun melihat interaksi di antara Mommy nya dan Kristan, dalam pikirannya sekarang ialah keberadaan Visko yang ntah dimana dia tidak tahu. Tapi Vlavia khawatir.
" Saya pamit dulu Tante, dan Vi sekali lagi terimakasih untuk malam ini, langsung istirahat ya." Pamit Kristan sopan kepada Mommy Selena dan juga Vlavia.
" Iya Kak." Jawab Vlavia tersenyum kepada Kristan.
Setelah kepergian mobil Kristan. Vlavia dan Mommy Selena masuk ke dalam rumah. Karena pikiran Vlavia terus di selimuti dengan keberadaan Visko.
Vlavia langsung pamit menuju kamarnya.
" Apa Kak Visko marah denganku?." Gumam Vlavia seraya membuka pintu kamarnya.
Karena terlalu lelah memimirkan keberadaan Visko. Vlavia langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang kamarnya. Dia tidak sempat menyalakan lampu kamarnya yang masih padam, hanya ada lampu kecil yang berada di meja kecil sebelah ranjangnya. Dia pikir yang menyalakan Mommy Seleba atau asisten rumah tangga Om Albert karena biasanya seperti itu.
Fyuhh...
" Kak Visko dimana?." Gumam Vlavia seraya memejamkan matanya.
Tanpa dia sadari, Visko yang sedang tertidur di sebelahnya membuka matanya lebar, Visko mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Vlavia. Bahkan terdengar sangat jelas di telinganya.
Tadi Visko memang langsung pulang ke rumah karena kesal dengan jawaban Vlavia tentang perubahan dirinya yang semakin cantik.
Bukannya istirahat di kamarnya. Visko malah masuk ke kamar Vlavia untuk beristirahat. Tetapi memang begitulah Visko, selalu bersikap semaunya.
" Gue di sini." Bisik Visko tepat di telinga Vlavia.
Sontak saja apa yang di lakukan oleh Visko membuat Vlavia terkejut, Vlavia bahkan hampir jantungan begitu terkejutnya.
__ADS_1
Antara takut jika yang berbisik di telinganya itu ialah hantu, tetapi juga malu jika itu benar Visko yang sudah mendengar keluhan dirinya mencari keberadaan Visko.
Dengan penuh keberanian Vlavia menoleh ke sebelahnya dengan begitu pelan, dan......