My Possesive Husband

My Possesive Husband
95. BERDAMAI DENGAN MASA LALU


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Kriet


Pintu kamar Raya terbuka.


Lalu, Sean megenggam jemari tangan istrinya yang mulai terasa dingin.


"Kalau tidak bisa, jangan kamu paksakan my wife." Ujar Sean sambari meremas lembut jemari istrinya.


Dara menggeleng lemah dan menatap wajah suaminya yang tengah menatapnya dengan pandangan khawatir. "Aku bisa hubby. Hubby tidak perlu khawatir." Kata Dara dengan tersenyum manis ke arah suami tercintanya.


Setelah itu, Sean dan Dara berjalan masuk kedalam kamar itu bersama-sama, saling bergandengan tangan satu sama lain. Lewat genggaman tangan itu mereka berdua saling menguatkan satu sama lain. Kamar ini adalah kamar yang di desain khusus untuk Raya waktu itu. Perabotan mewah dengan desain yang ternama. Bahkan Sean rela merogoh uang yang cukup banyak hanya untuk membuatkan kamar khusus ini. Ya, waktu itu Sean seakan dibuat buta oleh cinta yang palsu. Dibuat buat akan kebahagiaan semu yang tiada artinya. Akan tetapi, berkat iatrinya sekarang, Sean perlahan-lahan akan mulai berdamai dengan masa lalu. Meskipun sulit untuk dilakukan, terlalu indah untuk dilupakan dan terlalu sakit untuk dikenang, tapi Sean akan tetap melakukannya. Demi istri tercintanya. Demi kebaikan untuk dirinya dan juga istrinya. Dan demi masa depan yang baik untuk keluarganya. Maka Sean rela akan melakukannya. Perlahan-lahan tapi pasti. Sean pasti bisa melupakan Raya, menutup masa lalunya dan membuka halaman baru untuk masa depannya dan juga membuka halaman baru bersama istrinya.


Gelap. Tidak ada cahaya apapun yanag menerangi kamar Raya. Memang, sejak insiden penghianatan itu terjadi, sejak peristiwa kematian Raya, Sean menutup rapat kamar Raya.


Lalu, Sean yang mengerti jika istri tetcintanya tidak suka dengan kegelapan, maka Sean berinisiatif untuk menyalakan lampu kamarnya.

__ADS_1


"Tunggu sebentar." Kata Sean yang dianggukin oleh Dara. Setelah itu, Sean segera berjalan menuju sudut dinding yang terdapat tombol lampu kamar.


Dan..


Klik


Lampu kamar menyala. Cahaya terang langsung terang menerangi kamar Raya. Kini terlihat dengan jelas semua barang-barang yang berada di dalam kamar itu.


Tangan Dara mengepal kuat. Sungguh rasanya sakit sekali ketika mengetahui ternyata suaminya masih menyimpan semua barang dari mantan kekasihnya. Terlebih lagi, mantan kekasih dari suaminya itu adalah sahabatnya terdekatanya dulu.


Sean segera mengeluarkan sebuah kardus besar yang berada di sudut ruangan dan berdiri menghadap ke arah istrinya yang tak jauh darinya. "Aku akan membereskan semua foto disini my wife. Kalau my wife lelah, bisa duduk terlebih dahulu." Ujar Sean dengan menatap wajah gelisah itu. Sean tau betul bahaimana perasaan istri tercintanya sekarang. Tapi, mau bagaiamana lagi? Inilah masa lalunya. Masa lalu yang masih ia simpan rapat dan baru saja akan ia buang.


"Tidak hubby. Aku akan membantumu. Mungkin aku akan membereskan yang lain saja." Kata Dara dengan tersenyum. Senyuman yang terbit untuk menutupi rasa luka dan kecewanya yang perlahan mulai timbul lagi. Namun, dengan hebatnya Dara bisa menyembunyikan rasa sakit dan kecewa itu dengan sebuah senyuman miliknya.


Iya, Sean mengerti dan tau betul senyuman itu. Senyuman pembalut luka yang tertutup dengan sangat apik. "Baiklah my wife."


Lalu, Sean segera mengambil semua foto-foto yang terpajang indah di dinding kamarnya. Sean ingin segera cepat-cepat membersihkannya. Sean tidak ingin melihat istrinya terluka terlalu lama dan terlalu dalam lagi.


Sean melepas semua foto-foto yang terpajang di dinding kamarnya itu. Berbagai macam kenangan indah terbesit di ingatannya. Mulai dari dinner bersama, jalan-jalan, mandi bersama hingga hal-hal romantis lainnya terlintas di ingatannya. Namun, hal itu tidak bertahan lama. Karena setelah itu logikanya lah yang bermain di otaknya. Raya lah yang menghianatinya janji sucinya, menduakannya bahkan pergi meninggalkannya. Lalu, Dara lah yang sekarang menemaninya. Memberikan warna dikehidupannya. Menariknya dari dunia kegelapan ke dunia yang penuh warna. Sean, tidak pernah menyangka bahwa Sean akan bisa melakukan ini. Membuang dan membakar habis semua barang yang ada di kamar ini sangtlah tidak bisa ia lakukan dari dulu. Akan tetapi, sekarang Sean bisa melakukannya. Ditemani sosok bidadari yang setia menemaninya. Bidadari itu adalah Dara, istri tercintanya yang bisa membuatnya seperti ini.


Tuhan benar-benar sangat baik padanya. Karena Tuhan telah mengirimkan sosok bidadari tak bersayap padanya. Tentu saja dengan senang hati Sean akan menjaganya dengan sebaik mungkin. Sean tidak akan pernah melepaskannya, meskipun hanya satu detikpun.


Setelah membersihkan semua foto-foto di dinding kamarnya, Seab segera beralih untuk membersihkan baju-baju milik Raya yang masih tersimpan rapi di dalam almari.


Namun, langkahnya terhenti ketika Sean menatap istrinya yang tengah serius membersihkan make-up di meja rias itu.


Sebuah ide jahil terlintas di otaknya. Lalu, Sean berjalan mendekati istrinya dengan mengendap-ngendap tanpa suara.


Dan..

__ADS_1


"DOR!" Kata Sean dengan nada yang keras untuk membuat istrinya terkejut.


Dan dengan reflek Dara langsung berbalik dan menjatuhkan kaca yang ada ditangannya.


Prang


Kaca yang dipegangnya langsung jatuh dan retak.


"HUBBY!" Jerit Dara dengan suara yang melengking lucu.


Sean langsung tertawa renyah mendengar heritan lucu itu. Sean memiliki hobi baru kali ini yaitu menjaili istri tercintanya. "Hahaha, iya my wife. Maafkan aku."


Lalu, dengan hati-hati Sean berjala agar tidak menginjak pecahan kaca itu dan dipeluknya dengan erat tubuh mungil istrinya.


Dan lihatlah. Perempuan bertubuh mungil itu menggemaskan dan enak untuk digendong dan dipeluk. Tuhan, seakan-akan menciptakan perempuan yang bertubuh mungil itu agar bisa dipeluk dan dicium. Contohnya, seperti istrinya ini.


Lalu, diangkatnya tubuh mungil istrinya itu agar sejajar dengan wajahnya. Dikecupnya bibir mungil itu dengan sayang. "Maafkan aku karena telah membuatmu terkejut my wife. I love you my wife."


"I love you too my hubby."


***


Ada yang bisa buat trailer ngga? Kalau ada Dm aku di instagramku dong 💟


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2