My Possesive Husband

My Possesive Husband
105. PENGHIANAT (Bagian 1)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Ra, kenapa kau bisa bertemu dengan Nick? Apa kalian mengenal satu sama lain?" Tanya Dara ke Rara. Karena, itu suatu hal yang tidak mungkin bagi Rara untuk berkenalan dengan Nick. Rara termasuk kedalam perempuan baik-baik dan termasuk kedalam anak rumahan seperti dirinya.


Rara menggeleng, menanggapi perkataan Dara tadi. "Tidak Dara. Awalnya kami tidak saling mengenal satu sama lain. Tapi karena masalah pekerjaan aku bisa bertemu dengannya. Dan aku begitu tidak menyangka, ternyata Nick juga mengenalmu. Jadi, akhirnya aku di ajak kesini. Katanya aku akan diberi sebuah kejutan. Dan ternyata kejutannya itu kau." Jelas Rara dengan semangat empat lima.


"Benarkah itu Nick?" Ujar Dara dengan menatap wajah Nick yang telah duduk di sofa.


"Iya. Itu benar sekali Dara. Aku bertemu dengan Rara karena sebuah pekerjaan. Jika aku tidak ada pekerjaan, mungkin aku tidak akan bertemu dengannya." Jawab Nick dengan menatap kedua bola mata cantik yang ia rindukan beberapa minggu ini.


"Nick, kau berhutang penjelasan dengan kami semua." Kata Damian dengan menatap tajam ke arah Nick.


Nick hanya menganggukan kepalanya singkat. Ingat, Nick juga telah bekerjasama dengan Derrick. Jadi jangan remehkan kedatangannya yang akan selalu memberikan sebuah kejutan tak terduga. Sepertinya, ini akan sangat menarik.


Sungguh, Damian benar-benar dibuat terkejut dengan kedatangan Rara yang dijadikan sebagai suprise untuk Dara. Apalagi Sean dan Darren. Mereka tidak kalah terkejut dengan kedatangan Rara yang begitu tiba-tiba. Tapi, ada suatu hal yang membuat Sean puas dengan kedatang Rara. Hingga sebuah seringai tipis tersungging dibibirnya. Kalau Sean fikir-fikir lagi, ternyata ada untungnya juga dengan kedatangan Rara yang begitu tiba-tiba. Karena Sean tidak perlu repot-repot lagi untuk menyusun sebuah rencana agar memancing Rara keluar dari persembunyiannya. Malah Rara dengan senang hati datang dan memasukkan dirinya kedalam kandang singa yang tengah kelaparan. Sean jadi tidak sabar, bagaimana respon kekasih Rara sekarang jika Rara sedang berada di tangannya?


Setelah itu, datanglah maid yang membawa minuman dan kue kering lagi yang dibuat untuk Rara.


"Dara, bagaimana dengan saudaramu? Apa mereka mengetahui jika kamu sedang berada disini?" Tanya Rara seraya mengambil kue kering untuk ia makan. Sedangkan para lelaki tampan hanya diam mendengarnya.


Dara menunduk lesu setelah mendengar perkataan Rara tadi. Bahkan, saudaranya saja waktu itu tidak peduli dengan keadaanya. Yang mereka inginkan hanya harta milik kesua orang tuanya.


"Entahlah Ra, aku juga tidak tau. Sepertinya mereka tampak senang dengan keaadanku waktu itu." Jawab Dara dengan memaksakan sebuah senyuman agar tersungging di bibirnya.

__ADS_1


Lalu, Sean langsung memeluk tubuh mungil istrinya. "Jangan sedih sayang. Ada aku yang akan selalu menemanimu, oke?" Ucap Sean dengan memberikan sebuah kecupan singkat di pipi cabi istrinya.


"Iya Sean. Aku tidak sedih kok."


"Aku dan yang lain akan pergi ke atas. Kami mau membahas beberapa pekerjaan yang sedikit tertunda. Jadi, kamu bisa bermain dengan Rara. Asal satu, kamu jangan pergi kemana-mana tanpa seijinku. Dunia luar masih terlalu berbahaya untukmu dan untuk bayi kita." Ucap Sean dengan tersenyum. Berusaha memberikan pengertian kepada istri kecilnya. "Kalau ada apa-apa, kamu bisa memanggilku sayang." Tambahnya.


Dengan semangat empat lima, Dara mengangguk, mengerti. "Siap captain!"


Nick yang melihat kedekatan perempuan yang ia cinta hanya tersenyum tipis. Inilah resiko jika mencintai perempuan yang telah menjadi milik orang lain. Harus siap dengan segala konsekuensinya.


Lalu, Sean, Nick, Damian dan Darren bangkit dari duduknya dan berjalan untuk menuju lantai atas.


Dara benar-benar dibuat kagum dengan empat pria itu. Mereka semua terlihat begitu nyaris sempurna tanpa kekurangan sedikitpun.


"Ra, apa kamu mau makan sambil menonton televisi?" Tanya Dara yang meminta pendapat Rara.


"Mau Dara. Seperti itu ide yang tidak terlalu buruk." Jawab Rara dengan semangat.


Dara dan Rara langsung berjalan bersamaan untuk menuju dapur. Sesampainya di dapur Dara langsung mengambil beberapa makanan untuk dimakan beedua dengan Rara.


"Tidak Afi. Kau bisa melakukan perkajaan yang lain atu mungkin kau bisa beristirahat." Ucap Dara dengan tersenyum manis.


Kau perempuan yang baik. Tapi sayang, begitu banyak orang yang menginginkan kematianmu.


"Baik nona." Jawab Afi lalu berjalan berlalu pergi.


"Ayo Ra." Ajar Dara.


Rara yang semulanya sedang melamun langsung dibuat sedikit terkejut dengan perkataan Dara tadi. "Ayo Dara."


Mereka berduapun langsung melakukan sesuai yang Dara katakan lagi. Mulai dari memakan cemilan, menonton drama korea serta sesekali mengobrol dengan banyak hal.


Nick memang mempunyai cara tersendiri untuk memberinya sebuah kejutan. Sama seperti Sean, suaminya. Yang selalu mempunyai cara tersendiri untuk selalu membuatnya tersenyum bahagia.


***

__ADS_1


Disisi lain, empat mafia tampan itu telah duduk di kursi kebesarannya masing-masing. Hawa dominant dan aura menyeramkan sangat kental terasa di ruangan itu. Bagaimana tidak menyeramkan? Sean, Nick, Damian dan Darren adalah orang yang masuk kedalam jejeran orang paling berpengaruh kedalam dunia bisnis gelap.


"Nick, kenapa kau bergerak tanpa sepertujuan kami?" Kata Damian yang memulai awal pembicaraan.


"Bukankah kalian sudah mengenalku dengan dalam? Kalian juga mengerti bagaimana motto ku dalam menghadapi musuh bukan? Motto ku tetap seperti dulu Damian. Tidak ada yang berubah sedikitpun dari motto ku itu. Motto ku, kita harus mengenali musuh kita terlebih dahulu sebelum mengalahkannya. Kalau perlu, kita harus menjadikan musuh kita sebagai teman kita sendiri sebelum kita mengalahkannya hingga ke akar-akarnya. Bukankah itu sangat mengasikkan?" Kata Nick dengan sebuah seringai tipis yang tersungging dibibirnya.


Inilah Nick yang sebenarnya. Tampak baik dan ramah di depan orang untuk menutupi sifat aslinya. Bahkan Nick termasuk kedalam orang-orang yang begitu menyeramkan dan tak terduga.


Darren yang mendengar perjelasan Nick tadi langsung tersenyum tipis. "Aku suka dengan caramu Nick. Kau cerdas dan tak tertebak."


Sean langsung tertawa mendengarnya. "Setelah ku fikir-fikir, ternyata perkataan orang lain benar ketika mengecap kita sebagai pembunuh berdarah dingin. Itu terdengar sangat pantas dan cocok untuk kita. Pantas saja mereka menakuti kita"


"Hahaha.."


Gelak tawa yang terdengar menyeramkan itu mengisi ruangan itu.


Gelak tawa yang dilakukan oleh anggota Mafia Crowned Eagle itu sungguh membuat orang merinding jika mendengarnya.


Masih ingat dengan motto Mafia Crowned Eagle bukan?


Ingin mengalahkan kami kalian harus hebat, Ingin menangkap kami kalian harus cepat, Ingin menghancurkan kami? Kalian pasti bercanda!


💛💛💛


BERI KOMENTAR POSITIF YSNG MEMBUAT MOOD AUTHOR BAIK 😉 MUNGKIN BISA AJA DENGAN KOMENTAR POSITIF KALIAN, AUTHOR BISA DOUBLE UP DI AKHIIR BULAN NANTI 🤗 JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA 💑


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤

__ADS_1


__ADS_2