My Possesive Husband

My Possesive Husband
119. STAY WITH ME


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Dengan cepat, Sean segera bergegas meninggalkan ruangan gudang bawah tanah itu. Membuat Damian, Nick dan Darren bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi. Namun, mereka langsung mengerjakan apa yang Sean perintahkan tadi.


Dengan cepat Sean berjalan dan masuk kedalam mobil sport mewah miliknya.


Jam menunjukkan pukul 3 sore. Dengan cepat Sean segera bergegas menuju rumah sakit. Pikirannya berkecambuk tidak beraturan. Dalam hatinya tidak berhenti memanggil nama istri tercintanya.


"Jangan tinggalkan aku sayang. Please, stay with me sayang." Lirihnya pelan.


Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya.


Tidak ada tatapan tajam yang tersirat dikedua bola matanya. Tidak ada wajah datar dan dingin yang terpampang di wajahnya. Hanya guratan sedih yang terpampang jelas disana. Ya, sekejam-kejam Sean, Sean akan merasa jedih dan down ketika mengalami hal seperti ini. Ditinggalkan oleh anak yang ia nanti-nanti akan kehadirannya, dan sekarang istrinya tengah terbaring lemah di rumah sakit. Tidak ada penyemangatnya yang selama ini menjadi penyemangatnya. Tidak ada warna dalam hidupnya lagi karena yang menjadi pewarna dalam hidupnya selama ini adalah istri tercintanya.


Kilasan memori kebersamaan dengan istrinya langsung berputar di otaknya.


Sean sangat ingat jelas saat pertemuan pertamakali dengan istrinya.


"Nona, apakah anda ingin mati? Hingga ingin menabrakkan diri pada mobil mewahku?" Kata Sean dengan dingin. Tatapannya tidak beralih sedikitpun, Sean masih tetap menatap gadis yang tengan merintih kesakitan.


"Tuan, tolong saya. Please, help me! Tolong bawa aku kemanapun, asal jangan tinggalkan aku sendiri" dengan memohon, gadis tersebut memegang salah satu kaki pria yang tak dikenalnya tersebut.


"Dara!!!" Teriak segorombolan pria berbadan besar dari kejauhan.


"Please tuan, aku mohon. Aku akan berbalas budi padamu" dengan susah payah Dara berdiri dan menatap wajah pria tersebut. Dara tertegun ketika kedua matanya langsung menatap kedua iris mata tajam pria tersebut. Seperti pernah bertemu sebelumnya.


"Baiklah, aku akan membantumu" kata Sean cepat. Sungguh, mata gadis yang ia ketahui bernama Dara tersebut begitu indah hingga membuatnya jatuh dalam indahnya kedua bola mata tersebut.


Dan karena kedua bola mata indah itu, Sean mengklaim bahwa istrinya adalah miliknya. Gadisnya. Lalu, Sean memutuskan untuk menculik istrinya dengan bantuan Roy. Meskipun awalnya ada penolakan tegas dari istrinya, namun hal itu semakin membuat Sean semakin bersemangat untuk mendapatkan istrinya dengan apapun caranya.


Sean kini berada didalam kamarnya bersama gadisnya. Sean menatap tajam gadis itu. Sungguh cantik dan sempurna. Seakan-akan Tuhan menciptakan gadis itu dengan hati-hati dan teliti.


"Enghh" Dara menggeliat pelan ketika tidurnya semakin nyaman. Kasur yang empuk, aromanya yang begitu maskulin dan Dara menyukainya.


"Tunggu--" hati dan fikirannya mulai perlahan kembali. "Bukankah Dara mau ke bandara?" Pikirnya.


Sekelebat kejadian mulai berputar dalam pikirannya. Sontak saja Dara langsung terbangun dan duduk di atas temlat tidur. "Apa ini mimpi? Tapi, --"


"Hai little girl. Kita bertemu kembali."


Dan hingga puncaknya, Sean memberikan kejutan romantis untuk istrinya. Kala itu ada perasaan sedih dan tidak terima ketika melihat istrinya yang tengah menangis diam-diam didalam kamar sambil menyebut nama kedua orang tuanya. Lalu, Sean berinisiatif untuk memberikan kejutan ke istrinya. Ingin membuat istrinya tersenyum seperti dulu lagi.


Dengan tersenyum yang tak pernah luput dari bibirnya, Dara membuka pintu kamarnya dan berjalan menuju ruang makan. Tak jarang dirinya juga merasa takjub dengan desain serta interior mansion milik Sean. Sangat klasik serta mewah. Sungguh perpaduan yang sangat sempurna. Dara yakin, jika yang mendesain rumah ini pasti orang yang sangat cerdas.

__ADS_1


Namun, langkahnya langsung berhenti ketika berada di tangga. Tunggu, kenapa gelap? Apa sedang mati lampu.


Tiba-tiba lampu kelap kelip langsung menyala disisi-sisi tangga. Dara sampai dibuat takjub dibuatnya. Lalu, dengan perasaan takut-takut Dara menginjakkan kakinya. Dan setiap dirinya turun dari tangga, lampu-lampu indah akan menyala mengiringinya. Apa Dara sedang bermimpi sekarang?


Setelah sampai di injakan tangga yang terakhir Dara langsung disuguhkan lilin-lilin cantik yang membentuk sebuah jalan, tanpa ragu Dara berjalan mengikuti lilin itu. Berjalan terus hingga sampai di taman belakang. Disana, Dara melihat pria yang telah mendiami beberapa hari ini. Tengah tersenyum sambil membawa seikat bunga tulip kesukannya.


Kedua matanya memanas. Ingin menangis. Menangis bahagia. Lalu, Dara langsung berlari ke arah Sean dan dipeluknya tubuh jakung itu. Dipeluknya erat. Seperti tak ingin melepaskannya sedetik saja.


Sean tertegun ketika menerima pelukan erat itu. Hangat itulah yang ia rasakan ketika menerima pelukan dari Dara, gadisnya. Dipeluknya erat juga tubuh gadisnya itu. Di usapnya pelan punggung gadisnya yang sedikit bergetar karna menangis.


"Jangan menangis. Maafkan aku." Kata Sean sambil sesekali mencium puncak kepala Dara.


Dara semakin menenggelamkam wajahnya ke dada bidang Sean. Nyaman. Hangat. Dara seperti menemukan tempat sandarannya. Tempatnya ia akan pulang. Rumahnya.


Setelah Dara merasa tenang, dilepasnya pelukan itu.


"Ini untuk ku kan?" Tanya Dara. Takut-takut jika dirinya salah mengira kalau ini untuk dirinya.


Sean megangguk. Menatap kedua mata gadis didepannya yang sembab itu. "Tentu saja, ini untuk mu. Calon istriku." Jawab Sean lalu tersenyum.


Dan disaat itulah Sean mulai membuka pintu hatinya untuk kedua kali ke perempuan. Yang pertama untuk Raya. Dan yang terakhir hanya untuk istrinya. Hanya untuk seorang gadis cantik yang bernama Andara Claire Crishtian. Tidak untuk yang lain.


Tak berselang lama kemudian, akhirnya Sean telah sampai di rumah sakit. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih lima belas menit, benar-benar menyita waktunya.


Dengan cepat, Sean segera berlari menuju ruangan rawat inap istrinya. Namun, sialnya, di lift rumah sakit itu masih terpakai. Dengan sabar Sean menunggunya dengan bibir yang tak berhenti untuk menyebut nama istrinya. Mendoakan dan berharap jika istrinya akan baik-baik saja.


Ting


Pintu lift terbuka. Dengan cepat, Sean segera masuk kedalam lift tersebut. Lantai 8 adalah tempat dimana istrinya sedang dirawat.


Namun, langkahnya langsung terhenti ketika melihat di ujung lorong sana. Sungguh, melihat mommy-nya yang mennagis seperti itu membuat perasaannya terluka. Membuat jantungnya semakin berdegup cepat. Disana, Mommy-nya yang sedang menangis di peluk oleh Daddy-nya.


Deg


Langkahnya seakan berat untuk menuju menghampiri kedua orang tuanya. Apalagi disana ada beberapa dokter dan perawat yang keluar masuk kedalam ruangan rawat inap istrinya.


Dengan langkahnya yang berat, Sean berjalan menuju ruangan rawat inap istrinya.


Deg


Wajah istrinya yang tengah tersenyum, melintas di benaknya.


Deg


Dan lagi, wajah istrinya yang tengah cemberut dan marah melintas dibenaknya.


Deg


Dan wajah istrinya yang tengah tersenyum sambil mengusap perut buncitnya, langsng terpampang jelas dibenaknya.


Kedua kakinya seakan berat untuk melangkah.


Deg


Pintu ruangan terbuka.

__ADS_1


Disana terlihat Dokter Ricky tengah berdiri dengan wajah yang berkeringat.


"Selamat tuan, nyonya, nona Dara masih bisa terselamatkan." Ucap Dokter Ricky dengan tersenyum.


Tubuh Sean langsung luruh begitu saja.


Jatuh bersimpuh di atas lantai rumah sakit.


"Terimakasih Tuhan. Terimakasih kau telah memberiku kesempat untuk menjaga istriku. Terimakasih karna kau tidak mengambil orang yang ku sayang."


Lexa yang mendengar itu langsung bernafas legah. Elden juga yang mendengarnya merasa legah. Sungguh, Elden tidak ingin melihat anaknya terpuruk terlalu dalam. Kehilangan kedua bayi kembarnya sudah membuat anaknya seperti ini. Apalagi jika ditinggal oleh Dara? Elden benar-benar tidak bisa membayangkan jika anaknya ditinggalkan istri tercintanya.


Lexa segera berlari menghampiri anaknya. Dipeluknya dengan erat tubuh tegap itu.


"Istrimu tidak akan pernah meninggalkanmu sayang. Jangan sedih, oke? Ada mommy disini." Ucap Lexa dengan mengusap pungggung lebar anaknya.


Dipeluknya dengan erat juga tubuh Mommy-nya. Rasa takut dan sedih langsung ia tumpahkan dipelukan mommy-nya.


Elden yang melihat anaknya seperti ini, sungguh merasa terpukul.


Drrrtt


Paggilan masuk kedalam ponselnya. Nama Rafael tertera disana.


"Ternyata Afi sudah ditangkap oleh salah satu sahabat dari anak lo El. Darren namanya. Sekarang Afi sedang berada ditangannya. Jadi, kalau lo mau bertemu dengan Afi, lo bisa datang ke markas 3.1 . Markas tempat anak lo dengan sahabat-sahabatnya berkumpul."


"Oke."


Dan panggilan dimatikan.


Tangan Elden mengepal kuat. Rasanya Elden ingin mecincang habis tubuh pelayan itu.


***


Malam telah menjelang. Sean tidak berhenti menatap wajah cantik istrinya yang terlihat pucat. Digenggamnya salah satu tangan mungil istrinya yang terlihat mulai mengurus.


Sebuah senyuman terbit disana. "Kau tau sayang, saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku sudah dibuat jatuh cinta dengan kedua bola matamu. Aku sudah dibuat jatuh cinta dengan apa yang ada di dirimu. Sungguh lucu sekali bukan? Waktu itu aku seperti anak ABG yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Apalagi saat kau sudah tertidur di kamarku, aku merasa sangat bahagia waktu itu. Mungkin, caraku terlihat salah di mata orang lain. Tapi, inilah caraku untuk mendapatkan mu. Menjagamu." Ujarnya dengan memaksakan sebuah senyuman agar tersungging dibibirnya. "Terimakasih sayang. Terimakasih karena kau telah hadir di dalam hidupku. Terimakasih karena kau sudah mau menerimaku. Mau tetap bersamaku. Aku merasa menjadi laki-laki yang paling beruntung karena telah memilikimu. Kamu tau bukan kalau aku tidak akan pernah melepaskanmu. Aku tidak akan pernah meninggalkamu, jadi aku mohon padamu, jangan pernah tinggalkan aku. Tetaplah bersamaku. Seperti yang aku lakukan padamu. Ayo kita sama-sama membuka lembaran baru lagi. Kita memulai dari awal yang baru lagi dengan kebahagiaan yang kita ciptakan bersama." Lirihnya pelan dengan menahan isakan yang akan lolos dari bibirnya. Sungguh, Sean merasa lemah sekarang.


Setelah itu, Sean bangkit dari duduknya dan diusapnya dengan sayang beberapa helaian rambut istrinya.


Dikecupnya dengan sayang kening istrinya dengan buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya.


"I love you sayang. Cepat bangun. Suamimu selalu menunggumu disini." Bisiknya pelan dengan tersenyum.


***


Jangan lupa Scrernshoot dan tag nama IG aku yaa. Akan aku repost satu persati di Story IG aku🤗


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2