
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sean menelan air ludahnya kasar. Setelah istrinya berbicara seperti itu, seketika membuat jantung Sean berdetak tidak beraturan.
"Iya sayang, aku tidak akan mengecewakanmu lagi." Kata Sean dengan memegang erat kedua tangan istrinya.
__ADS_1
Dara tersenyum manis. "Baiklah. Jadi kamu selesaikan pekerjaanmu, setelah itu temani aku untuk jalan-jalan." Ucap Dara dengan mengusap pelan punggung tangan suaminya itu.
"Sebenarnya aku juga ingin mengajakmu jalan-jalan sayang. Jadi, aku sedari tadi fokus untuk menyelesaikan pekerjaanku."
"Pantas saja, kamu tidak menatapku sama sekali Sean." Kata Dara dengan wajah yang memberengut kesal. Moodnya seketika dibuat anjlok begitu gara-gara perkataan suaminya itu.
"Hehehe." Sean tertawa renyah. Lalu, bangkit dan berdiri dihadapan istrinya. "Maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu. Aku hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaanku agar bisa mengajakmu jalan-jalan ke taman."
"Iya tidak apa-apa Sean. Aku mengerti. Terimakasih." Ucap Dara dengan tersenyum manis yang membuat hati Sean langsung terpana dengan senyuman manis itu.
Dipeluknya tubuh mungil itu dengan lembut. "Sama-sama sayang. Terimakasih juga."
Dara menghela nafasnya kasar. "Aku tidak akan menjauhi Nick sebelum kamu melupakan Raya dan semua tentang Raya." Ucap Dara dengan tegas tak terbantah. Jika Sean tidak suka dibantah, maka Dara juga tidak suka dibantah. Jika Sean lebih suka memerintah, maka Dara akan lebih dari itu. Bagaimanapun caranya, Dara akan membuat Sean tunduk padanya. Bukan Dara yang akan tunduk pada Sean.
Sean mencengkram kuat setir mobil. Pikiran dan hatinya sedang berperang hebat. Sean masih mencintai Raya tapi Sean juga tidak mau ditinggalkan Dara pergi.
Akhirnya Sean lebih memilih untuk mengangguk. "Dengan syarat, kamu harus membantuku untuk melupakan tentang Raya."
__ADS_1
Dara menatap terkejut wajah itu. Dara kira, Sean akan menolaknya atau bahkan mungkin bisa jadi memarahinya dan melemparkan dirinya ke kaca lagi. Mengingat hal itu saja membuat Dara merasa ngeri dan takut.
"Akan aku bantu Sean. Selama ada kemauan dan niat yang begitu kuat, pasti kamu bisa melakukannya. Aku tidak mau menjadi bayang-bayang Raya dalam kehidupanmu. Aku adalah aku. Raya adalah Raya. Kami berbeda. Kami tidak sama." Ujar Dara dengan tegas.
Ya. Sean harus bilang ke istrinya. Harus menceritakan ke istrinya. Semuanya. Karena istrinya telah berjanji untuk membantunya dan dirinya juga telah berjanji untuk tidak akan mengecewakan istrinya.
Bukankah dalam sebuah hubungan harus ada saling keterbukaan? Dan Sean juga tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
__ADS_1
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤