
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Aku akan pulang larut malam sayang. Jadi jangan menungguku." Kata Sean sambil duduk bersandar di kursi mobil.
Sedangkan yang menyetir mobilnya sekarang adalah Xander.
Dara menghela nafasnya kecewa. "Tapi aku merindukan kamu Hubby."
"Iya aku tau sayang. Tapi aku akan pulang larut malam. Jadi kamu tidur saja dulu. Nanti kalau aku sudah pulang, aku akan membangunkan kamu. Oke?" Sean berusaha membujuk istrinya. Sean takut jika istrinya terlalu kelelahan karena menunggu kepulangan nya.
Lebih baik Dara mengalah saja. "Oke. Kalau begitu aku akan tidur. Ingat nanti bangun kan aku hubby." Ujar Dara memperingati suaminya.
Sean tersenyum mendengarnya. Bayangan ekspresi wajah istrinya yang sangat menggemaskan langsung melintas di otaknya. "Iya sayang. Aku pasti akan membangunkan kamu. Yasudah, aku matikan dulu ya." Dengan lembut Sean mengatakannya. Berbanding terbalik jika Sean berhadapan dengan selain istrinya.
Dara menganggukkan kepalanya. Meskipun tidak berhadapan langsung dengan suaminya. Dengan reflek Dara selalu menganggukkan kepalanya. "Iya sayang. Hati-hati. Aku tunggu kepulangan kamu."
"Terimakasih sayang. I love you. Aku sangat menyayangi mu." Pamit Sean.
Xander yang mendengar hal itu langsung senyam-senyum sendiri. Ternyata di balik sosok Sean Crishtian yang dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin, ternyata juga di kenal sebagai sosok yang hangat dan penuh cinta terhadap keluarganya sendiri. Apalagi dengan istrinya yang bernama Andara Claire Crishtian. Sudah tidak bisa di ragukan lagi bagaimana Sean mencintai dan menjaga istrinya itu.
__ADS_1
Setelah sambungan telfon terputus, lantas Sean segera memasukkan kembali handphone miliknya ke dalam saku jas nya.
Tiba-tiba perasaan rindu menghampirinya.
Roy. Sosok bodyguard sekaligus orang kepercayaan nya masih terekam jelas di ingatannya. Bagaimana pun keadaan nya, apapun kondisinya, bagi Sean tidak akan ada yang bisa menggantikan sosok Roy sebagai orang kepercayaan nya. Roy sudah di anggap sebagai kakak sendiri untuk Sean. Sulit rasanya jika Sean harus menerima orang baru. Akan tetapi, bagaimana pun juga, Sean juga harus memikirkan tentang keselamatan orang di sekelilingnya. Sean juga harus memikirkan tentang pekerjaan nya. Alhasil, Daddy nya menjadikan Xander sebagai orang kepercayaan nya.
Xander sesekali melirik ke arah spion kecil yang ada di dalam mobil. "Tuan, apakah ada masalah?" Tanya Xander ketika melihat wajah gusar Sean.
Sean langsung mengalihkan penglihatannya dan beralih untuk menatap spion kecil itu. "Tidak ada Xander." Jawab Sean. Lalu, Sean menatap pemandangan di luar. Hujan rintik-rintik mulai turun membasahi kota London.
Wajah Lucy terlintas di ingatannya. "Apa kabar mu Lucy?" Gumam nya pelan. "Apakah kau baik-baik saja disana? Aku harap kau baik-baik saja disana. Semoga bayi itu juga selamat." Ujarnya di dalam hati.
Sementara itu, kini Dara tengah duduk bersandar di atas tempat tidur. Sedangkan Kenzo telah tertidur lelap di tempat tidurnya sendiri. Dara tidak sendirian di dalam kamar, ada Xelyn yang selalu menemaninya.
"Dara apa yang sedang kamu lakukan?" Kehadiran Lexa yang begitu tiba-tiba membuat Dara tersentak.
"Ah, Mommy." Kepalanya mendongak untuk menatap wajah Lexa.
Sosok Lexa yang hangat, penuh perhatian dan sebagai mertua dari Dara, membuat Xelyn dan yang lainnya merasa iri. Xelyn juga ingin mendapatkan mertua yang seperti itu.
Dara menggeleng pelan. "Tidak ada Mom. Hanya saja Sean hari ini akan melakukan rapat dengan Damian, Nick dan juga Darren. Setelah itu akan mengadakan rapat besar-besaran dengan seluruh kepala anggota Geng Mafia Crowned Eagle." Wajahnya terlihat sendu. Ada perasaan khawatir setiap kali mengingat hal itu.
Lexa mengerti perasaan itu. Lantas, kedua kakinya yang mungil melangkah masuk ke dalam kamar. Setelah itu Lexa duduk di sebelah Dara. Salah satu tangan nya bergerak untuk megenggam salah satu tangan Dara.
Dara yang merasakan genggaman hangat itu langsung menatap iris kedua bola mata Mommy nya.
"Mom, apakah Garvin se-menakutkan itu hingga membuat Sean dan teman-teman nya harus bergerak?" Tanya Dara ke Lexa.
Lexa terdiam. Tidak harus menjawab apa. Namun Lexa hanya bisa mengatakan "Semua pasti akan baik-baik saja sayang. Percayalah. Mommy yakin, sebenci-bencinya Garvin, Garvin tidak akan pernah melukai orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan masalah nya. Garvin cenderung menyerang orang yang berkaitan dengan masalah nya." Kata Lexa menjelaskan.
Bukannya merasa lega dan tenang setelah mendengar jawaban Lexa. Dara semakin di buat khawatir dengan hal ini.
__ADS_1
"Mom, apa Mommy tidak bisa menceritakan masalah Sean dan Garvin?" Di tatapnya wajah Lexa dengan penuh permohonan.
Lexa menggeleng pelan. Ada perasaan tidak enak saat Lexa menolak permohonan menantunya. "Mommy tidak bisa menceritakan nya sayang. Mommy juga tidak berani untuk menceritakan nya jika Sean saja belum bercerita. Mommy tidak ingin membuat semuanya semakin rumit." Di usapnya dengan sayang salah satu tangan Lexa dengan lembut. "Kamu cukup percaya dengan suami mu. Sean melakukan semua pasti ada alasan. Mommy yakin, Sean tidak akan melukai kamu. Kamu tau bukan, jika kamu adalah perempuan paling spesial bagi Sean."
Dara mengangguk kan kepalanya. Memang benar apa yang dikatakan Mommy nya itu. Sean begitu mencintai dan menyayangi nya. Yang bisa Dara lakukan sekarang adalah mendukung dan mempercayai suaminya itu.
***
Garvin : Apa kalian mau aku habisi? Berani-beraninya kalian membuat author kesayangan kami bersedih huh!
Sean : Kau benar Garv. Mereka sepertinya suka berkomentar tanpa memikirkan perasaan orang lain. Bagaimana jika kita memotong jari mereka satu persatu?
Elden : Menurut ku itu terlalu biasa son. Bagaimana jika mematahkan kedua tangan mereka? Kita patahkan menggunakan tongkat baseball yang terbuat dari besi. Menurutku itu ide bagus.
Author : Udah. Aku baik-baik saja 🙂 Kalian jangan khawatir. Aku yakin, semakin tinggi derajat seseorang maka semakin berat cobaannya. Aku hanya ingin kalian tetap bersama ku. Lebih baik aku bersedih sekarang. Lalu bahagia kemudian :")
Kenzo : Istirahat lah sejenak Thor. Kami tidak akan pergi kemana-kemana. Kami akan selalu bersama mu. Tuhan pasti melihat bagaimana kerja keras mu selama ini 😊
Dara : Percayalah, kami semua selalu bersama mu Thor 😊 Kamu hebat Thor. Tidak semua orang bisa membuat novel seperti kamu. Jangan menyerah. Masih banyak pembaca dan sutradara yang sedang menunggu semua karya-karya mu. Terimakasih sudah menciptakan kami semua dengan sifat dan sikap yang sangat menakjubkan.. 😊 Jika mereka macam-macam dengan mu. Ingatlah jika kami semua selalu bersama mu.
__ADS_1