My Possesive Husband

My Possesive Husband
47. SEAN KAMU PERGI KEMANA?


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Deg


Deg


Deg


Sean langsung terbangun dari tidurnya dengan deru nafas yang tidak beraturan. Tubuhnya yang tegap dan berotot itu telah basah dengan keringat.


Mimpi itu lagi. Mimpi tentang kekasihnya. Raya. Mimpi tentang kebersamaannya bersama Raya dan anehnya di akhir mimpinya, Sean melihat istrinya yang tengah menangis katika melihatnya bersama Raya.


Apa arti dari mimpinya itu?


Dengan kasar Sean menyugar rambutnya.


Sialan. Sekarang kepalanya terasa pusing.


"Sialan! Mimpi itu lagi!" Umpatnya kasar.


Sean menoleh, disampingnya ada istrinya yang tengah tertidur pulas dan nyenyak. Terlihat damai dan sangat cantik.


Diusapnya dengan sayang wajah cantik itu. Padahal seharian ini Sean telah bersama istrinya. Jalan-jalan bersama ditaman yang membuatnya bahagia. Tapi, sialnya, Raya lagi-lagi mendatangi dirinya melalui mimpi yang membuat dadanya terasa sesak.


"Maafkan aku." Ucap Sean dan dikecupnya kening istrinya dengan perasaan yang tidak bisa ia utarakan sama sekali.


Perasaanya mulai terasa ragu lagi. Apa benar dirinya telah melupakan Raya, cinta pertamanya?


Jam 00.30 Sean terbangun dari tidurnya. Dengan kasar, Sean menyibak selimutnya lalu turun dari tempat tidurnya.


Dengan langkah tegasnya Sean berjalan keluar kamar. Menuju tempat dimana dirinya bisa merasa tenang untuk meredamkan amarahnya yaitu kamar milik Raya yang ada di mansionnya.


"Tuan.." Kata Roy karena melihat kondisi Sean yang terlihat acak-acakan.

__ADS_1


Sean hanya diam tak menanggapinya. Tatapannya yang tajam menatap lurus kedepan. Berjalan terus menuju tempat di ujung yang terdapat sebuah pintu.


Dibukannya pintu tersebut.


Ceklek


Dan terlihatlah kamar rapi dan bersih yang berwarna putih tulang.


Pintu tertutup.


Sebuah kamar yang berisi foto-foto tiap moment dirinya bersama Raya. Mulai dari dinner romantis, dipantai, di kolam renang dan dikamar. Dan di almari itu terdapat pakain Raya yang masih tersimpan rapi.


Ya, Sean menyuruh Liya untuk tetap merawatnya. Sean masih berat untuk membuang barang-barang yang berisi kenangannya bersama Raya.


Sean mengambil sebuah bingkai foto yang berisi foto dirinya bersama Raya yang sedang berciuman. Tiba-tiba saja emosi dirinya langsung membuncah begitu saja. Dengan kasarnya Sean melempar bingkai foto itu hingga pecah tidak beraturan.


Ctar


"Sialan!"


"KAU YANG MENINGGALKANKU RAYA! BUKAN AKU!!"


Dengan kasarnya Sean mencengkram rambutnya.


Inilah Sean yang sebenarnya ketika emosi karena penyesalan masa lalunya.


Lalu, pandangannya langsung jatuh pada sebuah vas bunga milik Raya.


Dengan kasarnya Sean langsung membanting vas bunga milik Raya.


"Sayang, bunga ini jangan kau buang. Ini bunga kesukaanku." Ujar Raya sambil meletakkan sebuah vas bunga di atas meja kamarnya.


"Tentu saja sayang." Kata Sean sambil berjalan mendekati kekasihnya itu. Lalu dipeluknya tubuh Raya dari belakang.


Deru nafasnya mulai tidak beraturan. Ketika dirinya lagi dan lagi mengingat moment kebersamaan itu. Sean yang telah dilingkupi oleh emosi langsung mengambil botol minuman wine yang ada didalam kamar Raya dan dibukanya dengan kasar.


Diteguknya hingga tandas tak tersisa minuman wine itu.


Glek


Glek


Glek


Disaat tegukan yang terakhir, tubuh Sean tiba-tiba terasa lemas dan langsung jatuh terduduk di atas lantai yang dingin.

__ADS_1


Ditariknya rambut miliknya dengan kasar. Sebagai pelampiasan emosinya.


"Raya, kekasihku.." Lirihnya pelan.


***


Pagi telah menjelang.


Dara terbangun dari tidurnya ketika merasa risih karena sinar cahaya matahari yang menyinari wajahnya yang membuatnya silau.


Namun, saat menoleh kesampingnya, Dara tidak menemukan keberadaan suaminya sama sekali. Padahal, setiap kali bangun dari tidurnya, Dara akan merasakan sebuah pelukan possesive yang berada dipinggangnya. Tapi, sekarang tidak ada sama sekali. "Sean kemana?" Monolognya sendiri.


Dara segera beranjak dari tempat tidurnya. Dicepolnya rambutnya menjadi satu. Lalu, berjalan keluar kamar.


Dara berjalan keruang kerja Sean, namun hasilnya nihil. Sean tidak ada diruang kerjanya. Lalu tujuannya sekarang adalah dapur. Mungkin saja Sean memasakkan makanan lagi untuknya. Namun, lagi-lagi nihil. Sean tidak ada di dapur. Lalu, kemana perginya suami tercintanya itu?


Tapi disana hanya ada Liya yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Dara segera menghampiri Liya dengan senyum cerianya.


"Selamat pagi nona." Sapa Liya ketika melihat kehadiran nonanya yang terlihat sangat ceria seperti tidak terjadi apapun.


"Selamat pagi juga Liya."Jawab Dara dengan tersenyum cerah. "Liya, apa Sean sudah berangkat bekerja?" Tanya Dara.


"Tidak tau nona. Saya tidak melihat tuan sama sekali pagi ini."Jawab Liya.


"Lalu apa kamu tau Sean pergi kemana?" Tanya Dara lagi.


Liya hanya menggeleng pelan. "Tidak tau nona."


Dara menghela nafasnya kecewa. "Lalu, sekarang Sean berada dimana?" Ujar Dara dengan perasaan khawatir.


Liya hanya diam membisu. Mengunci rapat mulutnya dengan sebaik mungkin. Karena Liya jelas tau dimana tuannya berada sekarang.


Karena sekarang Sean sedang berada didalam kamar milik Raya, kekasihnya.


"Maaf nona, saya tidak tau." Jawab Liya sekali lagi. Maafkan aku nona telah membohongimu.


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2