My Possesive Husband

My Possesive Husband
99. DARK


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Kini mansion Sean telah dihebohkan dengan berita Dara yang sedang hamil.


Bahkan tak jarang para maid dan para bodyguard membicarakan berita bahagia tersebut.


Bukankah hal ini akan menjadi berita yang sangat besar dan menggemparkan bagi nereka? Apalagi, melihat dari seorang Sean Crishtian yang merupakan Sang Ketua Mafia Crowned Eagle ternyata akan memiliki baby junior. Mereka benar-benar tidak menyangkanya sama sekali. Hal ini bagaikan suprise di siang bolong.


Dikecupnya dengan sayang kening istrimya itu. Diusapnya dengan sayang wajah cantik nan mulus itu. Lalu, tatapannya beralih kearah perut yang sedikit membuncit. Dikecupnya perut itu dengan lembut. "Daddy tunggu kedatanganmu baby. Jangan nakal disana. Jadi, babby yang pendiam. Oke?" Ucapnya dengan pelan.


Sekarang telah menunjukkan pukul 11 siang. Istrinya telah selesai mandi, sarapan dan meminum obatnya. Sean tidak berhenti untuk tersenyum ketika melihat nafsu makan istrinya yang telah bertambah 3x lipat. Sepertinya, baby juniornya itu akan menjadi seorang anak yang kuat dan tangguh seperti dirinya.


Lalu, Sean bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar kamar.


Ceklek


Pintu kamar tertutup.


Dengan langkah tegasnya Sean berjalan menuju ruang tamu. Sean akan mengumpulkan semua bodyguard dan para maidnya.


Lewat earphone yang berada di telinganya, Sean menghubungi Roy.


"Roy, kumpulkan semua bodyguard dan para maid diruang tamu." Ucap Sean dengan tegas.


"Baik tuan." Jawab Roy.


Namun, entah kenapa ada perasaan yang mengganjal di hatinya. Sean merasa ada sesuatu hal yang berbeda dengan Roy. Sepertinya, Sean harus mencari taunya sendiri.


Setelah sampai di ruang tamu, para bodyguard dan maid telah baris berjajar rapi.


Disana ada Roy yang sedang berdiri di ujung. Ada Afi juga yang sedang berdiri ditengah-tengah maid yang lain.


Sean menatap semua bodyguard dan maid yang dimilikinya. "Baiklah. Aku mempunyai tugas baru untuk kalian semua. Terutama Roy dan Afi. Kalian orang yang akan menghandle mereka di bawah pengawasan dan perintahku. Jika saja kalian gagal melaksanakannya, maka nyawa kalian berdua yang akan menjadi taruhannya." Ujar Sean dengan tegas dan tatapan matanya yang tajam.


"Baik tuan." Jawab mereka serempak.


"Tugas kalian untuk bodyguard, perketat keamanan. Jangan sampai ada penyusup yang datang ataupun orang asing yang datang ke mansionku. Jangan ada orang lain yang masuk ke mansionku tanpa seijinku. Jika itu terjadi, maka aku tidak segan-segan untuk menembak mati kalian."

__ADS_1


Glek


Mereka menelan ludahnya kasar. Memang benar, jika mereka kerja di sini gajinya 2x lipat lebih banyak. Tapi, resikonya juga besar.


"Baik tuan. Siap laksanakan." Jawab mereka serempak dan menunduk hormat. Begitupun juga Roy.


"Lalu, itu maid. Tugas kalian adalah membersihkan mansion ini dengan sangat bersih. Menemani istriku jika aku tidak ada dan menhibur istriku. Jika aku melihat istriku mennagis karena kalian, maka nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya." Ancamnya dengan suara boritonnya. Membuat maid yang mendengarnya menunduk takut.


"Baik tuan."


Sean tersenyum miring mendengarnya. "Kalian tau bukan resiko kalian jika menghianatiku?"


Bodyguard dan maid yang mendengar itu menunduk takut.


"Kami tau Tuan." Jawab mereka.


Dengan entengnya Sean memainkan pisau lipat yang berada ditangannya. "Nyawa kalian akan melayang jika berani menghianatiku. Aku tidak pernah mentolerir yang namanya penghianat. Jadi, jika kalian berani malukannya, maka sama saja kalian sedang bermain-main nyawa dengan ku." Ucap Sean dengan entengnya.


Mereka yang mendengar dan melihat yang dilakukan oleh tuannya langsung bergidik ngeri.


Jika sedang bersama istrinya saja, tuannya terlihat seperti suami yang menyayangi istri. Menjadi sosok pria yang lembut dan pengertian. Tapi, jika bersama orang lain, tuanjya menjadi sosok yang tegas dan menakutkan.


"Kalian boleh bubar dan kerjakan tugas kalian masing-masing." Titah Sean tegas. "Kecuali kau Roy." Tambahnya.


"Baik tuan."


Lalu, bodyguard dan maid langsung menunduk hormat dan berjalan meninggalkan ruangan. Mereka jelas tau bagaimana kedekatan Sean dengan Roy.


Sean menatap Roy dengan tatapan yang tak terbaca.


"Apa kau sedang ada masalah Roy?" Tanya Sean dengan mrnatap tepat kedua bola mata tangan kanannya.


"Tidak ada tuan." Jawab Roy dengan membalas tatapan Sean.


Sean menghela nafasnya kasar.


"Jika kau perlu liburan, kau bisa liburan dulu Roy."


Sebua senyum terbit dibibir Roy. "Tidak perlu tuan."


"Baiklah. Aku punya tugas baru untukmu Roy."


"Apa itu tuan?"


"Beberapa hari yang lalu, ada seseorang yang mengirimiku foto Raya. Tapi, anehnya itu adalah foto yang masih baru." Ujar Sean.


Tubuh Roy mematung mendengarnya.


"Jadi aku menyuruhmu untuk mencari taunya. Mencari tau siapa pengirim itu. Bawa dia kehadapanku dalam keadaan hidup-hidup Roy. Jangan kau bunuh dia." Titah Sean dengan tegas.

__ADS_1


"Baik tuan. Akan saya cari tau siapa pengirim itu. Dan akan saya bawa orang itu kehadapan tuan."


"Baiklah. Jangan sampai aku kecewa Roy. Kau boleh lanjutkan pekerjaanmu lagi." Ujar Sean dengan suara khasnya.


"Baik tuan. Saya permisi." Lantas, Roy langsung berjalan.


Namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara berat Sean.


"Roy, kau tau bukan, aku seperti apa?"


Tubuh Roy langsung berbalik, menghadap ke arah Sean. "Maksud tuan?" Tanya Roy tak mengerti akan perkataan Sean tadi.


"Kau tau aku Roy. Bahkan sekeras apa aku kau sangat tau itu. Apa yang terjadi dengan masa lalu ku, kau bahkan mengetahuinya. Aku berharap kau tak seperti mereka yang telah menghianatiku. Aku sudah menganggapmu sebagai kakak ku sendiri. Kau sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri. Jadi, jangan kecewakan aku Roy. Kau tau bukan apa imbalannya dari seorang penghianat?"


Tangan Roy mengepal kuat setelah mendengar perkataan Sean tadi. "Iya tuan saya mengerti itu." Jawabnya.


Setelah itu Roy langsung berjalan meninggalkan ruangan. Meninggalkan Sean yang berdiri dalam diam menatap punggung lebar tangan kanannya.


Jangan sampai kau menghianatiku Roy. Karena aku tidak ingin jika peluru yang ku punya bersarang dijantungmu juga. Cukup peluruku yang bersarang di mereka yang telah menghianatiku. Aku tidak ingin kau ikut merasakannya juga.


Setelah itu, Sean segera berjalan kembali ke kamarnya. Sean juga telah memerintahkan bodyguardnya untuk mengontrol kamar bekas Raya agar dijadikan tempat gym bersama istri tercintanya nanti.


🌹🌹🌹


Sedangkan disisi lain, ada laki-laki yang berbadan tegap tengah duduk santai menikmati minumannya. Ditangan kanannya tengah memegang ponsel yang sedang terhubung dengan sambungan telfon.


"Tuan, istri Sean telah hamil." Ucapnya diseberang telfon.


Lalu, sebuah seringai tipis langsung tersungging dibibirnya.


"Berita bagus. Lakukan sesuai rencana awal. Jangan sampai gagal." Ucapnya.


"Baik Tuan."


Dan


Tut


Sambungan terputus.


"Kita tunggu berita bagusnya." Ucapnya.


🍩🍩🍩


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2