My Possesive Husband

My Possesive Husband
226. (Extra Part 17)


__ADS_3

Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Semua pegawai yang bekerja di perusahaan SC Teknologi membungkuk hormat. Mereka kedatangan sang CEO perusahaan. Siapa lagi jika bukan Sean Crishtian.


Berita mengenai peristiwa yang menimpa Mansion Sean sudah menjadi bahan pembicaraan di berbagai media. Namun, seakan tutup mulut mereka tidak membicarakan nya dan menenggelamkan berita tersebut. Baik dari keluarga Crishtian, sahabat hingga awak media yang awalnya menjadikan kasus tersebut menjadi sebuah berita. Lama-lama hilang begitu saja bagaikan buih yang berada di lautan.


Mungkin jika orang awam mengira pasti kasus ini telah tutup di karenakan ada sebuah hal "sesuatu" . Tapi jika mereka mengetahui mengenai seluk beluk dari keluarga Crishtian, pasti mereka tau jawaban nya. Ingat, tidak ada yang mau bermain-main dengan keluarga Crishtian yang di juluki sebagai KELUARGA CRISHTIAN - THE LARGEST MAFIAN FAMILY IN THE WORLD 🌍. Dengan mottonya yang sudah tidak asing lagi yaitu Sons of silence atau Hingga Maut Memisahkan.


"Xander apa mereka sudah berkumpul di ruang rapat?" Tanya Sean dengan pandangan lurus ke depan. Wajahnya terlihat sangat datar hingga memberikan kesan tegas terhadap dirinya sendiri.


Xander yang sedang bejalan di belakang Sean lantas menjawab nya melalui earphone yang terhubung dengan Sean. "Sudah Tuan. Mereka sudah kumpul di dalam ruangan rapat."


"Perketat pengawasan dan tetap waspada. Jangan percayai siapapun. Aku tidak ingin mengalami kegagalan sedikit pun." Titah Sean yang langsung di sanggupi oleh Xander.


"Baik Tuan. Saya mengerti." Jawab nya dengan tegas.


Lalu, Sean segera mempercepat langkahnya untuk menuju ruangan rapat. Kedua bola matanya yang tajam menatap ke arah sekeliling nya.


Untuk menuju ruangan rapat, Sean perlu menggunakan lift terlebih dahulu. Xander yang sekarang menjabat sebagai tangan kanan Sean, dengan setia selalu mengikuti Sean dari belakang.


Sean memerlukan waktu kurang lebih 3 menit untuk menuju ruang rapat.


Dengan langkah tegasnya Sean berjalan menelusuri lorong panjang.


Ada beberapa pegawai Sean yang sesekali berpapasan dengan nya. Mereka seakan-akan di buat kagum dengan sosok Sean Crishtian.

__ADS_1


Ceklek


Pintu ruangan rapat di buka. Semua orang yang berada di dalam ruangan rapat langsung berdiri untuk menyambut ke datangan sang Pemilik Perusahaan.


Dengan langkah tegasnya Sean berjalan masuk ke dalam ruangan. Disana sudah ada Sarah yang telah menunggunya sedari tadi.


Lantas Sarah segera meletakkan berkas-berkas penting di meja Sean.


Sean menggeser tempat duduknya. Lalu duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan orang yang berada di ruangan rapat langsung kembali duduk di kursinya masing-masing.


"Apakah rapat sudah di mulai?" Suara tegas dan mendominasi dapat mereka rasakan.


"Rapat masih belum di mulai Tuan." Jawab Sarah yang tengah berdiri di sudut ruangan.


Sean mengangguk. Kedua bola mata tajam bagaikan elang yang siap memburu mangsanya melihat seluruh penjuru ruangan. "Baiklah mari kita mulai rapat nya." Ujar Sean yang mulai membuka rapat penting.


"Baik tuan."


Rapat pun di mulai. Semua terlihat sangat serius ketika melakukan rapat itu. Tidak ada satu hal kecil yang Sean lewatkan dalam rapat. Sean benar-benar serius dan menelitinya hingga rapat selesai.


"Mom, Kenzo kenapa ya?" Tanya Dara sambil menggendong Kenzo. Badan nya sesekali terayun-ayun agar membuat bayi kecil nya berhenti menangis. Namun sayang, ayunan yang ia lakukan tidak berhasil membuat bayi nya berhenti menangis.


Lexa yang di tanya seperti itu juga merasa bingung. "Apakah dia demam?" Lantas Lexa segera mengecek suhu badan cucu nya. "Kenzo tidak demam sama sekali. Atau mungkin di haus?"


Dara menggeleng. "Tidak Mom. Kenzo sudah aku beri ASI. Tapi tetap saja menangis." Dara benar-benar di buat bingung sekarang. Tidak tau harus bagaimana lagi.


"Menurut saya, mungkin tuan muda Kenzo tengah masuk angin. Kalau tidak, mungkin perut nya tengah sakit akibat terlalu banyak minum ASI." Ujar Xelyn mengutarakan pendapatnya.


Lexa setuju dengan pendapat itu. "Mommy setuju dengan kamu Xelyn." Celetuk Lexa.


Xelyn langsung tersenyum malu-malu.


Dara yang mendengar hal itu langsung menidurkan Kenzo di atas ranjang. "Tolong ambilkan minyak buat bayi." Kata Dara meminta bantuan ke Xelyn.


"Siap nona." Jawab Xelyn dengan semangat empat lima. Setelah itu Xelyn segera mengambil minyak telon bayi di atas meja. Dengan cepat Xelyn memberikan nya ke Dara.


Dara langsung menerima minyak telon itu. Lalu, Dara langsung membukanya dan segera mengolesinya ke perut bayi mungilnya. "Jangan menangis lagi ya sayang. Jangan sakit lagi perutnya." Lirih nya pelan yang masih terdengar di indera pendengaran Lexa dan Xelyn.

__ADS_1


***


Btw gais aku lagi open baju Novel My Possesive Husband nih. Tidak hanya untuk Novel My Possesive Husband tapi juga untuk semua baju dari novel-novel aku. Ada disc 10% di Bulan Desember nihπŸ₯°πŸ₯³β€οΈ Harganya tergantung pilihan kalian loh. Start harga 80ribuπŸ₯° Pengiriman seluruh Indonesia yaπŸ₯° Yang minat bisa Order di nomor Wa 085282082369✨ Aku tunggu Motif kalian di Wa gais😍


Jangan Lupa Beli Ya πŸ₯Ί



Jangan lupa di beli bajunya ya gais πŸ₯Ί Bantu dukung Author kami yuk πŸ₯°



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🀘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊

__ADS_1


__ADS_2