
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Setelah melakukan sarapan bersama ala Sean dan Dara, maka sekarang mereka berdua sedang duduk berdua dengan santai di sofa ruang tengah. Sean yang sedang tiduran santai dipaha istrinya dan Dara yang sedang asik bermain rambut suaminya.
"Hubby, aku ingin olahraga." Ujar Dara dengan wajah yang ditekuk.
Sean yang mendengar perkataan tiba-tiba dari istrinya langsung menatap wajah istrinya dari bawah. "Olahraga? My wife, mau olahraga?" Kata Sean yang malah berbalik bertanya ke istrinya.
Dara mengangguk dan menatap tepat kedua iris bola bermata tajam itu. Rasa keinginan yang begitj besar untuk olahraga hinggap di hatinya. "Iya hubby. Aku ingin olahraga. Apa boleh?"
Sean tersenyum. "Tentu saja boleh. Apa yang tidak boleh untuk my wife tercinta? Selagi aku bisa menurutinya, kenapa tidak? Iya kan?" Jawab Sean dengan mengusap pelan puncak kepala istrinya.
Sontak saja hal itu membuat Dara kegirangan. "Terimakasih hubby! I love you so much!" Ujar Dada dengan semangat empat lima dan mengecup singkat bibir suaminya itu.
Deg
__ADS_1
Ciuman tiba-tiba yang dilakukan oleh istrinya membuat Sean sedikit terkejut. Benar-benar diluar dugaanya.
"Sama-sama my wife. I love you too so much." Jawab Sean.
"Jadi kapan kita akan mulai berolahraga hubby?" Kata Dara dengan sedikit memikirkan itu. Menimang-nimang kapan akan mulai berolahraga.
"Besok my wife. Beri aku waktu satu hari untuk membuatkan mu ruangan khusus untuk olahraga." Jawab Sean lalu bangkit dari tidurnya dan duduk disebelah istrinya.
Dara yang mendengar perkataan suaminya itu langsung menatap wajah suaminya. "Serius? Hubby ingin membuatkanku ruangan khusus olahraga?"
Sean mengangguk, mengiyakan perkataan istri tercintanya itu.
Dan, lagi. Dara langsung memeluk tubuh tegap, berotot itu. "Terimakasih hubby!"
Dengan senang hati Sean membalas pelukan istrinya. "Sama-sama my wife."
"Oh, iya kita hari ini mau ngapain aja?" Tanya Dara setelah melepas pelukannya.
"Aku ingin menuruti salah satu permintaan mu my wife."
Kening Dara sedikit mengerut. "Permintaan apa?"
"Aku akan membakar dan membuang habis semua barang-barang yang berkaitan dengan masa laluku. Barang-barang yang berkaitan dengan Raya. Aku ingin menbuktikannya padamu, my wife. Jika aku memang benar-benar serius dengan mu."
Perasaan haru dan bahagia langsung menyelimuti perasaan Dara. Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Entahlah, Dara juga tidak tau kenapa sekarang dirinya mudah menangis seperti ini.
"Hiks!" Isakan keluar dari bibir mungil itu.
__ADS_1
Sean langsung gelagapan melihat istrinya menangis. "Maafkan aku. Jangan menangis my wife." Ujar Sean dan langsung mengusap buliran kristal itu. Namun, bukannya semakin tenang. Istrinya semakin menangis dengan kencang. Sean semakin dibuat kualahan.
"My wife, kenapa kamu menangis? Maafkan aku. Please, jangan menangis. Oke?"
Dara menggelengkan kepalanya pelan. "Aku-- aku terharu hubby. Aku senang sekali. Terimakasih. Terimakasih sudah mau melakukannya. Terimakasih sudah mau membuktikannya. Aku sayang kamu hubby. Please, jangan pernah pergi meninggalkan ku." Kata Dara dengan kedua bola matanya yang sembab. Dara benar-benar terharu. Perasaan bahagia dan senang menyelimuti dirinya. Sedikit demi sedikit suaminya akan melupakan masa lalunya. Dara tentu saja senang mendengar itu.
Deg
Hati Sean seakan terketuk saat melihat air mata kebahagiaan itu. "Sama-sama my wife. Terimaksih juga karena telah mau menerimaku."
Dara mengangguk.
"Jadi, jangan menangis lagi oke? Apalagi berfikir kalau aku akan meninggalkanmu. Karena itu tidak akan pernah terjadi." Diusapnya dengan lembut buliran kristal itu.
Lagi dan lagi Dara hanya mengangguk menjawabnya.
"Mau membantuku untuk membakar dan memusnahkannya?" Ujar Sean dengan tersenyum.
Tentu saja Dara mau melakukannya. "?Mau hubby." Jawab Dara.
Lalu, Sean berdiri dan mengulurkan jemarinya dan Dara menerima uluran tangan itu.
Setelah itu, Sean dan Dara berjalan bersamaan menuju kamar itu. Kamar Raya yang merupakan masa lalu yang harus ia lupakan. Dirangkulnya tubuh istrinya itu yang lebih pendek dan mungil dari badannya.
Sean benar-benar menyayangi istrinya. Apapun akan ia lakukan untuk membahagiakan dan mempertahankan rumah tangganya.
***
__ADS_1
Ingin aku double up seperti waktu itu? Jangan lupa follow ig aku ya @fullandari. Aku tunggu 1700 followers + Aku open QnA untuk bersama Sean disana. Jadi, ramaikan juga ya. BERLAKU HANYA UNTUK PECINTA MPH 😉