My Possesive Husband

My Possesive Husband
187. MY POSSESIVE HUSBAND (Bagian 1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Jam telah menunjukkan pukul setengah 1 siang. Dara kini tengah bersiap-siap dengan mengganti pakaiannya.


Berbeda dengan Sean yang hanya duduk terdiam di sofa sambil menyenderkan punggungnya di sofa. Sean kini sedang menunggu istrinya yang tengah sibuk mengganti pakaiannya di ruang ganti sambil sibuk memainkan ponsel miliknya.


Sudah beberapa kali Dara mengganti pakaiannya karena Sean tidak suka dengan pakaiannya. Padahal Sean sendiri yang telah menyediakan pakaian untuknya. Lalu apa apa yang terjadi sekarang? Sudah beberapa kali Dara menggantai pakaiannya. Mulai dari celana jeans, celana pendek olahraga hingga baju crop top, Dara telah memakainya dan hanya gelengan kepala yang ia dapat dari suaminya.


Dan ini sudah ke sembilan kalinya Dara mengganti pakaiannya. Semoga saja suaminya yang manis, imut dan lucu itu menyetujuinya.


Pilihan terakhir yang Dara pilih yaitu memakai hoodie yang sedikit kebesaran dan juga memakai celana olahraga warna hitam yang melekat sempurna di kakinya jenjangnya. Karena menurutnya, mungkin suaminya tidak menyetujuinya karena pakaian yang ia pilih tadi sedikit memarken bagian jengkal tubuhnya.


Dara menatap pantulannya di cermin. Dirapikannya rambutnya yang sedikit berantakan lalu di cepolnya ke atas agar tidak membuatnya gerah. Sudah hampir dua puluh menit Dara mengganti pakaiannya.


"Baiklah Dara. Kamu pasti bisa." Di tatapnya pantulan dirinya di cermin. Lalu pandangannya beralih ke jam tangan mungil yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


"Kurang sepuluh menit lagi." Gumamnya pelan.


Srek


Dara membuka tirainya.


Kepala Sean yang semula menuduk langsung terangkat. Sean yang melihat penampilan istrinya yang sudah tertutup sempurna langsung tersenyum dan mengacungkan jarinya membentuk tanda oke yang artinya setuju.

__ADS_1


Dara bernafas lega dan segera berjalan mendekati suaminya. "Ayo pergi." Ujar Dara dengan megenggam salah satu tangan suaminya. Berinisiatif untuk membuat suaminya bangkit dari duduknya.


Sean yang paham dengan kode dari istrinya langsung bangkit dari tempat duduknya dan memasukkan ponselnya ke saku jaketnya.


"Apa serius kalau kita akan latihan di markas?" Tanya Dara dengan berjalan bersisian dengan suaminya. Tangannya saling megenggam satu sama lain.


"Iya sayang. Akan lebih baik jika kita latuhan di markas. Jadi tidak akan menimbulkan kericuhan. Apalagi di markas sudah tersedia temlat latihan. Jadi tempatnya kedap suara. Mungkin jika boleh, kita bisa melakukan proyek kita di tempat latihan." Bisik Sean di telinga istrinya.


Dara yang mendengar perkataan suaminya tadi hanya menggelengkan kepalanya. Jika Dara meresponnya mungkin akan menjadi panjang. Jadi lebih baik Dara meresponnya dengan diam.


Kini Dara dan Sean telah berjalan di ruang tengah. Ada beberapa maid yang berlalu lalang dan sibuk melakukan tugasnya. Maid yang melihat kemesraan tuan nya itu hanya menahan senyumnya. Padahal ini masih di dalam mansion. Kenapa tuannya saling bergandengan tangan layaknya mau menyabrang jalan raya? Ingin rasanya mereka tertawa. Tapi untungnya mereka masih ingat untuk lebih sayang nyawanya. Mereka juga mengerti jika sang Ketua Mafia itu tengah di mabuk cinta. Bahkan ada beberapa dari mereka yang iseng dengan menutup hidungnya. "Bau bucin." Bisik mereka pelan.


Sean yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya. "Aku tau jika kalian sedang membicarakan ku. Tapi alangkah baiknya kalian berhati-hati jika sedang membicarakan ku. Aku tidak ingin jika nyawa kalian tiba-tiba menghilang begitu saja malam ini."


Sontak saja perkataan Sean tadi membuat maid itu langsung menunduk dan berkata "Maafkan kami tuan. Kami tidak bermaksud menghina tuan." Ujar salah satu maid yang langsung di angguki oleh kawannya.


Dara mencubit pelan lengan suaminya. Membuat Sean langsunh menatap wajahnya. Bahkan dari ekspresinya Dara bisa mengerti dengan tatapan suaminya yang seperti mengatakan "Ada apa sayang?"


Lalu Dara menggeleng pelan. Tatapannya langsung berlaih ke arah maid. Dengan tersenyum manis Dara menatap ke arah maid yang sedang berdiri kikuk. Terlihat jelas jika mereka sedang ketakutan akibat perkataan suaminya tadi.


"Sudah jangan dengarkan apa kata suamiku. Kalian bisa melanjutkan pekerjaan kalian. Nyawa kalian aku jamin aman. Tidak akan ada yang hilang." Ujar Dara dengan tersenyum. Diusapnya pelan lengan Sean dengan lembut. "Sebenarnya aku juga sama seperti kalian. Aku juga mencium bau bucin dari ketua Mafia yang di juluki pembunuh berdarah dingin ini." Bisik Dara yang masih terdengar jelas di indera pendengaran Sean.


Mereka benar-benar bersyukur dan berterimakasih dengan kehadiran perempuan yang membawa perubahan besar bagi kehidupan Sang Bos Mafia mereka. Karena Dara, mansion ini lebih berwarna dan lebih hidup. Bahkan Sang tuan juga mulai berubah.


"Sayang, kenapa kamu malah membela mereka? Bukankah aku adalah suami mu?" Rengek Sean dengan memeluk possesive pinggang istrinya.


Maid yang melihat kemesraan di depan hanya bisa terdiam. Meskipun jiwa jomblo mereka meronta-ronta ingin seperti itu juga. Tuhan kapan engkau mengirimkan laki-laki seperti tuan Sean? Aku ingin memilikinya juga.


Lalu, mereka memilih untuk undur diri yang disetujui oleh Dara dengan menganggukkan kepalanya.


"Sean ingat, mereka itu perempuan." Ucap Dara dengan menatap tepat kedua bola mata suaminya. Bagaimana bisa suaminya cemburu terhadap perempuan?


Sean menghela nafasnya. "Sama saja sayang. Bagiku mereka itu adalah salah satu sainganku."


"Mereka bukan saingan mu Sean. Saingan kamu itu Garvin dan Nick." Jawab Dara tepat sasaran. Lalu, Dara langsung berjalan terlebih dahulu. Meninggalkan Sean yang sedang tersulut api cemburu. Apakah istrinya tidak tau jika dirinya paling tidak suka melihat istrinya menyebut nama laki-laki lain selain dirinya. Apalagi nama Nick dan Garvin. Jika boleh, bolehkah Sean membawa istrinya dan mengurung istrinya untuk dirinya sendiri?!

__ADS_1


"Sean apa kamu mau tetap diam di situ? Aku tidak mau telat latihan." Protes Dara.


Perkataan istrinya tadi seketika membuat Sean langsung tersadar. "Iya sayang. Aku datang." Sahut Sean dan segera berjalan ke istrinya.


Liat saja, tidak akan Sean biarkan istrinya di ambil orang. Apalagi Nick dan Garvin.


***


- Garvin Crishtian



- Sean Crishtian



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2