
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
"Beri aku waktu sayang. Aku ingin tetap seperti ini dulu." Ujar Sean dengan suara yang terdengar lirih.
"Beri aku waktu untuk seperti ini dulu." Pinta Sean dengan nada yang terdengar sedih.
Deg
Apa suaminya masih belum bisa melupakan perempuan dari masa lalunya?
Tubuh Dara tercengang. Memilih diam dan dengan perlahan kedua tangannya terangkat untuk memeluk tubuh suaminya. Dibelainya dengan sayang puncak kepala suaminya. Sedangkan salah satu tangannya terangkat untuk mengusap punggung lebar suaminya. Punggung lebar yang terlihat tegar dan kuat diluarnya itu sebanarnya menyimpan sejuta kerapuhan yang tidak pernah di tunjukkan ke orang lain kecuali ke kedua orang tuanya dan istri tercintanya.
Dengan perlahan buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya yang terlihat sayu. Ada rasa kecewa dan kesedihan amat besar yang sedang melandanya.
Kedua bola mata yang biasanya terlihat tajam kini terlihat sangat berbeda. "Aku bodoh.." Lirih Sean dengan suaranya yang sedikit bergetar.
Dara menggeleng pelan. Tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh suaminya. "Kamu tidak bodoh Sean." Sahut Dara yang tidak setuju dengan perkataan suaminya tadi. Suaminya tudak bodoh. Tapi cerdas.
__ADS_1
Sean menggeleng pelan. Pelukannya semakin erat di tubuh istrinya. Wajahnya semakin ditenggelamkan ke ceruk leher istrinya. Berusaha mencari ketenangan. "Engga Dara. Aku bodoh. Aku bodoh. Seharusnya aku menyadarinya. Seharusnya aku mengetahuinya jika Raya tidak menyukaiku. Seharusnya aku tau itu. Tapi.." Sean terdiam. Buliran kristal terus jatuh membasahi kedua bola matanya ketika mengingat semua perkataan James tadi. "Tapi, aku terlalu buta dengan perasaan Raya padaku. Aku terlalu buta untuk mengetahuinya Dara." Lirihnya pelan.
Lihat? Jika Raya tau ada lelaki yang menangisinya sampai seperti ini, Raya termasuk kedalam perempuan yang beruntung karena telah mendapatkan hati Sean. Tapi, Raya juga ternasuk orang bodoh karena menyia-nyiakan Sean karena sifatnya. Harusnya Raya mau menerima segela sifat baik dan buruknya Sean. Harusnya Raya menemani Sean dan membantu Sean untuk merubah sifatnya. Bukan malah mencari yang lain.
Dara terdiam di tempatnya. Tidak tau harus berkata apa lagi selain terus mengusap punggung suaminya yang bergetar. Sebegitu berartinyakah Raya di kehidupan suaminya? Sebegitu pentingnya? Akan tetapi, sekali lagi, Dara menguatkan hatinya. Perasaanya. Dara lebih memilih menggalah daripada menuruti rasa cemburunya. Suaminya sekarang sedang membutuhkan dirinya untuk menguatkannya. Dara tidak ingin menambah masalah suaminya hanya karena kecemburuannya. "Ingat, Sean itu hanya milikmu Dara." Ujar Dara dalam hati. Berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
"Tadi James menceritakannya padaku. Menceritakan semua fakta yang belum pernah aku ketahui." Lanjut Sean dengan semakin memperat pelukannya di tubuh mungil istrinya. Takut jika istrinya seperti Raya yang telah membohonginya lalu pergi meninggalkannya. Tidak. Sean tidak mau itu terjadi lagi. Sudah cukup dirinya merasakan semua rasa sakitnya. Sean hanya milik Dara. Dan Dara hanya milik Sean. Tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka berdua. Sekalipun ajal, menjemput. Hal itu tidak akan pernah bisa memisahkan Sean dengan istrinya.
"Ceritakan semuanya Sean, agar aku bisa mengerti tentang apa yang terjadi di antara kalian bertiga." Jawab Dara dengan pikiran yang berkecambuk. Takut jika suaminya mengatakan sesuatu hal yang membuat hatinya terluka. Namun, sekali lagi Dara berusaha menguatkan perasaanya. Bukankah sudah menjadi resikonya orang mencintai seseorang? Jika mau cinta maka harus terima sakitnya. Jika mau bahagia, maka harus terima sedihnya.
Sean mengangguk pelan. Setelah mendengar perkataan istrinya tadi, Sean merasa yakin untuk menceritakannya. "Raya selama ini mencintai James. Bukan mencintaiku Dara. Bukankah selama ini aku bodoh? Aku terlambat menyadarinya." Lirihnya pelan. "Kenapa aku tidak mengetahuinya?! Sedangkan sangat jelas waktu itu dia berdiri di hadapanku, selalu bersamaku."
Deg
"A-apa?" Dara begitu terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya tadi. "Bukankah Raya yang sangat mencintaimu Sean? Bahkan selama aku yang menjadi sahabatnya saja hanya nama kamu yang ia bicarakan padaku. Tidak ada laki-laki lain selain dirimu." Ujar Dara yang tidak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya tadi. Apalagi Raya adalah sahabatnya dan sudah dianggap sebagai kakak kandung sendiri. Selama Dara menjadi sahabat Raya, Raya pasti menceritakan padanya jika terjadi sesuatu. Tidak akan pernah tidak. Selalu bercerita apapun yang terjadi. Terakhir yang Dara ingat adalah, saat Raya berkata padannya jika Raya sudah muak dengan sifat possesive Sean yang berlebihan.
Dengan lembut Sean melepas pelukannya. "Tapi itulah faktanya sayang. Raya tidak pernah mencintaiku. Tapi, Raya mencintai James. Bukan aku. Sedangkan aku? Aku hanya dijadikan sebagai tempat pendekatan Raya dengan James. Namun, sayangnya aku menyukainya. Aku terlalu percaya diri." Jelas Sean dengan kedua bola matanya yang sembab. Meskipun sudah tidak menangis seperti tadi. Tapi, Dara masih bisa melihat sisa air mata di sudut matanya.
"Jadi selama dia berhubungan dengan ku karena keluarganya. Memang benar, selama aku berhubungan dengan Raya, akulah yang mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya. Apapun yang mereka minta aku selalu memberinya. Karena waktu itu aku sudah menganggap mereka seperti keluargaku sendiri. Aku merasa jika aku harus mencukupi kebutuhan Raya dan kebutuhan keluarganya. Waktu itu aku sangat serius menjalin hubungannya. Bahkan aku berencana untuk menikahinya. Membangun keluarga kecil dengannya." Jelas Sean tanpa tau jika dari perkataannya tadi membuat salah satu merasa sakit dan sedih.
Bolehkah Dara merasa iri sekarang? Bolehkah Dara merasa cemburu sekarang? Ingin rasanya Dara berkata "Sudah cukup Sean. Jangan ceritakan apapun tentang Raya dihadapanku lagi." Namun, sayangnya Dara hanya bisa mengucapkannya dalam hati. "Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya hubby?" Tanya Dara dengan suaranya yang terdengar lembut. Menutupi rasa cemburunya dengan sangat apik. Dara menatap sayang wajah suaminya.
Sean membalas tatapan itu. Kedua bola mata indah itu selalu menatapnya dengan penuh cinta. Lagi-lagi Sean dibuat jatu dengan pesona yang dimiliki oleh kekasihny. Setelah itu, dipeluknya dengan sayang tubuh mungil itu. "Ijinkan aku melakukan apa yang aku inginkan sayang." Ucap Sean dengan suaranya yang lirih. "Kau tau Dara, selama ini James dijadikan alat sebagai balas dendam mereka. Selama ini mereka mengadu domba kami. Mereka tau jika James adalah anak didik Daddy. Jadi selama ini mereka memanfaatkan itu. Melihat James waktu itu sangat mencintai Raya. Jadinya mereka memanfaatkan perasaan James untuk mengadu domba kami. Mereka menyalahkanku dan menuduhku jika dibalik kematian Raya itu karena kesalahanku. Padahal dibalik kematian Raya itu tidak ada kaitannya dengan ku. Kenyataannya, dibalik kematian Raya bukan karena aku, tapi karena tekanan dari keluarganya. Bukan hanya itu, James pergi meninggalkannya juga membuat Raya terpuruk terlalu dalam. Jadi, aku meminta ijinmu sayang. Tolong ijinkan aku." Ujar Seab dengan suaranya yang terdengar lirih. Dan jangan lupakan tatapan permohoann itu. Baru kali ini Sean meminta ijin ketika akan melakukan sesuatu. Biasanya Sean akan langsung melakukannya dengan keinginanya sendiri.
Dara terdiam. Mulutnya seakan terkunci rapat. Semuanya seakan-akan terjadi begitu saja. "Jadi kamu mau melakukan apa yang kamu inginkan? Maksudnya bagaimana itu Sean?" Ujar Dara dengan kening yang berkerut. Masih belum mengerti dengan apa yang dikatakan oleh suaminya.
"Ijinkan aku melakukan dengan caraku. Ijinkan aku menyelesaikannya dengan caraku yang selama ini aku lakukan." Kata Sean dengan semakin memperat pelukannya.
Dengan cepat Dara melepas pelukan suaminya. Hanya satu kata yang terbesit di pikiran dan hatinya. "Kekerasan?" Lirihnya pelan yang masih terdengar di indra pendemgaran Sean. Teling Sean cukup tajam salam mendengar suara sekecil apapu. Kecuali jik Sean dalam mode tuli. Mau bicara sepanjang apapun. Sean tak akan pernah mendengarkannya.
__ADS_1
"Jika itu diperlukan maka akan aku lakukan sayang." Jawab Sean.
Dara menggeleng lemah. Tidak setuju demgan keputusan Sean tadk. "Tidak boleh Sean. Aku tidak mau terjadi sesuatu padamu." Kata Dara dengan memandang khawatir wajah suaminya. Menolak dengan keras apa yang dikatakan suaminya tadi.
Jemari Sean terangkat. Diusapnya dengan sayang pipi cabi milik istrinya. Entah sejak kapan Sean sudah dibuat jatuh cinta dengan apa yang dimiliki istrinya. "Percaya padaku sayang. Semuanya akan baik-baik saja. Kamu cukup percaya padaku dan doakan aku." Ujar Sean dengan menatap penuh cinta wajah istrinya.
Hening. Dara tidak tau harus berkata apa lagi sekarang. Mulutnya seakan terkunci rapat.
"Jika kita hanya diam seperti ini, jika kita tidak bergerak sama sekali, maka mereka akan semakin berbuat semena-mena pada kita. Aku juga harus meluruskannya." Kata Sean lagi. Berusaha memberi pengertian ke istrinya.
Dara menatap kedua bola mata suaminya itu. Dicarinya sebuah titik kebohongan melalui kedua bola mata sendu itu. Namun, nihil. Dara tidak menemukan setitik kebohongan apapun melalui kedua bola mata suaminya.
Digenggamnya jemari istrinya dengan sayang. Ditatapnya penuh cinta kedua bola mata indah itu. "Please, stay with me no matter what."
Deg
Sean berbicara sangat serius.
Dara mengangguk pelan. "Yes I will always be with you."
***
Terimakasih banyak atas ucapan dan doa kalian. Maaf tidak bisa aku balas satu-satu komentar kalian. Jadinya aku like komentar kalianππ€ 350 komentar untuk next chapter π Yuk ramaikan part iniπ€
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€