
Vlavia dan kedua temannya sedang berada di kantin. Sedari tadi Serin dan Mila terus bertanya tentang apa yang di lakukan oleh Marisa kepada Vlavia.
Bahkan Mila sampai mengecek seluruh anggota tubuh Vlavia dengan menyuruh Vlavia untuk memurarkan badannya.
" Lo beneran nggak di apa-apain kan?." Tanya Mila memastikan.
" Gue nggak papa kok, ini buktinya Gue masih berangkat ke kampus." Jawab Vlavia yang di angguki oleh Mila dengan lega.
Lalu Mila segera memeluk Vlavia merasa bersyukur karena hal yang di takutkan tidak terjadi. Jujur saja baik Serin dan Mila sangatlah khawatir kepada Vlavia yang belum begitu mengenal bagaimana Marisa dan gengnya.
" Terus kemarin Lo di suruh ngapain nemuin dia?." Tanya Serin ingin tau, membuat Mila kembali mengangguk setuju dengan pertanyaan Serin.
Dia yang di maksud oleh Serin ialah Marisa dan gengnya.
" Oh... Itu, Gue di undang ke acara pestanya dia nanti malam." Jelas Vlavia yang sukses membuat Serin dan Mila terkejut.
" What?." Tanya mereka barengan.
Vlavia hanya mengangguk dengan bingung, pasalnya hanya di undang di pesta Marisa saja sampai membuat kedua temannya itu terkejut bukan main.
" Terus?." Tanya Serin yang sudah mulai khawatir.
" Ya Gue bilang iya." Jawab Vlavia jujur.
Serin dan Mila saling pandang, lalu mereka menepukan telapak tangannya di kening mereka masing-masing.
" Aduh Vi, kenapa Lo iyain sih?." Tanya Mila sedikit kesal.
Mila kesal karena dia khawatir dengan Vlavia yang sudah pasti akan di kerjai oleh geng Marisa.
" Nggak enak kalau Gue nolak." Jawab Vlavia dengan polos.
Meskipun sebenarnya Vlavia juga sedikit merasa was-was, mengingat siapa Marisa di kampusnya. Tapi dia berusaha bersikap tenang agar kedua temannya itu tidak semakin khawatir dengannya.
Vlavia juga bersyukur bisa mengenal Serin dan Mila yang begitu tulus berteman dengannya.
" Kita temenin." Jelas Mila yang membuat Serin menatap Mila aneh.
__ADS_1
" Kenapa?." Tanya Mila yang di tatap Serin seperti itu.
" Kita nggak di undang bege, nggak akan bisa masuk, lagian Gue yakin hanya beberapa anak saja yang di undang Marisa di kampus ini." Jelas Serin membuat Mila mengangguk dengan senyum kikuk, dia baru ingat kalau pesta Marisa memang bukan untuk semua mahasiswa.
" Tapi kalau Lo beneran mau dateng, Lo harus hati-hati Vi, Gue punya feeling nggak enak soal pesta ini." Sambung Serin lagi yang di angguki oleh Vlavia.
Vlavia juga sama seperti Serin, dia juga merasa tidak enak, mana mungkin gadis sepertinya di undang ke pesta Marisa jika bukan karena sesuatu.
" Gue pasti hati-hati kok, kalian tenang aja." Jawab Vlavia yakin yang membuat kedua temannya sedikit lega.
" Kenapa Lo nggak bareng Kristan aja? Lo cukup kenal kan sama dia? Gue yakin Kristan juga pasti di undang ke pesta Marisa, secara Kristan kan man...." Ucap Mila tergantung karena sudah di siku oleh Serin.
Ntah kenapa Serin belum ingin Vlavia tau kalau Kristan adalah mantan pacar Marisa, dia tidak mau membuat teman barunya itu patah hati, karena yang Serin tau ialah Vlavia yang menyukai Kristan.
" Man? Man apa?." Tanya Vlavia penasaran dengan apa yang akan di katakan oleh Mila.
" Manusia pilihan juga sama kayak Lo yang di undang ke pesta Marisa." Jelas Serin dengan pura-pura sedikit kesal karena tidak dapat undangan untuk ke pesta Marisa.
Padahal biasanya Serin dan Mila juga dapat undangan, tapi kali ini mereka tidak, membuat kedua teman Vlavia itu semakin yakin jika tujuan Marisa ialah ingin mengerjai Vlavia tanpa ada temannya yang membantu.
" Sumpah demi apa Lo seriusan bareng Kak Kristan nanti?." Tanya Mila masih nggak percaya.
" Sumpah demi kalian." Jawab Vlavia dengan nada bercanda.
" Ih Vi, Gue serius ini." Kesal Mila, yang sebenarnya begitu senang dan lega karena Vlavia akan ada yang nemenin dan jagain di pesta Marisa nanti.
" Iya tadi Gue sempet ketemu dia, dan dia nawari buat ke pesta bareng." Jelas Vlavia kepada kedua temannya itu.
" Oke kalau gitu kita lega, Lo nggak boleh nolak ajakan Kristan, ingat Lo nggak boleh jauh-jauh sama Kristan di pesta Marisa." Jelas Mila begitu panjang.
Vlavia hanya mengangguk sembari tersenyum, begitu juga dengan Serin dan Mila yang merasa sedikit lega karena Vlavia tidak sendiri datang ke pesta Marisa.
Tidak lama datanglah beberapa cowok tampan di kantin. Cowok populer di kampus mereka. Siapa lagi kalau bukan Visko, Harry, dan Dendry yang hanya akan sekedar nongkorng sembari memesan minuman untuk menemani mereka.
Sontak saja semua mahasiswi ataupun mahasiswa yang sedang berada di kantin langsung beralih pandangan kepada cowok-cowok tampan itu. Visko terutama yang menjadi pusat perhatian, meskipun mereka hampir setiap hari melihat wajah tampannya ketika berada di kampus. Tapi seakan wajah tampan Visko tidak membuat mereka bosan, bahkan malah membuat mereka kecanduan.
" Ngeri sih kalau sudah ada Pangeran tampan." Gumam Mila smebari menatap ke arah Visko dan kedua sahabatnya.
__ADS_1
Vlavia sempat menoleh ke arah Visko sebentar, Visko sedang tertawa bersama Harry dan Denddry, ntah mereka sedang ngomongin apa Vlavia tidaklah tau, tapi meski di lihat dari samping, Visko sangatlah tampan, sampai hampir membuat Vlavia tergoda dengan pesona Visko.
Padahal apa yang sudah di lakukan oleh Visko sangatlah membuatnya ingin marah, catat hanya ingin marah.
Dengan segera Vlavia beralih menatap ke minuman di depannya. Dan kini malah giliran Visko yang melirik Vlavia dari jauh. Vlavia tau jika Visko sedang meliriknya, membuatnya sedikit salah tingkah.
" Buset... Visko emang ganteng parah." Ucap Serin yang juga sama halnya dengan Mila.
Mereka sedang memandangi Visko dari tempat duduk mereka masing-masing, ini sudah menjadi hal yang biasa jika Visko menjadi pusat perhatian seisi kampus. Meskipun tanpa menyapa atau mendekat, tapi tatapan mereka terus menatap sang penebar pesona itu. Meskipun nyatanya Visko tidaklah menebar pesona, hanya saja apa yang Visko lakukan membuat mereka seakan terpesona.
Katakanlah wajah rupawan Visko yang membuatnya seperti itu.
" Coba ya Gue jadi apanya gitu biar bisa tinggal sama dia, terus bisa setiap saat lihat wajah ganteng dia... Astaga... Gue mau bungkusin Visko biar nggak di lihat orang-orang." Gumam Mila yang masih memandang Visko kagum.
" Mimpi Lo, mending Gue kekepin terus tuh doi, biar pada ngiri semua cewek-cewek di dunia." Sambug Serin yang malah terdengar begitu lebay.
Tapi mampu membuat Vlavia sampai tersedak tiba-tiba mendengar penuturan kedua temannya itu, apa yang mereka katakan seperti apa yang terjadi dengan dirinya, bahkan Vlavia akan tinggal seatap dengan Visko. Dan hanya mereka berdua saja.
Uhuk... Uhuk.....
Vlavia terbatuk mendengar apa yang di katakan oleh kedua temannya.
" Vi Lo kenapa?." Tanya Serin khawatir sembari mengusap punggung Vlavia.
" Lo nggak papa kan?." Sambung Mila yang kini perhatiannya beralih ke Vlavia bukan Visko lagi.
" Gue nggak papa kok, cuma tersedak aja." Jawab Vlavia kepada kedua temannya.
aku nggak tau, aku termasuk wanita beruntung atau malah buntung karena akan tinggal bareng Kak Visko Batin Vlavia bimbang.
Setelah mendengar penuturan kedua temannya, Vlavia jadi ada sedikit harapan, semoga tinggal dengan Visko bukanlah sebuah bencana untuknya, Dia hanya perlu bersikap baik kepada Visko atau mungkin menurut dengan Visko, agar hati Visko bisa terketuk dan menyayanginya sebagai adiknya, bukan memperlakukan dirinya seperti sekarang ini karena dendam.
Sampai sekarang yang Vlavia tau ialah Visko yang terus mengerjainya karena Visko yang masih tidak terima Mommy Selana menikah dengan Om Albert, padahal jelas apa yang Visko lakukan kepada Vlavia karena Visko memiliki perasaan yang lain, sekali lagi bukan sebagai adik melainkan seorang gadis.
Like, Comment and Vote ya gaes...
Kasih rate juga ya 🙏
__ADS_1