My Possesive Husband

My Possesive Husband
212. SUPRISE (Extra Part 3)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Jam 5 sore Sean dan Dara baru saja sampai di mansion nya. Kedua bola matanya membulat sempurna ketika melihat mansion nya 80% telah di renovasi. "Sean, bagus banget mansion nya!" Jerit Dara kegirangan.


"Daddy yang merenovasinya sayang." Ucap Sean dengan membantu istrinya keluar dari dalam mobil. "Kamu duduk di sini saja." Ujar Sean dengan menatap ke arah kursi roda yang telah di sediakan bodyguardnya.


Dara mengangguk. Maklum, baru kali ini Dara merasakan apa yang namanya melahirkan. Jadi untuk berjalan terlalu lama Dara sudah tidak sanggup.


"Kalian keluarkan semua barang-barangnya di dalam mobil lalu bawa masuk ke dalam. Tata dengan serapi mungkin." Titah Sean ke 5 bodyguardnya serta ke 6 maid nya.


"Baik tuan." Jawab mereka dengan serempak lalu menjalankan apa yang Sean perintahkan.


Kedua bola mata Dara berkaca-kaca. Dara merasa terharu sekaligus merasa sangat bahagia.


Kenzo? Kenzo, anak mereka di bawa Mommy Lexa dan juga Daddy Elden.


Sesampainya di depan pintu mansion, lantas Sean menghentikan langkahnya. Setelah itu Sean mengatur deru nafasnya sebentar. Di rasa cukup lantas Sean membungkukkan badannya agar selaras dengan telinga istrinya. "Kamu siap sayang?" Bisik Sean tepat di telinga istrinya.


Dara yang merasakan hembusan nafas di telinganya langsung merasa geli sendiri. Bulu kuduknya meremang. Entah hanya perasaanya saja atau bagaimana, menurutnya suaminya sekarang terlihat lebih tampan dan menggoda dua kali lipat daripada sebelumnya. "Iya hubby. Aku siap." Jawab Dara dengan mantap. Kedua tangannya bertautan satu sama lain.


Ceklek


Kedua pintu terbuka secara otomatis.


Dan..


"SUPRISE!"


Sontak saja Dara langsung terkejut di buatnya. Suara teriakan dan letusan terompet membuat Dara sedikit terkejut dan terpukau. Apalagi hiasan yang berjatuhan dari atas. Mulai dari balon, kertas-kertas kecil serta di sana terdapat sebuah hiasan yang membentuk setengah lingkaran. Ditengahnya terdapat sebuah foto dirinya bersama suaminya.


"Selamat atas kelahiran anak kalian ya." Ucap Rara. Dengan langkahnya yang indah Rara berjalan menghampiri Dara.


Ya disana ada Rara, sahabatnya. "Ra aku kangen." Ucap Dara dengan kedua bola mata yang berkaca-kaca. Setelah itu dipeluknya tubuh Rara dengan sayang.

__ADS_1


Lihat? Nick benar-benar akan melakukan apapun untuk membuat perempuan yang ia cintai bahagia.


"Kamu kemari dengan siapa Ra?" Tanya Dara.


"Aku bersama dengan Nick. Dia yang mengundang ku kesini." Jawab Rara dengan tersenyum. Sebuah senyuman yang menyimpan banyak luka. Sebelum Nick mengajaknya kesini, Nick menyiksa dirinya habis-habisan.


Dara tersenyum bahagia. "Terimakasih Nick." Ucap Dara.


Nick mengangguk sebagai jawaban.


"Baiklah mari kita rayakan!" Ucap Lexa dengan semangat empat lima.


Pesta itu di hadiri Elden, Lexa, Damian, Sena, Nick, Rara dan Darren.


Pesta itu sangat meriah dan mewah. Semua makanan telah di siapkan khusus oleh chef terkenal di dunia. Makanan mahal dengan nilai puluhan juta dollar.


Jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Pesta telah selesai diadakan. Mereka semua memutuskan untuk menginap di mansion Sean.


Dara yang melihat sahabatnya tengah duduk sendirian di dekat kolam lantas menghampirinya.


"Ra aku ingin berbicara sesuatu sama kamu." Ujar Dara dengan duduk di samping Rara, sahabatnya.


Rara yang mendengar itu langsung menoleh dan menatap wajah sahabatnya. "Berbicara apa Dara?"


"Kita bicara di taman aja." Ajak Dara dengan bangkit dari duduknya. Dara mengulurkan tangannya ke Rara.


Setelah itu Dara dan Rara berjalan berdua menuju taman belakang mansion.


Tanpa mereka sadari, sedari tadi Nick memperhatikan apa yang mereka lakukan. "Jika kau memberitahunya Ra, maka kau akan mati di tangan ku malam ini." Ujar Nick dalam hatinya. Tangannya mengepal kuat dengan tatapan mataΒ  yang tajam.


Sesampainya di taman belakang mansion Dara langsung mengajak Rara untuk duduk di sebelahnya.


"Ra maaf sebelumnya apakah aku boleh bertanya sesuatu pada mu?" Tanya Dara dengan menatap tepat kedua iris bola mata sahabatnya.


Rara mengangguk ragu. "Tanya saja Dara. Aku akan menjawabnya." Dengan tersenyum Rara mengatakannya. Walaupun sebenarnya sekarang jantungnya tengah berdegup dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.


Digenggamnya kedua tangan sahabatnya. "Ra apa kamu tau jika Derrick sudah tiada?"


Deg


Sudah Rara duga, pertanyaan yang di ajukan oleh Dara pasti akan berkaitan dengan Derrick.


Rara mengangguk. "Iya aku tau Dara." Jawab Rara. Wajahnya berpaling. Merasa ragu jika akan menjawab semua pertanyaan sahabatnya nanti.


"Ra apa kamu tau jika di balik peristiwa pembantaian di keluargaku itu adalah Derrick?"

__ADS_1


"Tidak Dara. Aku tidak tau." Jawab Rara jujur. Ya, selama Rara menjadi kekasihnya Derrick, Rara tidak pernah tau jika kekasihnya akan melakukan hal seperti itu. Bahkan Rara mengetahui ini semua melalui Nick. Melalui siksaan Nick padanya.


Dara tersenyum. "Terimakasih Ra. Terimakasih telah mau menjadi sahabatku selama ini. Aku sudah menduganya jika kamu tidak akan ada kaitannya dengan hal ini."


"Kamu tidak seharusnya mengucapkan terimakasih Dara. Harusnya aku yang mengucapkan terimakasih sama kamu. Harusnya aku yang meminta maaf."


"Maaf ya Dara. Harusnya aku tau jika Derrick akan melakukan hal seperti itu. Aku kira, aku sudah mengenalnya dengan sangat cukup baik. Ternyata selama ini aku belum mengenalnya dengan baik. Dan terimakasih karena masih mau menjadi sahabat ku." Wajahnya memerah. Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca. "Maafkan aku. Hiks!" Buliran kristal langsung jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya. Rara menangis di hadapan sahabatnya.


Dara yang melihat sahabatnya menangis juga ikut menangis. Di peluknya tubuh Rara. "Jadi sahabatku terus ya Ra. Apapun yang terjadi kita harus tetap menjadi sahabat. Kalau kamu butuh sesuatu kamu bilang sama aku. Aku akan membantu kamu." Kata Dara dengan mengusap punggung Rara.


Mereka berdua saling berpelukan satu sama lain. Saling menangis dan menguatkan satu sama lain.


Tanpa mereka sadari, sedari dulu mereka saling terhubung satu sama lain.


Mulai dari masa lalu Derrick, masalah Rara dengan Nick, hingga pertemuan antara Sean dan Dara.


Itu semua terhubung satu sama lain tanpa mereka sadari.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🀘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀


__ADS_2