My Possesive Husband

My Possesive Husband
45. ISTRIKU CANTIK


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Hari mulai menjelang malam. Matahari mulai tenggelam di ufuk barat.


Istrinya tidak berhenti untuk menariknya berbagai tempat. Setiap tempat yang menarik dipandangan istrinya, pasti tangan Sean langsung ditarik untuk menuju tempat yang membuatnya tertarik.


Bahkan, sekarang di ponsel miliknya telah terisi penuh dengan berbagai macam selfi dan foto bersama istrinya. Sean yang sebelumnya tak pernah berfoto hanya bisa menirukan gaya foto istrinya. Awalnya, Sean hanya berfoto dengan muka yang datar, namun karena istrinya yang gemas karena tidak bisa bergaya maka, Sean memutuskan untuk mengikuti gaya berfoto istrinya. Mulai tersenyum yang memperlihatkan giginya, manyun , melotot dan piss dua jari. Sepertinya, cap dirinya sebagai orang yang ditakuti akan luntur begitu saja jika mereka melihat dirinya berfoto seperti ini. Tapi, demi istrinya, Sean rela akan melakukannya.


Dan sekarang Sean dan Dara duduk disebuah bangku taman. Istrinya tampak kelelahan dengan wajah yang berkeringat.


"Capek sekali." Keluh Dara sambil memijat betis kakinya. Setelah berlari kesana kemari Dara baru saja merasakan capek. Apalagi baru kali ini Dara keluar dari mansion suaminya itu. Terasa bebas dan menyegarkan kedua matanya. Rasanya Dara ingin lari kesana-kesini saking bahagianya.


Sean yang semulanya duduk disebelah istrinya, lantas berdiri dan jongkok berhadapan dengan istrinya. Dilepasnya sepatu yang dipakai istrinya membuat Dara sedikit terkejut dengan hal yang dilakukan oleh Sean. Dara menimang apa yang akan dilakukan oleh Sean berikutnya.


Setelah itu Sean memijat pelan kaki istrinya yang mungil itu dengan perlahan. Membuat Dara merasa lebih baik. Rasa lelahnya langsung hilang begitu saja entah kemana ketika dirinya diperlakukan seperti itu oleh suami tercintanya.


"Enak?" Tanya Sean disela pijatannya sambil menatap wajah istrinya yang tampak cantik dari bawah. Wajah cantik, putih berseri itu semakin membuat Sean menyukainya. Tuhan seakan-akan mengirimkan bidadari spesial untuknya.


Dara mengangguk. "Emh, enak Sean." Jawab Dara. "Ternyata selain jadi ketua mafia, ternyata kamu bisa jadi tukang pijat juga ya." Ucap Dara spontan. Membuat Sean ingin menahan tawanya ketika istrinya berbicara seperti itu.


"Menjadi tukang pijat rela aku lakukan jika itu membuatmu tetap bersamaku sayang." Jawab Sean sambil terus memijat kaki istrinya bergantian.


Dara tertegun mendengar perkataan itu. Sean seakan-akan serius mengatakannya. Hal itu sukses membuat kedua pipi Dara mulai dihiasi warna merah merona.

__ADS_1


"Kalau jadi tukang bersih-bersih mau ngga?" Tanya Dara yang terdengar ngaco. Mana ada zeorang ketua mafia menjadi tukang bersih-bersih Dara?! Ada-ada saja..


Sean tertawa renyah mendengar perkataan itu. "Iya sayang, aku mau menjadi tukang bersih-bersih." Jawab Sean sambil tersenyum manis.


Dara menggeleng tidak yakin. "Tapi kamukan ketua mafia Sean. Nanti, kamu malah dikira cosplay jadi tukang bersih-bersih sama musuh kamu." Ujar Dara sambil membayangkan suaminya memakai pakaian tukang bersih-bersih.


"Kan sudah aku bilang sayang, demi kamu aku rela menjadi apapun. Hanya demi kamu aku rela melakukannya. Jika itu permintaanmu kenapa harus tidak?."


"Oh, benarkah Sean?" Tanya Dara tidak percaya dengan memandamg wajah Sean tidak yakin. Dipendengarannya sekarang, suaminya seperti sedang menggoda dirinya. "Jadi kamu maukan jadi di tukang sapu? Yaudah, kamu lakukan gih sekarang."


Sean memakaikan sepatu ke kedua kaki mungil istrinya setelah sesi memijatnya telah selesai. "Sekarang?" Tanya Sean dengan alis yang tertaut. Apa benar dirinya akan melakukannya?


Dara mengangguk. "Iya. Kata Sean kan rela jadi apapun untu aku. Jadi buktikan dong." Ujar Dara sambil menatap wajah Sean dengan menahan tawanya. Ternyata menggoda Sean asik juga.


Kalau tau seperti ini Sean tidak akan berkata seperti itu tadi.


Hening.


Ekspresi Sean sekaramg benar-benar lucu.


Sean yang telah digoda dengan gemas langsung berdiri dan mencubit gemas kedua pipi istrinya itu. Ternyata sekarang istrinya berani menggodanya seperti ini. "Kamu jahil ya sekarang." Ujar Sean dengan terus mencubit kedua pipi cabi istrinya dengan gemas.


Dara melotot. Cubitan Sean dikedua pipi cabinya benar-benar terasa sakit. Dara sampai menahan kedua tangan Sean yang terus mencubit kedua pipinya dengan gemas. Dara harus memikirkan sebuah cara agar suaminya itu melepaskan cubitannya.


Lalu, sebuah ide jahil terlintas di otaknya.


"Sean dibelakangmu ada orang jahat yang mau mencuri. " Pekik Dara. Membuat Sean menoleh dan melepaskan cubitannya di kedua pipi istrinya. Kedua bola matanya berusaha mencari orang jahat yang dimaksud istrinya itu.


Lantas, Dara mengambil kesempatan itu untuk mencium pipi Sean dengan sedikit berjinjit karena tubuh suaminya jauh lebih tinggi darinya. Dara merutuki dirinya sendiri, dirinya yang terlalu pendek atau suaminya yang terlalu tinggi?


"Pencurinya itu adalah kamu." Ucap Dara. Membuat Sean menoleh dan menatap istrinya yang sedang tersenyum dengan kedua mata yang memancarkan kebahagiaan.


Sean tertegun dengan apa yang dilakukan istrinya itu.


Istrinya terlihat cantik berkali-kali lipat.

__ADS_1


"Aku?" Tanya Sean.


Dara mengangguk. "Iya kamu pencurinya Sean."


Sean heran. Perasaan dirinya tidak mencuri apapun.


Dara tersenyum melihat suaminya yang sedang terheran-heran.


"Iya, kamu. Kamu berhasil mencuri hati aku."


Oh my ghost. Sejak kapan istriku bisa berkata manis seperti ini?


Lagi, Dara mengecup pipi Sean dengan sayang.


"Aku sayang kamu." Kata Dara dengan serius. Sungguh, Dara tidak mau laki-laki lain selain Sean.


"Aku juga sayang kamu." Jawab Sean dengan tersenyum. "Kamu lucu sekali sayang. Aku menyukainya." Ujar Sean.


Setelah itu diangkatnya tubuh mungil istrinya itu. Dara tertawa bahagia. Sean juga tertawa bahagia.


Dara berpegangan di kedua bahu Sean yang kokoh itu. Dengan jahilnya Sean memutar tubuhnya. Dara memekik kaget dan tertawa.


"Kamu jahil Sean." Jerit Dara.


"Aku juga sayang kamu sayang." Jawab Sean.


Andara Claire telah berhasil membuat seorang Sean Crshtian sang Pembunuh Berdarah dingin bertekuk lutut padanya.


***


Hayo siapa yang baper di part ini? Aku ngetik sambil halu loh bayangin mereka 😂 Yuk ramaikan gais di part ini. Spam like dan komen ya teman-teman. Aku tunggu nih 🤗


Seberapa greget part ini? 1-100 (Wajib Komen ya)


Jangan lupa beri rating bintang 5 agar aku semakin semangat up nya :)

__ADS_1


__ADS_2