My Naughty Brother

My Naughty Brother
Kedatangan Viska 2


__ADS_3

Visko dan Viska duduk di meja makan untuk sarapan bersama pagi ini, Visko menatap Viska tidak suka, jujur saja dia menginginkan Viska untuk pergi dari Apartemennya. Tetapi rupanya Viska tetap keras kepala untuk menemani Visko sarapan pagi ini.


Sial bagaimana cara mengusirnya Batin Visko seraya memikirkan bagaimana caranya agar Viska cepat pergi dari Apartemennya.


Visko teringat Vlavia yang masih terkunci di kamarnya. Jelas itu membuat Visko merasa khawatir, ini untuk yang pertama kalinya seorang Visko bisa sekhawatir itu terhadap seorang perempuan, biasanya dia akan bersikap acuh tidak perduli.


"Gue harus berangkat ke kampus, sebaiknya Lo pulang dulu Viska," suruh Visko kepada Viska agar segera pergi dari Apartemennya.


Viska menatap Visko seraya tersenyum miring, dia tahu Visko sedang mengusirnya secara tidak langsung, tetapi bukan Viska namanya jika menuruti apa yang Visko minta, apa lagi menyuruhnya untuk pergi dari Visko.


"Gue ke sini bukan untuk nemenin saudara Gue sarapan aja, tetapi juga berangkat ke kampus." jelas Viska tanpa merasa malu.


Visko terdiam, dia tidak menjawab apa yang Viska katakan, seorang Viska memang akan seperti itu, susah untuk di jauhkan dari Visko.


"Oh... ayolah Vis... Kita sudah lama tidak bertemu, Gue kangen kebersamaan kita seperti dulu." jelas Viska lagi seraya menampilkan wajah penuh harapnya.


Visko menghela nafasnya gusar, Viska selalu punya alasan agar bisa bersama dengan Visko.


"Ok, tapi sebaiknya Lo ke mobil dulu, Gue harus siap-siap." jelas Visko membuat Viska tersenyum sekilas.


"Gue bisa kok tunggu Lo di sini, Lo tenang aja Vis, Gue nggak akan masuk ke kamar Lo, Gue sudah cukup tahu batasan, kita sama-sama sudah dewasa." jelas Viska lagi menolak untuk keluar dari Apartemen Visko.


Lagi-lagi Visko menghela nafasnya kasar, sial sekali memang Viska tidak mau pergi dari apartemennya. Visko memikirkan nasib Vlavia yang masih berada di kamarnya sekarang.


"Kalau Lo mau ikut gue ke kampus, Lo nurut gue." jelas Visko tidak mau lagi di bantah oleh Viska.


Viska menatap Visko seksama, senyuman miring tergambar jelas di bibirnya.


"Lo sekarang berbeda Vis, tapi tidak masalah, Gue ke mobil ya?" jawab Viska seraya tersenyum manis.


Lalu Viska segera berjalan keluar dari Apartemen Visko. Setelah kepergian Viska, Visko segera berjalan ke kamar Vlavia.


Sedari tadi pikiran Visko tertuju dengan Vlavia yang masih terkunci di kamarnya.

__ADS_1


Brakkk...


Visko membuka pintu kamar Vlavia, memeluk Vlavia dengan begitu erat. "Sorry Gue udah bikin Lo nunggu di sini." Ucap Visko seraya memlepaskan pelukannya.


Vlavia menatap Visko, lalu mengangguk pelan, sebenarnya dia ingin bertanya tentang Viska, tetapi dia urungkan karena Vlavia merasa ini bukan waktu yang tepat.


"Aku berangkat dulu Kak." Ucap Vlavia pamit kepada Visko.


Visko mengigit bibir bawahnya bingung, jika Vlavia berangkat sebelum dirinya berangkat, jelas nanti diantara Vlavia dan Viska akan saling melihat dan mungkin saja bertemu, Visko harus mencegah itu, semua karena Vlavia.


Visko tidak ingin Viska sampai menganggu Vlavia, dan Visko harus berhati-hati dari itu.


"Tunggu, sebaiknya Lo tunggu sampai Gue berangkat, sebentar lagi Mang Dani akan sampai." Ucap Visko sengaja mencegah Vlavia.


Vlavia tersenyum seraya mengangguk "Kak Visko tenang aja, aku akan pura-pura tidak mengenal Kakak di depan Viska nanti." Jelas Vlavia membuat Visko sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Vlavia.


Visko merasa tidak enak hati dengan Vlavai, dia segera memeluk Vlavia lagi dengan begitu erat.



Sampai di parkiran Apartemen. Vlavia mencari keberadaan mobilnya. Rupanya Mang Dani memang belum datang, dan Vlavia harus menunggu sampai Mang Dani datang.


Seakan nasib baik sedang berpihak kepadanya, Mang Dani tiba-tiba saja datang dengan membawa mobilnya. Vlavia berjalan kearah dimana Mang Dani sedang menunggunya di dalam mobil.


Vlavia sempat melirik mobil Visko yang masih terparkir. Di sana ada gadis yang sangat cantik. Vlavia yakin itu ialah Viska. Sepupu Visko yang baru saja datang dari luar.


"Morning Non Vi." Sapa Mang Dani seraya tersenyum ceria.


"Pagi juga Mang." Jawab Vlavia dengan senyum manisnya.


"Langsung berangkat Non?" tanya Mang Dani yang mendapat anggukan kepala dari Vlavia.


Sebelum Mang Dani menyalakan mobilnya. Mang Dani sempat melirik kearah Visko yang sedang berjalan kearah mobilnya. Mang Dani sempat menautkan kedua alisnya melihat keberadaan Viska didalam mobil Visko. Tidak terlalu jelas memang, tetapi Dia cukup paham jika itu ialah Nona mudanya yang baru datang ke Indonesia.

__ADS_1


Apa itu non Viska ya? Batin Mang Dani seraya menjalankan mobilnya.


Matanya menatap dari kaca mobil melihat keberadaan Vlavia yang sedang melamun di belakangnya. Tetapi Mang Dani tidak berani untuk bertanya, Dia terlalu takut membuat Nona mudanya merasa tidak nyaman jika ditanyain soal kedatangan Viska.


Ting


Bunyi ponsel Vlavia yang berada di dalam tasnya. Visko mengirimkannya pesan.


Seulas senyum terukir indah di wajah cantiknya setelah membaca pesan singkat dari Visko.


Mau seperti apapun sekarang hubungan diantara mereka, tetapi nyatanya baik Vlavia ataupun Visko saling membutuhkan satu sama lain.


"Mang boleh tanya nggak?" tanya Vlavia kepada Mang Dani.


Mang Dani mengangguk dan masiy fokus pada setir mobilnya "Boleh atuh Non, tanya saja." Jawab Mang Dani sopan.


"Sepupu Kak Visko yang namanya Viska, gimana sih orangnya?" tanya Vlavia sedikit kepo tentang Viska.


Ini bukanlah Vlavia yang biasanya, tetapi jika sudah suka dengan seseorang, tentu siapa saja yang dekat dengan orang yang disukanya juga akan dicari tahu bukan? seperti halnya Vlavia saat ini yang ingin lebih tahu tentang bagaimana Viska.


"Ya baik Non, sama seperti Non Vi, cantik." Jawab Mang Dani apa adanya dan tanpa di lebihkan.


Vlavia mengangguk "Dia kerja atau kuliah atau jadi bos gitu di kantor orang tuanya?" tanya Vlavia lagi.


Kali ini membuat Mang Dani tertawa, yang membuat Vlavia bingung dengan tingkah Mang Dani, menurutnya apa yang di pertanyakan tidak ada yang lucu, tetapi bisa membuat sopir pribadinya itu sampai tertawa.


"Ada yang lucu Mang?" tanya Vlavia lagi masih dengan bingungnya.


Mang Dani menggeleng, tetapi tawanya masih belum juga reda.


"Non Vi ada-ada saja pertanyaannya, Non Viska itu model di luar sana, dan masih kuliah juga sama seperti Non Vi dan Den Visko." Jelasnya lagi.


Vlavia mengangguk paham, tetapi mendengar apa yang dikerjakan oleh Viska membuat nyalinya sedikit menciut, Vlavia tidak kalah cantik dari Viska, tetapi masalah mental Vlavia jauh dari Viska yang sudah terbiasa tampil di hadapan banyak orang, bahkan di layar televisi luar negeri Viska termasuk sering wira-wiri.

__ADS_1


Vlavia menatap keluar kaca mobil. Pikirannya jatuh kepada Visko dan Viska yang sekarang berada di satu mobil. Meskipun Visko tadi memberitahukan untuk menemuinya nanti setelah di kampus. Tetap saja ada rasa khawatir setelah kedatangan Viska di dalam hidup Visko.


__ADS_2