My Possesive Husband

My Possesive Husband
191. MALAM BERSAMA BODYGUARD


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Pagi telah datang. Suara burung berkicauan menyambut datangnya pagi. Cahaya sinar matahari yang masuk melalui sela-sela jendela kamar membuat Dara terbangun dari tidurnya.


"Hoam." Dara menguap lebar. Di tutupnya mulutnya dengan menggunakan punggung tangannya. Kedua bola matanya mengerjap pelan, menyesuaikan cahaya yang berada di dalam kamarnya.


Lalu pandangannya tertuju ke arah jam dinding besar yang terletak di dinding kamarnya. Jam telah menunjukkan pukul 6 pagi. Lantas Dara segera menyibak selimutnya dan turun dari tempat tidurnya. "Huftt.." Dara menghela nafasnya pelan ketika melihat suaminya yang masih tertidur pulas di atas ranjang. Sungguh semalam adalah malam yang paling berat untuk dirinya.


Semalaman Dara berusaha membujuk suaminya agar tertidur. Namun, hanya gelengan dan rengekan yang ia terima. Suaminya tidak mau tidur sebelum memakan buah mangga Asia. Jika seperti ini, ingin rasanya Dara tinggal di Asia saja agar bisa membeli buah mangga yang suaminya maksud. Tapi untungnya dengan tindakan tegas yang Dara ambil, akhirnya suaminya mau tidur.


Sstt.. tapi ini rahasia. Untuk kedua kalinya dalam sejarah hidupnya Dara memarahi suaminya.


Iya, semalam Dara memarahi Sean. Membentaknya karena merasa gemas. Dan akhirnya suaminya langsung tidur dengan posisi memunggunginya. Bahkan sampai pagi ini suaminya tetap mempertahankan posisi tidurnya. Suaminya sedang ngambek padanya sekarang.


Jika mengingat kejadian semalam Dara jadi senyam-senyum sendiri.


Kejadian semalam


"Ini masih dini hari sayang. Tidak ada yang menjual buah mangga Asia di jam segini. Lebih baik kita tidur aja, oke?" Bujuk Dara dengan mengecup pipi suaminya.


Sean menggeleng pelan. Tidak menyetujui dengan permintaan istrinya. "Aku ingin makan buah mangga sekarang sayang."


Oke. Bolehkah Dara mencubit ginjal suaminya sekarang?


"Hubby, di jam sekarang tidak ada yang menjualnya. Penjualnya juga masih beristirahat. Nanti jam 10 pagi aja ya kita membelinya. Kita cari ke supermarket. Mungkin ada yang masih menjualnya." Kata Dara yang berusaha memberi pengertian ke suaminya. Namun, lagi dan lagi suaminya menggeleng.


"Aku ingin memakannya sekarang bukan nanti Dara." Ucap Sean yang mempertegas perkataanya. Apakah istrinya tidak mengerti dengan keinginannya? Sean benar-benar ingin memakan buah mangga sekarang juga. Saat ini juga dan detik ini juga! Dan sialnya sahabat-sahabatnya tidak ada yang bisa diandalkan sama sekali.


Dara menghembuskan nafasnya kasar. "Sean lihat ini masih jam setengah 2 pagi. Orang bodoh mana yang masih berjualan di jam sekarang?!" Bentak Dara dengan gemas. Diusap wajahnya dengan kasar. Ingin rasanya Dara menjambak rambut suaminya. Apakah suaminya tidak mengerti jika dirinya masih mengantuk?! "Aku juga lagi hamil hubby. Aku ingin tidur." Kini Dara memelankan dan melembutkan nada bicaranya.


Jemari Sean saling. bertautan satu sama lain. Bolehkah Sean menangis sekarang? Entah kenapa dibentak istrinya tadi rasanya sangat menyakitkan. Lalu, tanpa Sean sadari buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Diusapnya air matanya.

__ADS_1


Dara tercengang ketika melihat suaminya menangis.


"Maafkan aku karena aku menyusahkan mu." Setelah itu, Sean langsung berbaring dan menyelimuti tubuhnya. Sean berbaring dengan posisi memunggungi istrinya.


"Hubby, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu." Perasaan bersalah menyelimuti hati Dara. Digoyangkannya lengan suaminya. Akan tetapi suaminya tetap bertahan dengan posisinya. Bahkan suaminya tidak menjawab sama sekali perkataanya.


Lantas Dara memutuskan untuk berjalan keluar dari kamar. Dara akan pergi kedapur meninggalkan suaminya yang sudah tertidur lelap habis di marahi.


Dengan langkah perlahan Dara berjalan menuruni tangga. Menikmati desain interior yang ada di mansion. Sungguh, ingin sekali Dara berfoto ria di tangga ini. Sedari dulu hingga sekarang belum terwujud juga. Mungkin lain waktu Dara akan mewujudkannya.


"Roy." Panggil Dara ketika melihat Roy yang berjalan di hadapannya.


"Iya nona." Jawab Roy dan menghentikan langkahnya. "Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Dara dengan berjalan menghampiri Roy.


"Saya sedang ingin meminum kopi nona. Apa nona butuh bantuan?"


Dara mengangguk. "Apa besok bisa jika aku dan Sean pergi ke Indonesia untuk membeli buah mangga?" Tanya Dara.


Kening Roy mengerut heran. "Jika perlu biarkan saya yang pergi nona. Jadi nona tidak perlu repot-repot untuk pergi kesana."


Dara menggeleng pelan. "Tidak Roy. Aku ingin sekalian berlibur dengan Sean."


"Baiklah nona. Besok akan saya siapkan pesawat pribadinya."


Kedua bola mata Dara langsung berbinar senang. "Kau serius kan Roy?"


"Apa Sean punya pesawat pribadi?"


"Iya nona. Tuan mempunyai pesawat pribadi dan juga mempunyai jet pribadi. Biasanya itu di gunakan jika tuan melakukan perjalanan jauh untuk bisnisnya. Terkadang juga di gunakan dalam keadaan genting atau darurat."


Oke. Dara baru menyadari itu jika suaminya sekaya itu. "Terimakasih Roy. Maafkan aku jika aku telah merepotkan mu."


"Tidak apa-apa nona. Ini sudah menjadi tanggung jawab saya."


Dara tersenyum cantik. Setiap kali melihat Roy maka Dara selalu teringat dengan Liya.


"Roy apa kamu tidak ingin menikah?"


Sontak saja pertanyaan itu membuat Roy terdiam ditempatnya. "Saya belum berfikir jauh kesana nona. Mungkin nanti jika saya sudah siap." Jawab Roy dengan tenang. Meskipun perasaannya terasa campur aduk sekarang. Ada perasaan rindu yang selalu menyelimutinya ketika mengingat Liya. Perempuan yang ia cintai.


"Kamu mau minum kopi dimana?" Tanya Dara yang berusaha mencairkan suasana yang terkesan mulai canggung.


"Di halaman depan dengan bodyguard yang lain nona."

__ADS_1


"Bolehkah aku ikut?"


"Boleh nona. Tapi apa tuan tidak marah?" Roy tidak ingin jika ada kesalahpahaman nantinya.


"Pasti boleh. Nanti biar aku yang mengurusnya." Ujar Dara dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Baiklah nona. Saya tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan."


"Iya Roy. Aku mengerti itu."


Setelah itu Roy dan Dara berjalan bersisian. Mereka berjalan menuju halaman depan.


"Roy kau bersama nona?" Tanya salah satu bodyguard yang di angguki oleh Roy.


"Nona kenapa tidak tidur? Apa tuan tau jika nona ada disini?"


"Sean tidak tau jika aku ada disini. Tenang saja, aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu." Ucap Dara dengan mantap.


***


Nb: Part selanjutnya masih lanjutan dari kejadian semalam 🖤


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2