
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Dara masuk kedalam kamarnya. Kamar miliknya bersama Sean.
Sean masih setia tidur di atas tempat tidur.
Mungkin masih lelah. Tapi, inikan sudah pukul 10 pagi.
Ditariknya selimut yang membungkus tubuh berotot itu. Dara hampir menjerit dibuatnya. Sean hanya memakai celana tanpa atasan sama sekali.
"SEAN!!" Jerit Dara dengan suara kencangnya. Membuat sosok yang mempunyai nama tersebut terlonjak kaget dan menegakkan tubuhnya.
"Kenapa Sayang? Apa ada yang membuatmu takut?" Tanya Sean dengan wajah yang masih belum 100% sadar. Hanya separuh nyawanya yang telah terkumpul. Padahal, karena dirinyalah yang membuat kekasihnya itu berteriak seperti itu.
__ADS_1
"Ihh!" Dengan kesal Dara mengambil baju atasan hitam polos itu yang terletak di atas nakas lalu di berikannya ke Sean. Baju milik Sean yang telah dipakai semalam.
Sean hanya menatapnya bingung tanpa berniat mengambil baju yang disodorkan oleh Dara. Ada apa dengan baju?
Dara yang gemas lantas meletakkan baju itu disisi Sean. "Pakai baju kamu Sean. Jangan tidur ngga pakai baju. Nanti kedinginan kamunya." Omel Dara. Padahal Dara hanya takut khilaf. Ingat, Dara itu perempuan normal yang sangat suka sekali dengan roti sobek. Gemas ingin Dara sentuh.
Mendengar perkataan kelasihnya, Sean mulai mengerti arah pembicaraannya. "Kenapa sayang kalau aku tertidur tidak memakai baju? Bukankah kamu suka? Semalam saja kau memelukku erat. Bahkan terlihat sangat nyaman." Goda Sean sambil bangkit dan berjalan ke arah kamar mandi. Ternyata seru juga menggoda Dara.
Dara mengelak. Tidak terima. Jikapun ia melakukannya, tapikan Dara tidak sadar. Jadi itu dibawah alam sadarnya jika memang ia melakukannya. "Tidak. Semalam aku tidak memelukmu! Jikapun ia, aku kan dalam keadaan mengantuk. Jadi tidak dalam keadaan sadar." Jelas Dara panjang lebar. Tidak terima. Meskpun faktanya memang iya, jika dirinya merasa nyaman demgan badan berotot itu.
Sean memberhentikan langkah kakinya. Lalu berbalik menatap wajah kekasih yang sudah memerah malu dan terlihat sedikit kesal. Sungguh manis sekali. "Benarkah? Apakah perlu aku tunjukkan fotonya? Semalam aku memfotomu sayang." Padahal Sean tidak serius mengatakannya.
Semburat merah di kedua pipi cabi itu semakin terlihat. Wajahnya semakin memerah malu. Tidak tau harus berkata apa. Apa benar Sean memfoto dirinya? Kalau iya gimana ini? Kan malu.
Sedangkan Sean tersenyum melihat tingkah gadisnya. Benar-benar lucu. Lalu, Sean masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi dan berkeramas agar pikirannya lebih segar. Menuntaskan sesuatu yang belum seles**ai. Ya, Sean memimpikan Dara.
***
Dara menghela nafas lega ketika Sean telah masuk ke dalam kamar mandi. Sambil menunggu Sean selesai mandi, Dara membereskan kamar Sean dengan rapi dan bersih. Namun, sampai 30 menit, Dara tidak kunjung datang juga.
Rasa bosan langsung menyelimutinya. Dinyalakannya televisi itu lalu duduk diatas karpet berbulu. Dan tidak lupa juga ditemani oleh salad buah, makanan favoritnya. Dimakannya itu dengan lahap, tanpa tau jika sekarang Sean berdiri dibelakangnya yang tengah memakai pakaian. Rambutnya tampak masih basah dan terlihat segar. Menambah nilai plus tersendiri untuk seorang Sean Crishtian. Siapa yang tidak tergila-gila padanya? Hampir semua wanita menjerit-jerit jika bertemu dengannya. Wajahnya juga tampak lebih fresh dari sebelumnya. Terlihat berbeda dari biasanya. Ada binar keceriaan di kedua bola mata tajam itu. Ya, semua itu karena Dara. Gadisnya. Miliknya. Istrinya.
"Ekhem." Sean berdehem lalu memilih duduk disamping gadisnya yang tengah lahap memakan salad buah. Sean tau jika gadisnya itu sangat menyukai salad buah. Entahlah, Sean tidak tau apa yang membuat gadisnya itu begitu tergila-gila dengan makanan yang bernama salad buah itu. Rasanya Sean ingin membumi hanguskan makanan itu. Agar tidak ada. Hanya karena salad buah, Dara mengabaikannya begitu saja.
"Itu makananku?" Tanya Sean. Karena sedari tadi Dara tidak menolehnya sama sekali. Terkesan jutek akan kehadirannya.
__ADS_1
Dara mengangguk, lalu menoleh menatap kedua mata tajam itu. "Iya itu makanan untukmu. Aku yang menyiapkannya sendiri tadi. Khusus dan spesial untukmu." Ujar Dara dengan nada yang biasa saja. Tatapannya juga biasa saja. Tapi tidak dengan Sean. Tatapan Dara yang menatapnya seperti itu membuatnya semakin yakin untuk mempersunting Dara untuk menjadi pendamping hidupnya. Menyandang gelar sebagai nyonya besar Crishtian.
Deg
Jantung Sean berdetak tidak beraturan jika membayangkan itu semua. Sean ingin mewujudkannya. Bukannya hanya bisa membayangkannya saja. Sungguh, berasa akan mau copot jantungnya. Tunggu. Sebentar. Tadi seorang Sean Crishtian di gombalin oleh gadis kecil? Dan sialnya jantungnya berdetak tidak karuan. Ingin senyum tapi gengsi.
"Benarkah?" Dan pada akhirnya hanya kata-kata itu yang keluar dari mulutnya.
"Iya tentu saja. Memang mau buat siapa lagi kalau bukan buat kamu?"
Deg
Sial, jantungnya berdetak kencang hanya karena kata-kata seperti itu?! Jangan lemah Sean. Jangan lemah! Kamu bukan kaum lemah Sean yang dikatai manis langsung baper!
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤
__ADS_1