My Possesive Husband

My Possesive Husband
57. LARI


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Nb : WAJIB DENGERIN LAGI "I WILL GO TO YOU LIKE THE FIRST SNOW ME"


"Hiks. Sakit Sean, sakit." Lirih Dara disela tangisannya. "Apa salahku? Apa? Kenapa semuanya jahat padaku? Ayah, bunda. Peluk Dara, hiks." Tangisnya dengan tergugu. Tangan kanannya mencengkram erat bajunya. Memukul beberapa kali dadanya yang terasa menyesakkan.


Liya hanya terdiam dan menangis ditempatnya. Tangisan Dara begitu tendengar pilu sehingga membuat Liya juga tak kuasa menahan air matanya.


"Bantu aku Liya, bantu aku keluar dari sini. Aku tidak mau disini Liya." Kata Dara. Kedua matanya yang biasanya terpancar kebahagiaan, keceriaan telah berubah menjadi basah oleh air mata kesedihan.


"Hiks. Ayah, bunda."


Liya berjalan menghampiri Dara. Setelah itu Liya berjongkok, mensejajarkan tubuhnya. Dipeluknya tubuh mungil itu yang tampak rapuh.


"Liya bantu aku keluar, aku tidak mau disini."


Liya mengangguk. Mengelus pelan punggung Dara dengan sayang. Berusaha menenangkan.


"Iya Nona. Aku pasti akan membantu nona keluar dari mansion tuan." Jawab Liya.


Dara melepaskan pelukan Liya. Menatap lekat wajah Liya dengan wajahnya yang sembab karena air matanya.


"Janji Liya? Jangan membohongiku." Ujar Dara yang akan menangis lagi.


Liya mengangguk. "Iya nona aku janji. Asal nona juga berjanji satu hal, jangan pernah menoleh kebelakang apapun yang terjadi. Tetaplah berlari dengan sekuat tenaga nona dan tutup rapat kedua telinga Nona. Dan tetaplah berlari meskipun banyak bunyi nyaring yang menakutkan." Kata Liya dengan tersenyum. "Tetaplah menjadi seorang perempuan yang berhati lembut nona. Jangan pernah menyerah."


Dara mengangguk dan tersenyum. "Iya Liya, aku janji. Liya juga harus berjanji harus hidup dengan sebaik mungkin."


Liya tersenyum. "Iya nona. Saya janji." Jawab Liya. Tapi apakah mungkin aku bisa menepati janji itu?


Hari mulai menjelang malam. Sean masih belum pulang juga. Dan memang benar, rapat Geng Mafia Crowned Eagle sangatlah lama.


Dara dan Liya juga telah mempersiapkan semuanya. Sebelum pergi dari mansion milik Sean, Dara sudah mengisi perutnya dengan makanan dan buah-buahan. Tidak mau jika saat dirinya sedang berlari malah kelaparan. Tidak elit bukan, jika dirinya tertangkap karena kelaparan?

__ADS_1


Dara telah siap dengan memakai jaket dan celana jeans miliknya yang berwarna hitam. Sepatu menjadi pilihannya agar nanti bisa berlari dengan cepat tanpa ribet. Tas ransel warna hitam juga menjadi pilihannya. Tas itu diisi dengan beberapa pakaian, minuman, makanan dan juga segepok uang cash. Dara mengambilnya dari laci meja milik Sean yang berada di dalam kamar miliknya. Ingat, uang suami adalah uang istri, sedangkan uang istri adalah hak istri. Bukan suami. Jadi, Dara tidak apa-apa jika mengambil uang milik Sean bukan?


"Nona sudah siap?" Tanya Liya. Mengecek semua barang-barang yang diperlukan oleh Dara. Takut jika akan ada yang tertinggal.


Dara mengangguk. "Iya Liya. Aku sudah siap."


Lalu, Liya manarik kedua tangan Dara agar duduk disisinya. "Taxi sudah menunggu nona di ujung jalan dan ini kunci motor milikku nona." Ujar Liya sambil menyerahkan kunci motor miliknya. "Nona benar-benar bisa naik motorkan?" Tanya Liya mencoba untuk memastikan. Tidak lucu bukan jika ternyata Dara tidak bisa naik motor? Apalagi dengan keadaan Dara yang sekarang, tidak memungkinkan untuk berlari disepanjang jalan. Yang ada malah rencana yang dudah direncanakan akan menjadi gagal begitu saja.


Dara mengangguk. "Iya Liya aku bisa."


Liya tersenyum. "Baiklah nona. Sesuai yang kita rencanakan, nona keluar pintu lewat gerbang belakang. Aku akan menarik perhatian bodyguard di pintu depan. Jika aku berteriak dan bodyguard berlari ke arahku, nona harus segera pergi dari tempat ini. 10 menit waktunya nona. Dan aku sudah mengurus bodyguard di bagian pintu belakang, mereka semua sudah tertidur dengan obat tidur yang aku kasih."


Dara tersenyum senang dan mengangguk mantap. "Baik Liya." Setelah itu dipeluknya tubuh Liya dengan perasaan haru. Ada perasaan aneh yang menggelayar ketubuhnya ketika Dara memeluk tubuh Liya. Apa mungkin ini akan menjadi pelukan terakhirnya dengan Liya? Namun, Dara menepis kasar perasaan itu. Hanya perasaanku saja.


Liyapun juga membalas pelukan itu. Buliran kristal membasahi kedua mata Liya.


"Baik. Kita mulai Nona."


Dara mengangguk mantap.


Liya segera berjalan keluar kamar dari Dara. Mulai berjalan untuk menuju gerbang depan. Disana ada Roy, laki-laki yang ia suka selama ini. Memori ingatannya berputar tentang kebersamaanya bersama Roy. Bagaimana Liya yang menjahili Roy dengan mengajak Roy menonton drama korea, mencecoki Roy dengan tangisannya ketika menonton drama korea yang berakhir sad ending. Menjahili Roy dengan mencoret-coret wajah Roy ketika Roy ketiduran dan banyak hal yang lain lagi. Tak terasa buliran kristal itu jatuh lagi membasahi kedua bola maranya yang indah. Aku sayang kamu Roy.


Sesampainya digerbang depan, Liya harus menarik perhatian mereka agar tidak pergi ke gerbang bagian belakang. Jika bodyguard pergi kegerbang bagian belakang, maka tamatlah riwayatnya.


Sedangkan Dara, Dara sudah siap di posisinya. Tadi, saat Liya berjalan keluar dari kamarnya, Dara juga berjalan keluar, untuk bersiap di posisi yang telah disepatinya. Ketika mendengar suara teriakan Liya, Dara segera berjalan dan menaiki motor yang tak jauh dari tempatnya. Dinaikinya motor itu dan dinyalakannya. Lalu, Dara segera mengendarai motor itu meninggalkan mansion. Dengan menggunakan topi dan baju serba hitam, hal itu sangat sempurna untuk menutupi wajahnya.


Jantungnya berdetak tidak beraturan ketika akan melewati pintu gerbang bagian depan.


Deg


Deg


Deg


Jangan menoleh kebelakang Dara.


Dara langsung mempercepat kecepatan motornya, dan bisa. Dara berhasil melewati gerbang bagian depan.


Kurang lebih 10 menit, Dara sudah melihat taxi yang menunggunya disana. Dara segera berhenti ditepi jalan dan mematikan motor miliknya. Diparkirnya motor itu didepan rumah orang dan ditinggalkannya begitu saja.


Dara segera berjalan dan masuk kedalam mobil taxi yang telah Liya siapkan.


"Kita mau kemana nona?" tanya sang sopir taxi dengan ramah.


"Kita ke Hereford Pak." Jawab Dara.

__ADS_1


"Baik nona."


Dara menghembuskan nafasnya lega.


"Akhirnya aku bisa keluar dari mansion itu." Ucapnya dalam hati.


Dara membuka tas ransel miliknya. Disana sudah ada beberapa snack dan minuman yang Liya siapkan untuknya. Dibukanya botol air mineral itu denga perasaan lega. Diminumnya hingga tandas tak bersisa. Namun saat tatapannya melihat ke jalan, Dara melihat mobil sport mewah Sean melewatinya. Dara reflek langsung menundukkan tubuhnya. Takut terlihat oleh Sean.


😭😭😭


Dilain sisi, Roy segera membawa Liya masuk kedalam mansion.


"Kau tidak apa?" Tanya Roy khawatir.


Liya mengangguk. "Tadi perutku terasa kram Roy." Jawab Liya. Padahal Liya tidak merasakan sakit sama sekali.


Roy tersenyum hangat dan menidurkan tubuh Liya dengan pelan-pelan ke atas tempat tidur.


"Akan aku panggilkan Dokter." Kata Roy.


Saat Roy akan berbalik, Liya segera menarik pergelangan tangan Roy dan diciumnya bibir merah Roy dengan lembut.


Roy yang tak sempat mengelak, hanya bisa terdiam ditempatnya. Menikmati sensasi ciuman dari perempuan yang ia cinta.


Salah satu bodyguard berjalan masuk tanpa permisi, "Roy, bodyguard dibagian gerbang belakang tertidur semua. Sepertinya ada yang memberinya obati tidur."


Roy yang mendengar itu lansung melepaskan ciuman Liya.


"Sebentar sepertinya ada penyusup. Aku akan mengurus dan menangkapnya dulu." Uajr Roy sambil mengusap pelan pipi Liya.


Liya tersenyum tanpa berbicara apapun. Saat tubuh Roy menghilang dibalik pintu, lagi dan lagi buliran kristal jatuh membasahi kedua matanya.


"Aku Roy, penyusupnya."


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤

__ADS_1


__ADS_2