
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Hari ini adalah hari terkahir Dara dengan Sean di villa ini. Sudah terhitung tujuh hari mereka berada di villa ini. Menikmati waktu berdua dengan kesejukan dan pemandangan yang indah. Hanya berdua tanpa ada orang lain lagi. Hal itu semakin memberi kesan yang romantis dan membekas di hati keduanya.
Dan selama seminggu ini juga Dara telah melakukan latihan boxing yang di latih langsung suami tercintanya. Untungnya, selama seminggu ini Dara bisa menguasai teknik dasar dan teknik melindungi diri dari serangan musuh. Meskipun tidak terlalu wow baginya tapi setidaknya Dara bisa mengerti akan konsep dan gerakannya. Daripada tidak bisa sama sekali.
Lalu di kolam renang yang berhadapan langsung dengan pohon-pohon itu menjadi penyejuk bagi yang melihatnya. Hal itu semakin sukses membuatnya merasa rileks.
Dara kini sedang berenang di dalam kolam renang dengan menggunakan pakaian renangnya yang berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih, berseri itu. Sedangkan suaminya sudah duduk di tepi kolam setelah berenang beberapa menit yang lalu bersamanya. Sean lebih memilih duduk di tepi kolam renang guna mengawasi istri kecilnya. Sean takut jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan nanti. Jadi, untuk mencegahnya, Sean duduk di tepi kolam renang dan tidak melepaskan pandangannya ke istrinya.
"Hubby, fotoin aku dong." Ujar Dara dengan rambutnya yang basah. Menatap wajah suaminya dengan ceria. Hari ini Dara benar-benar semangat empat lima. Apalagi hampir dalam seminggu ini Dara telah melakukan proyek tunggal putra hampir 4x. Sungguh, suaminya benar-benar kuat dan tangguh tapi Dara menyukainya. Dara juga ingin segera mempunyai buah hati yang akan mengisi kekosongan diantara mereka. Yang akan menjadi pelengkap di keluarganya serta menjadi penyempurna dirinya sebagai perempuan. Bukankah, perempuan akan menjadi sempurna jika telah berhasil melahirkan seorang anak dengan suaminya? (Tapi itu anggapan pribadi aku ya. Maaf kalau tidak sesuai.. 🙇♀️)
Sean mengangguk dan segera berdiri. "Aku akan mengambil ponselku terlebih dahulu." Ujar Sean lalu, segera berjalan masuk ke dalam.
Sedangkan Dara menunggunya suaminya dengan tetap berada di dalam kolam. Melanjutkan aktivitas berenangnya sambil menunggu suaminya kembali.
***
Setelah itu Sean segera masuk ke dalam villa dan menuju kamarnya.Dengan langkah lebarnya Sean segera menuju kamarnya.
Lalu, tidak lama kemudian, Sean telah sampai di kamarnya. Dibbukanya pintu kamarnya dengan perlahan. Setelah itu, diambilnya ponsel miliknya yang di terletak di atas meja..
Namun, sebuah notifikasi pesan dan panggilan yang tidak terjawab dari Daddynya membuat Sean mengurungkan niatnya untuk berjalan ke tempat istrunya. Sean lebih memilih untuk mmebuka pesannya terlebih dahulu.
__ADS_1
Jemarinya mulai bergerak membuka sandi di ponselnya. Lalu, dibukanya pesan dari Daddynya itu. Namun, entah kenapa ada perasaan tidak enak ketika Sean akan membukanya.
Dan benar saja, baru saja Sean membacanya, kedua bola matanya langsung membola karena terkejut dengan isi pesan dari Daddynya. Tangannya langsung mengepal kuat. Rahangnya mengeras hingga otot-otot di leher dan tangannya menonjol.
Daddy : Daddy telah mengurus orang yang menjadi dalang di balik keguguran istrimu son. Pelakunya adalah James Alergon. Kamu bisa membaca dokumen yang Daddy kirim. Di dokumen itu ada beberapa bukti yang di lampirkan. Kau bisa membaca dan melihatnya dengan teliti. Tapi, kamu jangan mengambil tindakan sendiri. Segeralah pulang dan jangan bertindak gegabah. Daddy dan Mommy menunggu kepulanganmu.
"Shitt!" Umpatnya kasar.
Di usapnya wajahnya itu dengan kasar. Rasa kesal dan emosi menyelimutinya. "Sialan! Brengsek! Kau lagi, kau lagi!" Umpat Sean dengan mengepalkan tangannya. Ingin rasanya Sean menguliti dan menghajar habis lelaki itu.
"Kau berani menyentuh istriku. Kau berani membunuh anakku. Maka, tunggu saja kehadiranku James. Kau akan mati di tanganku." Ucapnya dengan sebuah seringai yang tersungging di bibirnya.
"Hubby."
Teriakan dari istrinya langsung membuatnya sadar. Sean segera menormalkan amarahnya. Memasang wajahnya yang tetlihat ceria dan memasang wajah yang biasa saja. Jika istrinya tau, mungkin itu akan menjadi beban istrinya.
"Iya sayang. Aku datang." Jawab Sean dengan sedikit berteriak.
Lalu, Sean segera berlari ke kolam renang. Tempat di mana istrinya sedang menunggunya.
"Oke hubby. Tidak apa." Jawab Dara yang membuat Sean langsung bernafas lega. Merasa terselematkan. Untung saja, istriny tidak tau jika dirinya sedang berbohong.
"Sini aku fotokan." Ujar Sean dan mulai mengalahkan kamera ponselnya ke istrinya.
"Siap hubby." Kata Dara yang mulai berpose bagaikan model.
Sean segera mengambil foto istrinya. Berbagai pose foto telah di lakukan istrinya. Membuat Sean menelan air ludahnya sendiri. Istrinya benar-benar terluhat hot dan juga sexy.
"Sudah hubby."
Lantas Sean langsung berhenti mengambil foto istrinya.
Dara segera berenang je tepi kolam. "Mau lihat fotonya." Rajuk Dara dengan keluar dari kolam dan duduk di tepi kolam.
"Kiss dulu." Ucap Sean.
__ADS_1
"Hm.." Dara memberengut kesal. Lalu, di ciumnya pipi suaminya itu.
cup
"Hah?" Kata Sean. "Cium di bibir sayang. Bukan di pipi."
"Tapi kamu tadi tidak bilang jika harus mencium di bibir hubby. Jadi ciuman di pipi itu sama saja di bibir." Ujar Dara dengan menatap wajah suaminya dengan wajah yang cemberut lucu.
"Baiklah, karena aku suami kamu tang baik, maka aku memberikan ponsel ini untuk mu." Ucap Sean dengan mengambil duduk di sebelah istrinya.
Dengan senang hati Dara menerima ponsel itu. Jemarinya langsung bergerak membuka galeri dan melihat hasil foto yang suaminya ambil tadi.
Dan sungguh luar biasa hasilnya.
"Hubby, bagaimana kalau kita membuat akun sosial media yang isinya tentang kita dan keluarga kita?" Tanya Dara dengan menatap wajah suaminya.
"Emh, ide bagus sayang." Jawan Sean dengan tersenyum.
Dengan perasaan bahagia, Dara langsung memeluk tubuh tegap suaminya. "Maaci hubby." Lirihnya pelan.
"Sama-sama sayang."Jawab Sean dengan membalas pelukan istrinya.
Jika itu membuat istrinya bahagia, kenapa tidak?
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤
__ADS_1