My Possesive Husband

My Possesive Husband
Queen Of Villains (Karya Terbaru Novel Fullandari)


__ADS_3

Spoiler Bab : PERJODOHAN


Terhitung sudah satu Minggu Jean terjebak di dunia novel yang ia tulis sendiri. Selama satu Minggu itu pula Jean melakukan pendekatan dengan orang-orang yang berada di kerajaan. Ia berusaha semaksimal mungkin. Meskipun ada yang pro dan kontra dengan tindakan yang ia lakukan. Tetapi Jean menghargai itu. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai apa yang kita lakukan. "Huh, setidaknya aku sudah berusaha keras." Monolognya. Jean berjalan mengelilingi taman di temani Gistara.  


Langit tampak begitu cerah. Burung berterbangan sesuai formasi. Tak jarang Jean melihat kupu-kupu cantik terbang dan hinggap di atas bunga.


Kerajaan Virago adalah kerajaan bagian Timur. Kerajaan dikenal tentram dan aman. Tidak ada pemberontakan. Tidak ada kemiskinan. Semua rakyat hidup makmur dan berkecukupan.


"Gistara, apa kamu tau apa yang aku lakukan terakhir kali?" Tanya Jean menatap ke arah Gistara.


Alis Gistara tertaut, bingung. Ia mencoba mengingat apa yang dilakukan Jean. "Terakhir kali yang saya ingat, nona sedang berias untuk makan malam." Ujar Gistara.


Jean membalas tatapan Gistara. Kemudian pandangannya teralihkan ketika melihat bangku taman. Ia mendudukkan dirinya di bangku itu. Sementara Gistara berdiri di samping Jean ditemani beberapa pengawal kerajaan.


Kepalanya mendongak, menatap langit. Ia tidak pernah menyangka jika dirinya bisa terjebak di dalam dunia novel. Hampir setiap malam ia menangis karena merindukan ke dua orangtuanya. Ia rindu pelukan ayahnya. Ia rindu masakan sederhana ibunya. Ia rindu semuanya. Tak terasa buliran kristal jatuh membasahi kedua pipinya yang cabi.


Gistara menunduk. Begitupula pengawal. Mereka menunduk menghargai Jean. Untuk pertama kali mereka melihat Jean menangis. Selama ini yang mereka lihat hanyalah sisi jahat dari putri yang dijuluki Queen Of Villains itu.


"Kamu bisa Jean. Kamu pasti bisa. Semangat. Kamu harus bertahan hidup. Kamu harus kembali ke dunia mu." Tekan Jean pada dirinya sendiri.


"Gistara, hari ini aku tidak ingin diganggu. Jika ada yang bertanya tentang ku, tolong kamu bilang jika aku tidak ingin diganggu. Aku ingin sendiri hari ini." Titah Jean tegas.


"Baik nona." Jawab Gistara.


Kemudian Jean bangkit dari duduknya. Ia melangkah masuk ke dalam istana. Beberapa pelayan yang berpapasan dengannya membungkuk hormat. Jean membalas sapaan itu dengan senyuman ramah.


Setibanya di dalam kamar, Jean langsung merebahkan dirinya di atas ranjang. Mungkin jika ia di dunianya, pasti sekarang ia sibuk membantu ibunya beres-beres rumah. Sedangkan ayahnya sudah berangkat bekerja. "Bapak." Lirih Jean memanggil ayahnya. Tangisnya pecah. Ia begitu merindukan sosok tangguh ayah kandungnya. "Hiks. Aku ingin kembali. Aku ingin pulang." Isak Jean pelan.


Ceklek..


Pintu kamar terbuka. Hal itu membuat Jean mengumpat dalam hati. "Sudah ku bilang Gistara, aku tidak ingin diganggu!" Bentak Jean kesal tanpa tau siapa yang di bentak.

__ADS_1


Hades tersenyum simpul melihat putrinya. Tadi setelah mendapat informasi jika putrinya menangis, membuat Hades khawatir. "Ini Ayah. Bukan Gistara." Seru Hades.


Mendengar suara berat Hades, reflek Jean bangun dari tidurnya. Ia tersenyum kikuk. Bekas air mata ia usap. "Maaf Ayah. Aku tidak tau jika itu ayah." Ujar Jean jujur. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman. Jean bukan tipikal perempuan yang suka menunjukkan kelemahannya.


Melihat senyuman itu, hati Hades bergetar. Apakah putrinya bersedih karena Pangeran Allarick akan menikahi Putri Luna? 


Wajar jika putrinya menangis. Mengingat bagaimana Jean mengejar Allarick selama ini. Tujuh tahun bukanlah waktu singkat.


"Menangislah Jean. Kamu tidak perlu berpura-pura tegar di hadapan Ayah."


Jean terdiam. Air mata yang sedari tadi ia tahan runtuh begitu saja. Tubuhnya bergetar hebat. Air mata jatuh berlinang. "Hiks! Hiks! A-aku, aku ingin pulang, hiks!"


Direngkuhnya tubuh mungil putrinya ke dalam dekapannya.


Perlahan Jean mengangkat kedua tangan mungilnya, membalas pelukan Hades. "Hiks! Ayah. Aku ingin pulang hiks! Aku mau pulang."


"Hstt, ayah tau ini menyakitkan nak. Ayah tau kamu terluka. Tetapi ingat ini baik-baik. Kamu berhak bahagia. Kamu berhak dicintai. Memang awalnya terasa menyakitkan melihat pria yang kita cintai bersanding dengan wanita lain. Namun kamu harus yakin bahwa apa yang terjadi di dunia ini telah diijinkan oleh Sang Maha Kuasa." Terang Hades menasehati Jean.


Kenapa ayahnya malah membahas pria itu? Padahal ia sedang menangis karena merindukan kedua orangtua di dunianya. Bukan menangisi pria yang menjadi sumber kematiannya. Air matanya terlalu mahal jika untuk menangisi pria sejahat itu.


Perlahan kedua bola mata Jean mulai terpejam. Pelukan hangat serta tepukan ringan di punggung membuat Jean tertidur pulas.


Hades membaringkan putrinya di atas ranjang. Ia menatap sendu. Jika saja ia bisa membalikan perasaan Pangeran Allarick, maka Hades akan melakukannya. Ia akan membuat Pangeran Allarick tergila-gila pada putrinya. Sayangnya hal itu tidak bisa ia lakukan.


Cup..


Dikecupnya kening Jean. "Selamat tidur Putri kesayangan ayah. Ayah yakin kamu pasti bisa melakukannya nak." Bisik Hades lembut.


Pagi telah menjelang. Semua pelayan dihebohkan dengan berita bahwa Putri Jean Amaya akan dijodohkan dengan Raja dari kerajaan barat yaitu Raja Ezakiel de Reivant.


Berita heboh itu langsung menyebar luas di istana kerajaan. Sementara orang yang sedang di gosipkan sedang asik tiduran sambil memeluk boneka favoritnya.

__ADS_1


Ceklek..


"Nona, saatnya bangun. Ini sudah pagi. Raja Hades sudah menunggu anda di meja makan." Seru Gistara lalu membuka gorden kamar. Dibukanya pintu kaca itu. Membuat sinar mentari masuk ke dalam kamar Jean.


"Ugh, Good morning Gistara. Beri waktu sepuluh menit lagi. Aku ingin rebahan." Sahut Jean sedikit meregangkan otot tubuhnya.


Gistara menggeleng pelan melihat Jean. Untungnya ia sudah terbiasa dengan bahasa gaul nonanya itu. "Tidak ada sepuluh menit lagi nona. Ayah anda sudah menunggu anda. Apa anda tidak tau jika anda akan dijodohkan dengan Raja Ezakiel?"


Nyawa Jean belum terkumpul sempurna. Kedua bola matanya samar-samar mulai terbuka menyesuaikan cahaya. "Perjodohan? Siapa yang mau di jodohkan?" Tanya Jean tidak mengerti.


Menghela nafas panjang. Gistara bergegas menyiapkan air hangat untuk Jean. "Anda yang akan di jodohkan nona."


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Jean reflek bangun dari tidurnya. Kedua bola matanya melotot terkejut. "APA?! AKU DIJODOHKAN?!" Pekik Jean terkejut.


Dan disinilah Jean berada. Duduk di kursi, samping ayahnya. Sementara Hades menatap putrinya dengan sesekali tersenyum.


Setelah mendengar berita perjodohan dari Gistara, Jean bergegas mandi ala kadarnya. Hanya membutuhkan waktu lima menit, Jean sudah menyelesaikan aktivitas mandi dan berpakaian. Benar-benar cepat hingga membuat Gistara tercengang. Sejak kapan majikannya ini menjadi secepat ini? Biasanya Jean butuh waktu satu jam hanya untuk mandi.


"Ayah, ayah serius mau jodohin Jean sama Raja dari kerajaan sebrang?"


Hades tersenyum. Entah sudah ke berapa kali putrinya menanyakan hal yang sama.


"Oh my God Ayah, ini bukan zaman Siti Nurbaya. Bukan zamannya di jodoh-jodohin." Keluh Jean menatap Hades kesal.


"Apalagi Ayah mau jodohin putri ayah yang cantik jelita ini sama Raja itu? Apa ayah mau jika putri ayah ini mengalami kekerasan rumah tangga? Apa ayah mau melihat putri ayah terluka? Umur ku juga masih 23 tahun ayah."


"Justru umur 23 tahun sudah umur yang matang untuk menikah nak. Ayah juga sudah mempertimbangkannya. Ayah sudah memutuskan bersama kedua orangtua Raja Ezakiel. Mereka berdua menerimanya. Apa kamu tidak tau tentang sejarah kerajaan Virago dengan Kerajaan Erosh?"


Rasanya Jean ingin menangis sekarang. Bisa-bisanya ayahnya menjodohkannya dengan Ezakiel. Pria yang ikut andil dalam kematiannya itu. "Tidak. Tidak mau! Jean tidak mau dijodohin!" Tanpa menunggu jawaban sang ayah, Jean bangkit lalu berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. "Gila aja kalau sampai aku nikah sama Ezakiel. Bisa-bisa aku mati ditangannya."


Definisi lolos maut dari buaya. Malah masuk ke dalam kandang singa.

__ADS_1


Ga. Ga mau. Pokoknya Jean tidak mau di jodohin!


Penasaran dengan kelanjutannya? Kalian bisa DM aku di Instagram ya. Update setiap hari. Genre : Dark Romance, Possesive, Obsesi, Adult 21+


__ADS_2