My Possesive Husband

My Possesive Husband
152. TELAH DI BODOHI


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Tangannya mengepal kuat. Rahangnya mengeras dengan tatapan yang tajam.


"Jelaskan padaku. Jika kau berani berbohong padaku lagi, jangan salah kan aku jika kau akan habis di tanganku malam ini." Ujar Sean dengan duduk di sisi meja. Kilatan amarah terpancar jelas dari kedua bola matanya. Inilah Sean yang sebenarnya. Bahkan aura menakutkan dan menyeramkan sangat terasa di ruangan itu.


Dua sosok manusia yang sama-sama kuat sedang berada di ruangan yang sama. Kira-kira apakah yang akan terjadi selanjutnya?


James berusaha meneggakan tubuhnya. Sungguh, pukulan di kepalanya yang dilakukan oleh Sean dengan menggunakan tongkat baseball tidak main-main. Apalagi saat melihat bekas darah di tongkat baseball itu membuat James bergidik ngeri sendiri. Bahkan di tongkat baseballnya saja sampai meninggalkan bekas darah miliknya. Untung saja kepalanya tidak sampai hancur karena pukulan yang dilakukan Sean.


Sean memang benar-benar menyeramkan. Pantas saja dijuluki sebagai pembunuh berdarah dingin. Dilihat dari reaksi Sean tadi setelah memukul kepalanya hingga berdarah, Sean hanya diam dan memasang wajah datar. Seolah-olah tidak terjadi apapun.

__ADS_1


Akhirnya James bisa berdiri. Meskipun rasa pusing kini menghantam di kepalanya. Sepertinya James mulai kehilangan banyak darah. "Waktu itu aku pergi ke club untuk bermain dan berkumpul bersama teman-temanku.Tapi, tanpa di sengaja aku bertemu dengan Raya disana. Aku cukup terkejut waktu iti. Penampilan Raya sangat berbeda dengan penampilan saat bersama mu. Bukannya aku menjelekkanya, tapi aku berani bersumpah padamu. Kau bisa melihatnya disini." Ujar James dengan melemparkan sebuah map coklat ke lantai. "Disana ada foto-foto Raya ketika di club. Kau bisa melihat penampilannya seperti apa." Tambahnya lagi dengan menatap wajah Sean. Memperhatikan reaksi mimik dari wajah Sean. Namun, ekspresinya tetap sama. Sean hanya memasang wajah datar.


Kedua bola mata Sean langsung tertuju pada map coklat yang jatuh di lantai. Tepat berada di kakinya. Dengan ragu, Sean mengambil map coklat itu. Lalu, dibukanya map coklat itu dan ia keluarkan semu isi-isinya.


Dan lihat, kedua bola matanya langsung membola karena terkejut. Disana ada kekasih tercintanya dulu yang sedang duduk di sebuah club malam elite dengan pakaian yang terbuka. Memamerkan paha dan dadanya. Bahkan Sean dapat melihat di foto itu ada beberapa pasang mata yang mencuri pandang ke paha dan dada Raya. "Shitt!" Umpatnya kasar dengan kedua bola mata yang berkilat marah.


James yang melihat perubahan wajah Sean sedikit merasa lega. Setidaknya James telah menunjukkan buktinya. Bukan hanya omongan saja. "Setelah itu aku datang menghampirinya untuk membawanya pulang. Tapi, dia tidak mau pulang dan mengajakku untuk tidur bersama. Tiba-tiba saja Raya menciumku dan menggodaku untuk tidur dengannya. Tapi, sebelum itu aku bertanya tentang hubungannya denganmu dan bagaimana denganmu. Raya berkata seperti ini padaku, tapi srbelum itu aku menolaknya..


"Jangan berbicara sesuatu hal yang tidak berguna Ray. Kau tau jelas bukan jika aku adalah anak didik dari Daddy Elden. Daddy dari kekasih mu."


"Ya, ya. Aku tau kau anak didik dari Daddy Elden. Tapi, apa kau tau? Sean membuatku muak dengan segala sikap possesive-nya. Membuatku jengah dengan segala perilakunya."


"Hahaha, seharusnya aku tidak menjalin hubungan dengannya. Seharusnya aku menjalin hubungan denganmu. Sejak awal kita bertemu di mansion Daddy Elden, maka sejak saat itu aku mulai menyukaimu. Namun, laki-laki bodoh itu (Sean) mengira jika aku menyukainya. Sungguh lucu sekali. Menurutku dia terlalu percaya diri. Ayo tidur denganku James. Ini bukan salahmu jika kau tidur denganku. Dan ini juga bukan sebuah kesalahan. Aku juga telah muak dengannya. Aku hanya ingin kamu James."


Tapi, James lebih memilih untuk melanjutkan ceritanya. "Setelah itu kami tidur bersama dan setelah kejadian itu, Raya seringkali mengajakku untuk tidur. Jadi, aku ingin Raya memutuskan hubungan dengan mu dan Raya menyetujuinya. Jujur, waktu itu aku juga merasa tidak enak dengan mu, jadi aku memutuskan agar Raya mau berbicara dengan mu. Lalu, setelah itu kejadian di mall itu terjadi. Aku merasa malu dengan mu. Jadi, aku memutuskan untuk pergi ke Italia untuk mengurusi beberapa bisnisku. Bukannya aku tidak bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan. Tapi, saat itu aku benar-benar merasa malu dengan mu. Dan saat aku berada di Italia aku sudah beberapa kali mencoba untuk menghubungi Raya melalui keluarganya, tapi keluarganya selalu bilang jika Raya sedang tidak baik-baik sajanya. Orangtua Raya berkata padaku, jika kau sering mengunjungi Raya dan memperlakukan Raya dengan kasar."


"Tunggu sebentar.." Kata Sean dengan menatap wajah James. Merasa sebuah kejanggalan terjadi disini. "Sejak kapan aku menemui Raya? Bahkan sejak Raya memutuskan aku, aku bahkan tidak pernah bertemu dengannya. Aku tidak pernah menemuinya lagi karena Raya sudah menjadi milikmu. Bukan milikku lagi." Jelas Sean dengan kedua tangan yang mengepal kuat. "Jadi selama ini kau di bodohi oleh keluarga sialan itu James!" Ujar Sean dengan kedua bola matanya yang tajam. Tatapan kebencian terlihat jelas dari kedua bola matanya itu.


"Sejak saat itu aku merasa kesal dengan mu Sean. Aku mulai benci dengan mu, apalagi setelah keluarga Raya berkata padaku jika di balik bunuh dirinya Raya itu terjadi karnamu. Maka dari itu aku ingin membalaskan dendam padamu. Aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan waktu itu yaitu rasanya kehilangan perempuan yang aku cinta. Jadi aku ingin kau merasakan bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang berharga dari hidupmu yaitu kehilangan anak-anakmu."


"Shitt!" Umpat Sean dengan mencengkram kuat foto-foto Raya dan beberapa bukti yang lainnya. "Jadi selama ini kita di adu domba!" Ucap Sean dengan suaranya yang tegas. "Dasar keluarga yang tidak tau di untung!" Umpatnya kasar. Siapapun yang melihat Sean sekarang, pasti mereka akan ketakutan. Sean sekarang bagaikan sosok iblis yang siap membunuh orang.


James menatap wajah Sean dengan penuh penyesalan. "Maafkan aku karena sudah terlalu di butakan dengan cinta. Terlalu naif dengan semuanya. Maafkan aku Sean. Jika aku tau kebenarannya seperti ini, aku tidak akan pernah melakukan sejauh ini." Ujarnya dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Lalu, dengan kasar Sean langsung memukul kuat salah satu guci disudut ruangan. Membuat James sedikit terkejut dengan gerakan Sean yang begitu tiba-tiba.


Ctar


Serpihan kaca dari guci itu langsung berserakan.


"Rasanya aku ingin menghabisi mereka dengan tangan ku sendiri." Ujar Sean dengan kedua tangan yang yang mengepal kuat. Aura membunuh langsung keluar begitu saja dari tubuhnya.


"Ijinkan aku membantumu Sean. Aku juga ingin menghabisi mereka dengan tanganku sendiri." Kata James menawarkan diri.


Apakah Sean mau menerima tawaran James? Saling bersatu untuk menghabis keluarga Raya?


***


Nb : Untuk kisah Nick dan Rara sudah putus sampai disini ya. Yang penasaran untuk kelanjutannya, nanti bisa bacanya di novel yang khusus mereka πŸ˜€ Btw, jangan terlalu berharap untuk kisah Nick dengan Rara ya, karena di novel mereka, aku ngga segan-segan kalau bikin mereka tersiksaπŸ˜‚(Maksudnya ngga ada rasa kasiannya☺)


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀


__ADS_2