My Possesive Husband

My Possesive Husband
33. MISTERI


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Suasana di meja makan tampak canggung. Tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali. Hanya suara dentingan sendok dan garbu yang menghiasi suasana di meja makan tersebut. Rasanya Dara ingin sekali menenggelamkan dirinya ke laut saja. Sungguh, jika tau ada orang tua Sean datang mengunjungi Sean, pasti dirinya akan berdandan dengan layak dan sebaik mungkin. Bukan malah seperti ini. Dara merasa dirinya upik abu yang diajak makan bersama keluarga bangsawan. Sampai acara makan bersama selesei, tidak ada yang berbicara sama sekali. Hanya diam. Tidak ada yang berbicara sama sekali.


Lalu, para pelayan datang untuk membersihkan meja makan tersebut. Sean, Dara dan kedua orang tua Sean berjalan menuju ruang keluarga. Mereka berdua duduk secara berpasang-pasangan.


"Sean, apa kau serius ingin menikah?" Tanya Lexa dengan raut tak terbaca. Lexa tau, bukankah putranya ini sangat mencintai Raya. Bahkan, selama 2 tahun ini Sean tidak berniat untuk melirik perempuan lain. Lexa takut, jika Dara hanya dijadikan pelampiasan.


Sean megenggam salah satu tangan Dara. Membuat Dara menoleh dan menatap kedua bola matanya. Sean tau betul jika kekasihnya itu tidak nyaman sama sekali dengan kedatangan kedua orang tuanya. "Iya Mom, Sean serius ingin menikahi Dara."


Tidak ada hal yang mencurigakan dari tingkah laku anak bungsunya itu. Lexa merutuki kebodohan. Kenapa gen Eldan sangat kental sekali di kedua anaknya?


"Oh benarkah? Momy, senang mendengarnya." Ujar Lexa dengan tersenyum. Tapi tidak dengan suaminya. Suaminya hanya menatap lurus dengan tatapan datarnya. Sambil memeluk pinggang istrinya possesive. Ingat, Elden tidak mau membagi apa yang sudah menjadi miliknya. Bahkan, untuk berbagi Asi ke kedua anaknya ada acara ngambek-ngambekan terlebih dahulu. Kenapa anaknya bukan perempuan saja? Jadi dirinya tidak akan cemburu ke anaknya sendiri.


"Baiklah, Momy dan Daddy mau pergi dulu. Ada urusan penting yang harus bunda selesaikan bersama ayah." Pamit Lexa. Sedari tadi Elden, suaminya hanya diam dengan wajah yang ditekuk. Dan Lexa baru mengingatnya jika tadi dirinya berjanji akan mau untuk ikut proyek single putri bersama suaminya. Padahal Elden sudah berusia 51 tahun dan dirinya berusa 50 tahun. Tapi, jiwa-jiwa muda suaminya tidak pernah surut.


Elden yang mendengar perkataan istrinya langsung tersenyum tipis. Dipeluknya tubuh istrinya itu dengan sayang. Akhirnya, istrinya peka juga.


Dara yang melihat tingkah Elden, ayah Sean hanya menganga tidak percaya. Bukankah seorang Elden Crishtian itu psycopath?


Setelah Elden dan Lexa pergi dari kediaman Sean, lalu Sean memeluk tubuh kekasihnya itu. "Kamu kenapa bingung?" Tanya Sean lembut. Sedari tadi, wajah kekasihnya itu tampak bingung.


"Itu benar kedua orang tua mu Sean?" Tanya Dara dengan menatap tepat di kedua bola mata Sean.

__ADS_1


Sean mengangguk. "Ya mereka kedua orang tuaku." Jawab Sean. Apa ada yang salah dengan kedua orang tuanya atau dirinya? Sehingga kekasihnya itu seperti tidak peecaya jika Elden dan Lexa adalah kedua orang tuanya.


"Ah.. tidak. Ibumu sangat cantik. Dan juga ramah. Apalagi ayahmu. Tampak berbeda jika bersama istrinya." Ujar Dara dengan tersenyum.


"Iya, Momy memang cantik. Seperti dirimu. Aku suka."


Deg


Ada yang mekar tapi bukan bunga..


Ada semburat merah dikedua pipi Dara. Ternyata Sean juga bisa berbicara manis juga.


"Kita hari ini mau ngapain?" Tanya Sean.


"Bagaiman kalau kita perawatan saja." Usul Dara. "Soalnya aku sudah lama tidak perawatan. Aku butuh relaksasi." Tambahnya.


"Baiklah. Apapun untuk istriku." Kata Sean sambil mengacak gemas rambut Dara.


Dara tersenyum. Perasaanya terasa hangat jika bersama Sean. "Terimakasih Sean." Ujar Dara. Apa dirinya mulai bergantung dengan Sean?


"Sama-sama sayang." Jawab Sean.


***


"Sialan! Ternyata gadis itu tidak terpengaruh!"


Dan lagi, semua bawahannya tampak menunduk takut. Mereka sadar betul jika mereka tidak akan bisa mengalahkan seorang Sean Crishtian. Sang penguasa Eropa.


"Dan kalian! Kenapa kerja kalian tidak becus sama sekali hah?!!" Bentaknya keras. "Hanya membunuh pria ******** seperti itu kalian tidak bisa!!" Umpatnya.


Dor


Satu tembakan berhasil terkena kaki salah satu bawahannya. Orang tersebut langsung jatuh terduduk mengerang kesakitan. "Itu hukuman buat mu karena sudah bekerja tidak becus."


"Ampun tuan James. Kami berjanji tidak akan gagal lagi." Ucap salah satu bodyguard itu.

__ADS_1


Pria bertato yang bernama James itu tampak mengumpat. Rasa kesal dan emosi yang meletup-letup menguasai dirinya. Aku harus membalas dendam atas kematian kekasihku, Raya.


Setelah itu, James berjalan pergi meninggalkan ruangannya. Berjalan menuju tempat dimana dirinya bisa merasa tenang.


Ruang musik Raya.


Terlihat didepan pintu ruangan tersebut tertulis "Selamat Datang di Dunia Musikku" . Tulisan yang ditulis sendiri oleh Raya, kekasihnya.


Dibukanya pintu tersebut lalu masuk kedalam ruangan tersebut. Masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah. Terdapat banyak potret dirinya bersama Raya di salah satu dinding tersebut. Kebersamaannya yang tak akan pernah terlupakan. "Kau akan membayar semuanya Sean." Ujarnya sambil menyeringai. "Raya pergi meninggalkanku selamanya, maka Dara juga harus pergi meninggalkanmu selamanya."


***


Dara tersenyum senang. Ternyata Sean menuruti usulannya. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Sean mendatangkan dokter kecantikan terkenal serta pelayanan Spa terbaik yang harganya mencapai puluhan juta.


Dara dapat merasakan perbedaanya. Badannya terasa lebih segar. Wajahnya lebih fresh daripada biasanya. Apalagi, saat dirinya diberi skincare oleh sang Dokter membuat Dara tidak berhenti untuk tersenyum. Akhirnya, wajahnya mendapat vitamin lagi.


Seusai perawatan yang memakan hampir 3 jam lebih itu, Dara lantas berjalan menuju ruangan kerja milik Sean. Dara ingin segera bertemu dengan Sean.


Tok tok


Lalu, Dara membuka pintu ruangan tersebut, terlihat Sean yang tengah sibuk menyelesaikan pekerjaan ditemani oleh Roy, tangan kanannya.


Dengan perasaan penuh gembira Dara menghampiri Sean. "Aku senang sekali. Terimakasih Sean." Kata Dara sambil menatap wajah Sean dengan penuh keceriaan.


Sean yang menatap kekasihnya yang sedang bahagia itu tersenyum. Rasa lelah dan pusing dikepalanya langsung hilang seketika. Cukup melihat senyuman di wajah kekasihnya itu, Sean sudah terhibur.


"Sama-sama sayang"


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari

__ADS_1


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤


__ADS_2