My Possesive Husband

My Possesive Husband
147. KELUARGA CRISHTIAN


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ๐Ÿ™‚๐Ÿ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku ๐Ÿค—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya ๐Ÿ˜š


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata ๐Ÿค—


Happy Reading


***


Sean dan Dara telah sampai di mansionya.


Kedatangannya langsung di sambut oleh Lexa dan Elden.


"Bagaimana liburannya sayang?" Ujar Lexa dengan menatap anak dan menantunya.


Sean tersenyum dan langsung memeluk Mommynya. "Sangat menyenangkan Mom. Dan doakan proyek tunggal putra kita berhasil ya Mom." Kata Sean dengan melepas pelukannya.


Lantas sekarang giliran Dara untuk menyapa Lexa. Dengan tersenyum canggung, Dara langsung memeluk tubuh Lexa.


Lexa langsung membalas pelukan itu. "Semoga proyek tunggal putranya berhasil." Bisik Lexa di telinga Dara. Membuat semburat merah langsung menghiasa wajah putihnya. Dan lihat, sekarang Dara terlihat seperti udang rebus karena saking malunya.


"Kalian bisa langsung mandi dan setelah itu kita makan malam. Ada beberapa hal yang penting harus kita bicarakan." Ucap Lexa dengan menggandeng lengan suaminya yang telihat tengah cemberut sekarang. Lexa tau, mungkin gara-gara Sean memeluknya tadi. Tapi, bukankah itu wajar jika Sean memeluknya? Sean kan anaknya sendiri. Darah dagingnya sendiri. "Hufft.." Sean menghela nafasnya kasar. "Jangan ngambek sayang. Ingat, Sean itu anak kita. Hasil dari proyek tunggal putra kita." Ujar Lexa dengan menatap wajah suaminya.


Sedangkan Elden hanya menatap malas wajah anaknya yang terlihat tersenyum. "Sial, baru pulang saja anaknya sudah menggoda kesabarannya!" Umpatnya dalam hati.


"Mom aku sama istriku mau ke atas dulu. Sepertinya ada bayi besar yang sedang ngambek sekarang Mom." Sindir Sean dengan sesekali melirik ke arah Elden.


Elden yang mendengar itu langsung melayangkan tatapan membunuhnya ke arah Sean. Jika saja itu bukan anaknya, sudah di pastikan Sean akan pulang dalam keadaan sekarat. Cuman ada dua pilihan yaitu, ICU atau UGD. Pilihan simple yang sedari dulu Elden beri ke korbannya.


Lantas, Sean dan Dara langsung berjalan masuk ke dalam mansion dengan saling berpegangan tangan.


"Sean, kamu jangan seperi itu. Itu Daddy kamu." Kata Dara memperingati suaminya itu. Bahkan, tadi Dara melihat tatapan membunuh yang di layangkan Daddy Elden ke suaminya.


Sean langsung merangkul tubuh istrinya. Didekatkan tubuhnya dengan istrinya hingga Sean sejajar dengan telinga istrinya. "Tenang sayang. Aku hanya menggoda Daddy. Kamu tau? Daddy itu tipe suami yang cemburu akut bahkan ke anaknya sendiri." Bisik Sean ke telinga istrinya.


Seketika Dara merinding seketika. "Aku jadi penasaran dengan kisah masa lalu mereka. Kira-kira siapa dulu yang mendekatinya dan bagaimana perjalanan mereka Sean. Karena yang aku lihat sifat mereka berotak belakang." Ucap Dara dengan mendongak untuk menatap wajah suaminya.

__ADS_1


Sean mengangguk-ngangguk. "Nanti aku akan ceritakan padamu sayang. Tapi, jangan kasih tau siapapun. Aku hanya akan menceritakan padamu." (Sedangkan untuk pembaca yang penasaran dengan kisah mereka bisa baca novel aku yang judulnya Psycopath Vs Cewek Galak di NT/MT)


Sedangkan Lexa menghela nafasnya pelan. "Jangan ngambek sayang." Ujar Lexa dengan mengusap pelan wajah suaminya yang tengah menatapnya dalam diam. "Aku cuman sayang kamu El." Kata Lexa dengan serius. "Cuman sayang kamu. Tidak ada yang lain. Cuman kamu yang aku cinta. Aku tidak akan sama yang lain. Jadi jangan cemburu ya. Ya?" Ujar Lexa dengan nada yang terdengar manja. Kepalanya mendongak dan menatap wajah suaminya dengan ceria.


"Hm." Gumam Elden dengan menganggukkan kepalanya.


***


Malam telah menjelang.


Di ruang makan itu sudah ada Elden, Lexa, Sean dan juga Dara. Mereka tengah makan malam bersama. Sedangkan beberapa maid berdiri tidak jauh dari mereka. Serta Roy yang berdiri di sudut ruangan dengan aerphone yang ia gunakan.


Makan malam itu tidak diisi dengan obrolan. Hanya diam dan fokus memakan makanannya masing-masing.


Tidak berselang lama kemudia, akhirnya makan malam telah usai. Namun, tidak ada yang beranjak sedikitpun dari tempat duduk mereka.


"Jadi aku ingin berbicara sesuatu hal yang serius dengan kalian." Kata Elden yang memulai membuka pembicaraan.


Dara yang semulanya menatap fokus makanannya langsung mendongak dan menatap wajah Elden, mertuanya.


"Kalian harus perketat pengamanan dan penjagaan. Jangan sampai ada orang asing atau penyusup datang. Kalian boleh percaya seseorang, tapi sebelum mempercayainya carilah kebenarannya terlebih dahulu. Karena, terkadang orang terdekat bisa menjadi musuh terbesar kita. Dan untukmu Sean, tetap jaga kondisi badanmu. Jaga kesehatanmu dan latih kemampuanmu, jangan sampai lengah. Sedangkan untuk kamu Dara, jangan pergi kemana-mana terlebih dahulu. Bukannya aku melarangmu, tapi ini demi kebaikanmu. Aku tidak ingin kejadian yang lalu terulang." Ujar Elden dengan tegas. Dan untuk pertamakalinya Dara mendengar Daddynya berbicara sepanjang itu. Biasanya hanya diam dan menjadi pendengar.


"Baik Daddy." Jawab Dara dengan menganggukan kepalanya.


"Daddy akan nerbicara berdua dengan Sean. Kamu bisa berbicara dengan Mommy dulu." Kata Elden dengan bangkit dari tempat duduknya.


Lexa tersenyum ke arah Dara. Darapun juga membalas senyuman itu.


"Aku berbicara dengan Daddy dulu." Pamit Sean dengan mengusap pelan puncak kepala istrinya.


Dara mengangguk, mengerti.


Lantas, Sean segera bangkit adri duduknya dan berjalan mengikuti Daddynya yang telah berjalan terlebih dahulu.


"Berhubung sekarang tinggal kita berdua, Mommy ingin berbicara serius denganmu Dara." Ucap Lexa dengan meatap wajah Dara yang duduk bersebrangan dengan dirinya.


"Iya mom." Jawab Dara dengan jemari yang saling bertautan satu sama lain.


Rasa gugup mulai menyelimuti dirinya. Jantungnya seakan berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya. Rasa canggung langsung menghampirinya.


"Apa proyek tunggal putra kalian berhasil?" Tanya Lexa dengan wajah yang berubah ceria. Membuat Dara langsung cengo seketika.

__ADS_1


Bolehkah Dara berteriak sekarang?!


Dara kira akan bertanya sesautu yang.. Err, serius bahkan sangat serius. Dan ternyata bertanya tentang proyek tunggal putra?! Omg.


Dara tersenyum canggung. "Semoga aja berhasil mom."


"Hm, apa belum tau hasilnya?" Tanya Lexa lagi.


Dara menggeleng lemah. "Belum mom."


"Hufftt.." Lexa menghela nafasnya. "Lakukan sesering mungkjn ya proyeknya, kalau perlu setiap malam, agar cepat mendapat hasilnya."


"Iya mom." Jawab Dara dengan tersipu malu.


***


Sudah ada yang baca novel The King Of Mafia? Tidak UP di NT/MT ya. Silahkan Follow IG aku untuk membacanya + DM aku ya ๐Ÿค— Tidak UP di NT/MT soalnya langsung dibukukan๐Ÿค—๐Ÿ’š๐Ÿ’™


Dan karena NOVEL KHUSUS DEWASA ๐Ÿ”ž NO SENSOR โš ๏ธ TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN, PEMBUNUHAN DI DALAMNYA. HARAP BIJAKSANA DALAM MENYIKAPINYA.


โš ๏ธUPDATE SETIAP HARI JAM 8 MALAM


โš ๏ธ Penulis Terjadwal


โš ๏ธ Penulis Kontrak


"Mau apa kau kesini?!" Bentak Lucy dengan semakin menenggelamkan tubuhnya dalam bathub. Ingat, Lucy masih dalam keadaan tanpa menggunakan sehelai benangpun.


Rasa was-was dan takut langsung menyelimuti dirinya. Meskipun Garvin adalah suaminya, tapi tetap saja, Garvin bagaikan iblis yang menyamar menjadi manusia.


Tap


Tap


Tap


Dengan langkah tegasnya Garvin berjalan masuk kedalam kamar mandi. "Tentu saja untuk menemui istri murahanku." Jawab Garvin dengan smirk nya yang menakutkan.



Follow IG pribadi aku untuk membacanya ๐Ÿค—

__ADS_1



__ADS_2