
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ๐๐
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku ๐ค
dan jangan lupa beri bintang 5 ya ๐
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata ๐ค
Happy Reading
***
Lima hari telah berlalu. Kini keadaan Dara sudah lebih baik dari sebelumnya. Dara sudah bisa diajak bercanda ataupun bisa dibuat tersenyum. Bahkan Sean yang melihat senyum kebahagiaan itu juga ikut merasa bahagia. Rasa bahagia dari istrinya terasa tersalurkan ke dalam dirinya.
"Sean, kamu sudah sarapan?" Tanya Dara dengan menggulung ranbutnya ke atas. Memperlihatkan leher jenjangnya yang putih dan mulus itu.
Sean yang tengah duduk santai di atas sofa lantas langsung menoleh dan memperhatikan istrinya. "Belum sayang. Aku belum sarapan. Apa kamu ingin sesuatu?" Tanya Sean dengan menatap wajah istrinya yang tengah sibuk meregangkan tubuhnya.
"Aku sedang tidak ingin memakan sesuatu sayang. Aku hanya ingin pulang sekarang." Ujar Dara dengan menghela nafasnya pelan.
Setelah itu Sean berdiri dan berjalan mendekati tempat tidur istrinya. "Kamu sedang bosan sayang? Bukankah hari ini adalah hari terakhir kamu di rumah sakit?" Ucap Sean dengan mengurung tubuh mungil istrinya. Tubuhnya tegapnya membungkuk, mensejajarkan dengan tubuh istrinya. Wajahnya ia dekatkan dengan wajah istrinya. Sedangakan tangan kanan dan kiri ia letakkan disamping tubuh mungil istrinya yang tengah duduk santai di atas tempat tidur.
Hal itu sukses membuat Dara menahan nafasnya. Sudah lama Dara tidak sedekat ini dengan suaminya.
"Emhh.." Rasa gugup langsung menyelimuti Dara.
Sean tersenyum tipis. "Emh, kenapa sayang?" Ujar Sean dengan semakin mendekatkan wajahnya dengan istrinya. Sean ingin menggoda istrinya yang terlihat menggemaskan seperti ini.
"Emh, serius kalau hari ini adalah hari terakhir aku di rumah sakit Sean?" Tanya Dara dengan kedua bola mata yang berbinar senang.
Lihat? Sekarang istrinya begitu cepat untuk berubah-ubah. Yang awalnya gugup sekarang terlihat bersemangat.
Sean mengangguk. "Iya sayang, hari ini adalah hari terkahir kamu dirumah sakit. Hari ini kita akan pulang." Ucap Sean dengan menempelkan ujung hidungnya yang mancung ke hidung mungil istrinya.
Deg
Deg
Deg
Jantung Dara langsung berdegup kencang. Terasa berbeda dengan yang dulu. Kali ini Dara seolah-olah dibuat olahraga jantung dengan tindakan yang suaminya lakukan. Namun, hal itu juga membuat Dara tersenyum. Dara tidak ingin kalah dan didominasi oleh suaminya. Dara juga ingin lebih mendominasi daripada suaminya.
Lalu, kedua tangannya Dara letakkan di leher suaminya.
__ADS_1
Sean yang melihat itu tersenyum tipis. "Istriku sekarang telah berani? Hm?" Ujar Sean dengan suaranya yang berat. Terdengar sangat maskulin dan serak. Sungguh, membuat Dara merasa meleleh sekarang.
"Berani apa Sean?" Tanya Dara seolah-olah tidak mengerti arah pembicaraan suaminya.
Kening Sean berkerut. "Berani ini.." Lalu, diciumnya bibir mungil itu.
Deg
Bahkan Dara sedikit terkejut dengan ciuman tiba-tiba yang dilakukan oleh suaminya.
Dicium dan dilumatnya bibir mungil istrinya. Sean begitu merindukan istrinya.
Tentu saja Dara tidak mau kalah dari Sean. Dibalasnya ciuman itu dengan menghisap dan menggigitnya bibir Sean.
Sean yang merasa bibirnya digigitnya sedikit meringis. Ternyata istrinya ganas juga.
"Ekhem." Deheman pelan dari seseorang langsung membuat Dara terkejut dan mendorong tubuh tegap suaminya agar menjauhinya.
"Shitt!" Sean mengumpat kasar ketika ciuman yang Sean nikmati langsung terlepas begitu saja. Sean segera menoleh dan melihat siapa yang datang.
"Kau merusaknya Damian!" Ucap Sean dengan kesal ketika melihat Damian, Darren dan Nick yang berada disana dengan membawa beberapa makanan dan bunga.
"Santai Sean. Aku sudah mengetuk pintunya beberapa kali tapi tidak kunjung mendapatkan respon. Jadi, aku memutuskan untuk masuk kedalam. Dan ternyata.. Wow. Sungguh luar biasa. Kamu begitu hot dan ahli dalam melakukannya." Kata Damian dengan tersenyum memperlihatkan giginya yang rapi. Merasa tidak enak karena amemotong kegiatan panas yang Sean lakukan bersama istrinya.
"Tapi, kalau boleh saran bung, lebih baik kau melakukannya di mansion daripada disini. Daraipada nanti ada yang melihatnya." Ujar Nick dengan menatap datar ke aran Sean dan Dara. Sungguh, hatinya terasa terluka melihat itu. Ada yang patah, tapi bukan pensil.
Sedangkan Darren langsung meletakkan bunga dan beberapa buah di atas meja dekat sofa.
"Itu untukmu Dara." Kata Darren dengan suaranya yang dingin. Dara yang melihat ekspresi dari Darren hanya tersenyum terpaksa. Darren ingin memberinya sesuatu atau ingin membunuhnya? Kenapa di wajah Darren tidak ada ekspresi sama sekali?!
"Terimakasih Darren." Ucap Dara dengan tersenyum manis.
Sean yang melihat senyuman istrinya langung mengecup pelan bibir istrinya. "Senyuman kamu hanya untukku sayang. Jangan kamu berikan ke orang lain." Ujar Sean dengan menekan perkataanya. Merasa cemburu karena istrinya memberikan senyuman itu untuk Darren.
Damian memutar kedua bola matanya malas. "Ada yang bucin. Ekhem." Sindir Damian dengan berpura-pura batuk. "Nick, aku sepertinya butuh oksigen. Tolong bantu aku." Kata Damian dengan memegang bahu Nick dan berpura-pura akan pingsan. Namun, apa yang Damian tidak digubris sama sekali oleh Nick.
Tuhkan! Kenapa sahabat-sahabatnya kejam dengannya?! Damian kan merasa kesal sekarang!! Padahal, Damian ingin menjahili Sean yamg telah bucin dengan istrinya!
(Tolong maklumi, Damian memang paling bobrok di Geng Mafia Crowned Eagle. Jadi jangan benci Damian๐โโ๏ธ)
Dara yang melihat interaksi mereka semua langsung tertawa renyah.
Deg
Lagi dan lagi Nick dibuat terpesona dengan senyuman dan tawa itu. Kenapa hatinya selalu lemah jika berhadapan dengan Dara? Ingat Nick, Ingat. Dara telah jadi istri orang.
__ADS_1
Sean yang melihat itu merasa heran. "Kamu kenapa sayang?" Tanya Sean dengan pandangan yang bertanya-tanya.
Dara menggeleng lemah. "Tidak apa Sean. Kalian hanya terlihat lucu." Ujar Dara dengan tertawa pelan.
Dengan gemas Sean langsung mengacak pelan puncak rambut istrinya. "I love you."
"I love you too." Jawab Dara dengan menatap kedua bola mata istrinya.
"Ekhem. Ingat, dunia bukan hanya milik kalian berdua." Sindir Damian lagi.
Dan hal itu membuat Dara langsung tertawa renyah lagi.
Deg
Kenapa terasa menyakitkan mencintai seseorang yang tidak akan pernah kita miliki?
***
Hai aku Dara โบ (Kamu cantik banget Dara. Author sampai insrkyur liatnya๐)
Ini Sean โบ (Mau deketin tapi udah jadi suami Dara. Cuman bisa senyumโบ)
Ini Nick (Nick jangan main buka-bukaan. Hayati ngga kuat liatnya. Emang kamu mau tanggung jawab Nick?๐ญ)
Ini Damian (Damian kamu Hot Daddy bgt๐)
Ini Darren (Darren kamu nackal ya sekarang. Udah dibilang jangan pose kayak gitu. Authornya jadi khilaf tau!๐ )
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya ๐
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga ๐
instagram: @fullandari
__ADS_1
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana ๐
Aku tunggu notif dari kalian ya ๐ Terimakasih teman-teman.. โค