
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Kini Sean dan Dara telah berada di pasar Jakarta. Untungnya Dara pandai dalam berbahasa Indonesia. Jadi hal itu tidak membuatnya kesulitan dalam berkomunikasi selama di Jakarta.
"Permisi apa ada buah mangga Asia disini?" Tanya Dara terhadap bapak-bapak yang menjual aneka buah mangga.
Hampir selama 30 menit Dara dan Sean mengelilingi pasar. Dan akhirnya Dara bisa menemukan orang yang jualan buah mangga meskipun terlihat banyak dan beraneka ragam buah mangga.
"Buah mangga Asia? Maksudnya neng geulis itu buah mangga yang apa?" Tanya penjual tersebut dengan bingung.
"Sayang apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Sean dengan memeluk possesive pinggang istrinya. Sedangkan salah satu tangannya sibuk memegang payung untuk memayungi dirinya dan istrinya agar tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sungguh, hawanya sangat panas sekali. Sean merasa hangus terbakar. Semoga Sean tidak kesini lagi dan semoga Sean tidak mendapatkan menantu dari sini.
"Orangnya tanya buah mangga Asia yang seperti apa. Hubby mau buah mangga seperti apa memangnya?" Tanya Dara.
Sean terdiam sejenak. Mencoba mengingat-ngingat namanya. "Ciri-cirinya, buah mangganya itu besar dan warnanya sangat menggoda. Daging buahnya banyak dan rasanya manis. Kalau tidak salah namanya buah mangga manalagi." Ujar Sean. Maklum Sean menjadi korban sosial media gara-gara melihat seseorang yang mereview buah mangga. Alhasil Sean menginginkannya juga.
Dara mengangguk, mengerti. "Buah mangga manalagi ada Pak?" Tanya Dara lagi.
"Oh ada neng. Neng mau beli berapa kilo?"
"Hubby mau berapa kilo buah mangganya?" Tanya Dara dengan mendongak, menatap wajah suaminya.
Sedangkan orang yang berjualan itu menatap pasangan sejoli itu dengan pandangan kagum. Sungguh, mimpi apa semalam hingga dirinya di datangi pembeli dari luar negeri? Apalagi gayanya mengalahkan sorang selebitri. Pasti ini bukan orang sembarang. Apakah mereka seorang artis papan atas dunia?
Sean berfikir sejenak. "Aku mau semuanya. Beli saja semua buah mangganya." Kata Sean dengan enteng.
"Kamu serius Sean?" Dara tidak yakin dengan perkataan suaminya tadi.
Sean mengangguk, mantap. "Iya sayang. Beli saja semuanya. Sekalian kita kasih buat maid dan bodyguard."
Dara tersenyum. Suaminya ternyata diam-diam perhatian terhadap orang di sekelilingnya. Setelah tatapannya beralih ke arah sang penjual. "Pak buah mangganya kami beli semua."
Sontak saja hal tersebut mebuat bapak-bapak yang jualan itu langsung sujud syukur. "Neng tidak bohong kan?" Ujar setelah melakukan sujud syukur.
__ADS_1
Dara mengangguk. Terlihat jelas jika dari kedua bola mata bapak itu terpancar kebahagian. Sedangkan Sean memalingkan wajahnya. Sungguh, sebenarnya Sean membeli buah itu karena merasa tidak tega dengan bapak-bapak itu. Apalagi melihat anak kecil yang sedang berada disamping bapak itu. Hal itu semakin mmebuat Sean semakin merasa tidak tega. "Sayang beli buah mangganya dengan harga 25 juta." Bisik Sean ke istrinya.
Dara yang mengerti itu langsung mengangguk. "Pak buah mangganya sama suami saya di beli dengan harga 25 juta. Apa boleh?" Tanya Dara dengan tersenyum.
Lagi-lagi hal itu membuat si bapak terperangah. "Nama saya bapak Jalil neng. Panggil saja Pak Jalil." Ucap Pak Jalil.
"Baik Pak Jalil, jadi apa boleh buah mangga nya saya beli dengan harga 25 juta? Kebetulan suami saya sedang ngidam dengan buah mangga manalagi." Jelas Dara.
"Boleh neng." Jawab Pak Jalil dengan mengusap air matanya. Sungguh mimpi apa semalam hingga dirinya bisa mendapatkan rezeki sebanyak ini. Rasanya Pak Jalil tidak pernah menyangka nya. Dengan semangat empat lika Pak Jalil di bantu dengan istri dan anak-anaknya menata buah mangga nya. "Neng dari luar negeri ya?" tanya istri Pak Jalil.
"Iya buk. Kami dari London." Jawab Dara dengan tersenyum.
Pak Jalil yang melihat pembelinya kepanasan lantas mempersilahkan untuk duduk. "Neng sama mas nya kalau kepanasan duduk disini saja." Ujarnya dengan menata dua kursi plastik. "Kursinya bersih kok neng. Tenang saja." Tambahnya lagi.
Dara mengangguk. "Hubby kita duduk di disini ya." Ajak Dara yang di turuti oleh suaminya.
Kini Sean dan Dara duduk berdampingan. Sedangkan payung yang Sean bawa tadi telah ia tutup dan ia pegang.
"Sayang aku jadi lapar." Ucap Sean dengan menggunakan bahasa Inggris.
"Sebentar lagi kita cari makanan ya Sean."
"Neng, suaminya bilang apa?" Tanya istri Pak Jalil yang kepo.
"Oh itu bu, suami saya lapar. Jadi sebentar lagi kami mau cari makanan." Jawab Dara dengan ramah.
"Mungkin pengemasan buahnya agak lama neng. Jadi pebih baik makan disini aja neng. Suami neng lagi ngidam kan? Kasihan juga sama calon bayinya." Sela Pak Jalil menengahi.
"Memangnya neng sudah hamil berapa bulan?" Tanya istri Pak Jalil.
"Sudah hamil 6 bulan pak, bu." Jawab Dara.
"Udah hamil besar aja ya neng."
Dara tersenyum menanggapinya.
"Hubby mau makan disini? Istri Pak Jalil ngajak kita makan di sini. Menunya tahu campur. Mau?" Tanya Dara dengan menatap suaminya yang tengah melepaskan kaca mata hitamnya.
Lihat? Bahkan Sean dan Dara kini tengah menjadi sorotan orang-orang yang berada di pasar.
"Tofu mix?" Monolog Sean.
Dara mengangguk. Rasanya Dara ingin tertawa sekarang. Tahu campur menjadi tofu mix. Entahlah terdengar sangat lucu.
"Boleh sayang. Mereka juga sudah mengajak kita. Jadi tidak ada alasan untuk kita tolak kan?"
__ADS_1
"Siap hubby!" Jawab Dara dengan semangat empat lima. Salah satu tangannya terangkat membentuk tanda oke. Dengan gemas Sean lantas mengecup bibir istrinya. Sontak saja perbuatannya membuat orang-orang yang berada di pasar terkejut dengan tindakan yang di lakukan oleh Sean.
"Hubby ini beda dengan negara kita. Disini dilarang cium-ciuman di depan umum." Bisik Dara.
Sean baru mendengar itu langsung meminta maaf. "Forgive me. I don't know if kissing here is considered taboo. I'm sorry that just found out." Ujar Sean dengan menatap orang di sekelilingnya.
Para pedagang itu mengangguk. Mengerti jika itu adalah permintaan maaf.
"Thank you." Kata Sean.
Dara berfikir, bagaimana jika mereka mengetahui kalau suaminya adalah seorang Mafia? Apakah mereka akan langsung lari terbirit-birit?
Setelah itu istri Pak Jalil memesan dua porsi tahu campur ke temannya.
"Neng pedasnya mau makai cabai berapa?" Tanya istri Pak Jalil ke Dara.
"Emh, cabainya 2 dan 5 saja bu."
"Siap neng."
***
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤