
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
WARNINGβ οΈ
AWAS TERKENA UWUPHOBIAπ
Sore telah menjelang. Burung-burung berkicauan dengan merdu. Angin berhembus pelan menerbangkan beberapa helaian rambut Dara karena Dara membuka kaca mobilnya sedikit. Memberi akses angin untuk menerbangkan helaian rambutnya.
"Apa kamu baik-baik saja sayang?" Tanya Sean dengan sesekali melirik ke arah istrinya.
"Aku baik-baik saja hubby." Jawab Dara dengan menatap indahnya jalanan kota.
Kini Sean dan Dara dalam perjalanan pulang menuju mansionya. Jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore. Namun, sampai sekarang istrinya masih diam dan tidak banyak bicara. Hal ini terjadi sejak Sean dan Dara memasuki mobil. Sejak saat itu istrinya sudah terlihat tidak begitu bersemangat.Tidak seperti biasanya. Biasanya istrinya selalu bersemangat dan banyak hal yang akan di ceritakan.
"Kalau kamu ada masalah, ada sesuatu hal yang meganggu pikiranmu, kamu bisa bercerita padaku sayang. Jangan kamu pendam sendiri, oke?" Ucap Sean sambil terus fokus dalam mengendarai mobilnya.
Dara mengangguk lemah. "Iya hubby." Jawab Dara dengan tersenyum. Di tatapnya wajah suaminya itu dengan sendu. Ada perasaan sedih yang menyelimutinya. Ada sesuatu hal yang meganggunya. "Hubby, bolehkah aku bertanya padamu?" Lirih Dara dengan menatap wajah suaminya itu.
"Boleh sayang. Mau bertanya apa? Hm? Suami mu pasti akan menjawabnya dengan jujur." Kata Sean dengan tersenyum dengan sesekali melirik wajah istrinya.
"Apa aku menjadi beban untukmu hubby?" Tanya Dara dengan menatap serius wajah suaminya.
__ADS_1
Dengan reflek Sean langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan setelah mendengar pertanyaan konyol dari istrinya itu. Tubuhnya langsung berbalik dan menghadap ke istrinya. Di tatapnya wajah isrinya dengan bertanya-tanya. "Kenapa kamu bertanya seperti itu sayang? Apa yang membuat kamu bisa berfikir sejauh itu?"
"Aku cuman bertanya hubby." Elak Dara dengan mengalihkan pandangannnya ke arah lain.
Sean tersenyum ketika mendapati istrinya yang tengah berbohong padanya. "Lihat aku sayang." Ujar Sean dengan nada yang tersirat perintah.
Dara menggeleng lemah. "Aku tidak mau." Jawab Dara dengan menghela nafasnya.
"Kenapa tidak mau sayang? Bukankah kamu tau jika aku paling tidak suka dengan orang yang ketika berbicara tapi tidak menatap lawan bicaranya." Kata Sean dengan menekan kata menatap ketika mengatakannya.
Dara menghela nafasnya pelan. Lantas Dara langsung menatap tepat ke dua bola mata suaminya.
Sean tersenyum ketika istrinya menurutinya. "Jadi, jawab pertanyaan aku sayang. Bagaimana bisa kamu berfikir sejauh itu? Berfikir jika kamu menjadi beban untuk ku. Padahal aku tidak pernah berfikir seperti itu." Di gengamnya jenari istrinya dengan sayang. "Kamu bukan beban untuk ku. Tapi, kamu adalah orang yang paling spesial dalam hidupku." Ujar Sean dengan menatap penuh cinta istrinya. Menatap tepat kedua bola mata itu dengan serius.
"Tapi, bukankah hubby pernah bilang jika banyak yang menginginkan kematian hubby. Dan hubby sekarang mempunyai aku. Memiliki aku. Bukankah otomatis aku akan menjadi titik kelemahanmu?" Kata Dara dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
Sean tertegun mendengar perkatan istrinya itu. "Jangan menangis, oke?" Ujar Sean dengan mengusap kedua bola mata istrinya yang mulai basah dengan air mata.
Sean menggelang pelan. "Dengarkan aku sayang."
Dara semakin menangis tergugu di tempatnya.
"Setiap orang mempunyai titik kelemahan masing-masing. Sesempurnnya seorang pembunuh, penjahat, pasti mereka mempunyai titik kelemahan. Tidak akan tidak. Entah itu dari keluarga, orang terdekat bahkan dirinya sendiri bisa menjadi titik kelemahannya. Tergantung orang itu sendiri, bagaimana cara orang itu mengolah titik kelemahannya menjadi kelebihannya. Menjadi penyempurna di hidupnya. Jadi, kamu bukan beban aku sayang. Kamu bukan titik kelemahanku. Kamu itu penyempurna di kehidupanku. Kamu penyempurna dalam kekuranganku. Jadi, berhenti berfikir sesuatu hal yang tidak-tidak, oke? Dan kalau ada apa-apa cepat bilang pada ku. Jangan menanggungnya sendirian. Karena kita adalah sepasang suami-istri. Jadi apapun tentang kamu, apapun yang terjadi dengan kamu, itu menjadi tanggung jawabku." Ujar Sean dengan tersenyum tulus.
Dara mengangguk mengerti. "Maafkan aku hubby." Langsung di peluknya tubuh tegap suaminya itu. Dipeluknya dengan sangat erat. "I love you hubby." Lirih Dara dengan ke dua bola mata yang basah dengan air matanya.
Sean tersenyum. Di balasnya pelukan istrinya itu. Di dekapnya dengan erat. "I love you too sayang." Kata Sean dengan mengusap pelan punggung istrinya. "Cup cup cup. Jangan menangis. Ada aku sayang."
Setelah di rasa mulai tenang, di lepasnya pelukan itu. Di tatapnya wajah suaminya dengan air mata yang berlinang. "Jangan pernah tinggalkan aku. Apapun yang terjadi. Janji?"
"Janji sayang. Aku Sean Crishtian, berjanji pada istriku Andara Claire Crishtian, bahwa aku tidak akan pernah meninggalkan istriku apapun yang terjadi."
"Terimkasih hubby." Ucap Dara dengan menatap bahagia wajah suaminya.
__ADS_1
"Sama-sama sayang." Di usapnya salah satu kedua bola mata istrinya itu dengan ibu jarinya. "Kita lanjutkan perjalanannya, oke? Kamu bisa tidur jika mengantuk."
Dara mengangguk, mengerti. "Siap hubby."
Lantas, Sean langsung menyalakan mobilnya. Mengendarai dengan pelan. Sedangkan Dara duduk bersandar dan mulai memejamkan kedua bola matanya.
"Have a nice dream sayang." Lirih Sean dan mengecup pelan salah satu pipi istrinya dengan sayang.
Sedangkan di sisi lain, di sebuah ruangan yang gelap, terlihat seorang laki-laki tengah duduk di kursi kebesarannya. "Semuanya telah berjalan dengan sesuai rencana tuan."
Laki-laki tersebut mengangguk, mengerti. "Bagus." Ucapnya dengan sebuah seringai tipis yang tersungging di bibirnya.
"Tapi tuan, si James sekarang kondisinya sedang tidak baik."
"Biarkan saja. Kita sudah tidak membutuhkan si tikus busuk itu."
"Apa perlu kita menyingkirkannya tuan?"
"Tidak perlu. Biarkan saja. Biarkan dia mati dalam penyesalannya."
"Baik tuan."
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya π
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€
__ADS_1