
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
"Jika kamu mau, Garvin akan melatihmu untuk tembak-menembak."
Kening Dara berkerut. "Garvin Dad?" Lirihnya pelan. Merasa tidak yakin ketika memyebutkan namanya.
Elden menganggukan kepalanya dengan menatap wajah menantunya. Dan tidak lupa juga dengan tangannya yang tetap megenggam jemari istrinya dengan sayang.
"Jadi, apa kamu mau Dara?" Kali ini Lexa yang mulai berbicara.
Kening Dara mengernyit. Mencoba untuk memikirkannya. Apakah itu ide yang buruk atau ide yang baik. Apalagi melihat suaminya yang selama ini sangat possesive padanya jika bersama laki-laki lain. Dara jadi tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Sean jika tau kalau dirinya berlatih tembak-menembak dengan Garvin. Pasti akan ada perang saudara antara Sean dengan Garvin. Seketika tubuhnya bergidik ngeri. Suaminya saja orang yang paling ditakuti. Apalagi Garvin. Sangat di takuti oleh orang seluruh dunia. Dara bahkan sedikit mendengar kabar jika Garvin menghabisi orang sebanyak 100.000 orang. Uh, Dara benar-benar tidak bisa membayangkannya.
"Emh Dad, bukankah Garvin itu yang badannya penuh dengan tato?" Ujar Dara dengan suaranya yang lirih. Takut jika Dara salah bicara.
Elden dan Lexa langsung tertawa renyahmemdengr nada bicara yang sedikit bergetar itu. "Iya, Garvin yang badannya penuh dengan tato. Apalah itu bermasalah dengan mu sayang?" Kata Lexa dengan menatap wajah Dara yang terlihat salah tingkah.
Dara menggeleng pelan. "Tidak Mom. Tapi sepertinya itu bukan ide yang bagus Mom. Sean begitu possesive padaku. Apalagi waktu melihatku memgobrol dengan Nick saja membuatnya terlihat seperti singa yang siap memcabik mangsanya."
Elden langsung tersenyum dengan kepala yang menggeleng pelan. "Daddy menawarkan Garvin untuk melatih mu karena Garvin paling ahli dalam bidang itu. Mulai dari menembak jarak jauh maupun dekat, dia paling bisa di andalkan. Daddy bukan bermaksud apa-apa. Karena Daddypun sudah mempertimbangkannya. Kalaupun Daddy memanggil seorang snipper perempuan, Daddy harus berfikir dua kali." Ujar Elden dengan tersenyum.
Dara mendengarkannya dengan sangat serius. "Karna hal apa Daddy berfikir dua kali?" Tanya Dara dengan kedua jemari yang saling bertaut satu sama lain. Ketika perasaan tidak enak mengganjal hatinya ketika memikirkan suaminya.
Lantas Elden mengecup pelan pipi kanan istrinya. Membuat Lexa langsung menoleh dengan wajah yang cemberut.
__ADS_1
"Daddy selalu bertindak karena ada alasannya. Jadi, Daddy tidak mungkin menawarkan Garvin untuk melatihmu tanpa ada alasan." Elden manarik nafasnya pelan ketika tangan mungil istrinya mulai mengusap sensual pahanya di bawah meja. "Jika kamu di latih snipper perempuan maka kita harus mendekatinya terlenih dahulu. Mencari tau hal tentang snippee itu. Daddy bukanlah tipe orang yang terlalu percaya dengan omongan orang lain. Bahkan Sean saja tanpa sadar memasukkan penyusup. Mempercayai orang-orang yang memiliki dendam padanya. Jadi, Daddy tidak ingin kejadian yang lalu terulang. Jadi, alangkah baiknya jika kamu dilatih oleh ahli di bidangnya seperti Garvin. Kamu bisa serius berlatih dengannya. Kemungkinan dalam satu bulan kamu bisa menguasainya semuanya. Dan Garvin tidak sejahat apa yang kamu bayangkan. Tidak seperti terlihat di luarnya. Garvin orang pada umumnya. Hanya saja, seorang The King Of Mafia harus terlihat tegas dan berwibawa untuk memukul nundur musuh-musuhnya." Ujar Elden dengan panjang lebar.
Dara langsung berfikir sejenak setelah mendengar perkataan Elden. Ada benarnya juga perkataan Elden. Meskipun Dara hsnya tau sedikit tentang dunia gelap Mafia, setidaknya Dara biss tau betapa mengerikannya dunia Mafia. Tidak sembarang orang yang bisa memasukinya.
"Jadi bagaimana Dara? Apa kamu mau?" Tanya Elden lagi. "Jika kamu mau, Garvin akan segera aku hubungi."
"Emh, Dara akan membicarakannya terlebih dahulu dengan Sean, Dad. Aku tidak ingin ada salah faham dengan Sean yang bisa memicu perktengkaran." Jawab Dara dengan menatap wajah Elden dan Lexa beegantian.
Elden mengangguk mengerti. Ternyata menantunya sebaik itu. Sepengertian itu dan sangat memikirkan perasaan Sean. Jadi, bolehkah Elden merasa bangga sekarang karena memiliki menantu seperti Dara?
"Baiklah. Jika Sean menyetujuinya, kamu bisa segera menghubungi Daddy." Ucap Elden dengan menggeser bangkunya. Badannya terasa panas sekarang. Akbat dari tangan nakal istrinya yang sedari tadi menggodanya.
Lexa yang melihat itu langsung tersenyum licik. "Wlekk!" Ledek Lexa dengan menjulurkan lidahnya.
"Hufft.." Helaan nafas keluar dari bibirnya. Sepertinya istrinya hanya menggidanya tabpa mau bertanggung jawab. "Daddy mau mandi dulu. Hawanya terasa panas sekarang." Ucap Elden lalu berjalan melangkah pergi. Elden sepertinya harus mendinginkan gairahnya yang mulai terpancing.
Sedangkan Dara hanya menatap punggung kepergian Daddynya.
"Oh iya Dara, apa kamu sudah berlatih beladiri?" Tanya Lexa dengan wajah yang terlihat ceria. Padahal sedari tadi wajah Lexa terpihat cemberut.
"Belajar beladiri di villa atau belajar proyek tunggal putra, hayoo?" Kata Lexa dengan wajah yang meledek.
Dan lagi, hal itu membuat Dara salah tingkah dengan wajah yang memerah bagaikan kepiting rebus.
Kenapa Mommynya sejahil itu??!!
***
Sedangkan dilain sisi Nick tengah tersenyum puas dengan apa yang ia lakukan. Ada rasa puas ketika melihat Rara yang terlihat sangat memprihatinkan.
"Kenapa? Apa kau takut Ra jika kekasih tercintamu itu tau jika kau memiliki hubungan denganku?" Uajr Nick dengan menyeringai tipis.
Lalu, tubuhnya berbalik dan menatap sosok perempuan yang tengah meringkuk di sudut ruangan.
"Kau tau Ra, aku sangat puas melihat keadaanmu yang sekarang."
__ADS_1
Rara terdiam di tempatnya. Tubuhnya bergetar takut.
Dengan langkah perlahan Nick mulai berjalan mendekat ke arah Rara dan langkahnya langsung berhenti tepat di depan tubuh mungil itu.
Setelah itu, Nick berjongkok tepat di depan tubuh mungil yang semakin beegetar takut. "Apa kau mau mati Ra?" Tanya Nick dengan suaranya yang dingin.
Tubuh Rara membeku di tempatnya. Kepala yang semula menunduk itu langsung terangkat dan wajahnya langsung berhadapan dengan wajah datar itu.
"Jika kau mau, aku bisa membantumu Ra." Ujar Nick dengan seringai menakutkan yang tersungging di bibirnya.
***
500 Komentar untuk next chapter! 🤗 Jangan lupa baca novel ku yang Psycolath Vs Cewek Galak ya. Kisah Elden dengan Lexa 💕
Ini Sean 😎
Ini Dara
Ini Nick
Ini Rara
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤
__ADS_1