My Possesive Husband

My Possesive Husband
166. SOSOK MISTERIUS (Bagian 1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Tubuh Sean bergetar takut. "Bunuh aku. Bunuh aku." Rintih Sean dengan kedua bola mata yang menatap kosong.


Dara menggeleng pelan. Hatinya terasa sakit melihat suaminya yang seperti ini.


Dipeluknya tubuh suaminya dengan erat. "Jangan seperti ini. Aku mohon. Ada aku disini." Ujar Dara berusaha menenangkan suaminya.


Mulai perlahan tubuh suaminya mulai tenang. Tidak sebegetar tadi.


"Ada aku disini. Jangan pernah bilang seperti itu lagi." Kata Dara dengan mengusap lembut punggung suaminya.


Sean semakin memperat pelukan di tubuh istrinya.


Sean menangis dalam diam ketika trauma masa lalu lagi-lagi datang menghampirinya.


"Jangan kamu tanggung sendiri hubby. Kamu bisa cerita sama aku. Kamu bisa cerita apapun dengan aku. Aku tidak akan pernah tinggalin kamu." Lalu, dikecupnya puncak kepala suaminya dengan sayang.


Setelah itu, Sean melepas pelukannya dengan perlahan. "Aku baik-baik saja." Kata Sean dengan menatap wajah istrinya. "Maafkan aku sudah membuat mu khawatir."


Dara tersenyum melihat suaminya. Sean adalah Sean. Laki-laki yang selalu tampak kuat diluar tapi lemah di dalam. "Tidak apa-apa hubby. Jika hubby masih belum bisa menceritakannya sekarang, aku tidak akan memaksanya." Digengamnya kedua tangan suaminya. Ditatapnya penuh kelembutan wajah suaminya. "Jika sudah siap cerita. Aku akan selalu siap mendengarnya."


Inilah Dara yang sebenarnya. Sosok perempuan yang mau mengerti pasangannya. Yang mau menerima segala baik dan buruknya sifat pasangannya. Mau menerima pasangannya apa adanya tanpa ada apanya. Sosok perempuan lembut dengan segala sifat tidak terduganya. Perempuan baik yang akan setia dengan pasangannya. Tapi Dara tidaklah sekuat itu. Jika sudah disakitin berkali-kali dan sudah diluar batas kemampuannya, Dara bisa memilih pergi daripada bertahan. Bukan karena sudah tidak lagi cinta, tapi sudah cukup merasakan luka.


"Terimakasih sayang."

__ADS_1


"Sama-sama hubby. Jangan sedih oke?"


Sean mengangguk mengerti.


Lalu, Sean bangkit dan berdiri. Rasa sesak dan sakit yang menyerang dirinya tadi sudah tidak lagi ia rasakan. Semuanya langsung hilang begitu saja. Iya, itu semua berkat istrinya. Sean bersyukur karena sudah memiliki seorang istri seperti Dara.


Dengan langkah yang sedikit lemas, Sean berjalan ke arah tempat tidur dan langsung duduk di atas tempat tidur.


"Huft.." Sean menghela nafasnya pelan.


Sedangkan Dara langsung berjalan ke arah meja sisi ranjang yang telah tersedia minuman botol air putih.


Diambilnya botol minuman itu dan dibukanya. Lalu, Dara langsung menyodorkan minumannya ke suaminya. "Minum aja dulu. Biar lebih tenang." Ucap Dara dengan berdiri tepat di depan suaminya.


Dengan tersenyum Sean menerima botol minuman dari istrinya. Dan diteguknya air di dalam botol minuman tersebut hingga tersisa setengah.


"Bagaimana? Apa sudah lebih baik?" Tanya Dara dengan penuh perhatian.


Sean mengangguk. "Terimakasih sayang. Kamu memanglah yang terbaik." Puji Sean dengan memeluk pinggang istrinya possesive.


Membuat tubuh Dara langsung berdekatan dengan tubuh tegap berotot itu.


Posisi Sean sekarang duduk dipinggir kasur dengan istrinya yang berdiri tepat di depannya. Salah satu tangannya memeluk possesive pinggang istrinya.


"Kuy hubby." Jawab Dara dengan mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


Sean tersenyum. Setelah itu Sean langsung mengangkat tubuh istrinya dan memulai kegiatan panas mereka. Mengulang kejadian semalam yang indah.


"Tunggu sebentar."


Sean menghela nafasnya kecewa. "Apa lagi sayang?" Tanya Sean dengan tidak sabaran.


"Apa hubby tudak pergi ke kantor hari ini?" Kata Dara dengan menatap wajah suaminya.


"Aku bosnya. Jadi aku bisa datang kapan saja semauku." Ujar Sean dengan memulai menciumi leher istrinya. "Melakukan proyek tunggal putra lebih penting sekarang."


Dan merekapun melakukan kegiatan pagi mereka.

__ADS_1


Berolahraga di atas tempat tidur di pagi hari dengan pasangan ternyata itu menyenangkan. Bahkan sangat mengasikkan. Ternyata tidak ada salahnya jika Sean melakukannya di pagi hari. Berolahraga dengan istrinya ternyata sangat menyehatkan. Dan sekarang Sean mengerti dan setuju dengan pendapat istrinya mengenai latihan tembak-menembak. Mungkin Sean akan melatih istrinya tembak-menembak yang lain dan berbeda daripada yang lain. Ya iya dong, bagaimana bisa Sean mengajari istrinya latihan tembak-menembak jika istrinya saja selalu membuatnya kelepasan. Selalu ingin olahraga terus menerus.


***


Dilain sisi disebuah ruangan kerja yang luas terlihat seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


"Permisi tuan, tuan kedatangan tamu." Ujar salah satu bodyguardnya dengan sopan.


"Suruh dia masuk." Titah orang tersebut dengan tetap fokus memeriksa beberapa dokumen penting yang berada di tangannya.


"Baik tuan." Jawab bodyguard tersebut dan segera berjalan keluar ruangan.


"Silahkan masuk." Ujar bodyguard tersebut dengan sopan.


Setelah itu orang yang disuruh masuk kedalam ruangan langsung berjalan masuk kedalam ruangan dengan langkahnya yang tegas dan arogan. Sebuah smirk tersungging dibibirnya. Orang tersebut berdiri tidak jauh dari orang yang sedang disibukkan dengan dokumen-dokumennya.


"Hai bung, apa kabar?"


Wajah yang semula menunduk dan menatap fokus dokumen langsung terangkat dan menatap wajah orang yang tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk. Dengan sebuah seringai yang tersungging di bibirnya, sosok tersebut menjawab sapaan itu. "Seperti yang kau lihat." Jawab sosok tersebut dengan duduk bersandar dikursi kebesarannya. "Lama tidak berjumpa Nick Albert." Ujarnya dengan seingai tipis menakutkan yang tersungging dibibirnya.


***


Author mau tanya, kalian asalnya darimana dan umur berapa? Komen yuk, Author ingin kenal kalian (pembaca MPH) biar lebih dekarπŸ€—πŸ’–


- Ini Sean Crishtian



- Ini Nick Albert



Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀


__ADS_2